
Seminggu berlalu..
Pagi ini Aurel ingin memberikan kejutan untuk Bagas, dia pergi menjemput Bagas di bandara dengan di temani supir nya.
20 menit menunggu akhirnya pesawat dari Surabaya menuju Jakarta pun mendarat. Terlihat banyak orang sedang menunggu di pintu keluar bandara dengan membawa papan nama di tangannya. Berbeda dengan Aurel, karena ia ingin memberikan kejutan pada Bagas maka dia tidak membawa papan nama. Dia hanya bisa mencari dengan matanya sendiri dan di bantu oleh satu supirnya.
"Itu dia" Aurel tersenyum dan berlari kecil menuju Bagas namun langkahnya terhenti saat ia melihat ada seorang perempuan yang menggandeng tangan Bagas dengan senyuman riang.
Aurel hanya mematung seraya melihat suaminya yang sedang berjalan bersama Aji dan wanita yang tidak ia kenal.
"Gas, Bini lo itu" Bisik Aji saat melihat Aurel yang tak jauh darinya.
Bagas mencari keberadaan Aurel. Setelah melihatnya ia tersenyum menghampiri Aurel dan melepaskan genggaman tangan Dea di tangannya.
"Sayang" Ucap Bagas saat sudah di hadapan Aurel.
Aurel hanya diam saja seraya memandangi Dea yang perlahan menghampiri Bagas. Ketika Dea akan menggenggam tangan Bagas, dengan cepat Aurel memeluk Bagas.
"Dia suamiku!" Ucap Aurel dengan nada dinginnya.
Deg!!
Jantung Dea berdegup sangat kencang. Dia tidak mengetahui jika Bagas sudah menikah, dan istrinya sangat cantik.
"Su-suami?" Ucap Dea terbata-bata.
"Iya suami! Dia suamiku. Kamu siapa!!" Ketus Aurel dengan penuh penekanan. Mood nya sedang tidak baik entah kenapa mungkin karena ia sedang mengandung.
Bagas melepaskan pelukkannya dan merangkul bahu Aurel.
"Dea kenalin ini istri kakak namanya Aurel. Dan sayang, kenalin ini Dea adik kelas ku saat di kampung" Ucap Bagas.
"Aku mau pulang sekarang!!" Tegas Aurel.
"Iya sayang ayo. Ayo Dea" Ajak Bagas.
Aurel memelototkan matanya kearah Bagas.
"Aku mau pulang berdua sama kamu!!" Ucap Aurel yang membuat Bagas mengernyitkan dahinya.
Dia kenapa?, Batin Bagas.
"Denger ga!!" Ucap Aurel.
"Iya sayang. Aji lo anterin Dea ke rumah gue ya" Ucap Bagas.
"Iya siap" Jawab Aji dengan lesu.
Bagas segera meraih tangan Aurel dan menggenggamnya. Mereka langsung memasuki mobil Bagas.
"Sayang kamu kenapa hemm?" Ucap Bagas saat melihat Aurel yang masih mengerucutkan bibirnya.
"Gapapa!" Jawab Aurel dengan singkat.
Bagas yang belum mengenakan seatbelt nya pun langsung mendekat ke arah Aurel dan merengkuh tubuhnya.
"Aku kangen sama kamu, jangan marah-marah dulu ya" Lirih Bagas.
"Udah ah lepas, aku mau makan es krim!!" Ucap Aurel seraya melepaskan pelukkan Bagas.
Bagas tersenyum dan mengelus puncak kepala Aurel.
"Jangan marah-marah muli sayang, nanti tambah cantik kamu" Ucap Bagas.
Selama di perjalanan Aurel hanya diam saja dan menjawab seperlunya jika Bagas melontarkan pertanyaan. Sampai mereka tiba di sebuah Mall yang jaraknya cukup jauh dari bandara.
Mereka berjalan memasuki Mall dan langsung menuju toko yang menjual es krim kesukaan Aurel. Tanpa aba-aba Aurel langsung memesan 5cup es krim yang membuat Bagas semakin bingung.
Aurel tidak menjawab pertanyaan Bagas, dia memilih untuk memakan es krimnya dengan lahap. Dalam hitungan menit saja es krim dihadapannya sudah habis. Walaupun Bagas sudah melarang Aurel untuk tidak memakan es krim terlalu banyak namun Aurel malah memarahinya dan akhirnya Bagas lah yang kalah.
***
"Ayahhh!!!" Vyan berlari menghampiri mobil yang terparkir di bagasi, dia sudah tau mobil siapa yang ia lihat itu.
"Heyyy boy, gimana kabarmu?" Tanya Bagas dengan memeluk dan mencium wajah Vyan. Sudah beberapa bulan ini Vyan tidak pernah menolak ciuman yang di berikan Bagas.
"Baik Ayah, gimana dengan ayah?" Ucap Vyan.
"Ayah juga baik sayang. Ayo masuk, itu Bundamu aneh lagi" bisik Bagas.
"Kenapa Yah?" Tanya Vyan.
"Ayah juga tidak tau" Jawab Bagas.
Setelah menyapa semua penghuni rumah termasuk Neli, Bagas segera menyusul Aurel ke kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya dan melihat Aurel sedang memainkan ponselnya dengan bersandar di sandaran kasur. Di atas kasurnya sudah tersedia baju ganti untuk Bagas.
"Sayang" Ucap Bagas seraya menghampiri Aurel. Saat akan memeluknya Aurel segera mencegah.
"Mandi dulu sana!" Ucap Aurel.
Bagas tidak banyak berkomentar, ia langsung meraih handuk dan memasuki kamar mandi. Setelah menyelesaikan ritual mandinya ia segera keluar dari kamar mandi dan memakai baju di hadapan Aurel. Menurut mereka itu adalah hal yang biasa, sudah tidak ada kata malu untuk mereka berdua.
"Sayang aku ngantuk, boleh kah aku tidur?" Ucap Bagas seraya merebahkan kepalanya di paha Aurel dan menghadap perut Aurel.
"Tidurlah" Ucap Aurel seraya mengelus-elus rambut belakang Bagas.
Sentuhan lembut tangan Aurel membuat Bagas dengan cepat menyusul dunia mimpi. Tak lama terdengar suara ponsel Bagas yang berdering di atas nakas. Aurel segera meraihnya dan melihat siapa yang menelpon suaminya itu.
"Dea?, wanita tadi kan?" Lirih Aurel ketika melihat nama Dea terpampang di layar ponsel Bagas.
Aurel langsung menggeser tombol hijau.
Panggilan telefon.
Aurel : Hallo, ada apa ya?
Dea : Ah, ini pasti ka Aurel. Maaf kak aku ganggu waktu kakak.
Aurel : Katakan ada apa?
Dea : Emm anu kak, kak Bagas ada? Aku mau bicara sama kak Bagas.
Aurel : Suamiku lagi tidur dan gabisa diganggu. Bicarakan padaku nanti aku sampaikan pada Suamiku.
Dea : Ah engga kak, kalo gitu makasih kak.
Dea langsung memutuskan sambungan telefonnya.
Aurel membuka beberapa pesan yang pernah di kirimkan Dea pada Bagas beberapa hari ini. Terlihat pesan yang dikirim oleh Dea merupakan sebuah perhatian mulai dari, sudah makan belum? Sudah tidur belum? Jangan lupa istirahat, jangan sampai sakit, dan masih banyak lagi.
Tanpa pikir panjang, Aurel langsung memblokir nomor Dea di ponsel Bagas karena menurutnya sikap Dea pada Bagas sangat berlebihan jika untuk seorang teman.
Aurel menyimpan ponsel Bagas kembali dan mengelus perutnya. Ia teringat jika saat ini ia sedang mengandung, besok adalah hari ulangtahun Bagas, dia akan memberikan kado terspesial untuk suaminya itu.
"Tumbuh sehat ya baby" Lirih Aurel seraya mengelus perutnya.
"Baby!?" Ucap Bagas dengan suara serak yang membuat Aurel terkejut.
"Iya baby besarku" Ucap Aurel seraya mengelus lembut pipi Bagas untuk menyembunyikan keterkejuttannya.
_______________
Jangan lupa keharusannya ya😂