Alex

Alex
BAB 121*



Akhirnya hari pernikahan itu datang juga , semua keluarga sudah menunggu di ruang keluarga. hanya putra -putra Tuan Serkan dan tanpa Brandon tentunya. Alex yang baru kembali dari kamar Mini berjalan menghampiri Bang Harris untuk mengambil  Baby Sookie dari para pria kemudian membiarkan Bang Harris melanjutkan obrolannya dengan Evan yang juga sudah rapi dengan stelan tuksedo yang sudah senada dengan kebaya yang di kenakan Mini. 


Meski acara ini hanya di laksanakan di rumah dan hanya di hadiri seluruh anggota keluarga tapi bukan berarti Tante Marrisa tidak mempersiapkan kesakralan pernikahan untuk putranya kali ini. Bahkan seisi rumah juga sudah di hias dengan berbagai bungan-bunga segar  yang mempesona karena di rangkai oleh para ahli terbaik. Mulai dari tangga yang melengkung sampai langit-langit yang di penuhi oleh mawar putih bertangkai panjang yang nampak menggantung indah. Dalam sekejab rumah Tuan Serkan seperti sudah disulap bak nengeri dongeng hingga Baby Soockie sampai tidak mau diam untuk meraihnya.


 Walau hanya pernikahan tanpa pesta tapi sepertinya mereka tetap mempersiapkannya sesempurna mungkin. Tante Marrisa pikir mungkin nanti setelah ini putranya akan setuju untuk mengadakan pesta, karena selain kemarin Bang Evan memang hanya menginginkan yang sederhana seperti yang di inginkan Mini tapi tapi sepertinya waktunya memang juga sudah sangat mepet karena mendadak, jadi hanya ini yang bisa Tante Marrisa persembahkan meski menurut Mini tetap saja berlebihan jika mengingat yang hadir sebenarnya juga hanya keluarganya saja.


Sementara itu Mini sendiri justru  masih duduk sendiri di kamarnya. Mini sudah sangat cantik dengan kebaya yang begitu indah melekat di tubuh mungilnya, Mini memang sangat cantik meski hanya dengan makeup sederhana, karena dari kemarin dia menolak untuk memakai makeup tebal layaknya pengantin pada umumnya. Meski awalnya Tante Marrisa kurang setuju tapi sepertinya Bang Evan meloloskan keinginannya dan memang akan menuruti apapun kemauan Mini.Begitulah Bang Evan seperti terlalu memanjakannya belakangan ini, dan Mini tau jika bang Evan sangat menyayanginya karena itu dia masih percaya jika dirinya masih bisa hidup setelah ini. Meski mungkin tanpa hati tapi buka berarti tidak bisa di benahi . Selama dia masih hidup dan  bernafas pasti kelak suami seperti bang Evan akan tetap bisa membuatnya jatuh cinta sebagai seorang pria atau mungkin ayah dari anak-anaknya. 


Barusan Mbak Chacha dan Mbak Efa juga baru saja menemuinya hanya untuk sekedar memastikan kebahagiannya dan sepertinya semua orang juga ikut lega karena Mini sendiri juga sudah  berusaha menerimat takdirnya dengan ihlas dan siap jika harus menjalaninya.


"Boleh aku masuk ?"


Mini hanya tidak menyangkan jika kali ini yang datang adalah Bang Evan. Benar- benar  Bang Evan sendiri, padahal Mini kira mereka baru akan boleh bertemu setelah akad pernikahan nanti. Apa Bang Evan saja yang sedikit nakal dan nekat datang kemari, padahal sejak kemarin saja Tante Marrisa melarang mereka untuk saling bertemu. Sebenarnya agak konyol karena kenyataannya mereka masih tinggal dalam satu rumah juga.