Alex

Alex
BAB 113



Pagi hari di rumah Tuan Serkan, Mini kembali menyibukkan dirinya dengan memandikan sendiri kedua kucing  Tante Marrisa. Padahal  Tante Marrisa sudah menyuruhnya untuk membawa kesalon saja, tapi Mini tetap bersikeras bisa melakukannya. Setelah selesai memandikan anak kucing perempuan yang berbulu kuning, Mini kembali mengambil anak kucing laki-laki berbulu hitam yang kemarin mereka beri nama Brandon. Belum apa-apa Mini sudah kembali ingat lagi sama pemilik nama itu, dan mulai rindu karena sudah hampir genap dua minggu Bang Brandon mengabaiakannya.


Mini sedih karena sejak Mini terlihat lebih dekat dengan Bang Evan,  Brandon memang semakin menjauhinya. Mungkin Brando hanya berusaha menghargai hubungan mereka berdua, karena bagaimanapun dia sadar jika Mini adalah milik Bang Evan.


Mini kembali memperhatikan dua anak kucing yang bernama Mini dan Brandon itu,  sembari berdoa dalam hati semoga Bang Brandon juga tau jika dia sedang merindukannya. Merindukan saat mereka baik-baik saja seperti dulu tanpa perasaan canggung lagi seperti ini.


Baru saja Mini hendak mengulurkan tangan kedalam kandang tiba-tiba  anak kucing galak itu malah sudah mencakar lengan Mini sampai perih dan berdarah. Mini segera mengibas-ngibaskan lengannya untuk mengurangi rasa sakit yang tiba-tiba berdenyut tersebut, sampai-sampai dia tidak peduli jika kucingnya sudah lari.


"Bi, tolong bantu aku tangkap kucingnya! " triak Mini pas sadar mahluk kecil itu sudah lari ke pantry. Mini pun segera mengejar sementara si Bibi malah bingung.


"Kucingnya keluar lewat pintu samping, " kata si Bibi.


"Aduh, Bi, " kesal Mini sampai tak peduli dengan rasa berdenyut di lengannya.


"Bapak lihat anak kucing? " tanya Mini pada tukang taman yang sedang memotong rumput di halaman belakang.


"Sepertinya lari kesana, Non! " kata si bapak sambil nunjuk bangunan di sebelah kiri rumah utama yang biasanya di gunakan untuk berolahraga.


"Gawat! " Mini tau jika ada terlalu banyak barang di tempat itu dan dia pasti akan kesulitan jika harus  mencari anak kucing di antara alat-alat Gym.


Mini lihat pintu kaca ruang Gym yang memang sudah setengah terbuka, jadi Mini yakin jika anak kucing itu pasti sudah masuk kedalam.


Mini melangkah pelan sambil menutup pintu di belakangnya agar anak kucing itu tidak lari lagi. Mini mulai memanggil... "Pus... Pus..." dengan desisan pelan karena tidak ingin membuat anak kucing itu semakin takut dan kabur lagi.


Ruang Gym itu sebenarnya memang jarang di gunakan kalau tidak di hari minggu jadinya pasti akan sangat sunyi dan sepi jika di hari seperti ini. Bahkan Mini sempat kaget pas gak sengaja berjalan mundur kemudian menabrak alat pengangkat beban yang tiba-tiba berderik.


Mini sempat merasa merinding, bagaimanapun ruangan itu agak gelap dan sunyi karena jarang di gunanakan makanya suasananaya agak kurang nyaman untuk di datangi seorang diri.


"Pus...  Pus...! " rasanya Mini hanya ingin buru-buru menemukan anak kucing itu kemudian pergi.


Meowww...


Mini yaki itu suara si anak kucing tapi sepertinya agak jauh. Mini pun segera bangkit dari mengintip kolong dan berusaha berkonsentrasi untuk mencari tau dari mana asal suara anak kucing tadi.


Meowwwwwwww....


Suara anak kucing itu terdengar lagi tapi dengan lenguhan yang lebih lembut seperti sedang di belai, dan saat itu Mini sudah yakin jika suara kucingnya berasal dari lorong menuju  bilik ruang ganti.


Mini melangkah pelan-pelan agar tidak kembali menakuti anak kucingnya, dan alangkah terkejutnya Mini saat yang dia dapati ternyata bukan hanya anak kucing hitam, tapi juga Bang Brandon yang sepertinya baru saja mandi dan hanya memakai handuk untuk melilit pinggangnya.


"Mini, apa yang kau lakukan di sini? "


Pasti Brandon juga sama terkejutnya karena jelas matanya juga ikut melebar ketika melihat kedatangan Mini yang mengendap-endap seperti pencuri.


Karena tidak ingin terganggu dengan pria yang nyaris tanpa pakaian, Mini coba memperhatikan kucing hitam yang sedang ada di pangkuan tuannya dan nampak begitu nyaman ketika Brandon membelainya.


*****


"Bi, Brandonnya dimana? "


"Tunben, kali ini yang nyari Non Alex," kata si Bibi yang baru selesai ngelap piring buat dia taruh di rak.


Kebetulan hari ini Alex tidak pergi ke kantor setelah mengantarkan Baby Soockie imunisasi, jadi dia pikir bisa bertemu dengan Brandon dan coba bicara padanya masalah Mini.


Alex buru-buru menyebrangi halaman rumput yang baru dipotong itu agar lebih cepat sampai ke gedung Gym.


Pintu Gym sudah sedikit terbuka ketika Alex masuk dan agak heran karena suasanya terlihat sepi seperti tidak ada aktivitas sama sekali.


"Brandon!" Alex sempat memanggil tapi tidak ada jawaban.


Tapi alex melihat ada Alat cardio yang sepertinya memang baru dipakai, jadi dia pikir mungkin Brandon baru saja selesai atau mungkin masih mandi.


Dia putuskan untuk menunggu sebentar sampai kemudian dia seperti mendengar suara anak kucing dan merasa aneh. Karena penasaran Alex coba memastikan, dia yakin jika tadi suara anak kucing itu berasa dari larong menuju ruang ganti.


"Mini ,apa yang kau lakukan di sini?" alangkan terkejutnya Alex ketika justru melihat si Mini sedang duduk sendiri berama kucing hitam yang yang masih berputar-putar di bawah kakinya. Jelas dia sama sekali tidak terlihat habis berolah raga ataupun mandi.


"Apa ada Brandon?" tanya Alex, dan si Mini hanya menggeleng.


"Bang Brandon sudah pergi," katanya kemudian, dan Mini sepertinya juga baru menyadari kebenara kata-katanya tersebut , Bang Brandon sudah pergi dan sama sekali tidak ingin menolehnya lagi. Tapi kenapa sepertinya dia baru tau jika hal itu ternyata menyakitkan.


"Apa kau baik-bik saja?" tanya Alex khawatir karena hanya melihat gadis itu diam saja. Lagi pula apa yang sedang di lakukannya di tempat sepi seperti ini seorang diri, tapi Alex yakin pasti ada hubungannya dengan Brandon. Karena Alex tau hanya Brandon yang biasanya paling rajin mengunjungi ruangan Gym.


Alex memilih duduk di samping Mini dan mulai mengajak anak itu bicara.


"Kudengar Brandon akan pergi, " kata Alex lebih dulu, karena kemarin dia mendengar Brandon mengatakan hal itu pada Bang Harris.


Mini hanya mengangguk untuk dirinya sendiri tanpa berani menoleh Alex.


"Kupikir sebenarnya dia peduli padamu. "


Alex sengaja menunggu reaksi Mini ketika melihat gadisbitunmasih menunduk.


"Bang Brandon yang ingin pergi, " kata Mini saat akhirnya berani menatap Alex.


"Kenapa kalian tidak jujur saja!" tegas Alex.


Mini sudah mengenal sifat istri Bang Haris dan dia tidak akan tersinggung semisal Mbak Alex akan bicara agak keras padanya.


"Aku tidak berhak mencegahnya jika dia memang ingin pergi. "


"Tapi kau benar hak mengungkapkan perasaanmu! " tegas Alex sekali lagi. Alex memang bukan tipe orang yang akan bisa menasehati orang lain dengan lemah lembut tapi sering kali dia memang benar.


Mini masih menatap istri Bang Harris yang juga masih menatapnya dengan tegas, Mini tidak bicara apa-apa lagi, dia hanya mengangguk pelan. Tapi Alex yakin gadis itu mengerti.


"Aku hanya ingin kau tau jika kami akan tetap bersamamu. "


Jangan Lupa dukung aku dengan like..


dan bantu promosiin cerita ini di media sosial kalian.. 😊