
"Apaan sih, Bang?"
Alex penasaran karena Bang Harris sembunyi-sembunyi membuka pesan mencurigaka dari seseorang. Chacha emang tidak pernah tau jika Mirra sering memberinya berbagai hal konyol tentang gadis sembrononya itu.
"Ini hadiah dari Mira, dia sudah janji mau jadiin kado jika Bang Harris sudah berhasil nikahin kamu."
"Jadi Abang sudah nonton!"
Bang Harris hanya senyam senyum seneng sementara Alex kayak kepingin bunuh diri karena malu.
Bang Harris sudah menangkap pinggangnya lebih dulu dan menjatuhkan Alex kembali ke atas tempat tidur.
"Aku menyukaimu karena semua itu jadi jangan malu, dan hal itu membuatku merasa menjadi pria paling beruntung karena telah memilikimu."
Alex masih menggeleng dan menutup matanya karena malu yang luar biasa.
"Tidak ada yg konyol dan aku lah yang akan membantumu mewujudkan semua mimpi yang mereka anggap konyol, hingga tidak ada lagi yang berani menertawakanmu."
Walau terdengar hanya seperti janji manis yang hanya enak untuk didengar, tapi sepertinya Alex jua baru sadar ketika membuka mata untuk kembali menatap pria yang sudah menaunginya.
Ternyata dia mamang sudah menikahi pria yang bisa benar-benar mewujutkan mimpinya, dan juga merasa sangat beruntung mendapatkannya.
Tapi kadang Alex masih sering kesal juga jika Bang Harris masih suka mengulang-ulang video kiriman Mira yang isinya insta story pas dia lagi bacain puisi di depan kelas yang judulnya Kaleng Cat.
"Sudah, Bang, jangan diputar lagi, Alex malu.
"Tidak, kamu cantik coba lihat!" dia benar-benar serius ngasih tunjuk lagi itu video yang sudah ribuankali di putarnya dan rasa malu Alex masih tetap sama saja.
Exstra part
Alex sedang memandang balkon dari jendea kamarnya yang terbuka, di mana ada barisan kaleng tempat ibunya menanam bunga beraneka warna untuk memperindah tiap paginya. Alex memang selalu terbangun dengan melihat balkon kamarnya yang sudah terbuka seperti itu, dan saat itulah gadis itu mulai berpikir...
KALENG CAT
Kalian tau itu apa?
Itu adalah kaleng cat!
Sangat tangguh dan tahan banting di segala cuaca ...
Meski mereka tanpa harga...
Jangan heran jika pemulung botol plastik pun tidak sudi memungutnya....
Bahkan rayap dan cacing tanah pun juga enggan mengunyahnya....
Lantas bagaimana kita memaksa bumi untuk tetap menelannya?
Dongeng tidak selalu tentang Pangeran atau Putri Raja
Aku juga bercerita tentang Dahulu kala...
Saat manusia menciptakan plastik agar pohon tidak di tebang.
Sampai kita keasikan dan lupa tujuannya.
Mungkin sampai kelak..
Sampai pohon benar-benar tak tumbuh lagi untuk menaungi kita.
Sampai anak-anak hanya bisa mengunyah ikan dengan sisa sampah plastik menyangkut di sela-sela giginya.
Masa depan tidak ada yang tau tapi bisa kita raba.
Simpan dia bagai benda berharga yang akan selalu berguna menolongmu layaknya perisai dan pedangmu.
Bawa dia berjalan layaknya sandal atau sepatu ber sool merah yang selalu membangakan langkahmu.
Tak peduli berapa kalipun kau mengenakannya berulang-ulang dan ber ulang-ulang.
Karena hanya langkah kita bersama lah yang kelak bisa mejadikan cerita-cerita mengerikan itu sebagai berita Hoax belaka di masa depan!
(Alex fredrica)
♻♻♻♻♻
Recicle
Alex tau puisi itu gak indah sama sekali, bahkan konyol untuk di sebut puisi, meskipun maksudnya mulia. Bahkan dia masih ingat kenapa teman sekelasnya langsung mengangkat kamera mereka masing-masing ketika ia mulai membacakannya. Alex memang mendapat tepuk tangan dan siulan yang luar biasa meski setelah itu mereka semua kompak tertawa.
Benar-benar aib yang sulit untuk dia lupakan, hingga rasanya bisa ikut mempengaruhi pertumbuhan tulangnya.
Alex lega saat akhirnya Bang Harris meletakkan HP-nya di atas meja kemudian kembali merangkak ke atas tempat tidur untuk menghampirinya.
"Apa kau juga ingin hadiah?"
Entah hadiah apa lagi yang ingin dia tawarkannya karena semua yang sudah di berikannya ini sudah sangat berlebihan untuk memanjakan gadis pemalas.
"Lihat ini," katanya sambil menunjukkan brosur dari perusahaannya.
"Semua ini akan di bangun di ibukota baru dan kita akan tinggal di sana."
Alek tiba-tiba tidak tau harus mengucapkan apa lagi, saat Bang Harris justru sudah kembali bicara. "Kau juga bisa merancang gedung ramah lingkungan seperti yang kau inginkan, aku akan membantumu mewujudkan nya."
"Aku juga akan menyiapkan tim profesional yang solit untuk membantumu, kita juga akan membuat resort di sepanjang garis pantai, " terang Bang Harris sambil menujuk peta kecil di balik brosur tersebut. "Aku bisa mempertimbangkan tentang resort hutan bakau yang pernah kau bicarakan waktu itu. "
Sungguh Alex sedang tidak ingin memperdulikan semua itu, karena hadiah terbesarnya baginya adalah saat akhirnya dia bisa tinggal dekat Bang Nugie. Dan ternyata Bang Harris memang sudah mempersiapkan semuanya dari jauh hari, karenanya waktu itu dia sampai harus pergi sendiri ke Kalimantan untuk memastikan semua proyek dan pembelian lahannya.
Kadang Alex juga penasaran kenapa Bang Harris tiba-tiba menentukan pilihan padanya, padahal jika di pikir dia bisa mendapatkan wanita manapun yang di inginkan tanpa harus menyusahkan dirinya seperti itu. Selain itu sepertinya dia juga sangat percaya diri bahwa pasti Alex juga akan menjadi miliknya.
Alex membiarkan Bang Harris kembali menciumnya, karena dia juga sedang tidak ingin kemana-mana cukup hanya mereka berdua sperti ini tanpa batas dan cela. Bahkan setelah semua yang telah Alex berikan sepertinya Bang Harris masih belum juga merasa cukup, mungkin dia ingin Alex membayar semua penantian panjangnya.
Bang Harris adalah pria yang memiliki tuntutan tinggi untuk kesenangannya tapi Alex sepertinya juga gadis yang cepat belajar, dia menyenangkan dan pantang menyerah melawan dengan keberanianya. Mereka memang sudah seperti puzzle yang saling mengisi dan melengkapi satu sama lain tanpa ingin telah pisahkan lagi.
Dan entah bagaimana tiap kali Alex coba berkelit sepertinya Bang Harris akan berhasil menjeratnya lagi, dia mengajarkan banyak hal tidak masuk akal tapi menyenangkan.
"Kau memang guru yang luarbiasa. " Alex pura-pura mengeluh dengan keinginan Bang Harris yang sulit di hentikan, dan sepertinya Alex sendiri juga sudah mulai kecanduan untuk menuruti semua keinginannya.
"Kuharap kaunjuga senang melakukannya untukku," Bang Harris kembali meraih pinggangnya dan bebisik."Sungguh aku belum bisa berhenti menginginkanmu dengan cara apapun kau tidak akan bisa menghentikanku Alex, dan jangan mencoba melakukannya. "
Bagaimana Alex bisa berhenti menginginkannya jika Bang Harris itu ibarat tumpukan hadiah menyenangkan yang dikumpulkan menjadi satu.
Dia indah dan tidak pernah membosankan untuk di pandang. Alex memperhatikan dada telanjangnya dengan bekas luka melinta yang sama sekali tidak mengurangi ke elokannya. Tiap kali Alex bersyukur ketika menciumi bekas luka melintang itu berulang kali. Rasanya memang tidak akan pernah cukup sebesar apapun ungkapan kebahagiaan itu coba dia lukiskan.
"Aku tidak akan kemana-mana jika kau terus berbuat seperti itu."
Alex juga tidak peduli ketika Bang Harris pura-pura protes dengan apa yang di lakukannya. Tapi Alex belum maunmenyerah dan terus menggodanya dengan berbagai cara.
"Kau curang, Alex ," Bang Harris pura-pura kembali mengeluh ketika menangkap pinggang Alex dan membawa gadis itu untuknya. Dan Alex sempat ingin protes dengan apa yang tiba-tiba sudah dilakukan Bang Harris padanya.
"Kau adalah milikku dan aku bisa memilikimu sesuka hati kau. "
"Coba saja jika kau bisa! " tantang Alex yang tidak pernah mau mengalah.