
Jika mengingat kedekatan Bang Nugie dan Sisca malam itu, sebenarnya Bang Harris lumayan terkejut ketika tiba-tiba Siska kembali menghubunginya. Tanpa ingin menyinggung siapapun karena mereka semua berteman dan sudah cukup dewasa, namun dari situ Bang Harris cukup tau jika Sisca bukan wanita yang baik buat sahabatnya.
Wajar jika Bang Nugie beberapa hari ini terlihat agak kecewa dengan sikap Siska. Setelah acara pertemuan bareng kawan-kawannya malam itu yang juga ada Bang Harris, Bang Nugie bisa merasakan jika Siska mulai menjaga jarak. Bang nugie juga tidak terlalu bodoh untuk mengetahui jika wanita yang sedang dekat dengannya itu sepertinya juga muai memperhatikan sahabatnya. Bang Nugie juga tidak pernah menyalahkan Bang Haris, karena menurutnya sangat wajar seorang wanita pasti akan tertarik padanya, dia tampan dan kaya. Tapi dia hanya kecewa jika ternyata Siska tetap sama aja dengan wanita-wanita yang lainnnya.
Bang Nugie dan Bang Harris memang tidak pernah berdebat soal wanita, karena masing-masing sudah saling tau jika hal sepele seperti itu tidak akan menjadi masalah bagi mereka yang memang sudah sangat dewasa. Jadi saat mengetahui Siska sepertinya mulai kembali dekat dengan sahabatnya, Bang Nugipun juga sudah tidak mau lagi ikut campur, walau kecewa itu tetap ada. sebenarnya wajar jika mengingat kedekatan mereka yang sebenarnya bukan baru kemarin dan sudah melalui banyak hal yang dia pikir bakal bisa melauinya. Karena perkara itu Bang Nugie sampai hampir lupa jika harus jemputin Adiknya yang lagi jalan sama Mira.
Bang Nugie pun buru-buru pergi karena dia tau seperti apa jika Chacha lagi gomel perkara waktu, tapi anehnya kadang omelan adik perempuannya itu sepertinya yang kadang justru bisa membuatnya kembali waras. Karena rasanya apa pentingnya semu masalhnya jika dibanding dengan keributan-keributan sepelenya dengan Chacha.
Baru aja Bang Nugi mau putar balik ke arah mall tempat Chacha dan Mira jalan, kayaknya si Abang malah gak sengaja lihat sosok yang mirip Mira sedang berdebat di pinggir jalan. Dan gak salah lagi, karena setelah lebih dekat Bang Nugipun yakin untuk segera berhenti, turun dari mobil dan spontan melayangkan pukulan ke muka Baim yang yang nyaris saja hampir memukul Mira jika sampai si Abang telat sedetik saja. Bang Nugie masih sangat murka dan hampir kembali memukul Baim andai saja Mira tidak segera menarik lengannya.
"Jangan ikut campur! " desis si Baim.
"Lo pikir sedang berurusan dengan siapa! " triak Bang Nugie mengabaikan peringatan Mira dan kembali menghantamkan tinju ke muka Baim yang belum sempat mengelak.
Sungguh Mira tidak pernah membayangkan akan melihat Bang Nugie semurka itu. Karena dia sendiri tiba-tiba juga takut.
"Pergilah! " triak Mira untuk Baim yang sepertinya juga gak akan menang dari Bang Nugie.
Postur mereka sangat tidak imbang untuk berkelahi di jalanan, "Pergi, dan jangan pernah lagi muncul di depanku! " tegas Mira yang mulai berurai air mata, dengan bibir bergetar untuk mengeluarkan seluruh keberaniannya.
Setelah Baim pergi Mira langsung berjongkok di trotoar, dan menangis, benar-benar menangis.
Bang Nugie ikut merunduk untuk meraih nya, dan sepertinya Mira juga baru sadar jika orang yang baru saja memeluk bahunya itu adaah Bang Nugie. Rasanya memaman masih ajaib kenapa tiba-tiba Bang Nugie yang ada untuknya di saat seperti ini.
Bang Nugi membawanya untuk ikut masuk kedalam mobil, dan Mira masih menangis.
Mira masih marah dan kecewa dengan Baim yang dia pikir sudah ia kenal selama ini. Tadi setelah jemputin Mira dari Mall Baim ngajak dia untuk gabung bareng teman-temannya, yang notabenenya anak-anak kampus semua. Ada beberapa pria dan wanita, namun Mira sudah tidak suka melihat cara teman-teman cowok Baim melihatnya. Karena risi Mira pingin buru-buru ngajak pulang, Baim yang malu karena sempat di ejek bawa anak-anak akhirnya malah coba mencium Mira dan langsung mendapat hadiah tamparan. Mira sadah berniat pergi sendiri ketika Baim mengejar dan bersikeras untuk meminta maaf. Mira sempat setuju sampai tiba-tiba dia minta berhenti di tengah jalan dan ingin pulang sendiri. Saat itulah pertengkaran mereka mulai terjadi, Baim sempat menyebut Mira munafik karena memang tidak pernah mengijinkan Baim menyentuhnya. Sudah hampir tiga tahun mereka bersama bahkan untuk sebuah ciumanpun Mira tidak penah mengizinkannya. Karena itu tadi Baim sempat meledak juga dan hampir menamparnya. Sebagai anak tunggal yang selalu di manja Mira memang tidak pernah melihat kekerasan seperti itu di dalam hidupnya. Dia masih syok saat Baim yang dia pikir sudah sangat dikenalnya selama ini ternyata tega berteriak dan hampir memukulnya.
Didalam mobil Bang Nugie, Mirra masih terus menangis dan gak bisa bicara.
"Kenap dia mau mukul Mira? ulang Bang Nugie yang sepertinya masih fokus sama satu pertanyaan itu saja. Dan Mira sepertinya juga tidak punya pilihan meskipun cukup memalukan untuk mengakuinya. Apalagi di depan Bang Nugie, kakak laki-laki yang diam-diam dia kagumi selama ini.
"Baim, maksa nyium Mira."
Dan Bang Nugie langsung syok mendengarnya, karena jujur dia gak pernah gira Mira bakal ngasih jawaban macam itu. Namun jika menilai sifat Mira yang dia kenal selama ini sepertinya masih masuk akal.
"Maksut Mira, Baim belum pernah nyium Mira?" tebak Bang Nugi yang seharusnya tidak perlu heran jika mengingat kepolosan Mira. Tapi menurutnya memang kurang masuk akal, dia tau Mira dan Baim sudah sangat lama berpacaran dan Mira yang sudah segede ini bahkan belum pernah di cium cowok dan malah milih nangis di tepi jalan.
Tanpa ingi lagi bertanya, Bang Nugi hanya berusaha menenangkan Mira, dan cukup hati-hati mendekatinya.
"Abang janga cerita ke Chacha, ya, " pinta Mira.
Dan sepertinya si Abang baru ingat tujuannya untuk jemputin adiknya. Bang Nugi mulai bingung, sementara Mira sepertinya juga tidak bisa dia abaikan begitu saja. Setelah berpikir cepat etah kenap hanya Bang Harris yang tiba-tiba terlintas di pikirannya, dia langsung telefon sahabatnya itu untuk minta tolong jemputin Chacha.
Bang Harris lagi di jalan bersama Siska pas sobatnya tiba-tiba telfon, dan udah seperti keadaan darurat aja bicaranya.
"siapa ?' tanya Sisca.
"Nugie, minta tolong buat jemputin adiknya. "
Awalnya Siska slow aja, sampai dia tau mereka harus putar balik dan lumayan jauh, dia sempat protes meski Bang Haris sepertinya tidak mau mendengarkannya.
"Kenapa tidak suruh pesan taxi saja!" menurut Siska itu lebih masuk akal di banding mereka harus jauh-jauh ke sana, tapi apa peduli Bang Harris, dia memang sudah ingin sekali bertemu lagi dengan adiknya Bang Nugie.
Karena Bang Harris tetap tidak mau mendengarkannya, wajar jika Siska jadi agak kesal karena ngerasa gi cuekin.