
Mira lagi nungguin sarapan yang masih di buat sama mamanya, pas tiba-tiba hp-nya bunyi dang nongol nama Chacha di layarnya, menurut Mira agak ajaib jika anak itu sudah bangun di hari libur seperti ini.
Ngapain sih, Cha, pagi-pagi sudah telfon?" heran si Mira karena biasa bocah itu kan masih asik meluk gulingnya.
"Chacha lagi degdegan nungguin Abang ojol ganteng."
"Biasanya yang Mira sering denger itu judulnya CEO ganteng, Dosen Ganteng, Dokter ganteng. Eh, kamu kok abang ojol ganteng !"___"Kurang norak apa coba, dari puisi lo yang kemarin judulnya kaleng cat!"
"Gue serius, Mir, tadi itu ada Abang ojol ganteng nganterin makanan kerumah, tapi kayaknya salah alamat."
"Trus?"
"Trus makananya udah terlanjur Chacha makan."
"Kok, bisa, apa kamu gak tanya dulu?" kaget Mira yang kayaknya sudah mulai ikut nyimak ceritanya.
"Sebentar Chacha ingat-ingat..."
"Kayaknya enggak!" jawabk Chacha kemudian sambil geleng sendiri padahal si Mira kan gak bisa lihat dia.
"Ya udah tungguin, nanti juga dia balik lagi."
"Eh jangan lupa dandan dulu kalau bener Abang ojolnya Ganteng."
"Chacha serius, Mir, ini rasanya masih gak enak di perut."
"Kamu yakin makanannya gak beracun, Cha? "
"Atau ada peletnya mungkin?" ____"dari si Riko!" sambung Mira tambah ngeselin.
Kayaknya kalau dibiarin si Mira bakal kejauhan imajinasinya. Padahal
Chacha beneran lagi ngerasa serba salah, sampai nelen udarapun rasanya juga gak enak. Bukan cuma takut keracunan kayak yang dikatakan si Mira, sepertinya Chacha lebih takut kuwalat karena sudah makan makanannya orang.
*****
Tadi itu niatnya Bang Harris cuma mau mampir lagi kerumahnya Bang Nugie karena kemarin mereka gak sempat ketemu. Bang Harris pikir hari minggu pasti sobatnya itu masih ada di rumah, bahkan dia sengaja datang pagi-pagi biar bisa ketemu. Cuma dia gak pernah nyangka kalau yang bukain gerbang malah cewek, tadinya Bang Haris sempat mikir, mungkin cewek barunya Bang Nugie. Karena sudah lama juga Bang Haris gak pulang ke Indo atau update setatus sobat-sobatnya di grup.
Yang bikin Bang Harris tambah gak ngerti kenapa cewek itu malah ngasih uang sepuluh ribu yang bilangnya buat bonus. Bang Haris cuma mulai sadar pas lebih merhatiin, kok kayaknya dia mirip sama Bang Nugie, meski rambutnya masih agak berantakan tapi cantik. Bang Harris cuma senyum trus nerima uang sepuluh ribunya, dan masih memperhatikan uang sepuluh ribu tersebut sampai cewek itu sudah nutup gerbang lagi. Percaya atau tidak karena sepertinya abis itu justru Bang Harris yang malah jadi senyum-senyum sendiri dan kayaknya bakal dia simpan juga uang sepuluh ribunya.
Sepanjang perjalanan pulang itu Bang Haris terus mikir, kayaknya dia memang gak pernah benar-benar nanya adiknya Bang Nugie itu cewek atau cowok. Yang dia tau cuma namanya Alex, dan sepertinya memang terlalu maskulin utuk jadi nama cewek di negeri ini. Cuma, pas ingat Adiknya Bang Nugi ternyata cantik, kayaknya kok Bang Harris ikut seneng.
Sementara di tempat yang lain Chacha masih deg-degan nungguin abang ojol ganteng yang gak balik-balik juga, sampai Chacha sengaja duduk di teras karena takut kalau bang ojolnya balik lagi dan dia gak lihat. Tapi karena sampai lewat tengah hari tetap gak ada, Chacah pun mulai berdoa semoga makanan yang udah terlanjur dia telan itu bisa jadi amal jariah saja.
Bahkan sampai Bang Nugie dan mamamya pulang Chacha belum berani makan lagi, antara kenyang oleh makanna yang tak seberapa tapi bikin degdegan atau gara-gara kecewa kenapa Abang Ojol gantengnya gak balik lagi.
"Bang, Abang ojolnya kok gak balik lagi, ya? " tanya Chacha sambil ngeluh pas Bang Nugi nyamperin dia dan ikut duduk di sofa.
"Anggap aja rejeki."
"Tapi Chacha tetap gak enak, Bang."
Bang Nugie sempat merhatiin adeknya sebentar, dan kayaknya Chacha memang serius susahnya.
"Coba nanti Abang cek lewat aplikasi, siapa tau bisa. "
"Tadi dari Ojek online apa? " tanya Bang Nugie yang udah mulai buka-buka aplikasi di hp-nya.
"Chacha kurang merhatiin, Bang." Kayaknya Chacha juga baru sadar sudah lemot kayak Mira.
"Seingat Chacha abang ojolnya tadi memang cuma pakai jaket bomber hitam."
"Trus, ganteng lagi, jadinya sampai bikin lo amnesia! " potong Bang Nugie.
Chacha cuma bisa cemberut dan gak tau lagi meski ngomong apa, karena kayaknya dia sendiri yang waktu itu otaknya belum nyambung semua gara-gara baru bangun, atau bener seperti apa kata Bang Nugie, Abang ojolnya kegantengan sampai bikin Chacha amnesia.
"Ya udah, gak papa, kalau gak sengaja kan gak dosa," Hibur si Abang, tapi tetap aja kayanya si Chacha gak bakal bisa lupain begitu saja.
****-
"Gimana, Abang ojol gantengnya balik lagi, gak? " tanya Mira keesokan harinya pas di sekolah, dan perasaan Chacha malah kayak kembali di ingatin aja sama aibnya.
Chacha cuma geleng dan si Mira pura-pura kecewa.
"Padahal Mira sempat ikut penasaran juga. "
"Sudah, jangan di bahas terus, Chacha malah jadi gak enak kalau keingat lagi."
"Oh ya, Cha, kayaknya hari ini Mira gak ngeles. "
"Lo mau bolos ya? " tebak Chacha cukup jenius kalau sobatnya sudah sumringah seperti itu.
"Awas ketahuan mama lo baru tau rasa!"
"Sekali aja, Cha, Baim ngajakin ke acara sepupunya. "
"Udah kayak mau di nikahin aja, lo sama si Baim, sampai mau di ajak-ajak gabung sama keluarganya."
"Ngaco aja kamu, Cha! "
"Baim kan sudah mahasiswa, bentar lagi bisa aja dia beneran mau nikahin kamu."
"Mira gak mau! "
"Coba hitung sudah berapa lama kalian pacara? "
"Baru tiga tahun, Cha. "
"Itu sudah layak dapat rekor dunia."
Karean Chacha aja belum pernah bertahan sampai tiga bulan. Ajaib memang si Mira.
"Kapan-kapan kita jalan yuk, Cha, ada buku puisi yang mau Mira cari. "
"Ogah! lo jalanya bawa si Baim melulu. "
Risih bener Chacha kalu lagi pas belanja trus di tunggu-tungguin sama muka cemberut Baim yak kayak kepingin buruan pulang. Pokoknya mukanya BT udah kayak dia aja yang di suruh bayarin belanjaannya.
"Nanti Mira suruh Baim jemputin pulangnya aja."
"Oke, asal beneran jangan bawa Baim, eneg betul Chacha lihatnya. "
Biar gak seganteng Abangnya, tapi si Baim juga gak buruk rupa. Cuma bukan itu yang bikin Chacha gak suka. Chacha gak suka sama gayanya Baim yang udah kayak sok milikin Mira, dan suka ngatur-ngatur, udah gitu si Mira nya mau-mau aja.
Karena Mira gak ngeles jadi sore itu Chacha pergi sendiri, biasanya dia langsung berangkat dari sekolah gak pakai pulang dulu. Mungkin nanti pulangnya Chacha bisa minta jemputin Bang Nugie sekalian dia balik dari kantor.