
Pas lihat Chacha balas nyungir dari kaca spionnya sepertinya Bang Haris tau jika adik Bang Nugie sama usil dengan abangnya. Bedanya Chacha yang cantik memang lebih nyenengin buat di lihat meskipun sambil pasang muka jelek kayak tadi. Seperti gadis muda itu memang tidak memerlukan banyak usaha untuk membuat siapapun menyukainya. Dan pas tiba-tiba Siska ikut nengok karena Bang Harris gak tahan untuk ketawa justru Chachanya udah asal pura-pura cuek aja.
Meski kesannya agak jahat tapi Bang Harris lega saat akhirnya Siska turun buat ninggalin mereka berdua. Jujur sebenarnya Bang Harris belum ingin mulangin Chacha ke rumahnya. Gak tau kenapa kayaknya kok sayang banget buat disia-siakan, lagian kan gak setiap hari juga Bang Nugie bolehein dia jemputin adiknya.
Makanya pas Chacha ternyata cukup bersemangat untuk makan ramen bang Harris rasanya ikut lega. Bahkan si Abang sampai gak peduli pas Chacha asal nyeret dia buat masuk restoran.
Karena Bang Harris tidak makan makanan berkarbo tinggi, jadi sebenarnya si Abang jarang makan ramen dan sejenis pasta, makanya dia ngikut aja sama menu pesanan Chacha, udah gitu pakai sok-sokan ngaku bisa masak ramen segala. Kayaknya si abang niat banget mau ngedeketin adiknya Bang Nugie, padahal tanpa dikibulinpun Chacha sebenarnya mau-mauaja dengan suka rela. Lagian siapasih yang gak suka lihat cowok macam Bang Harris, sampai Mbak-Mbak di resto aja pada bengong semua pas tadi lihat si abang di seret-seret sama Chacha.
Bang Harris juga sempat terkejut dengan pertanyaan Chacha yang aneh-aneh semua. Tapi si Abang paling kaget pas lihat dia asal makan kuah ramen yang masih super panas dan menyebut dirinya keturunan induk naga. Meski sering konyol tapi Chacha memang selalu berhasil bikin si Abang ketawa. Chacha memiliki rona merah alami di kedua sisi pipinya yang sedang kepedasan, jadi saat dia ketawa bintik-bintik stroberi itu seperti ikut berkumpul di bawah garis matanya yang ikut menyipit, sekali lagi dia mirip Abangnya tapi dalam komposisi yang lebih manis dan tiap kali Bang Harris jadi merasa berdosa karena berulang kali memikirkan sesuatu yang tak selayaknya untuk diterima gadis muda di depannya. Dan Bang Harris sadar jika sampai Bang Nugie tau dia pasti akan langsung menembak kepalanya, mereka adalah pria dewasa dan bukan pengecut atau munafik yang akan berpura-pura, bahkan Bang Harris dan Bang Nugie sudah biasa membahas tentang wanita. Masalahnya sekarang adalah Chacha, adiknya Bang Nugie sendiri, yang sama sekali belum tau apa-apa tentang keinginan pria, karenanya Bang Harris harus sangat berhati-hati untuk bisa menjaga isi kepalanya.
Setelah pulang dari restoran ramen ternyata Chacha masih memilih duduk dikursi belakang, sesekali Bang Harris masih ngelihatin Chacha dari kaca spion dan entah kenapa sepertinya dia masih juga ingin ber lama-lama dengan adiknya Bang Nugie.Tapi rasanya tidak hanya seperti sedang kepingin pinjan adik buat sekedar di ajak jalan-jalan.
Karena saat itu Bang Harris sudah tau jika dia memang menginginkannya, dan menginginkan gadis yang masih begitu muda dengan cara seperti itu sepertinya hanya akan menjadikannya berengsek tidak tau diri.
Dan Bang Nugie pasti tidak akan tinggal diam jika sampai tau sahabatnya sendiri sedang coba ngedeketin adiknya. Walau konyol untuk sekedar di pikirkan tapi semisal harus menculiknya dari Bang Nugie, sebenarnya Bang Harris sama sekali tidak akan keberatan untuk melakukannya sekarang juga.
Karena masih baru jam tuju, Bang Harris terpikir untuk kembali ngajakin Chacha jalan dulu sebentar, sekedar berputar di trotoar kota juga tidak apa-apa. Karena sejujurnya Bang Harris juga kurang tau kemana harus membawa remaja seusia Chacha berjalan-jalan, karena Bang Nugie sudah melarang tegas untuk membelikan adiknya barang-barang mahal, tapi mungkin kalau sekedar cemilan tidak apa-apa. Meski ide nonton sempat terlintas di pikirannya, tapi seperti Bang Nugie bakal murka kalau sampai tau adiknya dibawa duduk di tempat gelap-gelapan, kayaknya bang Harris sudah bisa menebak hal itu. Tidak sulit untuk mengetahui jika sahabatnya itu adalah kakak laki-laki yang over protektif terhadap adik perempuannya. Karenanya Bang Haris harus sangat berhati-hati jika masih ingin di ijinkan bertemu dengan adiknya.
Kesannya kayak Siskanya juga di ajakin makan ramen sama jalan-jalan di trotoar. Tapi semua orang pasti pernah lah bohong dikit-dikit, termasuk Bang Harris, dan sebenarnya masih sangat manusiawi.
Bang Haris pikir, sengaja sekalian tetap menunjukkan kedekatannya dengan Siska. Toh dia tau Siska bukan wanita yang baik juga buat sahabatnya, jauh lebih baik baginya jika bisa memisahkan wanita macam itu dari Nugie. Walaupun sebenarnya Bang Nuginya juga sudah tidak sama sekali kepikiran Siska, yang ada justru dari tadi dia diam-diam masih mikirin Mira, dan bakal gawat jika sampai ketahuan adiknya.
Bang Nugie tau jika yang dilakukannya tadi sangat sembrono. Entah karena mereka kebetulan di mobil cuma berdua, trus ada setan lewat, atau karena Mira yang gak diem-diem nangisnya sampai Bang Nugie tiba-tiba malah nyium Mira.
Atau mungkin dia lagi pingin ditampar juga kayak si baim. Tapi pas Miranya cuma diam aja, dia pikir Mira masih Syok karena tindakannya. Namun setelah beberapa lama dia masih diam saja dan sudah gak nangis lagi , si Abang malah coba lagi mengulanginya, mungkin cuma penasaran tapi karena kayaknya Mira juga gak keberatan akhirnya mereka malah jadi keterusan.
Karena itu jujur Bang Nugie lagi ngerasa malu banget sama Chacha, dan belum terbayang seperti apa nanti kalau sampai ketahuan sama dia. Walaupun biasanya Bang Nugie bisa membahas apapun tentang wanita dengan Bang Harris, tapi kali ini rasanya benar-benar masih seperti aib yang inginya cuma buat dia simpan sendiri.
Kalau sudah seperti ini sebenarnya siapa yang sedang bohong? karena sepertinya mereka berdua sama aja, meski masih pada suka pura-pura santai tapi sebenarnya isi kepalanya lagi pada sedang bercabang ke mana-mana.
Sementara di kamarnya, Chacha yang belum juga tidur malah masih nelfon si Mira. Jadi pas Chachanya sibuk nyeritain Bang Harisnya, Miranya cuma nyimak aja pura-pura dengerin padahal dianya masih ngerasa kayak demam gitu tiap kali keingat apa yang sudah dilakukanya bareng Bang Nugie di mobil tadi. Mira masih tidak bisa mengerti kenapa membiarkan Bang Nugie melakukannya, padahal dirinya bisa sangat marah ketika si Baim baru mau akan mencoba.
Selama ini diam-diam Mira memang sangat mengagumi Bang Nugie, cuma dirinya tidak pernah menyangka jika Bang Nugie bakal akan memperhatikannya. Meski sesekali sering iseng tapi Mira tau si Abang cuma bercanda. Bahkan saat tadi Bang Nugi menciumnya, rasanya sampai sekarangpun Mira pikir itu hanya mimpi, walau kepalanya masih terasa ringan tiap kali mengingatnya dan Mira pun seperti masih merasakan bagaimana tangan-tangan Bang Nugie menahan tubuhnya sedemikian rupa karena tidak ingin saling berpisah. Tapi kali ini Mira lebih suka mengkalim dirinya sedang sinting, karena belum berani membayangkan bagaimana jika harus bertemu lagi dengan Bang Nugie, apa lagi kalau sampai ketahuan Chacha. Rasanya yang terakhir paling mengerikan, meski pun sekarang kedengarannya dia masih sibuk sendiri menceritakan Bang Harrisnya, tapi siapa yang tau Chacha bisa saja tiba-tiba berubah menjadi singa.