Alex

Alex
BAB 41 GALAU



Selama kepulangannya ke Indo beberapa minggu ini Bang Harris memang lebih banyak tinggal di rumah keluarganya, sesekali saja dia pulang ke apartmentnya sendiri jika dia rasa sudah sangat kemalaman untuk pulang ke rumah. Kondisi kesehatan sang Ayah yang mulai terganggu akhir-akhir ini juga membuatnya sedikit khawatir, sedangkan Bang Harris sendiri masih harus mengurus bisnis ekpedisinya yang sedang berkembang dan banyak menyita waktu. Niat kepulangannya kemarin memang hanya untuk berlibur dan tentu dia juga tidak bisa terus menunda kepulangannya seperti ini, karena dia juga memiliki tumpukan tanggung jawab yang menunggu.


Mama Bang Harris menghampiri putranya yang masih duduk di balkon kamarnya dan belum tidur padahal malam sudah larut.


"Adiknya Bang Nugie cantik, ya, "  kata Tante Marisa pas menyentuh bahu putranya. Mereka semua memang baru bertemu adiknya Bang Nugie yang beberapa hari ini sering Bang Harris bicarakan.


Tante Marisa tau bagaimana selama ini putranya itu juga sangat menginginka adik perempuan. Tapi setelah Evan lahir dan kedua yang selanjutnya juga laki-laki Bang Harris sepertinya juga mulai putus asa untuk berharap.


"Pilihlah seorang gadis dan kau juga akan memiliki gadis kecilmu sendiri." Bujuk sang Mama karena agak khawatir dengan keacuhan putranya untuk memiliki hubungan yang serius dengan wanita.


"Bagaimana jika tetap bocah laki-laki yang tidak mau diam seperti Evan," canda Bang Harris ketika menoleh mamanya.


"Tetap pilihlah seorang gadis untukmu sendiri! " tegas sang Ibu yang kali ini sudah ikut duduk di sampingnya.


"Apa kau akan segera kembali? "


"Mungkin minggu depan," jawab Bang Harris meski masih ragu untuk pergi, dan tiba-tiba dia teringat kembali dengan apa yang sempat dia pikirkan tadi sebelum mamanya datang. "Bagaimanapun aku sudah banyak menunda-nundanya belakangan ini. "


Biasanya Bang Harris memang tidak pernah pulang sampai lebih dari satu minggu dan kali ini memang agak luar biasa.


"Apa karena adiknya Bang Nugie? "


Jelas pertanyaan itu sempat mengejutkan, dan Bang Harris masih diam memperhatikan Mamanya yang justru tersenyum penuh teka-teki dan kemudian bang Harris pun cuma ikut tesenyum.


Meski putranya tetap tidak mengatakan apa-apa dan hanya menyimpan jawaban untuk dirinya sendiri. Tapi sebagai seorang Ibu pasti Tante Marisa tau dengan perasaan putranya, dan sedikit lega jika putranya yang terlalu keras dan disiplin itu akhirnya mau mulai memikirkan dirinya sendiri.


"Dapatkanlah apa yang kau inginkan, agar kau tidak menyesal," dukung Tante Marisa ketika menyentuh tangan putranya.


Kadang justru Bang Harris merasa buruk, karena menginginkan Gadis semuda Alex. Pikiran itu memang sangat mengganggu dan Bang Harris juga sudah mulai tidak tahan mengabaikannya, walau dia tau sangat mustahil untuk bisa mendapat restu dari abangnya. Apalagi Bang Harris juga harus segera pergi akhir minggu ini dan sudah tidak bisa di tunda lagi.


Bang Harris sengaja mengundang sobat-sobatnya untuk makan malam sebelum keberangkatannya, dan pastinya dia juga sudah meminta Bang Nugie untuk mengajak adiknya. Meski malam itu dia tidak punya cukup kesempatan untuk mendekati Alex karena adanya Siska dan Bang Nugie,  tapi sepertinya Bang Harris tetap tidak kehabisan akal.


Setelah Siska pulang Bang Harris segera menghampiri Alex yang dari tadi kelihatannya sedang sibuk dengan chat di HP-nya. Bang Harris sempat meminta nomor kontak dan beberapa akun media sosial Chacha, dan sama sekali gadis itu tidak menaruh curiga, malah justru dengan senang hati memberikannya. Saat Chacha sepertinya juga cukup antusias menayakan tentang kepulangannya dan merasa tidak rela, belum-belum Bang Harris sudah merasa berat untuk pergi. Andai bisa mengabaikan segalanya Bang Harris juga ingin membawa gadis itu bersamanya sekarang juga, bagaimanapun dia adalah pria dewasa dan sudah bisa bertanggung jawab terhadap wanita.


Tapi berulang kali dia harus sadar jika Alex masih terlalu muda, keinginanya pasti akan terdengar sinting dan gila.


Bang Haris melepas cincin di jari tangannya dan memberikan benda itu untuk Chacha.


"Simpen, ya, dan jangan bilang-bilang bang Nugie."


"Di simpan, Bang?" ulang Chacha cuma bingung dan masih bengong ngelihatin cincin yang baru Bang Harris letakin di telapak tangannya.


"Simpan aja, karena kebesaran kalau di pakai."


Entah kenapa tiba-tiba Bang Harris ingin Alex menyimpan sebagian dari dirinya. Meski menurut Bang Harris, dia juga masih belum sepenuhnya mengerti.


"Ingat, hanya di antara kita berdua, jangan sampai Bang Nugie tau."


Cahacha kembali mengangguk trus masukin cincin itu ke dalam tasnya.


Bang Harris sempat berpikir, apa mungkin saat nanti dia kembali Alex masih mengingatnya. Tentu Bang Harris khawatir Alex yang semakin dewasa juga akan segera melupakannya. Tapi sekarangpun dia juga tidak bisa melakukan apa-apa, sekali lagi Alex masih terlalu muda untuknya.