
Beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di Mall yang tak jauh dari tempat tinggal mereka. Aurel langsung menggandeng tangan Neli dan memasuki Mall. Toko pertama yang dia datangi yaitu toko Handphone. Aurel sengaja ke toko ini untuk membelikan ponsel baru untuk Neli.
" Neli kamu pilihlah satu " ucap Aurel.
" Ahh nggak usah Aurel lagian aku masih ada hp kok " jawab Neli dengan ramah.
" Gaada penolakkan Neli kuuuu. Cepatlah ambil atau kau akan ku pecat " ancam Aurel dengan tawanya.
" Euh baiklah aku ambil ini aja ya " Neli meraih ponsel dengan harga yang paling murah di toko itu.
" Jangan! " tolak Aurel.
" Eh? " Neli bingung mengapa Aurel melarangnya padahal tadi dia yang menyuruhnya untuk mengambil satu hp.
Neli menyimpan lagi ponsel tersebut ke tempatnya " Baik Aurel " jawabnya.
Aurel meraih satu ponsel berwarna gold dengan berlogokan separuh apel di belakangnya.
" Tidakk, jangan yang itu Rel. Ini berlebihan " ucap Neli.
Aurel tidak menghiraukan ucapan Neli itu dia langsung memberikan ponselnya pada salah satu pegawai di toko itu dan langsung membayarnya.
" Neli aku sudah mengatakannya berulang kali. Aku gasuka penolakkan " ucap Aurel.
Neli hanya bisa pasrah saja dengan sikap sahabat barunya itu. Saat keluar dari toko itu mereka memutuskan untuk makan siang di restoran yang berada di dalam Mall itu.
Saat sedang menunggu makanannya ponsel Aurel berdering dilihatnya ternyata Vyan yang ingin melakukan Vidcall. Aurel langsung menggeser tombol hijau yang ada di layar itu.
Vidcall
Vyan : Bundaaaaaaaaaaaa
Aurel : Aihhh, waalaikumsallam sayangkuuu
Vyan : Ehh hehe iya lupa. Assalamualaikum bundaku yang cantik bak permata di lautan yang menyinari seisinya.
Aurel : Hihhh lebay banget kamu nak. Ada apa sayang?
Vyan : Bunda Vyan berhasil donggg
Aurel : Berhasil apa?
Vyan : Berhasil menang saham dari grandpa
Aurel : Are you sure?
Vyan : Yes bunda, ini hadiah dari grandpa karena Vyan membantu grandpa menangani masalah perusahaan.
Aurel : You're good boy honey
Vyan : Siapa duluu,, Vyan gitu.
Aurel : Hihh dasar bocah
Vyan : Bundaaa aku bukan bocah ya, buktinya aku bisa membantu grandpa
Aurel : Iyaiya kau memang cerdas sayang
Vyan : Bunda sedang makan?
Aurel : Mau nak, bunda lagi nunggu makanan dateng
Vyan : Sama kak Ay juga?
Aurel : Iya sama Kak Ay dan sahabat kakak.
Vyan. : Sahabat? Siapa bunda?
Aurel mendekatkan dirinya pada Neli dia memperlihatkan wajah Neli yang menurutnya cantik itu.
Aurel : Ini namanya aunty Neli sayang.
Vyan : Haiii auntyy aku Vyan anaknya bunda Aurel.
Ucapan Vyan membuat Neli mengerutkan keningnya.
Neli : Hai dek, aku aunty Neli temannya bundamu.
Sudah agak lama mereka melakukan vidcall akhirnya makanan yang mereka pesan sampai dan Aurel memutuskan sambungan telfonnya dengan Vyan.
Mereka makan dengan tenang tanpa suara sedikitpun, sampai pada saat makanan mereka akan habis ada 3 orang wanita yang menghampiri dengan wajah songongnya itu.
Mereka langsung berdiri menghadap Aurel dan Neli, karena Aydan sedang ke toilet sejak tadi.
" Cihh ternyata dia hanya berpura-pura jadi nerd? " ucap Sofi pada Neli. Ya wanita-wanita itu adalah Sofi, Selin, dan Sila . Merek menamai persahabatannya dengan 3S karena huruf depan nama mereka sama. Bagi yang menganguminya mereka di sebut 3 Sweetyheart tapi bagi yang tidak menyukainya mereka disebut dengan 3 Siluman.
Aurel dan Neli diam saja karena mereka belum menghabiskan makanannya.
" Kalian gapunya mulut ya? eh lo ( menunjuk ke arah Aurel ) kemana mulut lo yang lemes kayak tadi pagi. Nyesel lo ngelawan Sofi? " ucap Sila dengan pedenya.
" Ya pastilah, siapa sih orang yang mau berurusan sama Sofi " timpal Selin.
Sofi geram karena Aurel dan Neli tidak merespon ucapan-ucapan mereka.
" Heh ****** murahan!!! " bentak Sofi pada Neli yang membuat Aurel sangat emosi " Kemana kacamata lo? Kemana tompel lo? Kemana iket rambut yang sering lo pake? " sambungnya. Sofi mendekati Neli dan langsung menggerakkan tangannya seolah akan menguncir rambut Neli. Neli dan Aurel hanya diam saja dan fokus menghabiskan makanannya dengan santai.
Tapi semakin di diamkan Sofi semakin nekat, dia menarik rambut sebahu Neli dan membuat kepala Neli mendongak dengan sempurna. Aurel sudah sangat geram dengan Sofi, dia langsung minum dan membawa gelas bekas Aydan yang masih ada setengah itu. Aurel mendekati Sofi dan
Byurrr
" Minumlah Nel dan segera bangkit " ucap Aurel pada Neli.
" Kauuu!!!!! " ucap Sofi dengan geram.
Plak
Plak
Plak
Sofi dan 2 temannya menampar pipi kanan dan kiri Aurel bergantian, hal itu dilihat oleh Aydan yang baru saja selesai dari toilet. Dengan cepat Aydan berlari ke arah Aurel dan menjauhkan Aurel dari Sofi.
" SUDAH KUBILANG JANGAN PERNAH MENYENTUH AURELL SEHELAI RAMBUT PUN BRENGSEK!!!! " teriakan Aydan menggema diruangan itu. Sebenarnya Aydan bukanlah pria yang suka membentak perempuan namun jika mengenai keluarganya itu beda lagi.
" Dia yang memulai duluan Aydan " ucap Sofi dengan manjanya karena dia mengagumi ketampanan Aydan.
" Aurel tidak serendahan itu untuk memulai semuanya duluan!" ucap Aydan dengan nada dingin. Dia berbalik menghadap Aurel dan mengelus pipinya. " Kau tidak apa-apa dek? " ucapnya pada Aurel. Aydan mengepalkan tangannya saat melihat pipi Aurel merah bekas tamparan Sofi.
" Tidak apa kak, sepertinya waktunya kita menggunakan kekuasaan " ucap Aurel dengan nada sinis.
Aydan berbalik lagi menghadap Sofi " Dengarkan saya! Bekas merah yang menempel di pipi Aurel itu adalah awal dari kehancuranmu!! Dan kalian ( Aydan menunjuk ke arah Selin dan Sila ) jika kalian ingin selamat, kalian harus bersujud dan meminta maaf pada Neli dan Aurel " ucap Aydan dengan penuh penekanan.
" Cih gasudi gue sujud di kaki mereka " ucap Selin dan Sila serempak.
" Baiklah jika kalian memilih untuk hancur setelah ini! " ucap Aydan. Aydan mengambil ponselnya di dalam saku celana dan menghubungi seseorang.
Panggilan telefon.
Aydan : Uncle aku dan Aurel ada di restoran di pinggir kota. Apa Uncle bisa menemui kami?
Uncle : Oh ya? Tentu saja, kebetulan Uncle pun ada di Mall. Kamu tunggu sebentar 10 menit lagi uncle sampai.
Aydan memutuskan panggilan telfonnya, Aydan berbicara dengan seseorang menggunakan earphone yang selalu menempel di telinganya.
" 5 orang datang padaku, yang lainnya cari orangtua ketiga gadis di hadapanku dan bawa dia kesini " ucap Aydan.
Setelah Aydan dan Aurel lagi di tempatnya terlihat pemilik restoran itu menghampiri mereka.
" Ada bisa saya bantu Tuan dan Nona muda? " ucap pemilik restoran itu.
* Tuan? Nona? * batin 3s itu.
" Bawa cctv tentang kejadian saat mereka menyentuh adik saya" ucap Aydan dengan wajah datarnya " 5 menit dari sekarang " sambungnya.
" Baik Tuan " Pemilik restoran itu membungkukkan badannya dan meninggalkan Aydan untuk mengambil cctv.
Tak lama terlihat 2 orang lelaki tampan menghampiri Aydan dan Aurel.
" Hayyyy sayang, ada apa ini? mengapa ramai sekali? " ucap Riko pada Aydan dan Aurel. Riko Putra Arsenio adalah paman Aydan dan Aurel atau lebih tepatnya dia kembaran dari daddy nya wajahnya pun tak jauh beda dari Raka, hanya saja yang membedakan mereka berdua adalah lengsung pipi. Raka mempunyai lesung pipi di sebelah kanan sedangkan Riko ada di sebelah kiri.
Saat melihat keberadaan Riko, jantung 3 wanita di hadapannya itu langsung tidak karuan. Siapa yang tidak mengenal Riko, orang yang paling berpengaruh di negara ini. Dan terkenal dengan sifat kejamnya.
" Hayyy brotherr how are you? " ucap Farhan pada Aydan. Farhan Jonathan Putra Arsenio adalah anak satu-satu nya dari Riko.
" Im fine " jawan Aydan dengan datar.
" Cih dasar kulkas berjalan! " cibir Farhan. Dia tersenyum sambil menatap Aurel, tatapannya berpindah pada kedua pipi Aurel yang merah dan menampakkan bekas tangan disana. Farhan menghampiri Aurel dan langsung mengelus pipinya.
" Heyy siapa yang melakukan ini padamu? " tanya Farhan pada Aurel dengan wajah yang memancarkan amarah.
Aurel menunjuk 3s itu menggunakan dagunya " Hanya lalat-lalat kecil yang harus di musnahkan " ucapnya yang membuat Farhan melihat ke arah 3 wanita itu dengan tatapan membunuhnya.
" Ayah, lihat ini " ucap Farhan sambil menujuk ke arah pipi Aurel. Riko menghampiri Aurel dan memegang pipinya.
" Uncle rasa Uncle tau alasan kalian ingin bertemu dengan Uncle. Apa kalian sudah mencari informasinya? " ucap Riko pada Aydan dan Aurel.
" Sudah Uncle, lihat itu " Aydan menunjuk ke arah para pengawal yang membawa 3 orang paruh baya di depannya. Wajah 3 pria itu sangat pucat saat tau mereka akan berhadapan dengan keluarga Arsenio. Keluarga dari si kembar sang Raja bisnis yang sangat mendunia. Saat mereka di hampiri oleh pengawalnya saja mereka sudah sangat pucat karena siapapun akan mengetahui itu adalah orang suruhan keluarga Arsenio karena para pengawal menggunakan seragam khas dengan tulisan di belakang bajunya " WePowerFromArs " yang artinya Kami kekuatan dari keluarga Arsenio.
Saat 3paruh baya itu mendekati Aydan terlihat pemilik restoran sudah membawakan laptop yang isinya cctv kejadian tadi.
" Apa mereka putri kalian? " ucap Riko dengan nada dingin.
" I..iya Tuan " ucap 3 orang itu dengan gugup.
" Lihatlah ini " Riko menunjukkan sebuah vidio tepat saat Sofi menjambak rambut Neli juga pada saat Sofi dan teman-temannya menampar pipi Aurel.
" Dan kalian dengarkan baik-baik, mereka adalah keponakanku. Aydan Zayyan Putra Arsenio dan Aurellia Zhafira Putri Arsenio, mereka adalah anak dari Raka Putra Arsenio, kembaranku. Tentu kalian tau apa yang akan terjadi jika kalian berani mengusik keluarga Arsenio. Raja bisnis yang sangat mendunia dan terkenal kejam pada lawannya " ucap Riko dengan penuh penekanan.
" Ma..afkan ka..mii Tuan " ucap 3s.
" Cih. Gaada kata maaf buat kalian yang udah nyentuh berlian yang sangat berharga di keluarga Arsenio " ucap Farhan dengan nada sinisnya.
" Saya beri kalian 2 pilihan silahkan pilih dengan cerdas. Kalian ingin perusahaan kalian hancur sehancur-hancurnya atau memilih saya mengirimkan putri kalian saat ini juga ke negara lain yang tentunya masih dalam pantauan saya? " ucap Riko.
" Saya pilihan kedua Tuan " ucap orangtua dari Sofi.
" Papih? " lirih Sofi dengan airmatanya.
" Baiklah. Kalian? " tanya Riko pada kedua pria di hadapannya.
" Kami sama sepertinya Tuan " ucap mereka serempak sambil menundukkan kepalanya.
" Baguslah kalian memilih jalan yang tepat bagimu. Dan ingat jika suatu saat keluarga kalian kembali mengusik keluarga Arsenio akan saya pastikan saat itu juga kalian tidak akan ada di dunia ini lagi. " ucap Riko.
3 wanita di hadapannya itu langsung menangis dengan kencang.
Aydan, Aurel, Neli, Farhan dan Riko bangkit dan melangkahkan kakinya keluar dari Mall itu. Terlihat saat ini Farhan selalu curi-curi pandang pada Neli, ya karena wajah Neli yang sangat imut menurutnya. Juga sikap pemalunya membuat Farhan lebih penasan dengan diri Neli.