Alex

Alex
BAB 46 Chacha ke rumah Mira



Sekali lagi, ini hari minggu dan tumben betul si Chacha udah nongol di rumahnya.


Mira masib kaget karena sempat ngira anak itu datang bareng abangnya. Pas tau Chacha pegi naik ojol barulah Mira lega, tapi kok kayaknya Cahacah niat banget ngedatangin rumahnya?  Curiga Mira.


Mira lagi baca buku di kamarnya pas tiba-tiba Chacha nyelonong masuk sambil bawa jus buatan mamanya yang udah dia sedot sambil jalan.


"Tumben lo pagi-pagi sudah nyanpek sini? "


"Mau minta sarapan sama mamanya, Mira, " tengil Chacha pas kemudian nyungir ketawa, "sekalian mau curhat dikit juga."


"Curhat apaan? " tiba-tiba Mira khawatir kalu Chacha mau nyurhatin Bang Harris lagi, bagaimanapun Mira masih ingat, bocah usil satu ini yang udah bikin abang-abang kemarin tengkar, udah gitu anaknya sama sekali gak ngerasa udah nyusahin orang. 


"Kayaknya Chacha curiga Bang Nugie udah kenal sama cewek yang gak bener! "


Dek!  Udah hampir lompat aja jantungnya si Mira pas denger nama Bang Nugie yang disebutin pakai sama cewek gak benerpula.


"Dari mana kamu tau? " gugup Mira yang buru-buru nutup bukunya.


"Kemarin dia pulang malam dengan rambut basah, udah gitu tadi pagi Chacha nemui kartu reservasi hotel di saku celananya."


"Bisa aja dia abis ke hujanan, Cha! "


"Memang udah ada hujan di negara kita?" dia pura-pura syok buat nuduh Mira lemot.


Mereka sama-sama tau ini masih musin kemarau, si Mirra aja yang jadi kumat lemotnya karena gugup, setelah secara gak langsung di sebut Chacha sebagai cewek gak bener.


"Bang Nugie kan udah dewasa, Cha, pasti dia udah tau apa yang dilakukannya."


"Biar udah tua kalau bawa cewek ke hotel ya tetap dosa! "


"Siapa tau mereka gak ngapa-ngapain," bela si Mira.


"Trus ngapai? Tiduran sambil guling-guling baca buku kayak lo! " ejek Chacha, padahal bener.


"Mungkin saja, " pasrah Mira yang tetap gak bakalan bikin Chacha percaya.


Chacha masih merhatiin sekilas buku yang lagi di baca Mira, baru baca judulnya aja Chacha sudah merinding, "Bisa gak sih,lo berenti baca ceria begituan?"


"Ini sedih ceritanya, Cha."


"Dimana sedih nya?" chacha langsung nyambar buku di tangan Mira trus bolak-balik covernya.


"Ceritanya dia itu anak tiri yang di sia-siain, trus di jual sama orang tuanya buat nebus hutang."


"Trus yang beli siapa?  CEO masih muda plus ganteng pula!"__"Yang ada dia itu beruntung bukannya susah! "


Udah ngutang minta dinikahain pula."___"Lopikir nyari suami yang bener gampang, apa? "


"Gimana kalau ada cowok super ganteng yang tiba-tiba mau nikahin Chacah?" iseng Mira pas balik nanya.


"Biar ganteng kalau dia suka buang sampah sembarangan Chacha gak mau!"


Dan Mira spontan ketawa, "Gimana kalau ganteng, kaya plus suka nyapu lantai, pula? " si Mira masih cekikikan, karena tiba-tiba dia gak bisa ngebayangin kalau Bang Harris sampai di suruh nyapu lantai sama Chacha.


"Emang ada yang kayak gitu? "


Serius Chacha aja jijik kalau disuruh ngebayangin nya.


"Misal Bang Harris, dia kan ganteng dan kaya juga. "


"Klo buat Bang Harris biarpun dia miski Chacha juga mau aja, Mir! "


"Jadi beneran Chacha mau kalu Bang Haris nya tiba-tiba suak sama Chacha? "


"Tapi dia kan gak bodoh! " kelit Chacha enteng aja.


Kayaknya pertanyaan Mira tambah iseng aja, dan sepertinya si Chachanya juga gak bakal nyadar kalau si Mira nanyanya beneran sambil ngidupin mode perekam suara di hpnya.


Mira kayaknya memang niat banget, sampai-samapai keesokan harinya dia diam-diam nyuri nomornya Bang Harris dari hp Bang Nugie yang kebetulan sedang dia geltakin di atas dashboard mobilnya. Karean bagaimanapun Mira tetap belum bisa melupakan rasa prihatinnya terhadap nasip Bang Harris yang terpaksa harus menyanggupi perjanjian tidak masuk akal itu.