
Setelah hampir setengah bulan di pindahkan di ruang perawatan, untuk menjalani terapi dan pemulihan akhirnya Bang Harris sudah diijinkan untuk pulang. Alex juga merasa lega bisa kembali pulang ke rumah karena sudah hampir dua bulan ikut hidup di rumah sakit. Bahkan dia merasa tiap sudut kamarnya yang tiba-tiba terasa asing, dia lihat Bi Supi juga baru membersihkan kamar Bang Nugi dan pintunya masih di biarkan terbuka.
Entah akan sesepi apa rumah ini nanti tanpa kami. Alex kembali kuperhatikan cincin di jari manisnya, ingat bagaimana dia sudah setuju untuk ikut bersama Bang Harris setelah mereka menikah nanti. Pasti Alex akan rindu semua ini, abangnua akan pindah ke Kalimantan dan dia sendiri entah nanti akan berada di mana, karena Bang Harris sendiri juga belum memutuskan dimana mereka nanti akan tinggal. Alex sendiri masih sulit percaya jika akhirnya dirinya akan menikah, karena telah nyata ada perbedaan yang jelas antara sekedar membayangkan dan saat kita benar-benar dihadapkan pada kenyataan bahwa kita akan menjadi milik seseorang, akan hidup dan tinggal bersamanya. Meski diabjuga sangatnm nginginkan Bang Harris dan tidak ingin berpisah lagi dengannya tapi ternyata hari pernikahan mereka yang semakin dekat ini juga mulai mempengaruhinya, dia masih belum yakin bagaimana nanti akan bisa menghadapinya meskipun ia yakin sudah bersama orang yang tepat.
Akhirnya kedua belah pihak keluarga mereka sudah sepakat menentukan hari penikahan yang akan di seluruh nggarakan dua bulan lagi, meski Bang Harris sendiri bersikeras untuk menikah akhir bulan ini, karena menurutnya terlalu bertele-tele untuk nunggu dua bulan lagi sementara dirinya sudah dibuat menunggu bertahun-tahun hanya untuk mendapat ijin untuk Alex.
sampai saat ini kadang Alex juga masih sulit percaya jika Bang Harris benar-benar sudah ingin menikahinya pada saat usianya saat itu. Kedengarannya konyol tapi menurut Alex pasti Bang Nugi juga tidak akan semurka itu jika bukan karena dia memang sudah sangat mengenal Bang Harris, dan dia pasti yakin jika Bang Harris memang benar-benar berniat akan mengambil adik perempuannya. Alex bisa memahami perasaan Bang Nugie, karena sampai sekrangpun sepertinya dia juga tidak akan pernah rela hidup jauh darinya. Alex kembali perhatikan kamar abangnya yang sudah kosong dan tanpa sadar benih airmata kembali meluncur jatuh dari sudut matanya, entah kenapa belakangan ini dia sepertinya gampang sekali menangis.
Alex tidak tau sejak kapan Bang Nugie sudah berdiri di ambang pintu, karena dia baru mendongak dan menghapus airmatanya ketika Bang Nugie berjan menghampiri. Tanpa bicara Alex pun memeluknya dan mereka hanya diam sampai beberpa saat.
"Maafin Abang," bisiknya di dekat telinganya dan dia hanya menggeleng pelan di pelukannya.
Sejak kecelkaan yang menimpa Bang Harris mereka memang belum pernah benar-benar memiliki kesempatan untuk bicara berdua.
"Apa kau tidak ingin memberi nama untuk calon keponakan kecilmu?" bisik bang Nugi sekali lagi dan Alex langsung sepontan mendongak.
"Mira hamil!" seru Alex, dan si abang pun segera mengangguk dan tersenyum.
"Kau boleh memberi nama," tawaran Bang Nugie terdengar sungguh-sungguh.
"Jika dia laki-laki?" tanya Bang Nugie,sekedar memastikan apa Alex tidak tertarik.
"Beri nama apa saja asal jangan NOAH!" ketusnya kemudian dan si abang langsung tertawa.
"Abang akan merindukanmu ALEX," jujur Bang Nugie tiba-tiba terdengar haru, "meskipun aku senang Harris yang akan menjagamu tapi sebenarnya Abang masih tidak rela dia mengambimu dariku."
"Akan kusampaikan itu padanya nanti," sekali lagi Alex peluk Bang Nugie dan pingin sekali rasanya bisa merenegek seperti dulu, sepertinya masa-masa itu memang sudah sangat lama berlalu, dan mereka sama-sama sudah tidak bisa kembali lagi. Alex benar-benar tidak bisa membayangkan jika ternyata hari itu akan benar-benar tiba, saat mereka akan memiliki kehidupan masing. Selama ini meskipun Bang Nugie sudah menikah tapi sebenarnya mereka belum pernah benar-benar jauh, sementara nanti Alex masih belum tau kemana Bang Harris akan membawanya. Alx sudah berjanji padanya untuk memberikan seluruh sisa hidupnya untuk Bang Harris, dia akan pergi kemanapun dia pergi, dan ia akan tinggal di manapun dia tinggal. Alex tidak hanya mengucapkan janji itu pada Bang Harris tapi juga mengucapkan janji itu di tiap doanya saat memintanya untuk bangun kembali.
******
Sama seperti keingin Alex, Bang Harris juga menginginkan pesta pernikahan yang sederhana, hanya ada keluarga dan teman dekat saja. Bang Harris ingin Alex merasa nyaman berada di tengah-tengah orang-orang yang mencintainya tanpa pelu mencemaskan apapun lagi. Karena di sangat mengenal gadis itu, terlepas dari segala ke aku hanya Alex adalah orang yang sangat mencintai keluarganya. Bang Harris ingin Alex berbahagian di tengah-tengah mereka tanpa rasa canggung ketika harus khawatir menjaga sikapnya.
Alex duduk di antara Mama dan Tante Marisa yang masing-masing menggenggam tangannya. Dia lihat Bang Harris sudah mempersiapkan diri untuk ikrar pernikahan mereka. Semual Alex pikir dai sudah tidak akan cemas lagi tapi ternyata justru telapak tangannya mulai terasa dingin dan kebas, jujur dia cemas walaupun tidak berani menunjukkannya. Bang Harris sempat menatapnya dan mengangguk pelan, cukup untuk memberi taukan dukungannya untuk gadis itu. Alex tau akan segera menjadi miliknya setelah ini, seperti janjinya beberapa hari lalu sebelum semua keluarga akhirnya melarang mereka untuk saling bertemu. Bang Harris berjanji akan segera menjadi kannya miliknya dan tidak akan ada lagi yang bisa menghalangi mereka untuk bersama, tapi ternyata Alex tetap saja cemas di detik-detik seperti ini. Dia melihat Bang Nugie duduk di samping Bang Harris sebagai saksi, Bang Nugi juga sedang menatapnya dengan sedikit senyum kecilnya untuk ikut meyakinkan adik perempuannya bahwa saya mukanya akan baik-baik saja.
Alex sudah tidak berani lagi untuk benar-benar menatap Bang Harris yang sudah mulai mengucapkan ikrar pernikahannya . Rasanya jantung Alex ikut berhenti dan nafasnya pun terputus dalam jeda beberapa lama sampai para keluarga kemudian mengucapkan selamat dengan tangis haru. Alex sempat ikut menangis di pelukan mamanya dan Bang Nugie yang buru-buru menghampirinya menarik Alex dalam pelukannya sebentar sebelum kemudian Bang Harris datang mengambilhadis itu dari mereka.
Sering sekali Alex melihat dan mendengar ikrar pernikahan di ucapkan, tapi dia tidak pernah tau jika rasanya akan seperti ini saat akhirnya Bang Harris benar-benar menjadikan miliknya, dan dia juga sudah berjanji untuk bersamanya, kemanapun dia membawanya.