
Bang Nugie sempat menawarkan untuk makan malam dulu sebelum mengantar Mirra, tapi Mira yang balas menolak dan mau langsung pulang karena takut kemalaman.
Mira tadi memang cuma ijin ke mamanya buat nonton sama Chacha. Belakangan ini Chaca memang paling sering jadi alasan kebohongan mereka, padahal Chachanya asli malah gak tau apa-apa, bahkan sama sekali gak curiga kalau abangnya sering jalan sama Mira.
Walaupun Mira sebenarnya masih ingin ikut marah dengan sikap egois Bang Nugie terhadap Bang Haris tapi jujur di lain sisi Mira juga tidak bisa mengabaikan perasaan bangganya terhadap si Abang.
Mira tadi memang sempat cemas pas Bang Nugie bawa dia ke hotel tapi kali ini Mira semakin yakin jika Bang Nugie akan menjaganya tanpa rasa khawatir. Mira merasa sangat beruntung karena bisa menemukan pria sebaik Bang Nugie, mungkin kali ini Bang Nugie cuma masih belum bisa memberikan kepercayaan yang sama pada sahabatnya. Mira coba untuk mengerti cara pandang Bang Nugie meski tetap prihatin dengan nasib Bang Harris.
Pas Bang Nugie berhentiin mobilnya di depan rumah Mira tiba-tiba saja Mira terpikir untuk memberikan sedikit hadiah buat si Abang, walaupun dia sendiri belum yakin tindakan nya kalian ini benar atau tidak tapi Mira memang cukup berani ketika mencium Bang Nugie lebih dulu walau setelah itu tentu si Abang yang jadi ingin terus menahannya.
"Terimakasih," kata bang Nugie dan Mira tersenyum jahil.
"Mira juga, Bang."
"Terima kasih sudah nemenin, Bang Nugie."
Kali ini Miranya cuma mengannguk dan menyentuh punggung tangan Bang Nugie, "Mira, turun dulu, Bang. "
Mira sudah akan turun dari mobilnya ketika Bang Nugie kembali meraih tangannya dan mengecupnya sebentar. Mira mengangguk dan tersenyum, cuma dia tidak menyangka jika ternyata Bang Nugie juga ikut turun.
"Abang mau kemana? " tanya Mira, bingung.
"Kita temui, mamanya Mira! "
"Tapi, Bang... " Mira masih ingin protes tapi Bang Nugie nya sudah seperti asal narik dia.
Mira benar-benar cemas dengan kesembronoan Bang Nugie kali ini. Mira berusaha menarik lengannya dari cengkraman tangan Bang Nugie, tapi percuma, si Abang sama sekali tidak mau menghiraukan protesnya.
"Abang mau ngapain? " ulang Mira untuk kesekian kalinya ketika mereka berdua masih seperti dua orang yang saling tarik menarik hingga sampai mereka benar-benar berdiri di depan rumah.
"Tolong, Bang Nugie urungkan apapun niatnya.... " rengek Mira yang udah kehabisan akal, tapi si Abang tetap geleng sampai pintu di depan mereka tiba-tiba ikut terbuka meski belum ada yang mengetuknya.
"Kalian ngapain? " tanya mamanya Mira heran karena tadi mendengar berisik-berisik di depan pintu rumahnya.
"Saya cuma ngantetin Mira pulang, Tante. "
"Apa boleh nanti lain kali Bang Nugie ajakin Mira jalan lagi, Tante?"
Bagaimanapun mamanya Mira juga pernah muda dan jika sampai ada pemuda model kayak Bang Nugie yang ngajakin jalan pasti siapapun juga gak bakalan mau nolak.
"Bang Nugie sendiri, gak sama Alex, " tanbah si Abang masih dengan sangat percaya diri.
"Bisa kalian masuk dulu, " minta si tante dan Bang Nugie pun mengikutinya dengan senang hati dan masih dengan menyeret Mira untuk ikut duduk di sofa.
"Kalian dari mana? "
"Nonton, Ma, " jawab Mira buru-buru sebelum keduluan Bang Nugie.
"Cuma berdua? " kayaknya mamanya Mira juga cuma pura-pura nanya. Karena jelas sekali dia sudah tau jawabanya hanya dengan melihat Bang Nugie yang masih belum mau melepaskan tangan putrinya.
"Aku janji akan jagain Mira! " kata Bang Nugie kemudian.
"Tunggu, beritau Mama, sejak kapan kalian seperti ini? " jelas ada ketegasan dalam pertanyaan mamanya Mira kali ini.
"Baru sebulan dan Bang Nugie akan serius dengan Mira jika, Tante mengijinkannya? "
Mira benar ingin sembunyi saja di kolong meja sangking karena Bang Nugie yang kayak gak ada malunya.
"Apa, Chacha juga tau? "
Bang Nugie menggeleng, "Aku ingin, Tante menjadi orang pertama yang akan merestui kami."
"Oh... " bohong jika mamanya Mira gak syok meskipun dari dulu dia sangat menyukai pemuda seperti Bang Nugie tapi pas di hadapkan pada pertanyaan seperti itu untuk putrinya tetap saja dia merasa belum terima.
"Mira masih sangat muda. "
"Bang Nugie akan menunggunya, dan akan menjaganya seperti Alex. "
Mira sendiri tidak tau harus bicara apa, selama ini bahkan mamanya tidak pernah tau kalau Mira pernah berpacaran dan kali ini tiba-tiba justru ada yang begitu berani terang-terangan memintanya.