
Setelah pulang dari makam, Aurel dan Bagas kembali lagi ke rumah sakit sesuai anjuran dokter. Aurel di baringkan di kasur. Bagas terus menatap Aurel dengan senyum yang mengembang sedangkan Aurel hanya mengerutkan keningnya.
"Kenapa sih?" Tanya Aurel yang sudah salah tingkah.
"Enggak, tadi liat anak kita mirip banget bukan sama Mas?" Ucap Bagas.
"Curang itu namanya, gak ada mirip-miripnya sama aku. Padahal aku yang ngandungnya" Cebik Aurel.
"Hahaha ada kok kemiripan sama kamunya" Ucap Bagas.
"Apa?" Tanya Aurel.
"Pipinya gembul hahaha" Ucap Bagas.
"Ishh pipinya doang"
Bagas mengelus rambut Aurel "Yang penting ada kemiripan sayang"
"Kamu udah siapin namanya?" Tanya Bagas.
"Belum. Aku udah nyiapin nama tapi buat perempuan, aku kira kan anakku benar-benar perempuan" Ucap Aurel.
"Hemm baiklah.. Mas udah nyiapin nama untuk anak kita" Ucap Bagas.
"Siapa??" Tanya Aurel.
"Vano,, Mas cuma nyiapin nama depannya, sambungannya biar kamu yang kasih" Ucap Bagas.
"Aku belum memikirkannya,, nanti aja kalau udah pulang ke rumah" Ucap Aurel.
"Mas" Lirih Aurel.
"Hemm?" Jawab Bagas.
"Aku kasian liat Amel, aku gak bisa bayangin gimana nantinya dia tumbuh tanpa Mommy di sampingnya. Mas tau sendiri bukan di antara aku kak Ay sama Amel yang paling manja sama Mommy itu Amel" Ucap Aurel.
"Sayang, pernah dengar kalau peran kakak sama pentingnya dengan peran orang tua bagi adiknya?" Tanya Bagas yang dijawab dengan gelengan kepala Aurel.
"Orang dulu bilang jika sewaktu-waktu orangtua kita meninggal, kakak lah yang menjadi penggantinya.. Merawat adiknya dengan baik, menjaganya dengan baik, mendidiknya dengan hal-hal baik. Juga menemaninya di segala situasi. Amel memang masih kecil, tapi dia punya pemikiran yang dewasa. Kita bisa menjaga Amel di rumah kita, toh ada Abang disana, Amel pasti tidak akan kesepian. Kita buat Amel tidak merasakan kekurangan kasih sayang orang tua. Bagaimana?" Ucap Bagas.
"Aku gak masalah soal itu, tapi apa Amel nya mau ikut kita? Setau aku Amel gak mau jauh-jauh dari Daddy dan Mommy dulu" Jawab Aurel.
"Kita coba sayang" Bagas mencoba meyakinkan Aurel.
"Hemmm"
***
Di mansion, Amel terlihat sedang murung di pinggir kolam renang. Dia memasukkan dua kakinya kedalam kolam dan mengayunkannya.
"Nyil" Vyan datang dan bergabung bersama Amel. Ia melipat celananya sampai lutut lalu mengikuti posisi Amel.
"Kenapa??" Tanya Vyan.
"Gak apa-apa" Jawab Amel dengan singkat.
"Jangan terlalu sedih, Mom pasti udah bahagia disana Nyil" Ucap Vyan.
"Iya tau" Jawab Amel.
"Aku mau tinggal di negara K Bang" Lanjut Amel.
Vyan langsung menoleh ke arah Amel.
"Maksud kamu?" Tanya Vyan.
"Aku mau disana dengan Daddy dan Uncle Riko" Ucap Amel.
"Kenapa?" Tanya Vyan.
"Gak apa-apa" Jawab Amel.
"Lalu Abang sama siapa disini?" Ucap Vyan.
Amel mengangkat kedua bahunya "Aku udah omongin ini sama Daddy, dan Daddy juga mengizinkan" Ucap Amel.
"Ehmm,, terserah kamu Nyil, semoga kamu nyaman disana" Ucap Vyan yang di anggukki Amel.
"Ayok masuk, udah mau Maghrib" Ajak Vyan. Amel dan Vyan memasuki mansion, sebelumnya Amel kembali membersihkan tubuhnya karena celananya hampir basah sepenuhnya.
Di ruang tengah, Raka dan Riko sedang berbincang tentang keinginan Amel untuk pindah ke negara K.
"Kamu yakin mau bawa Amel kesana?" Tanya Riko.
"Iya Mas, lagian aku juga ingin tinggal disana" Ucap Raka. Raka memang memanggil Riko dengan embel-embel Mas walaupun hanya beda beberapa menit tapi Raka sangat menghormati kakaknya.
"Disana itu negara bebas. Apa kamu gak takut Amel tumbuh dewasa disana?" Tanya Riko.
"Yang pasti aku akan selalu menjaga dan memantaunya, untuk saat ini aku tidak bisa menolak keinginannya Mas" Ucap Raka.
"Mas tidak masalah kalau kalian tinggal disana, Mas juga akan ikut serta menjaga Amel" Ucap Riko.
"Makasih Mas. Mungkin bulan depan kita sudah bisa pergi kesana" Ucap Raka.
"Mas akan menunggu kalian" Ucap Riko.
"Dadd.." Amel datang dan duduk di pangkuan Raka.
"Kenapa sayang?" Tanya Raka dengan lembut.
Amel menggelengkan kepalanya lalu memeluk leher Raka "Aku ngantuk Dad" Amel memejamkan matanya.
Raka mengelus rambut panjang Amel dan menciuminya "Tidurlah sayang" Ucap Raka.
Riko bangkit dari duduknya dan menepuk pundak Raka "Bersabarlah, semua akan indah pada waktunya" Ucap Riko yang di anggukki Raka.
Raka ikut bangkit dari duduknya sambil membawa Amel di gendongannya.
"Ibu mau berangkat sekarang?" Tanya Raka pada Oma yang sedang membereskan pakaiannya.
"Tidak, besok pagi harus berangkat jadi siap-siapnya sekarang. Amel kenapa?" Ucap Oma.
"Amel tiba-tiba datang, meluk terus tidur" Ucap Raka.
"Ibu tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Amel saat ini" Ucap Oma dengan sendu.
"Semua akan berlalu Bu, Amel pasti akan kembali ceria seperti biasanya. Hanya butuh waktu saja" Ucap Raka.
"Hemm.. Kamu harus bisa menjadi Daddy dan Mommy untuk Amel" Ucap Oma yang dibalas dengan anggukkan Raka.
"Apapun caranya aku akan berusaha untuk membahagiakan Amel" Ucap Raka.
"Aku bawa Amel ke kamar dulu Bu" Lanjut Raka yang di angukki Oma.
"Hiksss,, Daddyy" Amel menangis seraya merentangkan tangannya.
Raka mengelus pipi Amel dengan lembut "Kenapa sayang??" Tanya Raka.
"Mau tidur dengan Daddy hikss.." Lirih Amel.
"Daddy sini jangan pergi" Lanjutnya.
Raka merasakan sesak di dadanya "Daddy akan temani Amel tidur setelah sholat ya, udah maghrib. Amel mau ikut sholat sama Daddy?"
Amel mengangguk lalu duduk di kasurnya.
"Aku mau ikut sholat Dad" Ucap Amel.
Raka menggandeng tangan Amel menuju musholla kecil di dalam rumahnya. Mereka sholat berdua disana karena biasanya orang lain lebih memilih untuk sholat di kamarnya masing-masing.
Salam penutup sudah terucap dari mulut Raka dan Amel. Mereka berdoa masing-masing. Setelah berdoa Raka membalikkan badannya dan menatap Amel. Amel mendekati Raka dan mencium tangannya.
"Daddy aku mau lihat ponakan baru" Ucap Amel.
"Setelah makan ya, kamu belum makan sayang" Ucap Raka.
"Aku mau makan diluar sama Daddy, berdua saja" Amel mengedipkan matanya dengan imut.
"Baiklah, ayok siap-siap" Ucap Raka yang dianggukki Amel. Amel melipat mukenah dan sajadahnya sendiri lalu berjalan menuju kamarnya, ia menggunakan pakaian berwarna putih dengan dengan tambahan hitam putih di tengahnya, juga menggunakan rok berwarna hitam. Rambutnya masih tergerai, ia ingin menguncir rambutnya tapi ia belum bisa. Jadi Ia memutuskan untuk membawa sisir dan 2 kuncirannya dan meminta Raka untuk membantunya.
Setelah selesai Amel keluar dari kamarnya dan melihat Raka yang sedang berbincang dengan Aydan dan Neli di ruang tengah.
"Dadd.. Bantu aku kuncir rambut" Amel menunjukkan 2 kunciran di tangannya.
"Biar sama kakak sini" Ucap Neli.
"Gak mau, mau sama Daddy" Amel mendekati Raka dan duduk membelakangi Raka.
"Kuncir 2 Dad" Ucap Amel.
Raka sudah bisa jika urusan menguncir rambut karena dulu ia sering menata rambut Aurel. Raka meraih kunciran dan sisir di tangan Amel lalu menguncir dua seperti biasanya. Karena Amel senang dengan bentuk rambutnya yang menjuntai di kedua telinganya.
"Selesaiii" Ucap Raka yang masih merapihkan sedikit rambut yang acak-acakan.
"Thank you Daddy, Ayo Dad aku sudah siap" Amel berdiri dengan semangat. Jika di lihat-lihat saat ini Amel seperti sudah melupakan kesedihannya.
"Loh mau kemana Dad? bentar lagi makan malam loh" Ucap Aydan.
"Amel mau liat ponakan barunya, mau makan diluar sekalian" Ucap Raka.
"Oh yasudah, hati-hati Dad" Ucap Aydan.
Amel mengikuti Raka menuju Bagasi mobil. Raka membukakan pintu untuk Amel dan membantunya duduk di kursi samping kemudi. Raka menjalankan mobilnya ke restoran biasa sesuai permintaan Amel.
Sesampainya di restoran tentu saja Raka dan Amel membuat pemilik restoran terkejut. Beruntung belum ada pelanggan di restoran ini karena memang restoran ini merupakan restoran malam dan baru di buka beberapa menit yang lalu. Pemilik restoran langsung menyambut Raka dengan baik. Mustahil jika orang tidak mengenal Raka.
"Selamat malam Tuan. Terimakasih sudah berkenan datang di restoran sederhana ini. Mohon maaf karena kami tidak menyediakan ruangan khusus untuk Tuan" Ucap Sang pemilik restoran dengan ramah.
"Tidak apa-apa. Putri saya ingin makan disini karena katanya menu di tempat ini begitu lezat" Ucap Raka.
"Baiklah silahkan duduk Tuan, saya akan membawakan menunya" Ucap pemilik restoran.
Raka dan Amel segera duduk di meja yang berada di ujung restoran.
"Silahkan Tuan" Pemilik restoran memberikan buku menu pada Raka.
Raka menyambutnya dengan baik, dan di sertai ucapan terima kasih.
"Kamu pesan apa sayang?" Tanya Raka.
"Aku mau pasta dan jus strawberry" Ucap Amel dengan cepat.
"Ok. Saya pasta dan ice lychee tea" Ucap Raka seraya memberikan buku menunya pada pemilik restoran.
"Silahkan nikmati kebersamaan kalian Tuan seraya menunggu pesanan datang" Ucap Pemilik restoran.
"Tentu saja" Jawab Raka dengan senyuman.
"Dad sebelum ke rumah sakit, mampir ke patisserie. Aku mau bawakan macaron buat Kak Lia" Ucap Amel.
Raka mengelus rambut Amel "Tentu saja Tuan putri" Raka tersenyum lembut.
Tak lama makanan yang mereka pesan datang. Raka dan Amel menghabiskan makanannya dengan suasana hening seperti biasanya. Dalam waktu 15menit Raka sudah menghabiskan makanan dan minumannya, sedangkan Amel sudah menghabiskan makanannya dan masih menyeruput jus strawberry.
Diam-diam Raka merogoh ponselnya dan memotret Amel. Ia segera membuka aplikasi Instagram dan mengupload 2foto Amel dari sudut pandang yang berbeda dengan caption "My Happiness ❤️". Dari postingan itu tentu saja menuai banyak komentar.
*Anak yang cantik, semoga tetap bahagia bersama Ayahmu
Semoga kelak ia menjadi wanita yang sama dengan Ibunya
Saya turut berduka cita atas kepergian Nyonya Zahra Tuan
Semoga tetap bahagia putri kecil*
Begitu banyak komentar yang masuk dalam beberapa menit. Raka tidak membiarkan postingannya di komentari banyak orang karena ia memang senang melakukan itu.
"Daddy kenapa?" Ucap Amel saat melihat Raka tersenyum walau sedikit saja.
Raka menatap Amel lalu memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku kemejanya.
"Tidak. Kamu udaj selesai?" Tanya Raka.
"Ya Dad. Ayok ke petisserie" Ajak Amel.
"Let's go baby" Raka menghampiri kasir dan membayarnya lalu membawa Amel ke patisserie.
_________________________________
Lagi semangat nulisnya jan lupa
COMMENT COMMENT
COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT COMMENT
COMMENT
_____________________
Untuk readers lama yang masih baca, thx banget udah setia dengan novelku yang kadang gaje ini hehe.. Dan untuk readers baru thx karena sudah berkenan mampir di novel pemula seperi ku💜🍑