
Mini kadang juga merasa dirinya seperti pengecut yang menghianati semua ucapannya sendiri. Memang sangat tidak pantas untuk berhrap apapun dari pemuda itu tapi hati Mini sepertinya tetap tidak bisa di ajak kompromi dan selalu menghianatinya. Hingga rasanya dia ingin lari dan mengejrnya, memohonnya untuk kembali meski dirinya sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk dia tawarakan. Memanga sangat tidak adail , tapi bukannkah kadang hidup memang terasa seperti itu. Orang tua mengajarkan jika kita tidak bisa menghindari kemalangan mungkin yang bisa kita lakukan adalah membiasakan diri dengan kemalangan tersebut, tapi Mini masih tidak mengerti apa dirinya masih sanggup. Bang brandon sudah pergi bahkan tanpa mengatakan apapaunn padanya dan ternyata itu menyakitkan.
Tiap kali, Mini selalu merasa sendiri dan tidak punya sapa-siapa, bukan karena tidak ada orang di sekitaranya tapi karena tidak ada orang yang bisa mengerti dirnya. Secara tidak sadar belakangan ini Mini memang merasa jika hanya Bang brandon yang bisa mengerti dirinya, tapi ternyata dia juga pergi meski sudah berjanji tidak akan meninggalkannya. Sejatinya bukan jarak yang membuat Mini sakit hati, pergi dalam arti sudah tidak lagi peduli ternyata itu lebih menyakitkan dari pada terpisah ribuan mil.
Tapi setiap kali dia harus kembali sadar, jika hidup adalah tentang pilihan, maka kita harus sadar sejak awal tentang apa pilihan kita dan bagaimanan tanggung jawabnya. Sekarang adalah waktunya Mini harus bertanggung jawab dengan pilihan yang dia ambil, bukannya malah ingin mengeluh seperti ini.
Dia akan menikah dengan Bang Evan dan akan menjadi istri yang baik untuknya. Itulah yang haris dia lakukan sekarang, bukannya malah menangis menyesali keputusannya sendiri seperti pengecut yang ternyata tidak berani menghadapi pilihanya sendiri.
Semula memang Mini pikir akan sanggup meghadapinya, sampai dia tau ternyata rasanya justru seperti ini, bahkan sekarang untuk membayangkan pernikahanya saja dia sudah tidak sanggup tanpa membuatnya ingin menangis. Mini tidak punya siapa-siapa lagi untuk mengadu taksatupun keluarganya yang tersisa untuk memeluk atau memberinya dukungan bahwa dia akan baik -baik saja dan kesedihanya akan segera berlalu.
Karena itu Mini malu untuk mengeluh, yang perlu dia lakukan sekarang hanyalah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang istri, menjadi milik Bang Evan dan hanya akan menjadi miliknya dan melayaninya selayaknya seorang istri yang baik. Walau kadang Mini masih sulit untk membayangkan bagaimana harus menjalaninya, jika bahkan saat Bang Evan menciumya saja ayang ada di pikirannya tetap pria lain. Bagaimana nanti Mini mengatasi semua apa dia akan bisa melupakan adik laki-laki Bang Evan itu. Kareana sampai sekarang rasanya masih mustahil, tiap dia memejamkan matapun hanya sentuhanya yang dapat dia ingat. Itulah kenama Mini semakin takut, karena semakin kesini sepertinya bukannya dia semakin bisa melupannya tapi sepetinya dirinya justru semaki sadar betapa jelas perbedaannya. Bahkan dia sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi keika Bang Evan menyentuhnya, kecuali hanya justru membuatnya merasa buruk karena tetap ada Brandon di kepalanya, di hatinya di, balik kulitnya atau mungkin pria itu memang sudah meracuni seluruh syaraf di tubuhnya hingga dirinya mati rasa dan tidak menginginkan sentuhan yang lain lagi.
Mini tau jika hal seperti ini hanya akan menjadi penghianantan, bukan hanya pengiantan terhadap Bang Evan dan keluarga besarnya tapi juga penghianantan untuk dirnya sendiri.
******