Alex

Alex
Bab 122



"Kau benar-benar keterlaluan Bag Evan! " Triak Efa begitu meyerbu masuk ke kamarnya tanpa permisi.


"Kau benar-benar sudah menghancurkan masa depanku!"


Rasanya belum puas kalu dia belum bisa mencakar wajah tampan bang Evan yang tiba-tiba menjadi semakin menyebalkan itu.


"Kau bisa menemukan pria manapun! " tegas Bang Evan masih sambil menghi dari pukulan si Efa yang mulai membabi buta. Sebenarnya tidak sakit hanya saja Bang Evan risi kalu Efa terus bersikap kekanak-kanakan seperti itu.


"Aku tidak punya cukup waktu!" kata Efa setelah mungkin dia lelah dan berhenti memukulnya.


"Kau bicara seolah dirimu perwan tua saja."


"Kau benar-benar keterlaluan! " ____"Bukanya bersimpati kau justru  mengejekku! " rasanya Efa masih ingin mencakar Bang Evan andai dirinya tidak lelah.


"Memangnya apa untungnya bagiku, lihat nasibku sendiri." Bang Evan hanya mengedikkan bahu saat akhirnya duduk ujung ranjang "Bahkan gadis desapun menolakku."


"Kau layak mendapatkannya! " maki Efa.


"Apa kau tidak lelah terus embenci semua orang seperti itu? " koreksi Bang Evan ketikan menatap Efa.


"Bukan semua orang hanya dirimu! "


"Dan kau yang ada di ranking pertama kali ini!"  Tegas Efa dengan frustasi, dan kemudian dia malah menangis.


"Sudah jangan menangis kau sangat jelek saat menangis."


"Apa pedulimu! " Efa kembali mendongak untuk menatap Bang Evan. "Semua ini karena dirimu! " tuduhnya sekali lagi.


Bang Evan tau jika si Efa sepertinya memang benar-benar marah, karena kalau tidak dia tidak akan rela membiarkan makeup nya sampai ikut berantakan seperti itu.  Efa kembali menangis dan meremas hidungnya dengan tisu yang baru dia raih dari atas meja kemudian duduk di lantai.


Sebenarnya Bang Evan kasian juga kalau ngelihat si Efa sampai  seperi itu. Bang Evan tau jika selama ini Efa memang sangat dekat dengan Brandon walau bang Evan sendiri sebenarnya juga tidak yakin apa hubungan mereka memiliki masa depan. Brandon jelas bukan orang yang akan cocok denga gadis seperti Efa.


"


"Kenapa kau bertanya seperti itu!" bentak Efa yang luar biasa ngeselin, karena di tanya baik-baik tetap aja nyolot. Karena itu kadang Bang Evan sering heran bagaimana Brandon bisa tahan dengan gadis seperti itu.


'Ya sudah, katakan bagaimana agar aku jadi baik! "


"Untuk apa!" timpal Efa masih acuh


"Agar kau tidak terus menganggapku antagonis! "


Efa diam sebentar untuk mempertimbangan keseriusan Bang Evan karena dia masih sama sekali tak percaya jika orang seperti Bang Evan bisa baik padanya.


"Aku tidak percaya Abang bisa baik padaku " jujur Efa.


"Katakan apa yang seharusnya di lakukan Barando untukmu? "


"Benar, Bang Evan mau membantuku? " tanya Efa ragu saat dia hanya melirik Bang Evan sebentar dan mengabaikannya seperti lelucon. Karena memang mustahil orang seperti Bang Evan bakal mau membantunya.


"Anggap saja aku sedang ingin berbaik hati untuk menolak ke sialanku kali ini. " kata Bang Evan kemudian. " Katakan saja apa yang seharusnya Brandon lakukan untukmu, aku akan menggantikan tugasnya. "


"Dia akan datang untuk makan malam bersama orang tuaku minggu depan. "


"Apa tidak ada pekerjaan yang lain? "


Heran Bang Evan.


"


"Baiklah tapi hanya makan malam! " si Abang sepertinya cuma mau sekedar mengingatkan agar Efa tidak minta  yang macam-macam.


"Ya bahkan kami juga akan menyiapkan makanan yang enak untukmu! "____"kau hanya perlu pura-baik padaku tidak lebih dari dua jam."