
Selamat ulang tahun yang ke-23 untuk kalian berdua. Jika kalian menonton video ini, itu artinya Mommy sudah tidak berada disisi kalian. Pertama-tama hapus air mata di pipi kalian, apa kalian ingin terlihat cengeng dihadapan orang lain?. Jika sudah Mommy akan melanjutkan pembicaraan kita. Sekali lagi selamat ulang tahun sayang. Maaf karena Mommy tidak bisa menemani di ulang tahun kalian saat ini. Jangan lupa untuk mendoakan Mommy setiap harinya. Mommy akan selalu bahagia jika kalian pun bahagia. Aydan Aurel, saat pertama kali kalian lahir di dunia ini kalian menjadi pelengkap hidup Mommy dan Daddy. Setelah lahirnya kalian membuat Daddy semakin menyayangi Mommy. Daddy selalu berkata disetiap malamnya 'Kita punya dua anak yang lucu sekaligus. Aku harap kita bisa membesarkan mereka bersama-sama, mungkin selamanya' ah rasanya Mom merindukan momen itu.. tidak ada yang mengetahui jika Mom membuat video ini. Mom melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ini sudah hari ke-2 Mom terbaring di atas kasur rumah sakit ini. Apa kalian bisa melihat wajah pucat Mommy ini? sangat pucat bukan?..
Maafkan Mom karena Mom tidak bisa memberikan hadiah ulang tahun seperti biasanya. Mom selalu berdoa pada Tuhan agar bisa diberikan umur yang panjang sehingga bisa menemani anak-anak Mom hingga sukses, namun sepertinya Tuhan berkehendak lain jika kalian sudah melihat video ini.
Anakku tersayang, jangan melihat apapun dari sesuatu yang diberikan oleh orang lain kepadamu tapi lihat makna yang ada di dalamnya, agar kamu dapat mengerti makna pemberian seseorang. Semua barang hadiah yang diberi oleh orang lain adalah sebuah keindahan yang ingin dibagikan untukmu. Selamat ulang tahun anakku sayang, Mommy mencintaimu..
Selamat tinggal" Di detik-detik berakhirnya video, terlihat Zahra yang terisak dengan deraian air matanya.
Layar menghitam, ruangan tiba-tiba dipenuhi dengan isak tangis para tamu. Tak terkecuali Aurel dan Aydan. Aurel bangkit dari kursinya dan langsung memeluk Bagas yang ada di belakangnya. Begitupun dengan Aydan yang langsung memeluk Neli.
Aurel memeluk Bagas dengan sangat erat, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Bagas sampai jas yang dikenakannya basah karena air mata Aurel.
Sampai saat semuanya sudah tenang. Bagas menarik Aurel ke tengah ruangan dan mengajaknya untuk berdansa. Saat melodi dansa sudah terdengar semua tamu berpasangan mengikuti alunan musik. Awalnya Aurel masih malu namun sejak 5menit akhirnya ia sudah bisa percaya diri. Pesta dansa diselesaikan lalu dilanjutkan dengan acara makan malam bersama.
Semua orang yang berada disana terlihat sangat menikmati acaranya. Aydan yang sedang makan merasa terganggu karena sejak tadi Neli memperhatikannya dengan lekat bahkan tak jarang ia senyum-senyum sendiri.
"Kamu kenapa sih yang?" tanya Aydan.
"Kamu tidak meminta hadiah dari aku Ay?" ucap Neli.
Aydan menggelengkan kepalanya"Kehadiran kamu disisiku adalah hadiah terbaik dihidupku sayang" ucapnya.
Neli beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Aydan dan memeluk leher Aydan, menopangkan dagunya di leher Aydan.
"Tapi aku mempunyai hadiah yang berharga untukmu" bisik Neli.
"Ehmm?"
"Kamu akan menjadi seorang Papa" bisik Neli yang membuat Aydan mematung seketika. Tak lama ia beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk Neli dengan erat.
"betulkah?" ucap Aydan yang dianggukki Neli. Mungkin karena terlalu terharu, Neli sampai meneteskan air matanya saat melihat respon Aydan yang benar-benar bahagia.
Aydan menciumi wajah Neli "Terimakasih, terimakasih sayang" ucapnya. Bahkan ia sampai tidak menyadari jika saat ini dirinya sedang menjadi pusat perhatian banyak orang yang ada di ruangan itu.
***
Acara diselesaikan pada pukul 1malam. Saat ini Bagas dan keluarganya sudah sampai di rumahnya. Karena besok hari sekolah, Vyan langsung masuk kedalam kamarnya begitu juga dengan Vano yang sudah terlelap. Aurel saat ini sedang berada di pelukan Bagas. Ia mengelus-elus perut kotak-kotak milik Bagas.
"Mas" ucap Aurel.
"Kenapa sayang" jawab Bagas.
"Makasih" kali ini Aurel menatap Bagas.
Bagas tersenyum"Sama-sama sayang" Bagas mendekati wajahnya dan menautkan bibirnya pada bibi Aurel. Menerima perlakuan lembut dari Bagas membuat Aurel terbuai namun saat Bagas membuka bajunya Aurel segera mengehentikan dan menatap Bagas.
"Belum boleh sayang" ucap Aurel yang membuat Bagas tersadar dan kembali membenarkan pakaian Aurel yang sudah sempat ia porak-porandakan. Bagas kembali berbaring dan memeluk tubuh Aurel.
"Maaf sayang, Mas tidak ingat" ucap Bagas yang dianggukki Aurel. Hingga keduanya tertidur bersama karena merasa lelah.
"Ayyy aku lelah" Neli sudah sangat kesal namun kata-katanya sama sekali tidak ampuh untuk menghentikan aktivitas Aydan saat ini. Hingga saat Neli benar-benar kesal, tiba-tiba saja perutnya merasakan mual yang benar-benar tidak bisa ditahan.
"Hoekkk hoekk" Neli segera berlari ke kamar mandi dan diikuti oleh Aydan yang terlihat panik.
Neli menundukkan kepalanya di atas wastafel namun tidak ada yang keluar sedikit pun dari mulutnya. Aydan hanya bisa mengusap-usap punggung Neli agar mualnya mereda.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Aydan.
Neli menatap Aydan dengan tajam "Baby nya tau kalo Mamanya lagi kesel karena ulah Papanya yang nyebelin!" sengit Neli yang membuat Aydan menelan salivanya.
Sejak kapan dia berubah jadi singa gini?, batin Aydan.
Neli membersihkan mulutnya dengan air lalu membalikkan badannya menghadap Aydan "Aku capek! mau istirahat, jangan ganggu aku. Kamu tidur di sofa malam ini!" ketus Neli yang langsung meninggalkan Aydan.
"Sayang, jangan kayak gitu. Kau gak biasa tidur di sofa, nanti besok badanku pegel gimana?" ucap Aydan.
Neli mengacuhkan Aydan, ia membaringkan tubuhnya di atas kasur. Memejamkan matanya tanpa memedulikan Aydan yang masih berdiri menatapnya. Karena merasa Neli sudah nyenyak dalam tidurnya, Aydan mencoba untuk menaiki kasur dengan perlahan, namun saat mengangkat selimut tiba-tiba Neli membalikkan badannya.
"Disuruh tidur di sofa kenapa gak nurut sih!! kalo kamu gak mau biar aku aja" Neli segera mengangkat selimutnya namun Aydan langsung menghalangi dengan ucapannya.
"Jangan yang, kamu tidur di kasur. Biar aku yang di sofa" Aydan segera mengambil bantal dan selimut cadangan yang ada di dalam lemari.
Aydan terlihat kesal karena Neli yang sudah nyenyak tidurnya sedangkan ia masih mencari posisi yang nyaman karena sofanya lebih pendek dari tubuhnya. Namun akhirnya karena rasa lelah dan kantuknya membuat Aydan memejamkan matanya dengan posisi yang menaiki kedua kakinya ke pegangan sofa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf baru up dan up sedikit.. Kondisiku sedang tidak baik:).
SeeYou💜