
"Mas lebih kangen sayang" Ucap Bagas. Bagas mendekati wajah Aurel dan menciumi setiap incinya.
"Maafkan mas sayang, maafkan" Lirih Bagas.
Aurel menganggukkan kepalanya dan menangkup wajah Bagas. Ia mengecup bibir Bagas dengan lembut.
"Maafkan aku juga yang sudah meninggalkan Mas dan buat keadaan Mas kayak gini" Ucap Aurel. Seketika ia tersadar jika niat awalnya ke rumah sakit adalah menjenguk Zahra.
"Bagaimana keadaan Mommy??" Tanya Aurel dengan khawatir.
"Mom sudah membaik, tadi hanya syock dan membuat Mom tidak sadarkan diri. Dan nanti sore Mom akan melakukan operasi sayang" Ucap Bagas.
"Operasi??" Tanya Aurel.
"Ya operasi pengangkatan tumor" Ucap Bagas.
"Apa separah itu??" Lirih Aurel.
"Sayang, yang penting kita doa buat kesembuhan Mommy. Jalan berikutnya biarkan Allah yang menentukan" Ucap Bagas.
"Apa kamu sudah makan siang?" Tanya Bagas yang dijawab dengan gelengan kepala Aurel.
"Tunggu sebentar biar Mas telfon Abang buat beliin makanan sehat di resto" Bagas berdiri dari kursi dan meraih ponsel yang berada di atas meja. Ia mencari nomor Vyan dan menelfonnya.
"Assalamualaikum Bang, bisa beliin Bunda makanan sehat di resto deket-deket sini?" Tanya Bagas.
"....."
"Terserah Bang, tanyain sama waiters disana. Ayah tunggu Bang, buat kamu juga sekalian" Ucap Bagas.
"Satu lagi Bang, kalau jalan kesini tolong bawain piring bersih dari kamar Grandma, gak mungkin kan Bunda pake plastik packingan dari resto" Sambung Bagas.
"..."
"Ya, Waalaikumsallam, hati-hati Bang" Ucap Bagas sebagai tanda berakhirnya sambungan telefon.
Bagas sedikit melirik ke layar laptopnya, matanya tiba-tiba membelalak entah apa yang ia lihat. Bagas mencari nomor seseorang di ponselnya dan menelfonnya.
"Majukan jadwal rapat kita jadi besok pagi. Jam 9.30, tidak boleh ada yang izin untuk tidak hadir!!" Tegas Bagas.
"......" Jawaban seseorang di seberang sana membuat Bagas mendongakkan kepalanya ke atas dengan tangan kanan yang bertompang di pinggang.
"Baiklah, bereskan semuanya, jangan sampai ada yang tersisa. Saya akan menemui nanti malam di tempat biasa" Ucap Bagas lalu kemudian ia menaruh ponsel di atas meja dan mendekati Aurel.
"Kenapa??" Tanya Aurel saat Bagas sudah duduk di sebelahnya.
"Ada masalah sedikit di perusahaan sayang" Jawab Bagas.
"Apa berat?" Tanya Aurel.
"Tidak usah di fikirin sayang. Bagaimana keadaan baby kita?" Tanya Bagas yang mengalihkan pembicaraan.
"Aku tau Mas sedang menyembunyikan sesuatu dariku, tapi aku tidak akan memaksa Mas untuk bercerita sekarang" Ucap Aurel.
"Baby nya sehat Mas, aku pernah sekali USG dan di perkirakan jenis kelaminnya perempuan, tapi itu belum pasti karena alat di sana tidak begitu canggih" Ucap Aurel menjawab ucapan Bagas yang kedua.
"Kalau gitu nanti sore kita USG oke, Mas mau memastikan" Ucap Bagas yang di anggukki Aurel.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum Ayah, Bunda" Ucap Vyan yang hanya menyembulkan kepalanya di balik pintu.
"Waalaikumsallam. Masuk Bang" Jawab Bagas.
Vyan berjalan ke meja yang berada di depan sofa dan menyimpan makanan untuknya dan piring yang di minta Bagas.
"Hallo Bunda" Vyan mendekati Aurel dan mencium pipinya.
"Jadinya beli apa Bang?" Tanya Bagas.
"Aku udah tanya sama waiters disana Yah, dia merekomendasikan 2 menu makanan yang biasa mereka hidangkan untuk ibu hami. Yang pertama Petite Filet And Shrimp ini mengandung zat besi dan protein yang tinggi, disajikan dengan sayuran dna kentang juga Yah, dan ini namanya Tacos Crispy makanan dari Meksiko yang di dalamnya berisi protein packade beans, sayuran, juga tacos yang berprotein" Vyan menjelaskan seraya menunjuk-nujuk bagian dalam makanannya.
"Ayah Bunda kenapa ketawa-ketawa begitu" Tanya Vyan yang bingung saat melihat Bagas dan Aurel sedang menertawainya.
"Kan tadi Ayah yang suruh aku buat nanya-nanya ke mbaknya yaudah sekalian aja jelasin biar Ayah percaya sama aku" Gerutu Vyan.
"Ayah selalu percaya sama Abang. Gak mungkin lah Abang ngasih makanan sembarangan buat Bunda" Ucap Bagas.
"Yaudah mending kita makan aja daripada ribut mulu kayak gini" Aurel akan turun dari kasurnya namun di cegah oleh Bagas.
"Enggak sayang, lebih baik kamu makan disini aja. Biar Mas yang suapi ya" Ucap Bagas.
"Tapi gak enak Mas makan di kasur kayak gini" Keluh Aurel.
"Sayang pliss ya, sekali ini saja. Lagipula tadi dokter udah bilang kalau sore nanti imfusan kamu bisa di lepas" Ucap Bagas.
"Hahh.. Baiklah" Jawab Aurel dengan pasrah.
Bagas bangkit dari kursi dan meraih piring dan menempatkan Petite Filet And Shrimp di atasnya.
"Mas bantu benerin bantal yang di belakang, aku mau sandaran" Ucap Aurel.
"Biar sama Abang Bun, Ayah lagi ribet bawa piring" Akhirnya Vyan membantu Aurel memposisikan bantal di punggung Aurel dan menyandarkan tubuh Aurel di sana.
"Makasih Bang" Ucap Aurel.
"Sama-sama Bunda.." Ucap Vyan.
Bagas menyuapi Aurel dengan telaten. Di suapan pertama, nampaknya mata mereka berdua sudah berkaca-kaca, mereka saling pandang lalu tersenyum karena mengerti apa yang mereka fikirkan satu sama lain. Yaitu rasa RINDU!.
Setelah 20 menit akhirnya Aurel menghabiskan makanannya. Bagas mengelap sisa makanan yang ada di sudut bibir Aurel.
"Tadi Aydan kesini" Ucap Bagas.
"Benarkah?? Wah padahal aku kangen banget sama Kak Ay. Kenapa gak nunggu aku bangun aja Mas?" Tanya Aurel.
"Dia sempet nunggu kamu kok 1 jam tapi kamu gak bangun-bangun. Jadi dia pulang sama Neli" Ucap Bagas.
"Bagaimana keadaannya pas Kak Ay dateng?" Tanya Aurel.
Bagas tersenyum lalu menceritakan kejadian awal saat Aydan datang ke kamar Aurel.
Flashback On.
Setelah mendengar kabar mengenai Mommy nya yang tiba-tiba tidak sadarkan diri dan kabar kepulangan Aurel, Aydan segera menyelesaikan pekerjaan di kantornya. Aydan menjemput Neli di rumahnya dan langsung menuju rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit, Aydan segera ke kamar Zahra. Setelah tidak lama melihat keadaan Zahra, Aydan memutuskan untuk melihat adik yang ia rindukan.
Ceklek
Aydan membuka pintu kamar Aurel dan langsung menyelonong masuk tanpa mempedulika Bagas yang sedang duduk di samping Aurel.
"Liaa.." Lirih Aydan. Ia menggenggam tangan, mencium pipi Aurel dengan lembut.
Kemudian melirik Bagas dengan tajam.
"Lia udah balik, gue bakal bawa dia pulang ke mansion Daddy" Ucap Aydan.
"Ay kamu apa-apaan siih" Tegur Neli yang di acuhkan oleh Aydan.
"Gue gak bakal izinin Lia tinggal di mansion Daddy lagi, gue bakal bawa Lia pulang ke rumahnya" Ucap Bagas dengan tenang.
"Gue gak butuh izin dari lo!!" Tegas Aydan.
"Lo gak ada hak buat bawa pulang istri gue!" Ucap Bagas dengan nada tegas.
Aydan yang sudah terpancing emosi langsung mendekati Bagas dan mencengkeram kerah baju Bagas dengan keras.
"Ay udahh!!" Ucap Neli yang mencoba memisahkan mereka berdua.
"Lo yang gak ada hak buat bawa adek gue lagi. Lo udah nyia-nyiain dia!!" Teriak Aydan.
"Aydan!!!" Tegas Raka yang tiba-tiba datang ke kamar Aurel.
Akhirnya setelah perdebatan panjang, Aydan menghembuskan nafasnya dengan kasar saat Raka membiarkan Bagas membawa Aurel kembali kepadanya..
Flashback Off.