Twins'

Twins'
3.



Setelah menyelesaikan lagunya Aurel menyuruh Rere untuk bernyanyi setelahnya, dengan seribu rayuannya akhirnya Rere menyetujuinya. Rere menatap seseorang yang ada di tempat itu * Ini untukmu..... Sayang * batinnya.


Pasto ~ Tanya Hati


Tuhan tolonglah


Hapus dia dari hatiku


Kini semua percuma


Takkan mungkin terjadi


Kisah cinta yg selalu aku banggakan


Kau hempas semua


Rasa yang tercipta untukku


Tanpa pernah melihat


Betapa ku mencoba


Jadi yang terbaik


Untuk dirimu


Oh mengapa


Tak bisa dirimu


Yang mencintaiku


Tulus dan apa adanya


Aku memang


Bukan manusia sempurna


Tapi ku layak di cinta


Karna ketulusan


Kini biarlah


Waktu yg jawab semua


Tanya hati ku


Tanpa pernah melihat


Betapa ku mencoba


Jadi yg terbaik


Untuk dirimu


Oh mengapa


Tak bisa dirimu


Yang mencintaiku


Tulus dan apa adanya


Aku memang


Bukan manusia sempurna


Tapi ku layak di cinta


Karna ketulusan


Kini biarlah waktu yg jawab semua


Oooh...


Oh mengapa


Tak bisa dirimu


Yang mencintaiku


Tulus dan apa adanya


Aku memang


Bukan manusia sempurna


Tapi ku layak dicinta


'Karna ketulusan


Kini biarlah


Waktu yang jawab semua


Waktu yang jawab semua


Tanya hatiku.


" Yeeeeeeeeeeeee " sorak Aurell yang disambut oleh suara riuhan semua orang di tempat itu.


Hingga dirasa sudah cukup malam akhirnya Raka menghentikan pestanya. Aydan memasuki kamarnya dan langsung membersihkan diri lagi karena dia sudah berkeringat, saat keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sepinggangnya dia langsung berniat untuk mengganti bajunya disana, namun saat dia hendak membuka handuknya.


" Kakakkkkk!!!!!!!!! " teriak Aurel yang ternyata ada disitu sedari tadi. " Kakak ngapain ganti baju disitu ihhh!!! Sono ke kamar mandi !! "


Aydan langsung bergegas ke kamar mandi dengan masih menggunakan handuk yang hampir merosotnya itu. Saat keluar ia terus menggerutu dan mendumel sendiri. Dia menghampiri Aurel yang sedang tertidur dibawah selimutnya dan langsung duduk di samping adiknya itu.


" Kamu ngapaian disini dek? ini kan kamar kakak " tanya Aydan dengan nada kesalnya.


Aurel langsung menyembulkan kepalanya dan menatap Aydan dengan kesal. " Kakak sudah menodai mataku ihhh!!! "


" Lah lagian ngapain kamu tiba-tiba masuk sini dek ini kan kamarku " jawab Aydan dengan mengerutkan keningnya.


" Ahhh apapun itu, pokoknya malam ini adek mau bobo disini " ucap Aurel.


" Dihhhh.. Nggak!! Kamar kamu emang kenapa sih dek?. Yaudah kalo kamu gamau tidur dikamarmu mendingan kakak yang tidur disana " ucap Aydan lalu bangkit dari kasur dan hendak melangkah namun suara Aurel menghentikan langkahnya itu.


" Eh eh kakak tidur disini aja bareng adek.. " ucap Aurel.


" Yaampun dek kita ini sodara gaboleh macem-macem " canda Aydan.


" Ishhhh pede banget ni orang, lagian ya kak aku mau bobok disini juga gara-gara kakak " ketus Aurel.


" Lahh maksudnya paan sih dek, perasaan kakak ga ngomong apa-apa dah " jawab Aydan yang dibuat bingung oleh pernyataan sang adik satu-satunya itu.


" Yehhh aki-aki dasar!!. Kan kakak tadi siang nakut-nakutin adek katanya ada yang bakal dateng ke adek " ucap Aurel dengan nada pelannya.


" Hahahaha dasar bocah!! Mana ada begituan dek, dah ah sono balik lagi ke kamarmu. Kaka capek banget mau istirahat ini kamu ga liat tadi kakak abis jadi tukang sate? " usir Aydan


" Ahhh gamauu kakak ihhh " rengek Aurel dengan mata yang berkaca-kaca, ini adalah cara terampuh Aurel agar kakaknya bisa mengizinkannya.


" Shittt!!! Senjatanya!! " umpat Aydan " Baiklah kau boleh tidur disini, kakak akan tidur di sofa malam ini "


Aydan mengambil selomut yang ada di lemari dan berjalan menuju sofa.


Tak lama Aurel sudah memejamkan matanya namun Aydan enggan untuk tidur ia melihat adiknya yang sudah tertidur pulas di atas kasur, dia menghampirinya dan mengelus lembut rambut adiknya itu.


" Semua orang dilahirkan tidak sempurna. Namun, menurutku, engkau sudah terlahir sempurna sebagai seorang adik. Tetaplah bahagia sayang " Aydan mengecup singkat kening adiknya dan kembali ke sofa untuk tertidur.


Pagi hari Aurel mengerjapkan matanya, dia tersenyum saat melihat kakak tersayangnya itu tertidur pulas di sofa. Wajahnya yang tampan itu membuat semua wanita terpana tak terkecuali Aurel sang adik, walaupun setiap hari dia melihat wajah kakaknya itu dia selalu mengakui bahwa kakaknya memang sangat tampan.


Lalu Aurel kembali ke kamarnya untuk membersihkan badan.


Pukul 7 pagi semua keluarga sudah ada di meja makan termasuk Bagas yang memang semalam menginap di rumah Raka.


" Kak bagaimana? " ucap Raka pada Aydan. Aydan mengernyitkan dahinya saat mendengar pertanyaan yang tiba-tiba dilontarkan sang daddy.


" Bagaimana apanya Dad? " ucap Aydan


" Apa adikmu mengganggumu semalam? " ucap Raka


" Tidak " jawab Aydan dengan singkat


" Emang apa yang kalian lakukan kak dek? " tanya Zahra yang sedari tadi tidak mengerti tentang pembahasan sang suami dengan anak sulungnya itu.


" Lia semalem tidur bareng ay mom " jawab Aydan. Zahra langsung melihat Aurel dengan tatapan penuh selidiknya.


" Kamar kamu kenapa dek? " tanya Zahra pada Aurel


" Ga apa-apa mom, cuma adek takut tidur sendirian jadinya adek tidur ama kak ay aja " jawab Aurel dengab santai.


" Adekkkk!!!! Kau ini perempuan!!! Walaupun kalian emang sodara tapi gabaik tidur berduaan gitu!!. Aduh yaampun punya anak cewek begini amettt... Kamu juga yang, bukannya larang kek anaknya tidur berduaann!!! " teriak Zahra.


Pagi itu di awali dengan omelan-omelan mommy karena mendengar Aurel dan Aydan tidur bersama. Dan itupun membuat Raka meminta maaf beribu-ribu kali karena istrinya itu memarahinya bahkan mengancamnya agar tidak tidur bersamanya selama 1minggu.


°°°°°°°


Seminggu berlalu begitu cepat, besok Aydan dan Aurel akan terbang ke luar negeri untuk meneruskan pendidikannya. Malam ini mereka sedang bermanja-manja dengan orangtuanya, Aurel sedang bersandar di bahu Raka sedangkan Aydan sedang tertidur dipangkuan Zahra mereka bilang ingin memuaskan harinya dengan orangtua mereka karena besok akan pergi dari tempat kelahirannya.


" Dad? " ucap Aurel


" Ya? " jawab Raka sambil menyimpan ponselnya dan memeluk erat tubuh putrinya itu.


" Kenapa Dad selalu membawa pekerjaan kantor ke dalam rumah? apa sepenting itu kantor untuk daddy? " tanya Aurel.


" Daddy orang paling berpengaruh di kantor. Daddy pun sudah mendapatkan amanah dari kakekmu untuk membangunkan perusahaan ini agar lebih maju. Jadi kantor bisa dibilang sangat penting untuk daddy karena daddy tidak mau lalai dalam menjaga amanah kakek " jawab Raka.


" Apa kantor lebih penting dari keluarga dad? " ucap Aurel.


Raka mengernyitkan dahinya saat mendengar pertanyaan dari sang anak itu. " Apa maksud kamu dek? tentu saja keluarga yang lebih penting untuk daddy "


" Daddy ingat? 4 tahun yang lalu daddy selalu pulang sore hari dengan alasan agar bisa bermain denganku dan kak Ay, tapi sekarang daddy bahkan selalu pulang malam saat aku dan kak Ay sudah tertidur. Kami bertemu daddy hanya saat sedang sarapan itupun hanya beberapa menit karena daddy harus ke kantor dan kami harus ke sekolah.. Dadd,, rasanya adek rindu masa itu " ucap Aurel dengan mata yang berkaca-kaca. Raka merasakan sesak saat mendengar itu, dia merasa bersalah karena telah lama mengabaikan keluarganya itu.


" Maaf sayang " lirih Raka sambil mengelus rambut panjang Aurel.


Aurel menggeleng dan tersenyum " Ga apa-apa dad.. adek ngerti itu cuma adek emang mau ngomong ini dari dulu tapi ini waktu yang tepat buat adek "


" Baiklah dad janji tidak akan mengulanginya lagi " ucap Raka.


" Besok aku dan kak Ay akan pergi dari rumah ini. Aku harap daddy bisa menjaga Mommy dengan baik lagi, karena aku tau mommy selalu kesepian saat kami ke sekolah dan daddy ke kantor " ucap Aurel yang membuat Zahta membelalakkan matanya. bagaimana dia tau kalo aku kesepian, pikir Zahra.


" Dad janji akan menjaga mom dengan lebih baik lagi "


Keesokkan harinya Raka dan Zahra mengantar kedua anaknya ke bandara. Aurel terus menggandeng tangan mommy nya karena ini adalah pertama kalinya Aurel akan berpisah dengan keluarganya dalam waktu yang cukup lama.


" Mommm " rengek Aurel.


" Heyyy kamu kenapa dek.. Ini kan udah keputusan kamu dari jauh-jauh hari " ucap Zahra yang mengerti arti dari rengekan sang putri.


" Eummm mom,, adek pasti bakal kangen ama mommy "


" Cih dasar lebay kamu dek " canda Bagas yang juga ikut mengantar temannya ke bandara.


" Kakk Tian, aku pastikan kakak akan merindukanku nanti " dengus Aurel.


" Percaya diri sekali anda nona " canda Bagas.


" Ouhh tentu saja karena kau memang tidak memiliki lagi wanita yang baik dan cantik separipurna ini selain aku " ucap Aurel dengan percaya dirinya. " Dan kau pasti akan menangis di setiap malamnya karena terlalu merindukanku " sambungnya dengan memperaktekkan ketika Tian menangis.


" Jangan terlalu pede kamu dek.. Senjata makan tuan baru tau rasa " ucap Bagas


* Aku pasti akan merindukanmu dek.. Selalu * batinnya.


" Udah-udah kalian ini ya kalo ketemu itu gapernahhhhhh akur.. Jangan ribut wae nanti jadi cinta baru tau rasa dah " ucap Raka


* Emang udah cinta dad hahahaha * batin Bagas.


" Hihhhh mana mau aku ama cowok dingin keak kak Tian " ucap Aurell


" Liat aja nanti dek " gumam Bagas yang tidak sengaja di dengar oleh Aurel


* Apa maksudmu kak? * batin Aurel.


Pesawat jet yang akan Aydan dan Aurel tumpangi akhirnya sampai di bandara, mereka langsung pamit dan masuk ke pesawat.