
Alex baru bangun pas tiba-tiba ngerasa ada yang aneh denga dirinya, tidak biasanya dia bangun lebih dulu jika bukan karena perasaan kurang nyaman. Dia mendapati Bang Harris masih tudur setengah memeluknya ketika merasakan perutnya kembali berdenyut-denyut lagi dan Alex sudah mengenal rasa seperti itu adalah awal dari gejala kontraksi. Alex segera membangunkan Bang Harris dan alangkah terkejutnya Alex saat mendapati selimutnya sudah berlumuran darah dan Alex pun mulai menggeliat kesakitan saat betgerak.
Bang Harris yang panik segera berteriak membangunkan semua orang seisi ruamah. Mereka bergegas menbawa Alex ke rumah sakit terdekat. Bang Harris masih panik ketika mengangkat tubuh Alex sendiri ke ruang IGD dan berteriak-teriak pada para perawat untuk menolongnya. Para perawat langsung mengerumuni Alex dan membuat Bang Harris sedikit trauma dengan kejadian sebelumnya. Dokter Yang segera datang beberapa saat kemudian juga langsung melakukan pemeriksaan.
Tak lama berselang dan Alex nampak masih keskitan ketika Dokter menyatakan dia mengalami keguguran dan janin yang baru beberpa minggu iti harus segera di keluarkan.
Alex terlihat menangis dan menggeleng ketika Bang Haris kemudian menghampirinya dan memeluknya. Bang Harris tidak keberatan meskipun dia tau Alex pasti akan kecewa.
Bang Harris tau proses tersebut pasti akan sangat menyakitkan, dia bisa ikut merasakan bagai mana saat tangan Alex mencengkram punggungnya, rasanya Bang Harris tidak akan mengijinkan Alex untuk hamil lagi. Sepertinya cukup satu Putri saja buat mereka juga tidak apa-apa apa, rasa trauma itu masih begitu dalam dan dia tidak mau melihat Alex seperti ini lagi.
Proses tersebut berlangsung kira-kira hampir satu jam, sampai akhirnya Alex dipindahkan ke ruang perawatan dan masih dilarang turun dari ranjang. Dia berulang kali bersyukur karena memiliki suami seperti Bang Harris, hingga rasanya sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata betapa pria itu sudah membuatnya sangat jatuh Cinta. Alex tau, tidak setiap wanita akan seberuntung dirinya, bisa di cintai oleh seorang pria dengan tanpa keraguan. Bang Harris bukanlah pria yang akan mengucapkan sesuatu yang manis-manis tapi dia menunjukkan segalanya dengan sikapnya, perhatian dan tanggung jawab yang luar biasa. Alex tau dia tidak akan meninggalkan nya dalam kondisi seperti apapun bahkan yang mengerikan seperti tadi.
Alex tadi sudah sempat tertidur untuk berusaha mengikuti kata-kata Bang Harris yang ingin dia agar beristirahat dan tidak memikirkan apapun dulu. Bahkan saat Alex kembali terbangun Bang Harris juga masih ada di sampingnya, terjaga dan langsung tersenyum mengecup dahinya ketika Alex baru mebuka mata.
"Maafin Alex, Bang. "
Bang Harris hanya memggeleng dan memberi isyrat di bibirnya agar diam.
"Hanya kau yang terpenting untukku sekarang, " Bang Harris masih menggenggam tangan Alex dan mengecupnya berulang kali seolah dirinya sendiri yang sangat bersalah di sini. Alex hanya tidak tahan melihatnya seperti itu hingga dia pikir untuk membicarakan hal lain, dan saat itu Alex baru teringat Bang Nugie.
Sepertinya memang sudah seperti satu hati, karena saat itu juga HP Bang Harris ber dering dan ternyata itu Bang Nugie. Sepertinya mama dan papa Alex yang sudah mengabari abangnya.
"Alex sudah baik-baik saja, Bang. "
"Dari mana Bang Nugie percaya kalau baru saja dia kembali membuatmu mengalami hal mengerikan seperti itu, Alex! "
Mendengar berita itu Bang Nugipun langsung memutuskan untuk pulang, karena ingin memastikan sendiri kondisi adik perempuannya. Sepertinya dia sama sekali tidak percaya dengan apapun yang coba di katakan Alex bahwa dirinya sudah baik-baik saja. Sebenarnya Alex hanya khawatir abangnya hanya akan bertengkar lagi sama Bang Haris karena perkara ini. Alex baru meletakkan ponselnya kembali dan menatap Bang Harris yang sebenarnya tadi juga ikut menyimak pembicaraannya dengan Bang Nugie.
"Sekali lagi, maafin Alex, Bang, " sesak Alex karena tidak bisa mencegah keinginan Bang Nugie.
"Sama sekali bukan salahmu, Bang Nugie benar, aku saja yang kurang bisa menjagamu."
"Aku hanya tidak mau, dia selalu menyalahkanmu. "
"Tidak apa-apa," Bang Harris tersenyum, "karena kau memang tanggungjawabku dan aku sudah berjanji padanya."
Bang Nugie sangat menyayangimu karena itu dia selalu khawarir aku tidak bisa menjagamu lebih baik darinya."
"Mafin Bang Nugie...."
Bang Harris kembali menggeleng, "Aku tidak pernah membencinya karena menyayangimu, Alex." ___" dia adalah orang yang akan selalu peduli dengan dirimu selain diriku, bagaimana mungkin aku bisa membencinya karena menyayangimu sebesar itu."
"Sekian lama dia menjagamu untukku karena itu dia pasti juga ingin aku layak mendapatkanmu dan menerima kepercayaannya. Meski bukan sekarang, aku yakin nanti dia pasti bisa sepenuhnya mempercayakanmu padaku."
"Terima kasih sudah bersabar untuk abangku, Bang Harris tau aku sangat menyayanginya lebih dari siapapun di hidupku ini. "
Bang Harris mengangguk.
Dan kau lihat sendiri berulang kali aku masih melakukan kesalahan yang ceroboh terhadapmu. Rasanya wajar jika dia masih ingin marah padaku."
"Kau tau aku tidak apa-apa, Bang."
"Seharusnya aku bisa sedikit menahan diri, dan Bang Nugie benar tentang itu."
"Tapi kadang aku sendiri juga yang mendorongmu berbuat seperti itu, sebenarnya Bang Nugie tidak bisa sepenuhnya menyalahkanmu."
Memang kadang Alex sendirilah yang juga membuatnya tidak bisa menahan diri, tapi bagaimanapun Bang Harris merasa Alex adalah tanggungjawab yang harus dia jaga seperti janjinya ketika Bang Nugie menyerahkan kepercayaan padanya dulu.
"Aku akan tetap kabur mencarimu. atau kau yang pergi menculiku lewat jendela, sepertinya aku tidak keberatan," canda Alex ketika berusaha mengajak Bang Harris ketawa.
"Kau memang tidak bertanggung jawab. "
"Aku tidak mau berpisah darimu, Bang biar satu jam, satu detik pun aku tidak mau."
"Kita sudah lama terpisah dan tidak akan kubiarkan siapapun memisahkan kita lgi, walaupun itu Bang Nugie, jadi berhentilah berlebihan menghawatirkannya."
Selama ini Alex memang belum pernah mengatakan hal itu, dan sering kali Bang Harris terlalu berlebiha mencemaskannya. Sebab dia tau Alex sangat loyal kepada kakak laki-lakinya. Karena itu Bang Harris sering paranoid dan takut jika tiba-tiba Bang Nugie benar-benar akan mengambil Alex darinya.
Lagi pula siapa yang menyangka jika orang seperti Bang Harris bisa kehilanga kepercayaan dirinya juga jika harus dihadapkan dengan ketakutannya akan kehilangan Alex, dan curangnya Bang Nugie mengetahui kelemahan itu untuk selalu mengancamnya.
"Aku sudah berjanji, akan pergi kemanapun Bang Harris pergi dan akan tinggal kemanapun abang tinggal. Mungkin Bang Nugie masih akan marah sesekali itu juga karena sebenarnya dia ingin memastikan kita selalu bahagia. Memasstikan kita tanpa masalah seperti ini, tapi kenyataannya kita memang sama-sama suka membuat masalah. Karena itu juga dia tau kenapa dia merasa perlu memisahkan kita selama ini."
Alex benar, karena mungkin jika dulu mereka tidak dipaksa berpisah dulu sama Bang Nugie pasti mereka juga bakal melakukan lebih banyak kesalahan lagi. Bang Harris juga sadar waktu itu mungkin dirinyapun juga belum layak untuk di percaya, karena memang tidak pernah ada jaminan sama sekali bahwa dirinya bakal bisa menahan diri dengan Alex yang kadang juga sangat ceroboh dan ikut berbuat sembrono sama seperti dirinya.
"Kau terus mengodaku untuk berbuat kesalahan. "
"Mungkin karena diam-dian aku juga menyukainya."
"Bang Nugie mungkin akan segera datang untuk memarahimu, tapi aku janji akan segera membayarnya nanti."
"Akan kucatat itu sebagai hutang, " canda Bang Harris untuk menanggapi lelucon yang coba di buat Alex untuk menghibur dirinya.
"Kau boleh menagihnya bahkan jika aku lupa."
"Dengan senang hati," Bang Harris kembali mencium istrinya untuk kesekian kali dan ikut naik ke atas ranjang rumah sakit yang sebenarnya lumayan sempit tapi masih cukup untuk mereka berdua saling berdesakan."
"Kau harus mengganti ranjangnya jika sampai roboh." Alex coba mengingatkan karena ranjang tersebut sempat berdencit ketika Bang Hartisbikut naik untuk memeluknya.
"Diam dan kembalilah tidur, karena kau perlu banyak istirahat jika ingin segera membayar hutangmu."____" Aku tidak akan kemana-mana dan hanya akan menemanimu."
"Bagaimana dengan pekerjaanmu, kau harus mencari nafkah untuk memberiku makan. " canda Alex ketika mulai meringkuk kedalm pelukannya.
"Masih ada Evan yang bisa kusuruh-suruh. "
"Kau seperti kakak yang jahat. "
"Apa putri kita baik-baik saja? "
"Kau tidak perlu cemas, Mama membawan Sookie kerumahnya dan jadi agak serakah memanjakan putrimu. Bahkan kemarin dia sudah mengancam akan mengambilnya jika sampai kau hamil lagi. "
Dan tiba-tiba Alex kembali ke ingat, " Aku masih menginginkan pria kecil yang sepertimu. "
"Tidak sekarang,"____" sekarang kau hanya perlu tidur yang cukup dan itu sudah sangat membahagiakanku."
"Terima kasih, Bang Harris ... terimakasih.... "
Sejujurnya Bang Harris hanya belum ingin membahas perkara itu, Dia tidak ingin Alex sedih. Bang Harris tau Alex sangat menginginkan anak laki-laki tapi rasanya Bang Harris juga masih belum bisa membayangkan jika dirinya harus menghadapi hal mengerikan itu berulang kali. Dia sangat takut kehilangan Alex hingga rasanya dia sudah tidak menginginkan apa-apa lagi. Sudah cukup Putri mereka Sookie dan Bang Harris benar-benar tidak ingin lagi mempertaruhkan wanita yang di cintainya itu
untuk melalui traumanya berulang kali.
*****
Jangan lupa like ya, karena dukungan kalian sangat berharga bagi penulis.