
Tok tok tok
" Lia, ini kakak. Makan dulu yuk, kamu dari siang belum makan loh " ucap Bagas di depan pintu kamar Aurel namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali.
" Lia, buka dulu " bujuk Bagas.
Sudah sangat lama Bagas berdiri di depan kamar Aurel namun sama sekali tidak ada jawaban.
" Gue ga sadar Gas " ucap Aydan yang tiba-tiba ada disamping Bagas.
" Gue gasadar udah ngebentak Lia. Gue gaada niatan sama sekali " lirihnya.
" Gue ngerti keadaan lu. Gue tau lu lagi emosi. Tapi gue mohon se emosi apapun lu jangan pernah lakuim hal itu lagi. Lu tau kan gimana Lia? lu juga udah janji sama dia kalo lu gabakal nyentuh barang haram itu. Kemana janji lu Ay " ucap Bagas
" Sekarang mending lu makan dulu, biar nanti gue yang bujuk Lia buat keluar " sambungnya.
" Tap_ "
" Gausah egois Ay. Lia butuh waktu sendiri. Sekarang pikirin dulu kondisi kesehatan lu " ucap Bagas yang langsung meninggalkan Aydan.
Sebelum melangkahkan kakinya, Aydan memegang pintu kamar Aurel " Lia, maafin kakak. Kakak ga sengaja bentak kamu " ucapnya.
Aydan meninggalkan kamar Aurel dan menuju meja makan. Terlihat Bagas sudah duduk di bangku dan menyantap makanannya. Aydan bergabung dan akhirnya mereka makan malam berdua karena Farhan sudah pulang beberapa menit yang lalu.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, Aydan menuju kamar dan membersihkan dirinya sedangkan Bagaa sedang menata makanan di atas nampan dan membawanya ke kamar Aurel. Dia terpaksa meminta kunci cadangan kamar Aurel karena sangat mengkhawatirkan keadaan wanita yang di cintainya itu.
Saat sudah membuka handle pintu, Bagas tidak melihat Aurel di tempat tidur. Ia memutuskan untuk mengeceknya di balkon kamar, karna tempat itu lah yang menjadi sandaran saat mood Aurel kurang bagus.
Dan benar saja, di balkom terlihat Aurel yang sedang berdiri sambil menatap jalanan melalui jendelanya.
" Lia " ucap Bagas. Aurel menoleh ke sumber suara dan hanya tersenyum kecil saja.
" Lia lagi ga nafsu makan kak " jawabnya.
" Maka kakak akan memaksamu " ucap Bagas.
" Kakak tau bukan aku tidak suka dipaksa " ketus Aurel.
" Tau, tapi demi kebaikanmu apapun akan kakak lakukan " jawab Bagas.
Aurel melirik Bagas " Apapun? "
" Ya, apapun " Bagas mengangguk dengan mantap.
" Jangan paksa aku makan " ucap Aurel sambil memalingkan wajahnya.
" Ck. Gaakkan. Kalo kamu ga makan, kakak pulang malem ini juga " ketus Bagas.
" Yaudah " ucap Aurel.
" Baiklah, kakak pulang dulu " ucap Bagas ynag langsung membalikkan badannya.
" Kalo kakak pergi sekarang, Lia gabakal mau ketemu sampe kapan pun " ucap Aurel.
Bagas menghentikan langkahnya dan tersenyum menatap Aurel " Cewek kalo ga gengsi ga tenang ya hidupnya " ucap Bagas dengan mengacak rambut Aurel.
" Cih " decih Aurel.
" Makanlah " Bagas menyodorkan makanan yang ia bawa tadi.
" Tanganku sedang malas bergerak " manja Aurel.
Bagas tersenyum dan menggelengkan kepalanya " Amel kalah manja sama kakaknya ini mah " ucap Bagas.
Akhirnya malam itu Aurel mau menyantap makanannya dengan suapan dari Bagas.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, Bagas berniat pergi ke kamar kosong di apatement yang sama namun Aurel melarangnya dan menyuruh Bagas untuk menemaninya sampai Aurel tertidur.
Dan saat ini posisi Bagas duduk di ranjang dan Aurel menempatkan kepalanya di paha Bagas. Sentuhan tangan Bagas di rambutnya membuat Aurel dengan cepat memejamkan matanya dan menyusul dunia mimpi.
" Good night my little girl " bisik Bagas.
Bagas meraih ponselnya dan mencari kontak Ayahnya. Akhirnya Bagas menelfon Ayahnya dan langsung mendapat jawaban.
Bagas : Assalamualaikum Yah
Ayah : Waalaikumsallam Nak, ada apa?
Bagas : Apa harus ada apa-apa untuk menghubungi Ayah?
Ayah : Tidak juga. Bagaimana kabarmu?
Bagas : Sangat baik yah, bagaimana dengan Ayah?
Ayah : Ayah juga sehat Nak.
Bagas : Ayah, aku ada di negara x. Apa besok kita bisa bertemu? Bagas rindu Yah
Ayah : Benarkah? tentu saja bisa. Besok Ayah kirim alamatnya
Bagas : Bagas tunggu Yah.
Ayah : Oiya bagaimana kuliahmu?
Bagas : Sangat lancar Yah, minggu depan Bagas wisuda. Apa ayah bisa datang?
Ayah : Ayah usahakan untuk datang sayang
Bagas : Bagas harap Ayah benar-benar datang
Ayah : Tentu saja, doakan saja ayah nak
Bagas : Ayah..
Ayah : Iya?
Bagas : Apa Bagas salah mencintai Lia?
Ayah : Kau masih mencintainya?
Bagas : Tentu saja Ayah, dia wanita yang Bagas cintai setelah Ibu
Ayah : Tidak ada yang salah dengan perasaanmu Nak. Perasaan cinta adalah anugerah terindah yang di titipkam Tuhan pada kita. Semua insan pasti akan merasakan perasaan itu. Tidak peduli tentang fisik maupun keadaan ekonomi, yang namanya cinta itu datang dengan tiba-tiba tanpa diminta
Bagas : Apa Bagas juga salah jika Bagas ingin memiliki Lia selamanya?
Ayah : Keinginan untuk bersama dengan seseorang yang dicintai itu pasti ada. Tapi kamu tidak boleh memaksanya Nak. Kamu tidak bisa memaksanya untuk bersamamu selamanya. Lihatlah Ibu dan Ayah. Ayah pun ingin bersama Ibu selamanya sampai Ayah menutup mata namun Tuhan berkehendak lain bukan?
Bagas : Emmm iya yah.. Bagas rindu ibu..
Ayah : Orang-orang yang di sekitar ibu pun pasti merindukannya. Berdoa lah semoga kita bisa bertemu kelak di akhirat. Ini sudah sangat larut, tidurlah Nak
Bagas : Baiklah Ayah, terimakasih atas waktunya Yah. Good night. Assalamualaikum
Ayah : Waalaikumsallam. Good night too
Bagas memutuskan panggilan telefonnya saat mendengar ucapan terakhir ayahnya. Dia membaringkan tubuhnya dan langsung menuju ke dunia mimpi.
°°°°
Lia
°°°°
Kak Ay