Alex

Alex
BAB 34 Mbok Supi



Karena ini hari jumat Bang Nugie pulangnya agak cepat jadi dia bisa sekalian jemputin Chacha kesekolah.


"Alex mau makan di luar? " tanya Bang Nugie pas mereka sampai lampu merah dekat restoran ramen langganan mereka.


"Gak bang Chacha mau makan masakan Bik Supi aja."


Tumben Chacha gak minta macem-macem sampai si Abang pegang jidatnya,"Lo gak demamkan? "


"Apaan sih Bang!" tepis Chacha kesal.


Karena biasanya memang adiknya itu baru kehilangan nafsu makan ramen cuma  kalau pas lagi demam atau flu. Bang Nugie aja yang gak tau kalau Chacha lagi sebel gara-gara baru mutusi cowoknya yang buang sampah sembarangan di depan kelas. Udah gitu si Riko tetap ngotot gak mau putus dan malah ngintilin Chacha ke mana-mana. Misal sakarang dia di suruh makan ramenpun, pasti tetap muka si Riko yang bakal kelihatan di mangkuk ramennya, bikin selera makan Chacha hilang semua.


Pas nyampek rumah Chacha langsung


nyanperin Bi Supi.


"Non, Chacha mau makan? " tanya si Bibi udah mau ngambilin piring buat Chacha.


"Gak, Bi, Chacha mau bikin Milk shake aja. "


"Sini Bibi bikinin, " tawar si Bibi, karena Chacha sudah ambil gelas duluan.


"Biar Chacha aja, Bi."


"Mbok, bikinin pasta aja buat Abang," Bang Nugie yang baru datang langsung gabung ikut nongkrong di meja makan.


Kenapa Chacha pangilnya Bibi, dan Bang Nugie panggilnya Mbok?


Karena dulu mereka berdua sering rebutan, jadilah pengasuhnya itu  ngasih mereka nama panggilan masing-masing biar pada ngerasa punya sendiri-sendiri.


Mbok Supi punya Bang Nugi, dan Bi Supi punyanya Chacha.  Walau kayaknya sepele tapi karena itu mereka dulu udah gak rebutan lagi kalau pas waktunya mau tidur atau bikin susu. Kadang Chacha dan Bang Nugie juga merasa lebih dekat dengan Bi Supi di banding dengan orang tuanya sendiri yang biasanya cuma hari libur aja ada di rumah buat mereka. Mama Chacha masakannya juga payah, makanya mereka sering ngerasa tersiksa kalau pas pengasuhnya itu lagi libur.


Pokonya gak ada yang sebaik dan se cantik Bi supi buat mereka berdua yang biasanya suka  ngerayu pas mau minta dibikinin makanan.


"Bang tadi ada temenya nyariin," kata Bi Supi yang baru mau ngerebus pasta.


"Siapa mbok? "


"Aduh lupa tadi gak tanya."


"Habisnya Ganteng banget, Bang, sampai simbok lupa nanya namanya."


Buru-buru bang nugie cek HPnya yang tadi sempat di matiin pas solat jumat.


Baru dia cek pesan masuk, "Apa tadi dia nitip barang, Mbok? "


"Oh, iya ada Bang, " kayaknya Bi Supi juga baru ingat dan buru-buru ngambil tas karton yang tadi dia masukin kedalam lemari dapur.


"Itu buat Alex," kata Bang Nugi pas Mbok Supi mau ngasih barang tersebut buat dia.


Sementara si Chacha kayaknya malah bingung.


"Hadiah buat lo, dari teman Abang. "


Chacha pikir Bang Nolan, tapi sejak kapan Bang nolan jadi ganteng???? 


"Apa'an ini, Bang, Chacha kan gak lagi ulang tahun?" Chacha baru goncang-goncang tas kartonnya.


Tapi kalau ngelihat ekspresi Bang Nugie kayaknya dia juga gak tau.


Penasaran cepat aja Chacha buka dan ternyata isinya tas merek Chanel, "Bang, beneran ini merek Chanel?" tanya Chacha tambah bingung karena kok kayaknya rapi banget gak kayak barang KW yang sering Chacha lihat di pakai teman-temannya.


"Mana mungkin, yang asli kan mahal," komen Bang Nugi walau dia tau Bang Harris gak mungkin beliin barang palsu tapi dia yakin adiknya gak tau bedanya.


Chacha masih bolak-balik itu tas dan agak nyesel ngelihatnya.


Bang Nugie cuma ketawa dikit, biar adiknya gak tersinggung, karena dia tau Bang Harris pasti ngira kalau adiknya itu cowok.


"Mungkin salah, buat Abang, " ralat Bang Nugie.


"Trus kenapa tadi Chacha yang di suruh buka?" protes Chacha "jangan-jangan abang cuma mau pamer aja, ya!"


Giman Chacha gak tambah BT karena ngerasa di kerjain sama abangnya.


Sebenarnya Bang Nugie kasian juga sama adiknya tapi dia gak tega buat ngomongnya,  trus, " Besok Abang yang beliin tas buat Alex."


"Bener, ya Bang, awas kalau sampai bohong! "


Chacha masih bolak-balik lagi itu tas  sebelum dia kasih ke abangnya, "Bagus ya, Bang, kelihatannyan kayak asli."


"Sudah, bawa sini kasih, Abang, " minta Bang Nugi, "sekalian Milk shakenya abang minta dikit! "


"Sudah, buat Abang semua,"____"Chacha mau mandi dulu."


Chacha buru-buru naik ke kamarnya setelah nyambar tasnya yang tadi cuma dia lempar ke sofa.


Setelah mandi ternyata Chacha gak turun juga sampai Bang Nugi nyamperin ke kamarnya.


"Kenapa telfonnya gak di angkat? " tanya si Abang karena hp Chacha yang teriak-teriak melulu dari tadi. Tapi kayaknya Chacha nya cuek aja dan malah ngelanjutin gambar sketsa di laptopnya.


"Apa Abang ganti dangdutan aja nada deringnya? "


Baru itu si Chachanya dongak ngelihatin Abangnya yang masih berdiri di pintu, trus baru ketawa.


"Dari mana lo dapat lagu norak kayak gitu! "


"Masih untung HP abang gak Chacha lempar ke jendela! " kelit Chacha


"Sudah, angkat itu telfon, ikut pening Abang dengernya! "


"Biari aja, itu si Riko! "


"Riko, Cowok lo? "


"Mantan, Bang, Chacha udah putus! "


Baru nyadar si Abang kalau adiknya BT terus dari tadi ternyata efeksamping  baru putus, tapi kayaknya Bang Nugie malah seneng.


"Besok, Abang traktir, ajakin juga si Mira. "


"Buat apa? "


"Buat ngerayain putusnya adek Abang, " tengil Bang Nugie, yang segera di lempar bantal sama Chacha.


Setelah mungut batalnya Chacha, Bang Nugie ikutan naik keatas tempat tidur adiknya buat iseng ngelihati hasil sketsanya Chacha. Bang Nugi tau kalau adiknya itu memiki bakat di bidang disain, sesuatu yang sama sekali tidak bisa di lakukannya. Dari dulu adik perempuannya itu memang selalu bercita-cita menjadi arsitek, walau Bang Nugie sebenarnya kurang setuju. Tapi jika melihat betap disiplin dan konsistennya adik perempuannya itu sepertinya Bang Nugi mungkin nanti memang hanya bisa mendukungnya.


Gak lama hp Chacha bunyi lagi.


"Sini  biar Abang aja yang angkat telfonnya," tanpa nunggu persetujuan Chacha kayaknya Bang Nugi udah langsung nyambar benda itu dan di bawanya keluar.


"Emang, Abang mau ngomong apapan?" protes Chacha udah telat karena si Abang udah kabur duluan.


Jujur Chacha sempat khawatir, bukan khawatirin Riko yang bakal di gencet Bang Nugi. Chacha lebih takut kalau abangnya gemes trus hp Chacha di lempar lagi keselokan, soalnya dulu pernah kejadian seperti itu. Bang Nugie memang gakpernah ngatur-ngatur Chacha buat dekat dengan siapapun, tapi kayaknya dia ikut senang kalau adiknya putus.