
Sepulang dari kantor, Bang Nugie langsung jemputin Bang Harris di apartemennya. Kebetulan teman-teman mereka mau pada ngumpu buat donasi untuk acara reoni kampus. Bang Harris yang udah lama gak pulang kayaknya kangen pingin ikut ketemu sama mereka juga. Bang Harris yang sudah nunggu di lobi langsung keluar pas lihat mobil Bang Nugie datang buat jemput dan mereka pun langsung jalan karena takut gak keburu waktunya.
"Kemarin gue kerumah lo," kata Bang Haris dan Bang Nugie cuma noleh bentar sambil nyetir.
"Trus dapat uang sepuluh ribu dari adik lo, " tanbah si Abang yang sepontan bikin bang Nugie bengong.
"Jadi, lo yang dikira Alex, Abang Ojol Ganteng! " heran bang Nugie yang akhirnya bener-bener ngelihatin Bang Harris yang kayaknya juga gak ngerasa bersalah sama sekali kalau kemarin sudah bikin mereka ribut.
Tapi abis itu bang Nugie malah langsung ketawa dan gantian Bang Harris yang jadi bingung.
"Serius, adik gue ngira lo beneran tukang ojek yang nganterin dia makanan," terang bang Nugie pas di sela tawanya, trus gak lama hp Bang Nugie bunyi.
"Tu, dia telfon," Bang Nugie pencet mode loud speakernya karena masih sambil nyetir.
"Bang, jemputin Chacha, ya? " rengek adik perempuannya dari ujung telfon.
"Emang di mana si Riko lo itu?
Bang Nugie masih pura-pura nanya karena kemarin si Riko masih ngotot kalau mereka belum putus.
"Makanya punya cowok itu yang awet dikit napa? "
"Ya, elah, Bang, Chacha kan belum nikah masak ngak boleh putus."
"Tapi, putus lo keseringan, boros betul kayak uang saku lo."
"Chacha gak boros, Bang, tapi bosennya kecepetan, dikit."
"Makanya mending gak usah punya cowok dulu, fokus aja sama belajar, bentar lagi mau ulangan."
"Iya, Bang, Chacha cuma iseng aja, ikut-ikutan kayak si Mira."
"Trus apa si Mira lagi putus juga? "
"Ih, Abang ngarep banget!"
"Si Mira langgeng aja sama cowoknya."
"Trus? "
"Trus, Abang gak usah pura-pura sedih, Chacha gak punya waktu buat nyimak!"
Jujur Bang Harris juga agak geli, ikut dengerin mereka berdua.
Kadang adiknya Bang Nugie itu memang sering nyolot dan walaupun suka ngeselin kayaknya abangnya juga cuma ketawa-ketawa aja, kayak yang gak bisa marah beneran sama adik perempuannya.
"Awas kuwalat lo suka ngibulin abang sendiri."
"Ih, Abang doanya jelek betul,_____ jadi mau, gak, nih, jemputin Chacha? klo gak mau Chacha mau nyebur ke sungai aja."
Kayaknya Bang Harris yang ikut nyimak obrolan mereka juga mulai ikut ketawa buat dirinya sendiri, karena walapun kayaknya gak ada yang mau ngalah tapi perdebatan kakak beradik itu tetap saja terlihat manis.
"Biar Abang lo tambah repot nyariin lo bareng tumpukan sampah yang nyakut di pintu air. "
"Chacha mau renang sampai ke pengkolan sungai deket rumah aja, Bang, biar gak nyusahin, Abang ...."
Dan sepontan mereka berdua akhirnya beneran gak tahan kalau gak ketawa sama tingkah si Chacha.
"Ya, udah, tunggu situ, abang masih ada perlu sama teman dulu. " trus Bang Nugi matiin telfonya.
"Itu adik gue yang suka nyolot, " kata Bang Nugi pas noleh ke Bang Haris yang malah ketawa, "tapi, terimakasih hadiahnya kemarin."
Baru saat itu kayaknya Bang Harris nepuk jidatnya sendiri, "Sorry berarti kemarin gue salah beli tas cowok. "
"Jangan lagi beliin barang-barang mahal buat adik gue, entar dia manja! "
"Hanya tas," kelit Bang Harris.
"Ya, tapi tas yang lo beli jauh lebih mahal dari gajiku sebulan! " kesal Bang Nugie pas balik merhatiin sahabatnya yang tetap aja gak pernah ngerasa berdosa, bahkan setelah mentransfer duaratus juta kerekening adiknya.
Bang Nugie memang tidak ingin Chacha menjadi manja, dia ingin adik permpuannua itu tetap bahagia dengan hal sederhana yang dia punya. Bukan hanya karena Bang Nugi membenci wanita yang hanya peduli dengan harta, tapi karena dia tau adiknya itu juga masih terlalu polos untuk peduli dengan dengan hal-hal kayak gitu dan itulah yang ingin dia jaga dari adik perempuannya. Walau Bang Nugie sepertinya juga tidak bisa menyalahkan Bang Harris sepenuhnya, karena suka sembarangan ngasih hadiah seenaknya.
"Apa lo tau, Alex sudah heboh cuma gara-gara lihat Abang Ojol Ganteng! "
Bang Harris kembali ketawa dan ingat uang sepuluh ribu yang dikasi buatnya kemarin, "Adik, lo memang luar biasa."
"Lagian bisa-bisanya kalian pada gak nanya!"
"Gue juga masih kaget, karena kupikir Alex itu cowok."
Dan kali ini Bang Nugie yang balik ketawa, "serius, adik gue sampai mau muntahin kembali makanan nya sangking takutnya! "
Kayaknya sore itu Chacha emang udah bikin mereka banyak ketawa, apa lagi pas Bang Nugi trus lanjut nyeritain tingkah-tingkah konyol adiknya. Selain ikut seneng, kayaknya Bang Nugie sempat ngerasa agak ngiri juga sama sobatnya yang kayaknya sangat beruntung punya adik perempuan yang cantik plus rajin bikin ketawa.
"Itu adik gue, jangan kaget, ya. "
Bang Nugie berusaha mengingatkan sahabatnya sebelum mulai nepiin mobilnya dan ngasih isyarat buat Chacha buat duduk di kursi belakang. Kayaknya Bang Nugie juga penasaran pingin lihat ekspresi Chacha pas ketemu Abang ojol gantengnya.
Bang Nugie lihat Alex juga sempat kaget karena abangnya ternyata gak sendiri.
"Kenalin adik gue, Alex, " kata si Abang sambil senyum dikit pas noleh adiknya ke belakang.
"Hay, Alex, " dan Bang Harris ikut nyapa dengan senyum santai, mungkin maksutnya biar Chacha ga syok, tapi tetap aja gak ngaruh karena ternyata adiknya bang Nugie memang beneran cantik dan lucu apa lagi kalau pas lagi bengong.
"Lihat, tu muka lucu banget, kan? " tunjuk Bang Nugie yang sudah ketawa duluan, sementara Bang Harris sendiri hanya berani pasang senyum sambil ngulurin tangannya buat kenalan.
"Harris," katanya saat Chacha sudah sedikit sadar.
Bukannya apa-apa, tapi kayaknya Bang Harris memang suka sama adiknya bang Nugie, dan sudah bikin dia sangat iri.
"Kayaknya kok lengket, ya? " goda Bang Nugie.
"Selama ini kukira yang namanya Alex itu, cowok," kata Bang Harris masih sambil nungguin reaksi Chacha yang lucunya malah bikin dia tambah semangat buat godain.
Chacha memiliki bulu mata lentik dan hidung tinggi ramping seperti Bang Nugie, tapi dengan senyum yang lebih renyah bahkan saat dia lagi maksain diri buat ketawa. Semua orang pasti akan langsung suka begitu ngelihatnya. Sama halnya kayak Bang Haris yang jadi iseng sesekali masih ngelihatin adiknya Bang Nugie dari kaca spion. Walau Chacha nya kayaknya udah mulai asik lagi sama Chat di hp-nya.
Setelah nurunin Chacha sampai di depan rumah, Bang Nugi dan Bang Harris lanjut buat ketemuan sama sobat-sobatnya.
Ternyata acara penggalangan dana tersebut juga cukup meriah banyak para alumni yang datang. Pas mereka sampai ternyata sobat-sobatnya sudah pada ngumpul lebih dulu temasuk Bang Nolan dan istrinya.
Setelah sekian lama gak pernah muncul, tentu kedatangan Bang harris cukup menarik perhatian dan sempat bikin heboh pas dia ngakunmasih singgel. Sebenarnya Bang Harris sempat pulang beberapa kali tapi biasanya cuma untuk satu atau dua hari dan paling cuma sempet ketemu bang nugie aja sebenar itupun kalau pas kebetulan bang nuginya ada waktu luang, karena sekarang sahabatnya itu juga semkin sibuk sejak mendapat promosi jabatan.
Siska yang memang sudah datang lebih dulu langsung menyambut Bang Nugie dan ikut terkejut juga pas lihat kemunculan Bang Haris. Mereka dulu memang sempat dekat, tapi setelah iti dia mulai berhubungan dengan Bang Nugie dengan staus putus nyambung yang gak pernah jelas. Cuma belakangan ini aja sepertinya hubungan mereka mulai mengarah lebih serius, sekarang mereka sudah mulai belajar memiliki komitmen meski seringnya masih harus sibuk dengan pekerjaan masing masing. Tapi secara keseluruhan Bang Nugie dan siska sepertinyaemamg sudah mengalami kemajuan hubungan yang sangat mencolok. Bang Haris juga bisa melihat jika sahabatnya itu seprtinya juga sudah bisa mulai lebih membuka diri setelah sekian tahun dia tau masih berkutat pada sakit hatinya. Hingga Bang Nugie mengalami kesulitan untuk bisa kembali menemukan kepercayan dalam sebuah hubungan. Karena itu walau sering dekat dengan banyak wanita tapi dia sepertinya memang tidak pernah ingin membawanya ke arah yang lebih serius.