Alex

Alex
bab 80



Evan memang sudah pernah mencari tau tentang wanita yang harus dinikahinya itu, tapi dia segera menyerah begitu mengetahui gadis bernama Rutmini itu adalah Putri dari mantang kekasih papanya sendiri. Bahkan Evan tidak habis pikir bagaimana bisa orang tua di jaman sekarang ini masih memberi nama anaknya Rutmini.


Semua masih terasa aneh bagi Evan, dan sebagai putra dari ibunya tentu Evan langsung menolak, walaupun dia sendiri belum tau bahwa ibunya sudah mengetahui perkara ini apa belum.


Evan tidak ingin menikah dengan wanita manapun, apalagi dia adalah Putri dari kekasih papanya. Walaupun wanita itu sudah lama meninggal tapi sepertinya  papa mereka juga masih menyimpan perasaannya untuk wanita itu, meski cuma sekedar simpati seharusnya sudah tidak perlu.


Evan baru kembali dari kantor ketika mendengar dari salah seorang pengurus rumahnya bahwa gadis yang bernama Rutmini itu tiba-tiba sudah berada di rumahnya dan sedang bicara dengan Tuan Serkan.


Bukannya buru-buru ingin melihatnya, justru Evan kembali pergi tanpa mengatakan apapun.


Sementara itu si Rutmini yang sedang asik ngobrol dengan Tuan Serkan sepertinya juga agak lupa jika tadi dia sudah tidak sabar ingin bertemu denga putra kedua tuan serkan. Tuan Serkan beberapa kali bercerita tentang putra-putranya,  temasuk tentang Bang Harris yang sepertinya paling keras kepala. Dalam hati Rutmini bersyukur karena dirinya tidak harus menikah dengan pria seperti itu walaupun dia tau yang namanya Bang Harris itu sangat tampan. Rutmini sudah melihat foto Bang Harris dan istrinya yang cantik terpajang di ruang keluarga. Sementara dia hanya sempat sekilas memperhatikan foto Evan  dalam foto keluarga beramai-ramai, karena itu dia tadi sempat tidak sabar untuk segera bertemu Evan. Tapi saat sudah cukup lama menunggu dan dia belum datang juga akhirnya Rutmini juga mulai lupa karena Tuan Serkan yang juga terus bercerita dan membuatnya antusias untuk ikut menceritakan pengalamannya ketika tinggal di kampung.


"Putraku seharusnya merasa sangat beruntung karena mendapatkanmu ."


"Aku hanya gadis kampung, bagaimana jika Bang Evan tidak suka. "


"Dia sangat bodoh jika sampai menolakmu. "


Rutmini sempat menyimak cerita dari Tuan Serkan tentang putra keduanya itu, dan sepertinya Evan memang bukan tipe anak yang neko-neko karena itu Rutmini merasa lega. Karena jikapaun putra Tuan Serkan tidak menyukainya paling tidak dia bukan orang yang kemuadian akan menghinanya karena jelek atau orang kampung. Bagaimanapun Rutmini masih sangat sadar diri jika dirinya hanya gadis desa, bahkan dia juga tidak pernah berharap putra Tuan Serkan itu akan menyukainya.  Rutmini mau  ikut kemarin itu juga karena dia sangat menghormati Tuan Serkan yang selama ini sudah sangat banyak berjasa pada keluarganya.


Rutmini pikir, jikapun putra Tuan Serkan tidak menyukainya, dia juga tidak apa-apa, toh dia juga tidak ingin tinggal terus di rumah besar tersebut. Meskipun istri Tuan Serkan juga sangat baik padanya tapi Rutmini tetap merasa lebih nyaman tinggal bersama kakek dan neneknya di kampung.


Alex dan Bang Harris baru pulang dari kantor dan langsung pergi kerumah ibunya untuk sekalian mengambil putri mereka.


Alex sempat penasaran ketika melihat gadis muda yang duduk bersama ibu mertuanya yang sedang menimang Baby Sookie. Alex langsung menghampiri mereka dan menyapa sementara Bang Harris sepertinya lebih memilih menemui papanya lebih dulu.


"Apa Sookie rewel? " tanya Alex.


"Tidak dia sangat pintar, dan tambah pintar setiap hari. " Ibu mertuanya itu memang tidak pernah mau ketinggalan memperhatikan setiap momen pertumbuhan cucu perempuannya itu.


"Oh ya, Alex, perkenalkan, ini Rutmini calon istrinya Evan baru datang tadi pagi dari kampung. "


Meski sempat terkejut ketika lebih memperhatikan gadis muda itu tapi Alex tetap berusaha tersenyum saat menawarkan tangannya lebih dulu untuk saling berkenalan.


"Apa sudah bertemu Evan? " tanya Alex pada Rutmini yang segera menggeleng.


"Kupikir dia sudah pulang dari tadi, " setau Alex tadi memang Evan berpamitan padanya untuk pulang lebih dulu dari kantor karena mengeluh agak pusing.


"Tadi Evan mengeluh agak pusing karenanya dia ingin pulang lebih cepat, " terang Alex membuat mereka berdua terlihat bingung.


"Kami sudah menunggunya dari tadi dan belum melihatnya, " kata Tante Marrisa heran karena selama ini Putra keduanya itu pasti akan memberinya kabar jika tidak langsung pulang ke rumah. Apa lagi jika dia mengeluh sakit.


"Kupikir dia akan langsung pulang keruma jika sedang tidak enak badan, "____"sebentar biar kuhubungi telfonya. " Alex buru-buru mencari benda persegi itu dari dalam tas jinjingnya yang tadi dia letakan di meja. Bagaimanapun dia sempat khawatir jika Evan tidak pulang kerumah, padahal tadi dia memang kelihatan kurang sehat.


Setelah beberpa kali bunyi sambungan yang di tolak,  Alex pun kembali menutup telfonnya.


"Ponselnya tidak aktif, " katanya kemudian saat menatap Rutmini dan ibu mertuanya yang otomatis ikut khawatir.


"Coba nanti kutanyakan Bang Harris siapa tau Evan memberitahunya. "


Tak lama berselang  Bang Harris tiba-tiba sudah datang menghampirinya, dan saat Alex bertanya perihal Evan, si abang cuma geleng, kayak gak ngerti sama sekali.


"Memangnya kenapa? " dia malah balik bertanya.


"Abang tau, ini Rutmini, calonnya Evan, dia sudah menunggunya dari tadi. "


"Oh, " sepertinya Bang Harris juga sempat terkejut ketika melihat gadis muda yang bernama Rutmini itu.


Bukan hanya karena penampilan lugunya, tapi si Rutmini benar-benar masih sangat terlalu muda bahkan untuk Evan sekalipun. Tiba-tiba Bang Harris merasa tidak habis pikir bagaimana bisa papanya membawa gadis semuda Rutmini untuk di nikahkan dengan salah satu putranya.


Apa lagi dengan Evan, karean Bang Harris tau seperti apa wanita-wanita yang sering dekat dengan adik laki-lakinya itu selama ini. Yang jelas sama sekali tidak seperti Rutmini, walaupun Bang Harris mengakui Rutmini juga tidak buruk, meski namanya agak aneh untuk dimiliki seorang gadis muda di jaman sekarang ini.


Bang Harris mengajak Alex untuk segera pulang, padahal dia masih ingin menunggu paling tidak sampai ada kabar dari Evan.


"Jangan telalu cemas, dia pria dewasa yang sudah bisa mengurus dirinya, kita harus segera pulang karena kasihan putrimu juga harus segera beristirahat."


Karena alasan itu Alex setuju dan segera ikut Bang Harris pulang setelah berpamitan dan berjanji pada Rutmini akan coba menghubungi Evan lagi, nanti. Karena Elex melihat sepertinya gadis lugu itu benar-benar cemas. Rutmini bukan tipe gadis yang bisa berpura-pura dan akan terlihat sangat jelas jika dia sedang mencemaskan seseorang, bahkan untuk seorang pria yang bahkan belum pernah ia temui.


****


Jangan lupa like ya.....