Alex

Alex
BAB 116*



"Apa yang kalian lakukan?" tanya Bang Harris heran ketika melihat Alex datang membawa Brandon dengan wajah babakbelur.


"Tanya sendiri pada bayi besarmu ini!" ketus Alex masih agak kesal.


Sepertinya Bandon justru masih belum berniat untuk mengatakan apa-apa. Atau mungkin dia hanya bingung harus mulai dari mana sangking runyamnya masalah ini, dari tadi dia malah cuma mondar-mandir di depan kaka laki-lakinya sambil memegang kompres es batu yang baru diberikan Alex. Walaupun agak galak tapi sebenarnya Alex orangnya juga gak tegaan, apa lagi pas lihat pemuda dengan badan sebongsor Brandon hanya memilih diam saja saat di pukuli abangnya. Karena itu tadi Alex lebih memilih menyuruh bang Evan yang pergi, walaupun dia tau Brandon memang pantas di pukul.


"Katakan saja Bang Evan yang memukulimu ! " kata Alex kesal karena Brandon tidak juga kunjung bicara dan hanya mondar-mandir.


Sepontan bang Harris dan Brandon sama-sama melotot padanya.


"Dia tidur bersama Mini, " tambah Alex yang jujur masih sangat kecewa dengan Brandon tapi harus mengatakan hal itu pada suaminya.


Sepertinya Bang Harris juga ikut kecewa jika itu benar, tapi dia sengaja menunggu Brandon untuk mengatakannya sendiri. Bang Harris masih menatap Adik laki-lakinya itu dan pasti Brandon pun juga tidak akan bisa mengelak jikan yang bertanya kali ini adalah Bang Harris. Dia memang hanya menghormati satu orang itu di dalam hidupnya, yaitu Bang Harris.


"Katakan padaku! " tegas Bang Harris yang sama sekali tidak mau bergeming.


"


******


Brandon tau dengan apa yang di rasakan Mini, tapi dia masih tidak tau harus berbuat apa, dan sepertinya Brandon hanya bisa marah bahkan berteriak pada Mini walaupun segera menyesal setelahnya. Karena itu dia hanya bisa memukuli samsak sejak pagi, sampai akhirnya giliran Bang Evan yang datang untuk memukulinya, dan rasanya itu memang sangat pantas untuk dia dapatkan.


Masalah ini sudah rancau dan, mungkin dirinya memang tidak layak untuk di maafkan. Tapi Mini layak untuk mendapatakan hidupnya. Karena itu Brandon juga berjanji pada Bang Harris dan istrinya jika dia akan menyelesaikan masalah ini.


*****


"Ada apa denganmu? " tanya Tante Marisa begitu menghampiri putranya dengan khawatir.


"Hanya jatuh terpleset, Ma? "


"Apa tidak bisa kau mengarang kebohongan lain yang lebih masuk aka! " tegas Tante Marrisa, " orang terpleset tidak seperti ini! "


Tante Marrisa kembali memiringkan wajah putranya dan menilai luka lebam di rahang dan sudut bibirnya. Untung saja Tante Marisa, karena putranya itu tetap aja ganteng meskipun babak belur seperti itu.


Tante Marisa tau jika Brandon memang sering membuat masalah tapi tidak pernah dia sampai berkelahi.


"Sudah jangan berlebihan, aku tidak apa-apa," tepis Brandon menanggapi kekhawatiran Mamanya. Dia hanya melirik Bang Evan yang kebetulan juga ada di situ, dia juga melihat Mini yang sedang berdiri cemas di sebelahnya tapi pasti gadis itu tidak akan berani bicara apa-apa.  Brandon hanya memperhatikan Bang Evan yang menggenggam erat tangan Mini. Brandon tau jika tujuannya hanya untuk membuat dirinya kesal, karena itu diapun segera memilih pergi.


Setelah mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin sepertinya Brandon bisa mulai berpikir jernih lagi. Dia masih duduk di ujung ranjang memikirkan rencana apa yang seharusnya dia lakukan lebih dulu untuk mengatasi masalah ini.


Tapi jika melihat sikap Bang Evan terhadap Mini tadi sepertinya dia juga mulai cemas. Baik Mini dan Bang Evan jelas mereka adadalah dua orang yang sedang berpura-pura baik-baik saja. Tapi tetap saja Brandon lebih menghawatirkan Mini.  Sejauh ini yang Bang Evan tau Gadis itu juga sudah menghianatinya, tapi jika Bang Evan masih bisa berpura-pura baik-baik saja seperti tadi pasti itu bukan karena dia tidak punya rencana untuk membalasnya.


Brandon sendiri merasa dirinya memang layak mendapat hukuman tapi tidak dengan Mini. Brandon benar-benar khawatir mengenai hal itu.


Mungkin dia memang harus segera bicara dengan Mini, tapi dia sendiri tidak tau bagaimana caranya. Karena Brandon tau Bang Evan tidak akan memberinya kesempatan lagi. Jangankan bicara mendekatpun sepertinya Bang Evan tidak akan mengijinkannya. Selain itu Brandon juga yakin jika Mini pasti juga akan berusaha menghin darinya.


Tapi bukan Brandon namanya jika tidak segera menemukan akal liciknya, dan di saat seperti itu dia baru ingat si Efa.


like... like... ya