Alex

Alex
bab 90



Setelah bang Harris dan Alex pergi, Mini juga berpamitan untuk kembali ke kamarnya. Dia lelah dan ingin segera beristirahat karena tadi sempat membantu di dapur bersama para pengurus rumah Tuan Serkan, meskipun mereka semua sudah melarangnya tapi dasar si Mini dia tetap aja nyelonong kayak tangannya bakal gatal kalau cuma dipakai untuk diam aja.


Mini baru mau menutup tirai kamarnya untuk ber tukar pakaian saat  gak sengaja justru malah melihat Brandon yang sedang duduk sendiri di gazebo belakang di dekat kolam pancuran air yang ada patung pempuan menuang kendi. Mini langsung penasaran, karena jujur saja sudut itu agak sepi meskipun di siang hari. Tapi kenapa Bang Brandon malam-malam gini malah masih duduk sendiri di tepi kolam renang. Bukannya milih ngumpul bareng keluarganya si abang malah milih ngumpul bareng nyamuk, batin Mini heran sambil geleng-geleng sendiri.


Tanpa berpikir panjang Mini pun kembali ke luar dari kamarnya dan mengendap melalui pintu samping untuk menghampiri pemuda itu.


Sepertinya Brandon juga terkejut dengan kemunculan Mini yang tiba-tiba kayak Jiny yang keluar dari kendi pancuran air. Gadis itu memang tiba-tiba sudah ada di depannya padahal Brandon tidak mendengar langkah kakinya.


"Kau belum tidur? " tanya Brandon dan dia hanya menggeleng.


"Kenapa abang sendirian di sini? "


Mini tengak-tengok ke sekeliling yang agak remang dan sempat merasa ngeri.


"Kalau takut sebaiknya jangan kemari," tegur Brandon.


"Gak bang aku bukan penakut. "


"Awas lo di dekat pancuran itu sering ada tuyul yang suka main air."


"Ih, abang becanda" tepis Mini tapi tetap melompat juga karena kayaknya si Mini sempet takut beneran. Trus dia baru mikir mana mingkin Tuan Serkan punya tuyul.


"Tuyulnya ada empat," tambah Brandon.


"Trus namanya Bang Harris, Bang Evan.... "


"Udah bang jangan di lanjutin, " potong mini dan Brandon malah ketawa.


"Apa aku mengganggu? "  tanya Mini kemudian pas Brandon baru diam dari tawanya.


Brandon terlihat sebentar kemudian mengikuti gayanya untuk menggeleng, "tidak juga, kemarilah! " dia justru meminta Mini untuk ikut duduk di sampingnya.


"Aku pikir abang tadi pergi untuk tidur? "


"Jangan khawatir mereka semua sudah biasa melihatku pergi lebih dulu," Brandon baru sadar jika Mini ternyata masih heran dengan kepergiannya tadi.


"Apa sih, Bang, enaknya disini, kan banyak nyamuknya? " tanya Mini sambil sibuk mukulin nyamuk yang hinggap di lengannya.


"Jangan di pukul, sini Abang Ajarin," Brandon udah narik lengan Mini kemudian nyuruh Mini ikut diam untuk menunggu seekor nyamuk hinggap di lengannya.


Tak lama sekor nyamuk beneran hinggap di lengan Mini yang lagi di pegangin Brandon itu, trus dia bilang.


"Cepet minumnya abis itu terus pergi ajak teman-temanmu. "


Mini masih bengong trus nanya, "Abang beneran ngobrol sama nyamuk? "


"Nah tu, Mini gak di gigitin lagikan? " kata Brandon.


"Eh, tapi bener juga! " heran Mini pas baru nyadar kalau nyamuk yang ngelilingin dia tadi udah pada pergi beneran.


"Mini, apa Bang Evan belum pernah membahas tentan rencana pernikahan kalian? " tanya Brandon tiba-tiba dan Mini kelihatanya bingung mau ngomong apa trus  dia cuma geleng-geleng kayak kebiasaannya.


Meskipun dia tau bahwa dirinya di bawa kerumah ini untuk dinikahkan degan Bang Evan. Tapi jujur Mini tidak berani berharap banyak tentang pernikahan mereka, apalagi dengan keacuhan Bang Evan. Sebenarnya Mini sudah kepingin banget pulang kampung andai Tuan Serkan tidak melarangnya.


"Tapi Mini menyukai bang Evan, kan? " tanya Brandon sekedar memastikan.


"Bang Evan itu ganteng dan selalu harum pasti semua orang juga akan suka padanya, " kata Mini sambil senyum.


"Jangan bilang kau juga mengendus bau seperti anak kucing! " Brandon pura-pura ngeri, tapi Mini tetap senyumin aja.


"Masalahnya apa Bang Evan mau sama aku? "___"yang ada malah kasian bang Evannya, masak ganteng-ganteng dapatnya orang kampung."


Brandon gak menyangkal karena dia tau tipe wanita seperti apa yang di sukai Bang Evan dan yang jelas bukan gadis polos seperti Mini.


Selain masih sangat muda untuk Bang Evan sepertinya Mini juga gak bakal ngerti kalau kadang pria itu perlu sedikit di goda dan tiba-tiba Brandon juga tidak bisa membayangkan bagaimana gadis sepolos Mini ini bisa berbuat seperti itu pada abangnya.


Brandon kembali memperhatikan Mini, dan tubuh mungilnya yang kadang juga ingin membuatnya tersenyum karena tidak bisa meraih sesuatu dari atas lemari dapur atau untuk sekedar mengambil tumpukan baju paling atas di lemarinya sendiri. Tapi meski demikian bukan berarti dia tidak bisa menjadi gadis ysng menyenangkan. Mini cantik dan memiliki senyum renyah yang manis, mungkin dia hanya perlu sedikit bantuan untuk dapat mencuri perhatian. Walau kadang dia juga masih tidak habis pikir kenapa papanya masih cukup nekat membawa gadis kampung yang tidak tau apa-apa itu untuk terlibat dalam masalah putranya.


Sejujurnya Brandon bukan pendendam tapi dia juga tidak akan lupa saat Bang Evan ikut menandatangani surat persetujuan keluarga untuk melepas alat penopang kehidupan Bang harris saat saat kakka tertua mereka itu koma beberapa tahun lalu. Saat itu memang hanya Brandon yang bersikeras untuk tidak setuju dan karena itu mereka juga tidak berani berbuat apa-apa karena Brandon juga sempat mengancam tidak akan kembali pada keluarganya lagi jika benar mereka akan membunuh putranya sendiri.


Brandon kadang memang susah diatur tapi dia sangat menghormati Bang Harris dan hanya akan selalu mendengarkan nasehatnya. Karena itu dia sangat sakit hati saat keluarganya justru memilih melepaskan putranya yang sedang berjuang untuk hidup.  Cuma yang dia heran bagaimana bisa Bang Evan juga tega melakukannya, cuma belakangan ini seperti Brandon mulai mengerti, karena walaupun sudah berulang kali dia coba menolak pikiran jelek itu, tetap saja dia tidak bisa berpura-pura tidak tau dan mengabaikannya. Ada yang tidak benar dengan kakak laki-lakinya dan jujur dia sangat khawatir tentang hal itu.


Saat bang Harris koma, sebenarnya Brandon juga belum pernah bertemu dengam Alex tapi dia sangat mendukung kegigihan gadis itu untuk tetap mempertahankan Bang Harris. Dari situ Brandon tau Bang Haris memiliki wanita yang hebat dan baik, walaupun dia sendiri tidak pernah muncul selama abangnya mengalami koma tapi Brandon tidak pernah berhenti mendukungnya.


Baru saat Bang Harris menikah kemarin Brandon memutuskan untuk pulang, hari itu dia baru tau jika wanita yang dinikahi abannya itu ternyata juga sangat cantik. Tapi meski demikian rasanya masih tidak layak jika sekarang Bang Evan masih sering memperhatikan istri kakak laki-lakinya.


Apa lagi dia tau sekarang mereka bekerja bersma, dan setiap hari berada di lingkungan yang sama. Walaupun Brandon tau Bang Harris dan istrinya mungkin masih belum menyadari hal itu tapi bukan berarti perasaan terlarang Bang Evan itu tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.


Itulah kenapa tadi Brandon sempat sangat marah pada Bang Evan, karena sepertinya dia masih belum mau berusaha melupakannya, selain itu tiba-tiba Brandon juga merasa iba dan prihatin degan gadis seperti Mini yang tidak tau apa-apa dan harus terlibat dalam maslah ini.


***


Jangan Lupa Like