Twins'

Twins'
54



Melihat reaksi Bagas membuat Aurel dengan spontan mengeluarkan air matanya. Bagas menatap Aurel dengan mata yang berkaca-kaca.


"Is it true that I'm going to be a father?" Tanya Bagas.


Aurel tersenyum dan mengangguk.


"Yes, you will be a father" Jawab Aurel.


"Really?" Tanya Bagas memastikan untuk yang kedua kalinya.


"Yes" Ucap Aurel. Bagas dengan erat memeluk Aurel, dia mengangkat tubuh Aurel dan memutarnya.


"Terimakasih sayang!!!!" Teriak Bagas.


"Bayyy aku pusing!!!" Ucap Aurel seraya memukul pelan lengan Bagas.


Bagas tersadar dan langsung buru-buru mendudukkan Aurel di ranjang.


"Terimakasih sayang, terimakasih" Bagas terus menciumi wajah Aurel.


"Sayang kau akan menjadi seorang kakak" Ucap Bagas pada Vyan. Vyan tersenyum dan mengangguk dengan wajah yang bahagianya.


"Aku akan menjadi Kakak Yah" Ucap Vyan.


"Iya sayang kau akan menjadi kakak" Bagas ganti menciumi wajah Vyan dengan lembut. Setelah itu Vyan pamit untuk pergi ke kamarnya karena besok ia harus pergi ke sekolah.


Sepeninggalan Vyan, Bagas terus menciumi perut yang belum terlihat membuncit.


"Sehat-sehat disana baby, Ayah disini menantikan kehadiranmu" Ucap Bagas.


"Sayang terimakasih" Bagas mendongakkan kepalanya menatap Aurel.


"Bay, sekali lagi kamu bilang terimakasih kamu dapet piring cantik loh. Ini udah ke berapa kalinya kamu ucapin kata-kata itu. Aku tuu nunggu kamu buka sesuatu yang ada di kotak itu" Ucap Aurel.


"Ada lagi kah?" Tanya Bagas.


"Liat dong mangkannya" Ucap Aurel.


Bagas berdiri dan meraih kotak yang ada di atas kasur, dia duduk di samping Aurel dan mulai membuka kertas berwarna hitam itu.



"Sayang ini?" Ucap Bagas dengan tetap memperhatikan kertas ditangannya.


"Ya, itu baby kita yang ada disini" Aurel mengelus perutnya.


Bagas menciumi hasil usg ditangannya. Ia amat sangat bersyukur di ulang tahun yang ke 23 nya ini di beri kado sepesial oleh sang istri.


"Terimakasih untuk yang kesekian kalinya sayang" Bagas memeluk Aurel dengan erat.


Aurel melepaskan pelukkannya dan bangkit dari posisinya.


"Kamu mau kemana sayang?" Ucap Bagas yang mencekal tangan kiri Aurel.


"Mau ngambil piring, kan aku udah bilang kalo kamu ucapin makasih lagi, kamu bakal dapet piring cantik" Canda Aurel.


"Sayang...." Rengek Bagas yang membuat Aurel semakin gemas dengan tingkah suaminya itu.


Bagas menarik tangan Aurel dan membawanya untuk berbaring disampingnya. Aurel menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bagas, jari telunjuknya bermain-main di dada Bagas.


"Apa kamu senang Bay?" Tanya Aurel.


"Apa maksud kamu sayang. Tentu aku senang. Malah pake banget. B.A.N.G.E.T!!" Ucap Bagas.


"Aku bersyukur karena kamu menerimanya dengan baik" Ucap Aurel.


"Sayang itu kan anakku. Pastinya aku nerima dia dengan senang hati" Ucap Bagas.


"Aku liat kemarin di drakor ada suami yang is___" Cup


Ucapan Aurel terpotong saat Bagas mendaratkan kecupannya di bibir ranum Aurel.


"Kita hidup di real life bukan film oke" Ucap Bagas.


"Tapi kan___" Lagi-lagi ucapannya terpotong.


"Sayang udah ya, jangan bahas ini. Kamu tau kan gimana perjuangan aku buat dapetin bidadariku ini hemm??. Gak lucu kalau aku sudah mendapatkan bidadariku dan berhasil menanam benih disini lalu meninggalkanmu begitu saja" Bagas mengelus perut Aurel.


"Terimakasih karena masih mencintaiku" Ucap Aurel lalu dia mencium pipi Bagas.


"Aku yang harusnya berterimakasih sayang" Ucap Bagas.


"Udah sekarang kita tidur ya, udah malem. Ga baik buat kamu dan baby kita" Sambungnya.


"Tapi Bay..." Ucap Aurel. Ia mendongakkan kepalanya hinggal tatapan keduanya bertemu.


"Kenapa sayang?" Tanya Bagas.


"Aku mau makan nasi uduk" Ucap Aurel dengan nada manjanya.


Bagas membelalakkan matanya saat mendengar keinginan dari istri tercintanya itu.


Yaallah, Nak ujian apa yang kau berikan pada ayahmu ini, Batin Bagas.


"Kamu ngelindur sayang? Mana ada yang jual nasi uduk jam 12 malem" Ucap Bagas.


"Tapi aku pengen Bay, ini kemauan dedeknya" Aurel memohon dengan wajah memelas dan tangan yang mengelus perutnya.


"Kita cari dimana yang?" Ucap Bagas.


"Aku mau nasi uduk buatan Rere" Ucap Aurel dengan mantap.


Bagas kembali membelalakkan matanya.


"Sayang kasihan Rere, pasti dia udah tidur jam segini" Ucap Bagas.


"Tapi aku maunya sekarang Bay..." Rengek Aurel.


"Sayang..."


"Yaudah gausah Bay!!" Aurel membalikkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


"Hahhhhh" Bagas membuang nafasnya dengan sedikit kasar.


"Sayang jangan marah ya. Aku janji besok pagi aku temui Rere minta dia bikinin nasi uduk buat kamu. Ya?" Bagas mencoba menurunkan selimutnya namun dengan keras Aurel menahannya.


Sebenarnya Bagas ingin mengabulkan permintaan istrinya sekarang juga, namun ia juga memikirkan keadaan Rere. Ia takut malah mengganggu jam istirahatnya Rere.


Tak lama terdengar suara halus yang menandakan jika Aurel sudah terlelap dalam tidurnya.


Hahhh.. Syukurlah, setidaknya saat ini aman, Nak lain kali kalau mau sesuatu siang hari aja ya jangan tengah malam gini, Batin Bagas.


Bagas membalikkan tubuh Aurel dengan hati-hati lalu dia mendekapnya. Hingga ia pun terlelap bersama Aurel.


Pagi harinya..


Setelah menunaikan sholat subuh, Aurel kembali memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Bagas, sedangkan Bagas hanya diam dengan ponsel ditangannya. Ia memotret Aurel yang sedang tertidur, menurunya Aurel adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna.


"Istriku, bidadariku, cantikku" Gumam Bagas seraya mengusap pipi Aurel.


Saat sedang menatap wajah Aurel, perhatian Bagas teralihkan pada suara di ponselnya yang menandakan ada sebuah pesan masuk di whatsap nya.


Dea


Bagas


Udah, kenapa De?


Dea


Dea ga tidur semaleman kak 😟


Bagas


Loh kenapa De?


Dea


Dea inget Bapak 😫


Bagas


Astaghfirullah De. Lebih baik kamu sholat subuh dulu. Berdo'a buat Bapak biar Bapak tenang disisi-Nya


Dea


Dea butuh kak Bagas sekarang ( Dea mengirimkan sebuah VN yang menyuarakan dirinya sedang terisak dalam tangisan )


Bagas


Dea tunggu sebentar biar kakak ke kamar Dea sekarang


Setelah membalas pesan Dea, Bagas melepaskan pelukkan Aurel dengan perlahan. Ia turun dari ranjang dan meninggalkan kamarnya menuju kamar Dea di lantai 2 yang bersejajar dengan kamar Vyan.


"De" Ucap Bagas yang sudah membuka pintu kamar Dea.


"Kakakkkkk!!!" Dea berlari dan langsung memeluk Bagas.


"Kakakk aku kangen Bapak hikss..." Ucapnya.


"Dea sayang, kalo kamu kangen Bapak mending kamu sholat biar Bapak tenang juga hati kamu tenang, kamu belum sholat subuh kan?" Tanya Bagas yang mendapat gelengan kepala dari Dea.


"Dea bakal sholat, tapi kakak tunggu Dea disini" Ucap Dea.


"Iya De, kakak tunggu kamu di sofa ya" Bagas langsung menuju sofa dan menduduki tubuhnya disana dengan ponsel di tangannya.


Setelah menunaikan sholat, Dea berdoa dan memanjatkan syukur pada Allah. Hati Bagas sangat teriris saat mendengar Dea yang mengeluarkan curhatan-curhatan kecil dari mulutnya. Dea adalah seorang anak yatim piatu. Ibunya meninggal setelah melahirkannya dan Bapaknya baru beberapa hari meninggalkannya seorang diri. Bukan hanya karena tanggung jawab, Bagas membawanya kerumah karena memang ada rasa simpati pada Dea. Ia tidak mungkin meninggalkan Dea sendiri di kampung halamannya.


"Kak..." Lirih Dea seusai menunaikan ibadahnya.


"Udah?" Tanya Bagas yang dianggukki Dea.


Dea menghampiri Bagas dan memeluknya.


"Dea udah gapunya siapa-siapa lagi di dunia ini kak" Lirih Dea.


"Dea jangan bicara seperti itu. Disini ada kakak yang bakal nemenin Dea" Ucap Bagas.


"Tapi kakak sudah beristri. Dea gamau ganggu rumah tangga kalian" Ucap Dea.


"Kamu enggak ganggu kok De. Jangan mikir yang macem-macem. Kamu udah kakak anggap kayak adik kakak sendiri" Ujar Bagas.


"Kak bisakah kakak janji pada Dea?" Ucap Dea.


"Janji apa?" Tanya Bagas.


"Janji kalo kakak bakal terus nemenin Dea. Dalam situasi apapun dan kapanpun" Dea menyodorkan jari kelingkingnya.


"Kakak ja___" Ucapan Bagas terpotong saat seseorang muncul di balik pintu.


"Haram hukumnya kedua orang yang bukan muhrim berada dalam satu kamar!!!" Ucap Aurel dengan santai namun tatapannya sangat menakutkan untuk Bagas.


"Sayang" Lirih Bagas.


"Jadi mau tetep disitu aja apa mau temenin aku!!!" Ucap Aurel yang masih dalam mode santai.


"I..iya aku ikut kamu. De maafin kakak ya, untuk saat ini kakak harus nemenin istri kakak dulu" Ucap Bagas yang di anggukki lemah oleh Dea.


"Dan untuk kamu. Seharusnya anak seumuranmu lagi belajar, bukannya bentar lagi kamu akan kuliah?. Dan seharusnya juga kamu bisa bedain mana yang bener dan mana yang ga bener!!" Tegas Aurel yang langsung meninggalkan kamar Dea dan diikuti oleh Bagas.


Sial!!! Dasar wanita penganggu!!!, Batin Dea.


Sebenernya disini yang wanita penganggu itu kamu apa Aurel sih De??? bingung Author tuh dengan pola pikirmu:(


***


Siang harinya..


Di kediaman Raka terlihat Zahra dan Amel sudah memakai pakaian rapi seperti akan menghadiri acara penting.


"Apa ga sebaiknya nunggu Mas selesai meeting aja Mom? Biar sekalian bareng" Ucap Raka.


"Kelamaan Mas, biar Mom sama Amel duluan nanti Mas bisa nyusul" Jawab Zahra.


"Yaudah Mom hati-hati bawa mobilnya. Mas janji akan cepat menyelesaikan meeting ini" Ucap Raka seraya mencium kening Zahra.


Zahra langsung memeluk Raka dengan erat.


"Aku sayang kamu Mas. Selamanya" Lirih Zahra.


"Mas lebih menyayangi Mommy.. Yauda Mas berangkat duluan ya" Ucap Raka.


"Iya mas hati-hati" Ucap Zahra.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


"Mom udah siapp???" Tanya Amel yang sejak tadi ada di disana.


"Udah sayang. Lets goo" Zahra dan Amel langsung memasuki mobil berwarna putih. Dengan Zahra yang membawanya tanpa ditemani oleh supir.


"Momm apa aku cantik?" Tanya Amel yang sudah di dalam mobil.


"Sangat cantik sayangku..." Jawab Zahra. Hari ini Amel memakai jumpsuit sebatas paha dengan manset berwarna hitam, sepatu yang senada dan rambut yang dikuncir 2.


"Tadinya aku mau pakai lipstik dan bedak tapi kak Aurel bilang kalau aku udah cantik natural" Ucap Amel yang membuat Zahra gemas.


Zahra mengelus puncak kepala Amel.


"Sayang, kamu masih sangat kecil. Jangan pernah kamu pakai make up atau semacamnya karena kulit kamu masih sensitif. Lagi pula benar kata Kak Ay, kamu itu cantik natural. Liat bibir kamu merah tanpa lipstik, bulu mata lentik tanpa maskara, halis kamu yang udah teratur. Kamu itu sempurna bagi Mommy" Ucap Zahra.


"Amel janji gaakan dandan sendiri Mom" Ucap Amel.


_______________________


Yang nanyain Visual Amellia Zhahira Putri Arsenio nih😁