Alex

Alex
BAB 49 Flu



Hari ini Bang Nugie baru denger dari Chacha kalau Mira sakit dan gak masuk sekolah makanya Chacha ngotot minta di jemputin abangnya gara-gara malas naik ojol karena hujan mulai sering datang tiba-tiba.


Bukannya buru-buru jemputin adiknya Bang Nugie malah buru-buru kabur dari kantor buat nengokin Mira. Sebenarnya Bang Nugie ngerasa bersalah juga karena dirinya kemarin Mira sempat kehujanan. Namanya baru masuk awal musim penghujan, makanya datangnya sering tiba-tiba plus banyak polutan di udara yang bikin banyak virus ikut nimbrung semua.


Pas bang Nugie baru sampai rumahnya Mira, mamanya Mira langsung aja narik si Abang buat ikut ngecek suhu tubuh putrinya.


Mira yang kebetulan cuma pakai babydoll kan jadi agak malu juga pas mamanya bawa-bawa Bang Nugie masuk ke kamarnya.


"Sudah di bawa ke dokter? " tanya Bang Nugie pas baru nyentuh dahi Mira.


"Sudah, bilang cuma gejala flu aja tapi  dia mamanya yang susah turun, " terang mamanya Mira.


Bang Nugie masih duduk ditepi ranjang sambil kembali memegang dahi Mira yang masih memilih memejamkan matanya yang terasa panas.


"Apa rasanya lebih baik?" bisik Bang Nugie yang masih meletakkan telapak tangannya di dahi Mira, dan Mirra mengangguk pelan.


Biasanya kalau Chacha lagi demam dia juga suka kalau di pegangi dahinya. Jujur mamanya Mira ikut senang juga ngelihat perhatian Bang Nugie sama putrinya, walau awalnya agak khawatir dengan hubungan mereka tapi semakin kesini Mamanya Mira sudah mulai merasa lega. Apalagi kelihatan banget kalau si abang sudah biasa ngejagain adiknya. Memang kalau di rumah bang Nugie biasanya yang lebih banyak ngurusin Chacha di banding orang tua mereka yang lebih sibuk bekerja, makanya kalau Chacha demam biasanya si Abang juga yang paling tau cara nanganinnya. Walau ter golongan anak yang jarang sakit tapi sekali kena flu saja Chacha paling gak bisa di tinggal dimana-mana sama abangnya, bahkan tidurpun harus ditemani.


"Mama ambilin dulu obat demamnya Mira, " buru-buru mama Mira keluar dari kamar putrinya.


Rasanya masih seperti sport jantung pas akhirnya Bang Nugie ngelepasin Mira yang masih syok dengan tindakan  sembrononya.


"Maafin Bang Nugie, ya," kata bang Nugie masih sambil membelai pipi kemerahan Mira yang mulai berkeringat.


" Besok Abang kesini lagi, Bang Nugie harus jemputin Alex dulu, mungkin sekarang dia sudah ngomel-ngomel. "


Pastinya Chacha ngomel, karena kalau gak inget lagi hujan deras pasti Chacha lebih milih jalan kaki aja pulang kerumahnya. Bayangkan saja sudah hampir dua jam dia menunggu dan si Abang gak nongol-nongol juga.  Belakangan ini Bang Nugie emang jadi kurang konsisten, sering pura-pura lupa plus telat melulu kerjaannya.


Tempat les Chacha benar-benar sudah sepi bahkan para tukang bersih-bersihpun sudah pada pulang semua, entah apa yang sedang di pikirin bangnugie sampai dia hilang ingatan lagi. Wajar aja rasanya kalau Chacha jadi sering uring-uringan sendiri belakangan ini, bahkan hal sepele pun bisa menjadi biang masalah ke ributannya.


Biasanya Bang Nugie sering pura-pura gak lihat kalau adiknya lagi kesel, gara-gara dicuekin terus tiap kali mulai nanya-nanyain tentang Bang Harris. Walaupun Mira juga sering ikut-ikutan ngebelain dia tapi sepertinya bang Nugie masih tak bergeming dari keputusannya untuk misahin mereka berdua. Mira juga merasa seperti ada di posisi yang serba salah karena tanpa ingin membela siapa-siapa tapi tiapkali ikut


Melihat bagaimana Bang Harris memohon seperti itu rasanya Mira tidak pernah tega.


Beberapa kali Bang Harris meminta kepada banga Nugie agar memberinya sedikit saja kelonggaran meski hasilnya masih nihil dan sia-sia.