Alex

Alex
BAB 40 Bang Nugie dan Mira



"Kenapa sih, Abang mondar-mandir?" tanya Chacha yang lama-lama jengkel juga ngelihatin tingkah Abangnya.


Kayaknya Chacha perhatiin si Abang dari tadi kayak ragu mau berangkat-apa enggak, padahal Chacha nya udah terlanjur dandan, biarpun cuma nguncir rambut plus pakai lipgloss doang.


"Jadi gak, nih, kita kerumahnya Bang Harris? "


Bang Nugie kayaknya malah masih mikir dan gak selesai-selesai.


"Abang takut ketemu Kak Siska, ya? " tebak Chacha yang gak tau jika sebenarnya Abangnya malah lagi sibuk mikirin si Mira yang lagi gak mau ketemuan dengannya.


"Biarin aja kalau Kak Siska lebih milih Bang Harris, mungkin dia takut gak bisa makan." Chacha tau jika Abangnya agak sensitif jika menyinggung  tentang perempuan yang suka pria kaya.


"Tau apa lo anak kecil! " gemas Bang Nugie pas ngejitak kepala Chacha.


"Kita memang bukan keluarga kaya, Bang. Tapi lihat Yokap sama Bokap kita masih sanggup aja ngasih makan anak-anaknya pakai protein! "


Dan Bang Nugie langsung ketawa, "Emangnya lo gak mau kalau tiba-tiba ketiban cowok kaya?"


"Memang apa bedanya! " ketus Chacha, " kita cukup makan satu piring dan sudah kenyang, kita tidak perlu kaya seperti mereka untuk bisa hidup bahagia. "


Kadang adik perempuannya itu memag ada benarnya juga, walau sejatinya bukan perkara itu yang sedang dipikirkan si Abang. Tapi sepertinya Bang Nugie juga merasa jika selama ini dia tidak pernah membiarkan dirinya berpikir sesederhana Chacha.


"Yuk, kita kerumah Bang Harris!" ajak  Bang Nugie yang tiba-tiba sudah kembali bersemangat. Bang Nugie merangkul bahu Chacha dan setengah menyeretnya turun tangga.


"Bentar, Bang headset Chacha ketinggalan! " protes Chacha yang udah mau balik ke kamarnya tapi keduluan Bang Nugie yang udah ganti nyeret pinggangnya.


"Biar aja ,ayo, kita sudah telat! " paksa Bang Nugie dan Chacha sempat BT karena sudah ngebayangin nanti


bakal bengong ikut nyimak obrolan orang-orang tua. Meski sebenarnya teman-teman Bang Nugie belum tua-tua amat, tapi tetap saja bakal membosankan. Cuma harapannya bisa bertemu Bang Harris lah yang sepertinya membuat Chacha bersemangat, apa lagi dengan semua perhatian yang diberikan Bang Harris kemarin, rasanya Chacha masih betah jikapun harus di paksa berlama-lama sama si Abang.


Bagaimanapun ini adalah kali pertama Chacha di ajak Bang Nugie kerumah Bang Harris, wajar aja kalu Chacha sempat degdegan pas di kenalin sama Ibu dan ketiga adiknya yang ternyata cowok semua. Taukan? Kalau Chacha sempat kecewa karena ngira Bang Harris suka merhatiin dia cuma karena kepingin punya adik cewek seperti Bang Nugie. Apa lagi kayaknya Bang Harris juga lebih sibuk sama sobat-sobatnya, padahal Chacha aja yang gak lihat kalau diam-diam Bang Harris suka merhatiin dia, tapi karena ada Bang Nugie jadi dia gak berani juga sembarangan ngedeketin adiknya.


Padahal Bang Nuginya juga lagi susah konsentrasi cuma gara-gara Mira beberapa hari ini nolak untuk ketemuan sama dia, pokoknya ada aja alasannya. Kadang lemotnya Mira memang agak nyebelin, tapi mana Bang Nugie tau kalau sebenarnya Mira takut ketemu si abang cuma karena dia masih malu luarbiasa dengan apa yang sudah kemarin dia lakuin sama Bang Nugie. Sementara Bang Nugie nya malah ngira kalau si Mira bakal berubah pikiran karena takut sama si Abang yang kemarin mungkin terlalu tergesa-gesa. Bang Nugie merasa sangat bodoh karena kurang ber hati-hati, bagaimana pun Mira masih sangat polos dan tidak akan pernah mengerti seperti apa saja seorang pria tega menginginkannya. Sebenarnya Bang Nugie adalah pria yang sangat menjaga batas tapi dengan kepolosan Mira seperti itu sangat munafik jika dirinya tidak tergoda. Apa lagi dengan Mira yang tiba-tiba justru ingin menjaga jarak wajar saja jika Bang Nugie lama-lama bisa-bisa gila.


Karena tidak tahan akhirnya Bang Nugie terpaksa berbohong kepada teman-temannya jika dia harus segera ke kantor padahal ini hari libur. Sepertinya Bang Harris tau jika Bang Nugie sedang bohong, tapi dia juga gak kehabisan akal dan malah nyaranin buat nganterin pulang Chacha. Sampai di situ Bang Nugie memang sama sekali belum curiga dengan Niat tersembunyi sahabatnya yang ternyata bisa jauh lebih curang dari pada dirinya.


Saat itu yang ada dipikiran Bang Nugie memang cuma Mira, dan bagaimanapun caranya mereka harus bertemu. Tanpa memberi tau, Bang Nugie tiba-tiba sudah berada di depan rumah Mira, dan pastinya Mira yang kebetulan saat itu cuma di rumah sama pengurus rumahnya langsung terkejut pas lihat kedatangan si Abang.


"Kok, Bang Nugie gak bilang kalau mau kerumah, Mira? " tanya Mira gugup.


"Kenapa kalau Abang kasih tau? Apa Mira mau ngumpet! "


"Abang mau ngapain! " cegah Mira pas Bang Nugie mau masuk ke dalam rumahnya.


"Mau ngomong sama, Tante."


"Mama gak ada! "


"Jangan Bohong, " kelihatan sekali kalau Bang Nugie gak percaya.


"Mama pergi arisan sama teman-teman sosialitanya!" jengkel Mira, pas masih ngehadang Bang Nugie di depan pintu.


"Berarti Mira di rumah sendiri? " tanya si Abang yang sepertinya tiba-tiba ingin berubah rencana.


"Tidak, Bang, ada Bi Rose, itu dia lagi nyetrika kalu Abang mau nyari dia juga."


Bang Nugie tau siapa Bi Rose yang suka bersih-bersih di rumah Mira dan biasanya ikut seneng kalau Bang Nugie jemputin Chacha.


Meski tadi sempat khawatir dengan Mira tapi sepertinya kali ini si Abang baru sadar jika Mira ternyata cuma mau bikin jengkel.


"Jadi bener, Mira gak mau ketemu Bang Nugie lagi?" pancing si Abang sengaja lebih dekat menatap Mira.


Dan Mira cuma gugup gak ngomong apa-apa, sementara Bang Nugie malah dorong dia masuk terus sampai Mira mulai ribut karena Bang Nugie masih terus ngedorong dia mundur.


Bi Rose yang mendengar ribut-ribut langsung lari ke depan dan sempat melihat Bang Nugie mendorong Mira masuk ke kamanya.


Bukannya teriak mira malah membekap mulutnya pas Bang Nugie ngunci pintu dibelakangnya dari dalam dan ngebiarin Bi Rose ngetok-ngetok panik dari luar.


"Mira, gak papa, Bi, " triaknya biar Bi Rose gak tambah bikin ribut tetangga.


"Mira sama Bang Nugie, gak papa, Bi," kali ini Bang Nugie sendiri yag ngomong.


Bagaimanapun Bi Rose tetap panik karena kedua anak muda itu mengunci dirinya di dalam kamar. Kayaknya mereka juga udah kegedean buat main ngumpet-ngunpetan dinkamar.


"Kalau Mama pulang gimana, Non? "


"Kasih tau, Mira, Bi!" si Mira yang gantian ngomong dan kedengarannya mereka berdua memang baik-baik saja karena itu Bi Rose sedikit lega.


Karena udah gak denger Bi Rose ribut di luar barulah Mira kembali memperhatikan Bang Nugie.


"Aduh, Bang, kenapa sih, masuk ke kamar Mira? " protes Mira bingung dan mulai kembali panik karena Bang Nugie gak ngomong apa-apa dan cuma ngelihatin dia yang cuma pakai babydoll Mickey mouse.


"Kita akan tetap di sini sampai Mamanya Mira pulang! "


"Serius, Bang, Mira lagi gak suka becanda."


"Abang, Juga! " tegas Bang Nugie tiba-tiba dan Mira agak kaget.


"Ayo lah, Bang, Mira mau keluar," rengek Mira tapi Bang Nugie sepertinya tetap gak bergeming dari depan pintu.


"Coba saja kalau, Mira, Bisa! " tantang Bang Nugie.


Mira yakin Bang Nugie pasti ngira cuma sekedar iseng sama pas sedang ngerjain Chacha, tapi masak dia gak nyadar sama sekali jika dirinya memiliki efek yang sangat berbeda terhadap Mira.


Mira memang masih malu dengan perkara kemarin tapi kalau sekarang malah dihadapkan sama Bang Nugie yang sedang mengurung dirinya sendiri bersama di dalam kamar, rasanya semua itu tetap tidak ada apa-apanya. Yang ini jauh lebih parah lagi, dan Mira masih bingung bagaimana cara ngomongnya tanpa harus membuatnya malu.


"Yuk, kita keluar, Bang... " bujuk Mira dan Bang Nugie masih menggeleng.


"Memangnya, Abang, mau ngomong apa sama mamanya Mira? "


"Rahasia! " dan cuma itu jawaban si Abang yang masih luar biasa santai dan semakin membuat Mira merasa tidak adil jika ternyata cuma dirinya yang terpengaruh dengan kedekatan fisik mereka.


"Entar Mira temeni nunggu di luar sambil Mira bikinin jus," bujuk Mira udah kayak dirinya pinter bikin minuman saja, padahal dia tidak bisa, kecuali bikin teh celup sama susu.


"Abang lebih suka di kamar sama, Mira," kayaknya kali ini Bang Nugie mulai iseng ngedeketin Mira yang tambah mundur-mundur sampai mentok di kasur, trus Bang Nugie nangkap pinggangnya.


"Aduh, gak boleh, Bang!"


"Kenapa?"


"Mira susah konsentrasi kalau, Abang dekat-dekat kayak gini," jujur Mira pas coba nahan dada Bang Nugie, dan si Abang malah mulai ketawa.


"Tidak perlu konsentrasi, karena gak harus bener, kalu salah bisa kita ulang," bisiknya iseng dan Mira sudah merinding, juga malu luar biasa, karena tidak tau entah apa yang mau dilakukan Bang Nugie.


Sebenarnya tadi Bang Nugie tidak berencana untuk mencium Mira, tapi karena kayaknya Mira terus gugup tiap dia dekati jadinya Bang Nugie merasa ingin membuktikan jika sebenarnyan Mira hanya masih nerves dengan kedekatan fisik mereka dan sepertinya itu memang benar.


"Kenapa?" tanya Bang Nugie karena Mira menolak untuk menatapnya.


"Mira, malu, " jujur Mira kemudian dan sepertinya Bang Nugie justru merasa gemas dan ingin menciumnya sekali lagi.


"Apa masih malu? " tanya bang Nugie di jeda ciuman mereka yang ke dua, tapi Mira sudah mulai berani menatapnya.


"Sedikit, " katanya kemudian dan bang Nugie kembali berbisik.


"Kita coba lagi lain kali, Abang takut Mamanya Mira udah keburu pulang beneran."


Kedengarannya konyol, tapi Bang Nugie sudah lega karena ternyata Mira hanya belum terbiasa dengan dirinya.


Sementara Mira tiba-tiba malah jadi ingat kembali dengan apa tujua awal Bang Nugie tadi datang kerumahnya. "Memangnya apa tadi yang ingin Bang Nugie omongin sama Mamanya Mirra? "


"Masih rahasia! "


Akhirnya Bang Nugie kembali mem buka pintu kamarnya Mira dan udah mau keluar pas tiba-tiba dia noleh lagi ke belakang cuma buat nyium Mira sebentar. Tentu tindakan spontan itu masih bikin Mira kaget, trus si Abang ngomong, "Jangan malu sama Bang Nugie."


Gak tau kenapa kayaknya kali ini justru Mira yang rasanya gaknmau di tinggalin, tapi Mira malu dan benar-benar malu, karena harus mengakui pada dirinya sendiri jika dirinya ternyata suka Bang Nugie suka semua yang ada dalam dirinya dan itu lah yang memalukan untuk di sebutkan detailnya. Selama ini dia hanya suka Bang Nugi karena abangnya Chacha itu ganteng tapi Mira tidak pernah tau jika rasanya akan sepeti apa pas membiarkan si Abang menyentuhnya.