
Karena mengorek informasi dari Bang Nugie gak pernah ada gunanya, akhirnya Chacha jenuh juga, dan milih menyerah untuk ngarepin Bang Harris lagi. Biar aja kalau Bang Harris mau ngilang, ngilang aja sekalian yang jauh, Chacha gak mau lihat lagi. Lagipula kan masih ada Bang Nugi satu-satunya tempat paling nyaman buat chacha ngomel-ngomel kalau lagi kesel kayak gini.
Chacha ngomel masalah naroh sepatu.
Chacha ngomel cuma buat nyari dasi.
Chacha ngomel si Mira telat balas Chat.
Chacha ngomel si abang telat jemput
Dan Chacha tambah ngomel pas Bang Nugie sama Mira sama aja pada sibuk sendiri-sendiri!
Bahkan Bang Nugie sudah siap mau nutup telinganya pakai bantal pas Chacha baru masuk kamarnya.
"Si Mira, tuh, Bang, kayaknya tambah sibuk betul sama cowoknya sampai gak pernah ada waktu sama sekali buat jalan bareng Chacha. "
"Ya udah, lo nyari cowok lagi aja, sana! Biar gak rewel terus sama Bang Nugie.
"Ih, Gak loyal banget si jadi Abang!" Chacha ngelempar bantal yang sepontan di tangkis sama Bang Nugie.
"Atau, jangan-jangan Abang juga udah dapat gebetan baru lagi ya? kayaknya sibuk banget balasin chat dari kemarin."
Aku sengaja ikut ngintip karena penasaran sama chat yang sedang di tulis si abang, tapi malah buru-buru dia sembunyiin. Padahal biasanya Bang Nugie itu gak pernah punya malu meskipun lagi ngibulin cewek lewat chat ataupun di depan mata Cahaca. Semua orang juga udah taun kalau abangku itu ganteng tapi suka tengil godain cewek walau sebenarnya Chacha tau gak banyak yang pernah dia bawa serius. Dan, kalau si abang sudah main rahasia-rahasiaan gini, berarti memang ada yang special buat, tu cewek. "Chacha curiga????"
"Serius, nih, Chacha gak boleh lihat?"
Aku masih pura-pura nanya.
Bang Nugie malah masukin HPnya ke dalam kantong trus lanjut ngetik lagi kerjaan kantornya yang sengaja dia bawa pulang sebab tadi ijin pulang cepat karena agak flu.
Dari pada Chacha tertular mending Chacha balik ke kamar sendiri aja trus pura-pura curhat sama si Mira. Dan tumben-tumben si Mira langsung ngangkat pangilanku di deringan pertama, karena belakangan ini dia juga mulai ikut sok sibuk juga buat ngangkat telfon.
"Kenapa Mir, tengkar lagi, ya, sama si Baim? " tanyaku curiga karena dengar suara sengau Mira dari ujung telfon.
"Enggak, cuma hidung aja lagi buntu, kemarin sempat kehujanan," terang si Mira yang kayaknya baru ngambil tisu lagi buat ngeremas hidungnya dengan suara berisik.
Memang lagi musim hujan, "Kemarin Chacha juga hampir pulang hujan-hujanan gara-gara bang Nugie telat jemput."
"Kenapa, tumben telfon di jam segini?"
"Kayaknya aku curiga Bang Nugie punya cewek, tapi kok di sembunyi-sembunyiin dari Chacha, ya? " curhatku pas si Mira malah bersin-bersin, Chacha yakin anak itu gak bakal ikut nyimak.
"Ya, Cha, apa? "
Nah, kan! dia malah balik tanya lagi ....
"Ya, wajar lah, Cha, Bang Nugi ganteng gitu masak suruh jomblo terus. "
"Tapi, kenapa harus sembunyi-sembunyi dari Chacha? " keluhku cuman pingin dapat sedikit dukungan dari si Mira.
"Mungkin Bang Nugie belum siap aja."
"Udah kayak serius mu kawin aja pakai acara siap gak siap, segala!"
Entah kenapa aku mulai kesal karena kayaknya si Mira bakal ngebelain si abang terus.
"Pokonya Chacha gak setuju kalau Bang Nugie sampai jadian sama Kak Siska !" dari kemarin Chacha memang sudah curiga Bang Nugie nyembunyiin hal itu dari Chacha.
"Kemarin Chacha bilang, Kak Siska ceweknya Bang Harris ?"
"Memangnya siapa yang jamin kalau Bang Harris nya ngilang trus itu ceweknya gak selingkuh, Chacha kan gak mau punya kakak ipar model kayak gitu."
"Apa lagi sejak awal Chacha tau Bang Nugi udah suka sama Kak Siska."
Kataku sambil ngelihatin bang Nugi yang kayaknya kembali ngebalas chat dari HPnya. Kamar Chacha sama Bang Nugi memang berhadapan kalau pintu di buka kayak gini kami bisa lihat aktivitas satu sama lain tapi gak juga sampai kedengaran bunyi "Kling" nya pas ngirim pesan.
Chacha baru nyadar kalau yang nempel di telinga Chacha adalah suara si Mira. Kebiasaan si Mira yang lemot, selalu ngatur nada dering pesan dan panggilannya sampai level dering dan getar tertinggi makanya kalau ada pesan masuk sering ikut ngeganggu percakapan kayak gini. Awalnya Chacha cuek karena si Mira masih tetap lanjutin ceritanya dan mengabaikan suara pesan masuknya. Gak lama Bang Nugi ngecek HPnya lagi buat nulis pesan yang segera dia kirim dan anehnya suara klingnya barengan lagi sama mode suara Mira yang sempat ter jeda.
"Mir, kayaknya banyak kotak masuk pesanmu? "
Tapi si Mira cuek aja dan terusin aja ceritanya yang belum selesai karena lagi kebablasan curhat tentang kucingnya. Padahal Chacha udah gak bisa konsentrasi ikut nyimak, karena lebih fokus merhatiin tingkah Bang Nugie yang kayaknya mulai kesal, trus nempelin HPnya ke telinga sambil gelisah ngetuk-ngetuk ujung kakinya ke lantai. Chacha paham sedang apa abangku kalau lagi kayak gitu.
"Mir, angkat dulu telfon lo, " kataku karena ikut denger suara peringatan tanda panggila masuknya si Mira yang ngeganggu percakapan kami.
"Aku matiin dulu, siapa tau itu panggilan lebih penting."
Kuletakkan Hpku di atas kasur kemudian aku jalan nyamperin Bang Nugie.
"Abang telfon Mira, ya? "
Tanyaku tiba-tiba bikin Abang bengong, dan Chacha yakin itu benar karena bang Nugi gak protes apa-apa seperti biasanya.
"Sini, Chacha mau ngomong sama Mira, " Chacha sudah ngulurin tangan buat minta HPnya si abang yang masih aja tetap bengong. Untung bang Nugie tetap ganteng aja dengan ekspresi bodo seperti itu. Chacha masih nunggu dengan tangan terulur kayak tukang palak terminal yang lagi pasang muka serem.
"Buat apa? "
"Chacha mau nanya aja, kenapan kalian flunya bisa barengan?"