Alex

Alex
Bab 60 Bang Harris



Rasanya Chacha masih dalam mode bahagia yang tombolnya lupa di normalin lagi, sangking kayak gak masuk akalnya kejutan kebahagiaan yang menimpanya bertubi-tubi sejak kemarin. Bang Harris yang sempat dia pikir hanya mimpi, tiba-tiba benar-benar kembali.


Walaupun Bang Harris tidak pernah datang dengan tuksedo dan bunga, untuk melamarnya. Tapi dia seolah sudah meletakkan seluruh dunianya dengan sukarela untuk iagenggam. Kedengarannya memang seperti tidak masuk akal tapi Chacha percaya jika keyakinannay selama ini pasti juga bukan hanya karena sesuatu yang takberdasar. Begitu banyak hal yang tidak bisa sepenuhnya kita ketahui tapi kadang kita tetap bisa merasakannya dengan keyakinan.


Bahkan Chacha percaya jika dimanapun dia berada selama ini dia tetap menjadi miliknya tanpa perlu lagi dia bertanya karena demikian pula sebaliknya. Itulah kenapa mereka tetap tidak akan bisa mengusir atau menolaknya, tak peduli berapa kali dia datang dan pergi sesuka hatinya.


Sore itu mereka sedang berkumpul, Chacha, Bang Harris, Mira dan Bang Nugie. Orang tua mereka sedang pulang ke Sukabumi untuk jengukin Paman yang lagi sakit, karena itu di rumah jadi makin sepi, Bi Supi juga seperti biasa libur weekend. Karena Chacha juga sedang malas kemana-mana akhirnya mereka cuma ngumpul-ngumpul di gazebo belakang.


Mereka semua sudah sepakat untuk tidak ada yang menggunakan gadget jika sedang berkumpul, tapi lama-lama gak ada juga yang bisa mereka omongin. Tadinya Chacha dan Mira kayak bengong nungguin Bang Nugi sama Bang Harris yang malah main catur. Sampai akhirnya Chacha ngambil gitar bang Nugie di kamar buat maksa Mira nyanyi biar gak sepi-sepi amat.


Setelah Chacha paksa Mira untuk menyanyikan dua lagunya Ed Sheeran untuk bang Nugi, yang jadinya senyam-senyum baper gara-gara di nyanyiin lagu sama istrinya.


"Sudah deh, Bang, jangan kode-kode gitu, awas ya kalian kabur duluan!" tunjuk Chacha buat Mira dan abangnya, yang sepertinya sudah janjian entah mau ngapai aja mereka malam ini.


Alih-alih gak mau ketangkap basah, Bang Nugi gantian maksa bang Harris untuk ikutan pegang gitar meskipun dia sempat menolak tapi akhirnya dia setuju ngambil gitar Chacha dan mulai bawain lagunya Marron 5 yang judulnya Memories, duet bareng Bang Nugi yang sebenarnya suaranya lumayan meski tak se indah Mira yang udah kualitas penyanyi kontes. Trus di beberapa lirik terakhir Bang Nugi ngebiarin Bang Harris yang nyanyi sendiri dengan mengulangi beberapa bait lirik awal meski gak banyak tapi Chacha tau bang Harris samasekali gak buruk karena ternyata Cahcah suka, dan jadi yang pertama ngasih tepuk tangan pas dia baru berhenti metik gitarnya.


"Awas, kalau  kalian berdua sampai janjian di belakang Abang! " kali ini gantian Bang Nugie yang pura-pura ngancam Chacha dan Bang Harris.


Karena biarpun sering jahil sama Chacha sebenarnya kalau di depan Bang Nugi Bang Harris itu lumayan anteng, kayak yang udah takut bangat gak dapat restu dari abangnya.


Akhirnya Chacha dan Bang Harris mendapatka kesempatan buat duduk berdua di gazebo.


"Besok Abang mau nemanin Evan lihat lokasi proyek baru kami di Kaltim,  mungkin malam langsung pulang dan senin Abang bisa jemputin Alex, " kata Bang Harris pas sudah mau pulang.


"Jangan Bang, entar capek Chacha bisa nebeng Bang Nugi, " lagipula selama Mama dan Papa mereka masih di Sukabumi si abang masih tidur di rumah buat nemenin Chacha. Tapi entah kenapa rasanya Chacha kayak gak rela ngelepas Bang Harris pergi malam itu. Dia hanya akan pergi bersama adik laki-lakinya dan akan segera kembali, memangnya apa yang ku cemaskan?


Jujur malam itu Chacha pingin balik megang wajah tampan Bang Harris bentar aja pas dia abis berpaling  buat ngecup bibir Chacha bentar karean takut ketahuan Bang Nugie. Tapi yang mungkin akan Chacha sesali selamanya adalah karena dia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya dan dia biarkan Bang Harris pergi setelah dengan berat tapi terpaksa melepas kannya. Jari merka masih saling bertaut dan enggan untuk berpisah. Entah kenapa Chacha takut tidak akan bisa menggenggamnya lagi seperti ini dan melihat senyumnya, sungguh dia tidak ingin mempercayai feeling seperti itu. Tapi sepertinya ketakutan itu semakin nyata dia rasakan.


Kembalilah, Bang, kembalilah buat Chacha.....doanay dalam hati.


Si abang sudah melambai untuk masuk ke dalam mobilnya, paling tidak Chacha lega malam itu Bang Harris tidak membawa motornya.


*****


Chacah hanya tidak tau ada penerbangan sepagi itu kesana, kecuali mereka menaiki pesawat carter, atau mungkin jet pribadi, kenapa ia tidak pernah terpikir bukan hal yang aneh sebenarnya jika keluarga seperti mereka memiliki pesawat jet sendiri, karena itu si abang bisa begitu yakin bakal langsung pulang sore harinya.


Seharian sampai lewat jam makan siang bang Harris baru bisa ngehubungin Chacha lagi, mungkin dia juga cukup sibuk bertemu dengan beberpa klien seperti yang sempat dia ceritakan sekilas sebelum lebih banyak menanyakan kegiatan Chacha hari ini yang sebenarnya gak banyak. Biasanya juga kalau hari libur gini Chacha cuman malas-malasan di stas kasur, biar pun Bang Nugi mau nyeret Chacha turun tangga buat ikut muterin komplek, Chacha juga gak bakal mau. Biarpun si abang juga bilang mau gendongin segala macam kalu chacha sampai kecapean, Chacha juga tetap ogah di kibulin. Tapi pagi tadi beneran Chacha ikutan Bang Nugie larin gelilingin komplek, mungkin sangking penganggurannya dan takut di kamar sendiri karena pasti  akan kepikiran Bang Harris terus.


"Lihat tu, anjing-anjing komplek aja pada heran ngelihatin lo mau ikut lari pagi, " kata Bang Nugie ngeselin banget, sambil nujukin kepala angin  tetangga mereka yang  pada keluar pagar minta sarapan.


"Bisa gak abang itu suportnya bagusan dikit, biar adeknya dapat hidayah."


Si abang malah ketawa sambil Noleh anjing tetannga mereka yang namanya Noah, pokoknya udah kayak ganteng banget itu si anjing sampai tuanya kasih nama dia Noah.


"Noah, kenalin ini adik gue namanya Alex, doain dia biar dapat hidayah buat keliling komplek tiap pagi."


Si abang memang tengil, capek chacha ngerasainya, bahkan capeknya lebih dari ngelilingin komplek tiga kali.


Mereka masih lari beriringan, Chacha tau si abang yang biasanya lari lebih Cepet sengaja ngimbangin tenaganya.


Bang Harris benar-benar ketawa pasdi bagian Chacha cerita Bang Nugie minta anjing tetangga buat doain Cahacah biar dapat hidayah.


"Beneran, Alex percaya itu anjing namanya Noah? " tanya Bang Harris masih setengah ketawa. "Bang Nugie juga ngasih nama Noah buat kucing dan anjing mantan-mantannya bahkan buruang beo peliharaan adek Bang Harris juga di kasih nama Noah."


"Si abang memang ngeselin," omelku.


"Dulu Bang Harris juga pingin punya adek cewek yang bisa di jahilin, karena Evan kalau ngamek gak lucu."


Ternyata mereka sama aja....batin Chacah sambil bersyukur dia cuman punya satu kakak laki-laki, bayangin aja kalau sampai dua dan kayak mereka semua. Pantes aja mereka cocok banget temenannya...


"Beneran bang Harris pulang sore ini? " tanyaku pas di sela obrolan kami.


"Ya ini sudah di ruang tunggu, bentar lagi pesawatnya siap. Nanti abang kabari lagi kalau udah nyampek."


Gak taunya Chacha cuma ngangguk,padahal dia kan gak bisa lihat, dan itulah yang menjadi obrolan terakhir mereka Karena sesampainya di Jakarta Bang Harris belum sempat telfon lagi dan cuma ngasih tau lewat chat kalau udah sampai rumah, dan Chacha sudah lega trus bales nyuruh dia cepat istirahat kalau besok masih mau maksa boncengin Chacha.