Alex

Alex
Bab 111



Walaupun Alex selama ini juga tau jika Mini memang di peruntukkan untuk Bang Evan, tapi bukan berarti pulan dia menutup mata saat melihat kedekatan Mini dan Brandon.


Alex hanya meraih tangan Bang Harris dan meremasnya di bawah meja. Karena Alex tidak bicara apa-apa jadi Bang Harris tau jika wanita yang di cintainya itu hanya sedang membutuhkan dukungannya untuk sekedar berpegangan. Bang Harris tau istrinya adalah wanita yang cerdas dan Bang Harris yakin pasti ada sesuatu yang sedang di cemaskannya jika tiba-tiba menjadi tegang seperti ini.


Karena tidak tahan dengan kegelisahan Alex selam amakan malam itu, akhirnya Bang Haris pun buru-buru mencari alasan agar bisa membawa Alex pulang lebih cepat.


"Katakan apa yang kau pikirkan?"____"atau kau sama sekali tidak peduli jika sebenarnya aku masih punya waktu jika hanya sekedar mendengarkan omelannmu."


Alex masih menolak untuk bicara karena dia tau Bag Harris masih menyetir. Walapun mereka hanya melewati jalana komplek yang srpi tapi tetap saja Alex masih memiliki trauma. Tapi pasti dia akan mengatakannya saat mereka sudah sampai di rumah nanti.


Sementara itu di rumah besar Tuan Serkan, Tante Marrisa masih sangat bahagia dengan kabar yang di dengarnya hari ini dari putranya. Karena itu rasanya dia masih ingin menahan Mini dan Bang Evan, walaupun berulang kali putranya itu menolak untuk terus di tanya-tanyai perihal hal konyol seperti itu oleh ibunya sendiri.


Tante Marrisa memang sangat penasaran denga keputusan mendadak putranya itu, sebab selama ini dia tau Bang Evan memang anti-pati dengan perjodohannya. Jangankan untuk menikah, bahkan untuk sekedar mengakui peduli dengan Mini pun, dia sama sekali tidak mau. Karena itu, meskipun sekarang si Tante sedang  senang, tapi nyatanya dia tetap aja pensaran.


Berulang kali bang Evan sudah menolak untuk menjawab tapi sepertinya tidak demikian dengan Mini yang pasti akan merasa sangat berdosa jika tidak menjawab pertanyaan orang tua apalagi sampai berbohong. Jadi hasinya Bang Evan tetap harus sabar  ketika berulang kali  si Mini yang luar biasa polos itu membuka aibnya satu-persatu.


Untung saat itu hanya tinggal ada mamanya dan si Bibi yang ikut nimbrung buat ikut ketawa dan ngegodain si Abang.


Brandon sendiri sudah pergi dari tadi bahkan sebelum makan malam mereka usai, karena sudah di anggap hal biasa jadi tak ada satu orang pun yang menghiraukan kepergiannya. Kecuali Mini dan Bang Efan yang diam-diam mengamati perubahan sikap adik laki-lakinya sejak dirinya memberitahukan rencana pernikahannya tadi. Bang Evan tau jika Brandon pasti sangat terganggu dengan rencana pernikahan mereka. Bang Evan tidak bodoh untuk mengetahui seperti apa sejatinya perhatian Brandon terhadap Mini, akhir-akhir ini.


Bang Evan mulai sadar, jika orang macam Brandon saja bisa memiliki simpati sebesar itu pada gadis seperti Mini, lantas mengapa dirinya seperti masih gengsi untuk sekedar mengakui pada diri sendiri tentang perasaanya pada gadis sederhana itu.


Meskipun Mini sama sekali tidak seperti semua wanita yang pernah dekat dengannya selama ini, tapi sebenarnya Bang Evan tidak menampik jika simpatinya pada gadis itu juga sudah mulai tumbuh sejak lama. Mungkin sejak malam ketika Mini merawatnya ketika sedang demam waktu itu atau Mungkin malah sejak Mini membuatkan sarapan pagi untuknya dengan setangkup roti. Bang Evan masih ingat saat bangun pagi dan menyuruh gadis itu membuatkan sarapan tanpa protes sama sekali, atau saat Mini  bisa sangat pantang menyerah hanya untuk memaksanya meminum teh panas yang di buatnya karena takut perutnya kembung jika Bang Evan tidak juga meminimnya, Bahkan keesokan harinya gadis itu sampai ikut demam dan sama sekali tidak curiga ketika diam-diam Bang Evan mulai memperhatikannya, malah beberapa kali dia menolak untuk sekedar di jemput atau di belikan sesuatu, sampai akhirnya Bang Evan kesal dan menyerah menghadapi ke acuhanya.


Sebenarnya andai boleh diakui, Mini tidak perlu berubah menjadi seperti apapun hanya untuk dapat menarik perhatiannya, karena gadis itu sejatinya sudah memiliki segalanya untuk membuat setiap orang menyukainya.


Mini memang tidak seperti Alex yang tangguh dan berani mengungkapkan apapun pendapatnya dengan jujur dan lantang. Tapi Mini juga memiliki keberanian dengan caranya sendiri, dia bahkan berani mengorbankan kebahagiannya sendiri hanya demi untuk menyenangkan orang-orang yang dia sayangi, dan hal seperti itu pasti juga membutuhkan keberanian yang sangat luar biasa. Karena sebagian besar orang biasanya egois dan hanya menganggap penting dirinya sendiri. Tidak dapat dipungkiri jika ketulusan itulah yang sepertinya akan selalu membuat semua orang akan langsung meyukainya. Bahkan untuk orang sepeti Efa yang bahkan sampai saat ini masih selalu sirik dengan istri Bang Harris, tapi justru dia bisa begitu loyal terhadap gadis kampung seperti Mini.


Kadang kita memang sering tidak sadar jika ketulusanlah yang sering kali membuat kita nyaman. Karena itu Bang Evan merasa semakin yakin untuk memilih gadis itu sebagai teman hidupnya. Seberengs*k apapun seorang pria, pasti ada dalam keinginanya untuk bisa memiliki teman hidup yang sebenarnya, teman hidup yang bisa membuatnya tenang dan nyaman. Bisa saling menjaga dan mengurus satu sama lain, karena apa gunanya hidup bersama jika tidak bisa saling kompak untuk melalui semua bersama-sama.


Karena sering kali hidup tidak hanya tentang gairah, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menghadapinya bersama, karena ada perbedaan besar antara ucapan cinta dan menjalaninya setiap hari di setiap detiknya. Buktinya tidak sedikit pasangan yang saling jatuh cinta di awal tapi akhirnya berakhir dengan memilih jalan masing-masing. Karena itu Bang Evan yakin seperti apapun perasaan Mini sekarang, dia masih memiliki kesempatan untuk mengubahnya asal gadis itu juga memberinya kesempatan.


Bagaimanapun Bang Evan juga tidak menutup mata, dia tau jika Mini juga masih menyimpan hatinya untuk Brandon. Tapi dia lebih tau jika pernikahan adalah cara yang lebih benar untuk mendapatkan seorang wanita.


Jangan lupa Like dan bantu promo di media sosial kalian...