
Setelah makan siang dengan Evan, Alex berniat untuk mendatangi Bang Harris dan tiba-tiba agak kesal ketika masih mendapati suaminya itu belum juga beristirahat. Alex sengaja bejalan pelahan mendekatinya, dan Bang Harris langsung mengulurkan tangan untuk menyambutnya.
"Kenapa kau belum beristirahat? "
"Kemarilah." Bang Harris justru menarik Alex untuk ikut duduk bersamanya.
"Bagaimana dengan, pekerjaanmu?" dia malah balik bertanya.
"Evan banyak membantuku. "
"Kau bisa pulang dulu bersamanya, karena sepertinya aku masih ada pertemuan sore ini. "
"Kenapa Bang Harris tidak pernah bilang kalau Evan harus menikahi wanita yang seharusnya untukmu?"
"Aku tidak percaya kenapa dia harus menceritakan hal itu padamu, " sesal Bang Harris ketika menatap Alex.
"Aku merasa, kita sangat tidak adil padanya, " kata Alex kemudian.
"Aku tidak pernah setuju dengan cara seperti itu! " tegas Bang Harris.
"Tapi, Evan yang akhirnya harus menanggungnya. "
"Doakan saja semoga wanita itu juga baik untuknya. "
"Apa selama ini Bang Harris juga tidak pernah sekedar ingin tau seperti apa wanita yang sudah Papa pilih untuk kalian itu? "
"Dari awal aku memang tidak menyetujuinya bukan hanya karena dia siapa atau seperti apa, tapi lebih karena caranya yang tidak bisa kuterima. Aku memilih menentukan hidupku sendiri, bukan orang lain. Karena itu dari dulu aku sulit sekali akur dengan Papa."
"Benarkah Abang gak akan nyesal kalau ternyata dia sangat cantik?"
"Itu hanya karena kau yang sedang cemburu," goda Bang Harris ketika menarik Alex untuk menciumnya.
"Benarkah samasekali Bang Harris tidak ingin mencari tau? " tanya Alex di sela kesibukan Bang Harris untuk mengganggu konsentrasinya.
"Ajak saja Evan jika kau ingin mencari tau, " saran Bang Harris yang sudah kembali behasil menangkap pinggang Alex dan membawa menuju sofa.
Sepertinya Alex setuju dengan ide itu, dan mungkin dia akan segera memikirkan cara untuk membujuk Evan. Karena belum tentu juga jika wanita itu tidak di inginkannya. Alex sempat berharap jika Evan juga akan menemukan kebahagiaannya, entah apa mungkin karena Alex juga ingin sedikit mengurangi rasa bersalahnya.
"Aku khawatir kau membawaku kemari untuk tujuan lain." keluh Alex ketika Bang Harris sepertinya juga semakin mendorongnya untuk berbuat tidak senonoh di kantonya sendiri, tapi saat itu tiba-tiba Alex juga sempat terpikir mungkin dia juga bisa berbuat curang. Alex yakin Bang Harris juga dalam kondisi yang tidak siap, dan tindakan spontan yang sembrono seperti ini bisa saja membuatnya hamil lagi jika terus di lanjutkan.
"Oh, Tuhan apa yang kalian lakukan!" Evan masih syok melihat yang diperbuat kakak laki-lakinya.
Mereka yakin sudah menutup pintu dengan benar dan biasanya memang tidak akan ada yang berani masuk tanpa mengetuk pintu kecuali Evan, adik Bang Harris sendiri yang memang biasanya main nyelonong begitu aja. Sepertinya EvanĀ lupa jika sekarang kakak iparnya juga ada di sini.
"Bisa kah kau keluar sebentar," kata Bang Harris yang kemudian menarik Alex untuk kembali duduk.
"Jangan dengarkan Bang Harris," protes Alex.
"Apa kalian sudah selesai?"____"karena aku tidak mau jika harus menjadi penonton bodoh seperti tadi! " tegas Evan meskipun sekedar untuk bercanda.
"Antarkan Alex pulang karena aku sepertinya masih ada rapat sore ini. "
"Aku akan pulang ke rumah Mama saja, sepertinya Sookie juga ada di sana. "
Alex buru-buru berdiri dan membenahi pakaiannya yang sempat sedikit kusut. "Jangan lupa jemput aku, " tambah Alex sebelum ikut pergi bersama Evan.
"Maaf kau harus ikut melihat hal seperti tadi, " ungkap Alex masih sedikit risi ketika harus membahasnya lagi, tapi sepertinya Evan tertawa lirih untuk dirinya sendiri.
"Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana orang seperti kalian bisa bertemu." Evan adalah tipe pria yang akan selalu mematuhi aturan dan tidak akan membiarkan dirinya bertindak sembrono.
Selama ini bagi Evan, abangnya itu adalah sosok yang sangat luar biasa disiplin jadi sebenarnya masih agak aneh juga baginya jika harus melihat Bang Harris yang ternyata bisa bertindak ceroboh juga seperti tadi saat bersama istrinya. Tapi kadang dia iri juga, karena dibalik sikap kerasnya selama ini ternyata Bang Harris bisa juga mencintai wanitanya seperti itu, mereka memang beruntuk karena bisa saling menemukan orang yang tepat.
Bang Harris memang beruntung, karena Alex sepertinya juga tidak pernah ambil pusing dengan segala sifat keras abangnya itu, bahkan Alex justru sering hanya menganggapnya sepele dan lucu.
"Evan benarkah kau tidak ingin tau tentang wanita itu?" sepertinya Alex belum menyerah untuk kembali membahasnya ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.
"Kau sudah bertemu dengannya? " Alex terdengar cukup antusias.
"Belum, aku hanya coba mencari tau. "
"Lalu bagai mana? "
"Entahlah, aku hanya tidak ingin melanjutkannya."
"Kenapa begitu?" Alex semakin penasaran.
"Ternyata dia adalah Putri dari mantan kekasih Papa. "
"Oh, apa kau yaki? " kaget Alex dan Evan hanya mengangguk lesu.
"Bagaimana bisa begitu?" spertinya Alex juga bingung, "apa Bang Harris tau? " tanya nya buru-buru.
"Kurasa tidak," sepertinya Evan cukup yakin tentang hal ini.
"Bagaimana dengan Mama?"
Evan menggeleng,"Karena itu aku tidak ingin mencari tau lagi. "
"Apa kau tidak merasa ini aneh? "
"Bahkan Papa juga yang menyekolahkannya selama ini. "
"Mungkinkah Mama juga tau?"
"Mungkin."
"Jadi selama ini Tuan Serkan diam-diam ikut membesarkan putri dari mantan lekasihnya dan kemudian ingin menjodohkannya dengan salah satu putranya."
"Bahkan aku sempat curiga jika dia adalah salah satu putri Papa, tapi kurasa tidak mungkin Papa ingin kami menikahi saudara sendiri. Paling tidak itu membuatku lega."
"Kurasa seharusnya dia cantik karena mungkin gadis itu mengingatkan Papa dengan mantan kekasihnya, yang mungkin mang masih beblum bisa terlupakan."
"Ibunya sudah meninggal,dia tinggal bersama nenek dan kakeknya."
"Oh,Evan..."____" sepertinya aku juga mulai bersimpati padanya." ungkap Alex sandro pontan.
"Aku tidak ingin menikahi seorang wanita karena kasian." sambung Evan cukup asuk akal, karena Alex juga tau jika Evan pasti sudah sangat dewasa untuk menilai perkara seperti ini.
"Bagaimana jika ternyata dia tidak seperti yang kau pikirkan selama ini?"_____"Bisa jadi kau juga akan menyukainya."
Evan menggeleng kemudian menatap Alex.
"Jangan bilang kau sudah memiliki gadis yang kau inginkan?" tebak Alex dan sepertinya memang benar karena dia hanya diam tidak menolak atau mengiyakan, dia hanya masih menatap Alex.
"Oh, Evan...."
Alex yakin Evan adalah pria yang sudah cukup dewasa pasti dia sudah tau reaiko dari hubungan yang tidak akan direstui, karena dia bukan Bang Harris yang bisa semena-mena dengan kemauannya sendiri. Evan adalah tipe anak laki-laki yang akan sellau menyenangkan orang tuanya.
"Apa kau membenciku,Evan?" tanya Alex tiba-tiba, "karena aku kau harus menanggung semua ini."
"Tidak, Alex, semua ini tidak ada hubungannya denganmu," Bang Harris tetap tidak akan menerimanya dengan atau tanpa adanya dirimu."
Evan benar, karena tadi Bang Harris juga bicara seperti itu.
"Tapi dia mencintaimu dan pasti akan memperjuangkanmu dari siapapun, tidak seperti aku yang sudah menyerah." Evan masih menatap Alex dan melihatnya mengannguk.
Jangan lupa like ya