
Bang Evan juga sedang capek, jadi diapun juga sempat ikut emosi. Jadi pas si Efa nganterin dia sampai di mobil sambil ngomel-ngomel, Bang Evan malah menarik Efa dan mendorongnya untuk ikut masuk kedalam mobilnya yang berkaca gelap itu. Jangan tanya lagi apa yang dia lakukan, karena sampai sekarangpun rasanya Bang Evan juga masih tidak percaya jika dirinya sudah mencium wanita cerewet seperti Efa.
Untuk yang pertama Efa menamparnya, tapi untuk yang kedua sepertinya dia hanya pasrah karena Bang Evan benar-benar menjerat tangan dan mencengkram nya dengan kaku. Efa sempat agak takut karena dia tidak seperti Bang Evan, dia lebih mirip pria yang sedang putus asa. Bahkan Efa yakin saat itu Bang Evan pun juga tidak sedang memikirkannya, mungkin Mini atau jangan-jangan justru istrinya Bang Harris yang sedang ada di otak kotornya. Efa kesal karena dirinya hanya di jadikan pelampiasan seperti itu dan belum pernah dalam seumur hidupnya dia diperlakukan seperti itu oleh seorang pria. Bang Evan bisa sangat kasar dan memaksa, secerewet apapun Efa ternyata dia tidak akan mampu jika harus melawan tenaga seorang pria yang sedang gelap mata.
Andai Efa tidak mengenal Bang Evan dan sudah menganggapnya seperti Abangnya sendiri, pasti dia sudah melaporkannya atas tindakan pelecehan. Efa sengaja membiarkan Bang Evan, sampai akhirnya pria itu berhenti sendiri dan Efa menatapnya dengan begitu murka, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Bang Evan yang sepertinya juga masih syok dengan apa yang di perbuatnya sendiri. Efa sedang tidak ingin membahas hal itu dan Bang Evan sepertinya juga sempat berpikir mungkin dirinya sudah gila, bahakan sampai pagi ini pun sejatinya dia masih belum bisa mengembalikan akal sehatnya.
Bang Evan sama sekali tidak bisa menyimak dengan benar apa saja yang sudah dikatakan Bang Harris padanya tadi. Dia hanya menyanggupi begitu saja saat Bang Harris mengatakan akan mengambil cuti, entah untuk apa dan akan kemana. Dia hanya sedikit terusik ketika Bang Harris mengatakan jika Alex yang menginginkannya. sesuatu yang sudah ribuan kali membuatnya cemburu dengan keberuntungan abangnya, dan mungkin lama-lama memang akan benar-benar membuat Bang Evan menjadi gila.
Sebenarnya kalian mau ke mana? " tanya Bang Evan ketika baru kembali dari ruangan Bang Harris, dan masih melihat Alex di posisi yang sama.
"Sebenarnya aku hanya ingin mengunjungi Bang Nugie," jawab Alex masih sambil mempelajari file dari Bang Evan.
"Kau yakin mereka sudah bisa akur." Kayaknya Bang Evan masih beneran ragu jika sampai mengerutkan dahinya seperti itu ketika menilai sikap santai Alex. Padahal belum pernah selama Alex dan Bang Harris menikah trus Bang Nugie mau akaur sama abangnya itu. Pasti mereka ribut,bahkan perkara sepelepun mereka ributin.
"Ya, mungkin mereka masih akan berselisih, tapi pasti akan segera berbaikan lagi. "_____"kau juga tau jika Bang Harris itu hanya pencemburu. " kelit Alex sambil mengedipkan sebelah matanya untuk Bang Evan yang masih berdiri memperhatikannya dan masih tidak mau bergeming meski yang diperhatikan gak pernah ngerasa.
Evan pikir mungkin jika dirinya memiliki istri seperti Alex, dirinya juga akan jadi pencemburu seperti abangnya. Bagaimana tidak, Alex memang sangat mencuri perhatian dan tidak mau diam. Dia adalah wanita yang sangat aktif di berbagai kegiatan, sedangkan jikan Bang Evan memiliki istri seperti Alex pasti dia maunya juga mengurungnya untuk dirinya sendiri. Bayangkan saja bagaimana bisa dia tidak pernah sadar jika selama ini ia sudah sangat mengganggunya.
Bang Evan memang sudah menaruh hati pada Alex sejak hari pertama Bang Nugie membawa adik perempuannya itu kerumah mereka, dan semua orang rumah sempat ikut heboh karena ternyata adiknya Bang Nugie cantik dan saat itu sebenarnya Evan juga sudah tau jika Bang Harris sudah mulai diam-diam mendekatinya. Karena itu rasanya mustahil bagi Evan jika ingin ikut mengejarnya, bahkan saat bang Harris sudah kembali ke UK , dia tetap tidak berani dan berulang kali mengingatkan dirinya jika gadis itu adalah milik abangnya. Sudah begitu kadang Bang Harris juga menyusahkan, abangnya iti justru sering menyuruh Evan untuk ikut mengawasi Alex secara diam-diam dan menjaga gadis itu untuknya, saat itu Alex kebetulan juga bekerja di salah satu cabang perusahaan mereka. Evan tau waktu itu Bang Nugie masih melarang keras Bang Harris untuk bertemu Alex bahkan menanyakan kabarnyapun juga tidak di ijinkan.
Alex masih sangat muda dan Bang Harris memang cukup nekat jika sampai berani mengakui keinginannya di depan Bang Nugie. Usia Alex sekitar dua tahun di bawah Bang Evan dan saat itu Alex juga belum lulus SMU wajar saja kalau Bang Nugie Murka.
Balik lagi masalah si Efa, Bang Evan pikir sebaiknya mereka segera bicara agar masalahnya tidak berlarut-larut dan menimbulkan kesalah pahaman. Bang Evan tau jika semalam Efa pasti masih sangat murka, bagaimanapun dirinya sudah me per lakukan gadis itu dengan sangat tidak adail. Karena seharusnya jika Bang Evan hanya kesal dia bisa pergi kemana aja untuk menemukan wanita bukannya malah membuat masalah baru dengan wanita seperti Efa. Rasanya sudah seperti mimpi buruk yang tiada akhir, walaupun Efa cerewet, cengeng dan suka di anggap mengganggu harusnya gadis itu sudah hampir seperti adik perempuannya sendiri. Walaupun sebenarnya tak ada satupun dari mereka yang ingin mempunyai adik seperti Efa tapi tetap saja selama ini Efa memang tumbuh di antara mereka. Sampai sekarangpun Bang Efan masih tidak bisa mengerti bagaimana dirinya bisa tega berbuat seperti itu padanya.
Pasti Efa juga takut dan marah, sampai Bang Evan tidak tau dari mana nanti mereka bisa mulai bicara tanpa membuat Efa benar-benar ingin mengambil senapan untuk menembak kepalanya. Bagaimanapun Bang Evan sadar jika dirinya memang salah, meskipun Efa juga ikut serta berperan memperkeruh kewarasannya.
baca juga ceritaku ADA ORANG LAIN DI KEPALAKU dijamin gak kalah lucu
dan ceritaku yang lain di ******* dan ****** dengan judul THE LADIES Ssemua gratis tinggal pencet love untuk menyimpan
follow Instagramku jemyadam8 untuk info kelanjutan karyaku