
Setelah melihat Aydan yang sudah tidak sadarkan diri, Farhan dengan cepat menggedongnya dan membawa Aydan pulang. Beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di depan apartement.
" Gila badan lu berat banget na*is " ucap Farhan sambil merrbahkan Aydan di atas tempat tidur.
Saat akan menuju kamar mandi Farhan melihat beberapa foto yang berserakkan di lantai. " Clarissa? " gumam Farhan
" Kenapa foto dia ada disini " sambungnya.
" Kak Farhan ngapain disini? " ucap Aurel yang tiba-tiba muncul di balik pintu dan diikuti Bagas di belakangnya dengan membawa beberapa kantong kresek.
" Ehh.. emhh gapapa tadi lagi nemenin Aydan katanya gaada temennya, eh sekarang malah dia yang tidur " ucap Farhan.
" Ohhh, tumben kak Ay tidur jam segini. Apa dia sakit kak? " tanya Aurel sambil melangkahkan kaki ke arah Aydan. Namun tangannya langsung di cekal oleh Farhan karena dia tidak ingin Aurel mengkhawatirkan kondisi Aydan.
" Suttt, dia baru tidur banget katanya lagi capek. Mending jangan di ganggu dulu " ucap Farhan.
Bagas menatapnya intens dan kemudian menatap Aydan yang tengah tertidur, dia melihat kondisi Aydan yang sangat kacau dan akhirnya mengerti apa yang terjadi pada Aydan.
" Mending kita masak aja de " ajak Bagas sambil menarik tangan Aurel.
" Jangan tarik-tarik dong kak, dikira kambing apa aku " ketus Aurel.
" Jangan banyak omong, katanya mau belajar masak kan? Ayo kakak ajarin " ucap Bagas.
Bagas segera mengeluarkan semua bahan masakkan dari dalam kantong dan tak lupa mencucinya dulu.
" Kita mau masak apa kak " tanya Aurel.
" Sup ayam + sayuran " jawab Bagas.
" Kamu bersihin dulu ayamnya nih " sambungnya sambil memberikan beberapa potong ayam.
" Okee " jawab Aurel.
Aurel membawa dan membersihkannya di wastafel.
" Udah kak " ucap Aurel setelah membersihkannya.
" Potong woterl nya de, kakak lagi ngupas kentang dulu. Bisa kan? " ucap Bagas.
" Bisa kak " jawab Aurel. Dia langsung meraih 1 wortel berukuran panjang dan langsung memotongnya sampai selesai
" Selesai " ucapnya.
" Dek kamu waraskan? " ucap Bagas yang melihat potongan wortel Aurel.
" Waras lah, kenapa sih " ketus Aurel.
" Kamu mau bikin bakwan? Kenapa potongannya kayak gini! " ucap Bagas.
" Emang gimana sih kak ishh " gerutu Aurel.
" Sini, liatin caranya. Kalo motong wortel buat bikin sup itu kayak gini " ucap Bagas sambil memelihatkan pada Aurel cara memotong wortel yang benar.
Aurel hanya manggut-manggut dengan mulut yang ber'O.
" Ambilin buncis maaf " sambung Bagas dan Aurel langsung menuruti apa yang Bagas suruh.
Setelah melalui banyak drama akhirnya mereka selesai memasak dengan porsi yang tidak terlalu banyak.
" Kak maaf Lia cuma bantu sedikit, soalnya Lia emang belum bisa masak " ucap Aurel yang merasa bersalah.
Bagas menghampiri Aurel dan langsung mengecup keningnya.
" Gaada manusia yang bisa segalanya di dalem perut, semua ada prosesnya. Setidaknya kamu udah mau belajar, pelan-pelan aja " jawab Bagas sambil tersenyum.
Aurel langsung memeluk Bagas dengan erat " Hemmm " jawab Aurel.
Bagas langsung melenggang meninggalkan Aurel dan menuju kamar Aydan, saat membuka handle pintu kamar dia dikagetkan dengan Aydan yang sedang mengamuk dan mengacak-ngacak barang-barangnya. Dan terlihat Farhan sedang memegangi wajahnya yang terluka.
Dengan cepat Bagas mengunci pintu kamarnya dan langsung berlari menenangkan Aydan " Aydan!! " teriak Bagas " Lu gila!! Apa yang lu lakuin! " sambungnya.
" Arghhhhh!!!! ********!!!! " teriak Aydan sambil memukul kepalanya sendiri. Dia meraih gunting yang ada di laci dan hendak melukai dirinya sendiri.
" Aydan!! Stopp!! " teriak Farhan dan Bagas namun mereka belum berani mendekat karena resikonya sangat besar.
" Lu gila ay!! " teriak Farhan.
Aydan terduduk lesu di lantai dan menundukkan kepalanya
" Kenapa harus dia hikss " lirih Aydan.
" Kenapa harus orang yang gue cintai yang bikin ade gue kayak gitu. Kenapa!! Kenapa!!!!! " teriaknya lagi.
" Apa salah gue!! Apa gue gapantes buat cinta sama seseorang ? apa gue ga pantes bahagia bareng orang yang gue cintai nanti?? " tambahnya.
Melihat Aydan yang sudah sedikit tenang akhirnya Farhan dan Bagas memberanikan menghampiri Aydan.
" Lu ga salah Ay. Gaada yang salah sama perasaan lo. Ini pelajaran buat lo biar lo bisa lebih berhati-hati lagi dalam mencintai seseorang " ucap Bagas sambil menepuk pundak Aydan.
" Gue udah kenal dia dari umur 10 tahun, dia wanita satu-satunya yang gue cintai. Tapi kenapa semuanya jadi kayak gini. Arghh!!!! " Aydan kembali berteriak lagi dan terus memukul dadanya.
" Lupain dia Ay!! biar lo bisa lebih tenang! Buka hati lo buat orang lain! " sentak Bagas.
" Gimana caranya gue lupain dia Bagas!! Gue gabisa lupain dia!! "
" Terus lo masih mau nyimpen perasaan lo buat cewek yang udah ngancurin kebahagiaan Lia! "
Mendengar nama Lia disebut, Aydan langsung berlari keluar kamar dan mencari Aurel. Dia melihat Aurel sedang duduk di meja makan dengan cemilannya.
Grepp
Aurel terkejut saat seseorang memeluknya dengan sangat erat, dia mendongakkan kepalanya dan melihat siapa pemilik tangan itu.
" Kakak kenapa " tanya Aurel dengan kerutan di keningnya.
Aydan hanya menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya.
" Kakak kenapa sihh " ucap Aurel lagi.
" Maafin kakak Lia " jawab Aydan. Jantung Aurel berdegup kencang saat mencium bau minuman dalam mulut Aydan.
Aurel langsung bangkit melepaskan pelukannya dan langsung menjauh dari Aydan " Kakak minum? " ucap Aurel ragu-ragu dengan bibir bergetarnya.
Aydan hanya tertawa kecil dan melangkahkan kakinya menghampiri Aurel " Jangan mendekat kak!! " teriak Aurel dengan air matanya.
" Lia, kakak ga mabuk " jawab Aydan.
" Lia gapercaya kak!! Semua orang bisa bedain mana orang mabuk sama enggak!! Jangan mendekat kak!! " teriak Aurel.
Namun Aydan lebih mendekatkan dirinya dan langsung memeluk Aurel. Aurel menangis dengan kencang dan langsung mendorong Aydan " Pergi kak!!! " teriak Aurel.
Entah mengapa Aydan sangat kesal dengan perlakuan Aurel padanya, dia mengepalkan tangannya dan menatap Aurel dengan tajam.
" Kakak gini gara-gara kamu Lia!! " bentak Aydan.
Aurel tersentak saat mendengar bentakkan Aydan karena dia tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Tubuhnya sangat bergetar hebat.
" Kakak membentakku? " lirih Aurel " Apa salah aku kak !!!" sambungnya.
Aurel langsung berlari ke kamarnya dan mengunci pintu.
" Lu bener-bener udah gila Ay! Lu udah berani bentak Lia? Be*o lo! " bentak Bagas yang langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Aurel.