Alex

Alex
BAB 117*



Sudah cukup menyebalkan bagi Brandon karena harus terus melihat kemesraan yang kayak sengaja banget Bang Evan tunjukkan di depan matanya.


Tiga hari Brandon menunggu bekas lebamnya hilang, karena bagaimanapun dia tidak ingin membuat orang seperti Efa panik.


Brandon sudah berhasil membujuk Efa untuk mengajak Mini ke salon, dia tau jika gadis seperti Mini pasti tidak akan bisa menolak, apa lagi Efa kelihatannya juga sudah cukup dekat dengannya belakangan ini. Dan Efa sepertinya juga gak bakal takut kalau bang Evan melarangnya, Efa hanya gak bakal tau jika ternyata Brandon punya rencananya sendiri.


Efa sudah datang pagi-pagi untuk menjemput Mini, dia juga sempat menghampiri Brandon di kamarnya hanya untuk sekedar memastikan jika pemuda itu tidak main-main dengan janjinya. Buka Efa jika tidak minta imbalan untuk melakukan sesuatu.


"Brandon Bangun, aku taun kau tidak biasa tidur di jam segini, jangan coba menipuku! " Triak Efa di depan pintu kamarnya.


Efa langsung terkejut begitu Brandon membuka pintu kamarnya.


"Kenapa dangan bibirmu? " tanya Efa heran begitu mendapati bekas luka yang sudah agak mengering di sudut bibirnya.


"Kemarin aku jatuh terpeleset di tepi kolam renang, " jawab Brandon enteng.


"Ah, masak jatuh di kolam renang seperti ini? " kayaknya Efa juga gak begitu percaya.


"Masih untung aku tidak kehilangan  gigiku, " kelit Brandon acuh.


"Baiklah, aku hanya ingin sekedar memastikan perjanjian kita," kata Efa kemudian, " Bulan depan papaku akan pulang, seperti yang kukatakan kemarin dia ingin aku memperkenalkan teman pria dan aku sudah bilang padanya jika aku akan memperkenalkanmu. "


"Iya aku masih ingat," jawab Brandon agak malas jika harus kembali mendengarnya berulang-ulang.


"Ingat, papaku sudah sangat senang ketika mendengar aku akan memperkenalkan putra Tuan Serkan, jadi jangan sampai kau membuat masalah dengan pura-pura lupa atau hal konyol apapun yang akan membuatku ikut celaka. "


"Hanya makan malam, Efa, " Brandon coba mengingatkan agar Efa tidak berlebihan.


"Tapi itu penting untukku," rengeknya hampir jengkel kalau Brandon masih saja  pura-pura tidak tau, "Dari dulu kau tau jika papaku hanya percaya jika aku menikah denga putra Tuan Serkan. "


"Jadi aku harus menikahimu setelah makan malam?" ejek Brandon ketika pura-pura bertanya. 


"Aku serius Brandon, seharusnya  kau juga sudah mulai memikirkan masa depan kita, " _____" Papa hanya percaya putra Tuan serkan yang layak untukku dan mampu meneruskan bisnis keluarga kami. "


Efa memang hanya anak tunggal, karena itu besar harapan orang tuanya agar anak gadisnya itu memiliki suami yang tepat, karena itu orang tuanya pun tidak ragu jika putrinya bersama salah satu Putra dari Tuan serkan.


"Tapi kenapa harus aku, bukannya Bang Evan atau Leon saja, "  acuh Brandon masih sama sekali tidak tertarik seperti biasanya, makanya Efa juga selalu kesal.


"Jangan konyol, Brandon! "


"Aku hanya mau makan malam bukan menikah! " tegas Brandon, " lagi pula umurku juga baru dua puluh tiga mustahil aku mau menikah!"


"Paling tidak kau pertimbangkan dulu, " Efa memang pantang menyerah.


"Sudah sana bawa Mini ke salaon, sebentar lagi dia yang akan menikah, jangan sampai Bang Evan berubah pikiran hanya karena calon pengantnnya balik lagi jadi cupu." Brandon pura-pura acuh saat berjalan meninggalkan Efa.


"Lo mau ke mana? kejar Efa.


"Gue juga mau keluar."


"Kalian mau kemana ?" tanya Bang Evan yang kebetulanmasih belum berangkat ke kantor dan malah masih meluk-meluk pinggang si Mini.


"Udah deh Abang jangan ikutan  ngeselin,"_____" buruan lepasin itu pinggang kami ada urusan wanita!"


"Emang kamu mau pergi sama dia?" tanya bang evan buat Mini.


"Kemarin aku sudah janji buat nemenin Mbak Efa belanja."


"Kenapa lo gak ngajak orang lain aja?" protes bang Evan sama si efa yang kayaknya memang gak pernah seneng kalu Mini deket-deket sama dia.


"emang Abang mau kalau aku ajaki?" ___" Brandon aja udah kabur duluan!" kesal Efa kayaknya memang beneran.


"Sudah Abang pergi aja sana, jangan ganggu urusan wanita!" usir si Efa kayak gak ada takut-takutnya.


Lagipula Bang Evan memang sudah siap untuk berangkat ke kantor, trus apa untungnya biuat dia kalau harus ikut nyimak urusanya si Efa, jadi buru-buru aja si Abang pergi setelah menciu Mini sebentar dan Efa sampai pur-pura mau muntah karena jijik dengan tingkah Bang Evan.


"Beneran kamu mau nikah sama dia?" tanya Efa masih pura-pura merinding.


Tapi sepertinya Mini cuma senyum aja.


"Entar gue bantuin yekik dia kalau sampai berani-berani selingkuh dari lo."


Bang Evan itu memang agak kebangetan ,bakhan kakak iparnyapun dia juga suka, makanya Efa jadi kayak jengkel banget sama putra Tuan Serkan yang satu itu.


BANG EVAN!



***


Setelah membawa Mini belanja, Efa kembali mengajaknya untuk kesalon. Belum juga mereka duduk si Brandon malah sudah nelfon, bilang perlu bantuan Efa segera, trus ngomongnya kayak memang masalahnya gawat banget sampai-sampai dia  nyuruh ninggalin si Mini di salon dulu.


"Mini, gue tinggal dulu, ya?" sebenarnya Efa agak gak enak juga," kayaknya Brandon ada masalah."


Bohong jika tiba-tiba Mini juga gak ikut khawatir, apa lagi setelah tempohari dia juga pernah lihat Bang Brandon pulang dengn muka lebam.


"Ya, Mbak gak papa, aku tunggu di sini."


Untung Mini anaknya baik, batin Efa merasa lega dan buru-buru ninggalin anak itu di salon.


Mbak Efa sudah pergi tapi gak tau kenapa kok si Mini kayaknya jadi malah cemas sendiri. Dia masih kepikiran masalah apa yang dibuat Bang Brandon sampai kelihatanya Mbak Efa panik sepeti tadi.


Mini segera menulis pesan untuk Mbak Efa agar segera meberi kabar jika memang tidak terjadi apa-apa. Baru aja Mini selesai mengatik pesannya tiba-tiba orang yang dia apikirin malah udah nongol aja di depannya.


"Bang brandon!" heran Mini, sampai dia ngucekmatanya trus bilang," Mbak Efa baru aja keluar."