Twins'

Twins'
46



" Bi Ira maaf tolong ambilin kotak p3k sama air hangat ya Bi " titah Bagas pada Bi Ira saat sudah mendudukkan Aurel di sofa.


" Baik Den "


" Kamu tuh ya kalo kata aku jangan keluar ya jangan. Nakal banget jadi istri "


" Kalo kata saya diem, diem ya.. Hahahah " Aurel malah meledek perkataan Bagas dengan 'akang gendang' yang sedang viral sekarang.


Bagas ikut tertawa dan mengusap rambut Aurel


" Dasar ibu-ibu medsos "


" Aku belum jadi Ibu Bay "


" Otw sayang "


" Aamiin "


Saat tengah berbincang, terlihat Bi Ira sudah datang dan membawakan kotak p3k di tangannya. Bagas langsung mengambil dan tak lupa mengucapkan terimakasihnya pada Bi Ira. Walaupun sekarang Bi Ira adalah pelayan, tapi dulu Bi Ira adalah teman bahkan sahabat baik ibunya.


" Perih gak? " Ucap Bagas saat ia tengah membersihkan luka Aurel dengan air hangat. Padahal luka Aurel yang diobati tapi Bagas yang bergidig linu nya.


" Hahaha engga lah, masa iya cuma lecet doang perih sih "


" Tapi ini lumayan banyak sayang. Lagian kamu itu ya ishhh, greget aku.. Kalo suami bilang jangan ya jangan atuh. Ini peringatan kecil buat kamu biar ka— "


Ucapannya terpotong saat Aurel mengecup bibir Bagas tiba-tiba.


" Kamu kayak ibu-ibu kurang uang bulanan Bay.. Nyerocos terus ga berenti-berenti hahahah "


" Udah berani ya sekarang hemmm " Bagas mengelitiki Aurel hingga Aurel tertawa dengan keras.


" Hahahah ampunn Bayy hahaha "


" Gaada kata ampun buat kamu " Bagas masih terus menggelitiki Aurel hingga membuat seluruh pelayan melihat mereka dengan tatapan takjub.


Setelah puas, Bagas menghentikan candaannya dan memeluk Aurel.


" Ini salah satu kenikmatan menikah sayang.. Bebas melakukan apapun "


Aurel mengangguk di dalam pelukkan Bagas. Tak lama terdengar suara adzan asar.


" Sholat yuk " ajak Bagas yang di anggukki Aurel.


Setelah Aurel membersihkan diri, mereka langsung melaksanakan sholat asar. Dan setelah selesai, mereka memutuskan untuk berkeliling di komplek perumahannya.


Walaupun baru 1 hari mereka tinggal di komplek itu, tetapi sudah banyak warga yang mengenalnya.


" Assalamualaikum Bu Rumi " ucap Aurel saat melihat Bu Rumi(salah satu tetangganya) sedang menyuapi anaknya di depan rumahnya.


" Waalaikumsallam nak Aurel.. Yaallah cantiknya " Bu Rumi sangat kagum pada kecantikkan Aurel saat mengenakan hijab, karena memang Bu Rumi lah yang menjadi contoh untuk Aurel berpakaian muslim.


" Alhamdulillah makasih Bu, uuuhhh lucu banget ini dedeknya ya "


" Makasih tante " jawab Bu Rumi dengan memperagakan suara anak kecil.


" Berapa tahun Bu "


" Baru genap 2 tahun Nak "


" 2 tahun tapi udah besar ya badannya "


Tidak lama berbincang dengan Bu Rumi, mereka memutuskan untuk melanjutkan jalan-jalan sore nya lagi. Selama perjalanan Aurel tidak pernah melepaskan genggaman tangannya pada tangan Bagas, dia merasa beruntung karena memiliki suami yang super duper perhatian walaupun kadang berlebihan tapi itu tidak menimbulkan beban untuknya.


" Oiya Bay, kak Ay 2 bulan lagi mau nikah "


" Ah iyakah?? Sama Neli ? "


" Iya sama Neli.. Aku percaya ga percaya deh kalo kak Ay bisa nikah sama Neli "


" Kenapa? "


" Secara kamu tau sendiri kan Bay gimana kak Ay, dia punya gadis kecilnya di masa lalu. Tapi aku penasaran gadis beruntung mana yang pernah di cintai kak Ay "


Gadis yang menghancurkan kebahagiaanmu dulu sayang, batin Bagas.


" Kamu kenapa diem mulu sih Bay? Kamu capek? Yauda ayok pulang "


" Enggak sayang, kita mau kemana lagi ini? "


" Pulang aja yuk, kayaknya udah mau maghrib juga "


" Okeee "


Setelah sampai di rumahnya mereka langsung menuju kamar untuk merebahkan tubuhnya sejenak.


Trttt trtt trtt


Ponsel Aurel berdering dan menampilkan nama Rere dia layarnya.


Panggilan telefon..


Aurel : Assalamualaikum Re, kenapa?


Rere : Waalaikumsallam.. Rel pliss bantuin guee hiksss


Aurel : Lo kenapa Re.. Ngomong yang bener, pelan-pelan aja


Rere : Rel hikss.. hikss


Aurel : Yaampun Re,, tenang duluu..


Aurel sangat panik saat mendengar tangisan Rere yang benar-benar memilukan.. Saat itu Bagas masuk ke kamarnya dan melihat wajah khawatir sang istri, ia langsung bertanya mengapa dengan bahasa tubuhnya dan di balas dengan gelengan kepala Aurel.


Rere : Rel gue mau di jodohin hikss..


Aurel : Yaampun Re kirain gue kenapa, baguslah berati lo gausah capek-capek nyari jodoh


Rere : Aurel!!!! Huaaa!!! Gue gamau di jodohinnn!!!!


Aurel semakin khawatir saat mendengar tangisan Rere yang semakin kencang.


Aurel : Aduh aduh udah dong jangan nangis lagi, tunggu bentar sekarang gue otw kesitu. Lo dirumah kan?


Rere : Iya Rel


Aurel : Yauda tunggu sebentar


Aurel langsung mematikan sambungan telefonnya.


" Kemana sayang? Ini udah mau maghrib loh "


" Ini darurat Bay.. Rere dalam bahaya "


" Dalam bahaya gimana maksudnya? " Bagas mengerutkan keningnya.


" Ah gabisa di jelasin sekarang, mending anter aku dulu yuu, atau kamu mau aku naik taxi aja? "


" Enggak! Yaudah ayok "


Aurel dan Bagas langsung menuju rumah Rere yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi mereka. Mereka menghabiskan waktu 30 menit untuk sampai di rumah Rere.


Setelah sampai, Aurel langsung di persilahkan masuk oleb penjaga di luar gerbang karena memang mereka sudah mengenal Aurel dengan baik. Saat masuk pekarangan rumah, mereka bertemu dengan kedua orangtua Rere.


" Assalamualaikum Om Tante " Ucap Aurel dan Bagas yang kemudian mencium punggung tangan mereka.


" Waalaikumsallam, eh Aurel ya? " Ucap Tante Lira.


" Iya Tan.. Rere nya ada Tan? "


" Ada Nak, dari tadi pagi dia ga keluar kamar.. Makan pun enggak, tante khawatir banget sama kondisinya.. Apa tante bisa meminta bantuanmu? "


" Tentu tan.. Aku sama kak Tian boleh langsung ke kamarnya? "


" Iya ayok silahkan Nak "


Tante Lira langsung membawa Aurel dan Bagas menuju kamar Rere.


Tok


Tok


Tok


" Sayang, ini ada Aurel "


Tidak ada sautan dari Rere, mungkin dia masih kecewa saat mendengar dia akan dijodohkan oleh kedua orangtuanya.


" Tante biar kita aja yang panggilin "


" Baiklah.. Tante ke bawah dulu Nak "


" Iya Tan "


Setelah Tante Lira pergi, Bagas pun memutuskan untuk turun karena tidak mau menganggu perbincangan Aurel dan sahabatnya itu.


" Rere, ini gue Aurel.. Bukain pintunya napa, pegel ini yaampun "


Benar saja dugaan Aurel, setelah mendengar hanya ada suara Aurel, Rere langsung membuka pintunya dan menarik tangan Aurel untuk masuk ke dalam kamarnya.


" Aurel hiksss... " Rere kembali menangis dan memeluk Aurel dengan erat.


" Yaampun lo kenapa sih Re "


" Gue mau di jodohin Rel hiks.. Gue gamau.. "


" Di jodohin sama siapa? terus kenapa lo gamau? "


" Gue ga cinta sama cowok itu Rel, gue mau nikah sama cowok yang gue cinta bukan dia!!.. "


" Iya siapa "


" Farhan, sepupu lo hiksssss... "


" Lah lah maksudnya gimana ini??? "


" Orangtuanya sama orangtua gue mau jodohin kita, gatau apa alesannya Rel hikss "


" Aduhh gue bingung ini.. Emm mending diomongin baik-baik dulu sama orangtua lo, siapa tau mereka bisa ngertiin kan "


" Gue udah ngomong secara baik-baik bahkan sampe gue emosi pun mereka tetep mau gue nikah sama Farhan, gue gamau Rel hiksss "


" Farhan orangnya baik kok.. Dia emang suka main wanita, tapi itu dulu. Sekarang udah enggak "


" Bukan gitu Aurel huaaa!!!!!! "


" Aduh aduh, iya iya gue minta maaf Rere.. Nanti gue coba bujuk Om Riko biar batalin perjodohan ini "


" Hiksss Aurell.. Gimana kalo gue emang harus tetep nikah sama dia "


" Ya terima nasib Re! "


" Aurel huaa!!!!! "


Aduh ni mulut nyerocosnya gatau tempat, batin Aurel.


" Enggak maksud gue.. Ah, mending sekarang lo makan dulu, siapa tau kalo makan tiba-tiba orangtua lo berubah pikiran ye kan "


" Aurel jangan becanda hiks!! "


" Gue ga becanda Re, sekarang lo makan dulu nih " Aurel memberi satu suapan makanan yang tadi diberikan Tante Lira.


Tidak dapat dipungkiri, mau semarah apapun Rere dia tetap tidak bisa melewatkan makannya. Jadi Rere menerima suapan dari Aurel dengan tangis yang masih berlanjut.


" Udah napa Re jangan nangis mulu, ini bisa-bisa nasinya jadi ada kuahnya "


" Rell.. "


" Iyaiya maaf.. Tuh liat ingus nya keluar "


" Rell... "


" Iyaiya maaf.. Idung lo kayak idung squidword "


" Rel!!! "


" Heheh iyaiya maaf "


_____________________________


Buat Rere + Farhan aku bikin beda cerita ya, karena akan banyak skandal nya.. Biar cerita ini bisa lebih fokus sama Aydan & Aurel..


______________________________


Jangan lupa Like comment an Vote♥️