
" Itu taakan terjadi, kakak yang menjamin keselamatan Rangga. Dan sepertinya kita harus mengganti identitas Rangga untuk menutupi dirinya dari pandangan keluarga Permana " ucap Aydan.
" Ide bagus kak.. Besok kita urus semuanya okeee " ucap Aurel sambil membuat huruf O di ibu jari dan jari telunjuknya
" Sekarang aku udah ngantuk mau bubu " sambungnya lalu meninggalkan Aydan begitu saja.
" Dasar anak itu " guman Aydan sambil menggelengkan kepalanya.
Pagi harinya Aurel mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya, tumben sekali sepagi ini jendela sudah terbuka. Dia melihat ke sampingnya dan tidak menemukan Rangga.
" Ranggga!!!! " teriak Aurel mencari Rangga.
Rangga berlari dengan kencang ke kamar Aurel saat mendengar suara teriakkan.
" Ada apa bunda? bunda baik-baik aja kan? " ucap Rangga dengan wajah yang sangat panik.
" Rangga, kamu darimana sayang? " ucap Aurel sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya.
" Aku dari dapur bunda " ucap Rangga.
" Syukurlah bunda kira kamu pergi " lirih Aurel.
" Tidak akan bunda, aku tidak akan pergi " jawab Rangga sambil tersenyum manis.
" Kamu sudah mandi? " tanya Aurel. Rangga menganggukkan kepalanya.
" Sepagi ini? " tanya Aurel lagi.
" Iya bunda badan Rangga lengket banget jadi Rangga mandi aja " jawab Rangga.
" Sudahlah, kau tunggu sebentar dikamar bunda akan mandi dulu habis itu kita makan diluar ya " ucap Aurel yang diangguki oleh Rangga.
°°°°°°°
Tak terasa sudah 5 bulan Rangga tinggal bersama Aurel, dan sekarang identitasnya pun sudah diganti. Dia diberi nama Vyan Andrena.
Selama 5 bulan imi Vyan hanya berdiam diri di apartement dengan sebuah laptop yang di berikan Aurel dan akan keluar jika bersama dengan Aydan dan Aurel. Dan selama 5 bulan itu pun Aurel merasakan menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.
°°°°°°
Di kediaman Raka
Saat ini usia kandungan Zahra menginjak 7 bulan. Beberpa bulan ini dia dibuat pusing oleh Raka karena sikapnya yang manja padanya, di kehamilan keduanya ini malah Raka yang mengalami gejala ngidam layaknya seorang ibu hamil.
Seperti hal nya pagi ini Raka sedang merajuk karena saat dia membuka matanya dia tidak menemukan Zahra di sampingnya dan itu membuat Raka berteriak memanggil Zahra dari dalam kamar.
" Mommyyyyyy !!! " teriak Raka di dalam kamar yang membuat Zahra yang sedang menyiapkan makanan menghela nafas panjang karena memang pintu kamar tidak ditutup oleh Zahra. Dan itu membuat Bagas tertawa karena menurutnya hal itu sangat lucu.
" Gabisa apa sehariiii aja daddy mu itu tidak teriak-teriak. Lama-lama mommy sumpel juga dah mulutnya " gerutu Zahra pada Bagas.
" Samperin Mom nanti malah ngamuk tuh si daddy hahaha " canda Bagas.
" Mommyyyyyyy !!!! " teriak Raka lagi.
" Tuh mom panggilan alam dari tadi. Kalo ga disamperin bisa-bisa rumah ini beku mom hahahah " Bagas tertawa saat mendengar teriakan Raka lagi.
Dengan langkah yang malas Zahra menghampiri Raka di kamarnya, dilihatnya Raka sedang duduk dipinggir kasur sambil mengerucutkan bibirnya.
Zahra menghela nafas nya dan memulai ancang-ancang agar tidak terbawa emosi oleh suaminya itu.
" Ada apa sih mas? " tanya Zahra yang berdiri di hadapan Raka.
" Kenapa kau pergi? " ketus Raka sambil menatap Zahra.
" Yaampun mas, aku lagi nyiapin sarapan buat kamu. Kan kamu yang ngomong sama aku kalo kamu mau berangkat pagi karena ada meeting. Kamu jangan gini mulu dong, ada Bagas di bawah kamu ga malu emang mas? Setiap hari kayak gini kayak anak kecilll wae " omel Zahra yang membuat Raka semakin megerucutkan bibirnya.
Raka berjalan ke kamar mandi tanpa menghiraukan istrinya itu. Zahra dengan setia menunggunya di dalam kamar sambil memainkan ponselnya.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka, terlihat Raka dengan wajah yang masih samanya keluar dari pimtu kamar mandi itu. Tanpa bicara sepatah katapun dia langsung memakai baju kantor yang sudah di siapkan Zahra. Saat Zahra akan memakaikan dasi tapi dengan cepat Raka menghindarinya dan membuat Zahra menggelengkan kepalanya sambil menahan tawanya. Lalu Zahra meninggalkan Raka dikamarnya sendirian karena niatnya ingin membuat Raka semskin kesal.
* Dasar istri ga berperasaan. Suaminya lagi marah gini malah di tinggal! * batin Raka.
Setelah selesai mengurus tubuhnya, Raka menuruni tangga dan langsung duduk di meja makan. Bagas yang melihat itupun menjadi bingung karena yang dia ketahui mommy nya itu sudah menghampiri Raka.
Selesai makan Raka langsung berangkat ke kantornya tanpa pamit pada Zahra.
* Cih yang hamil siapa yang mood an siapa hufftt * batin Zahra.
" Kau kenapa bos? " ucap Diki.
" Istriku sangat menyebalkan hari ini " ucap Raka masih dengan posisinya.
" Ceritalah padaku boss " ucap Diki.
Raka menceritakan ceritanya tadi pagi dan membuat Diki kesal. * Bukan dia yang menyebalkan bos, tapi dirimuuuuuuuu * teriak Diki didalam hatinya.
" Menyebalkan bukan? " ucap Raka.
Diki terdiam, ia bingung harus menjawab apa karena ia tau jika sedikitpun ia salah pengucapan, bos nya itu akan marah besar karena sekarang perasaannya sangat tidak stabil.
" Mengapa kau diam heyyy!!! " ucap Raka dengan meninggikan 1 oktaf suaranya.
" Ehh?.. Tentu saja menyebalkan boss aku pun jika di posisi itu akan marah " jawab Diki
* Maksudku jika aku berada diposisi istrimu ya boss * batin Diki.
" Boss meeting sudah akan dimulai, semua karyawan sudah menunggu di ruang meeting " ucap Diki mengalihkan pembicaraan.
Raka menghembuskan nafasnya dan langsung menangguk.
Setelah 1 jam Raka memimpin meeting hari ini akhirnya dia selesai dengan tugasnya. Dengan segera dia memasuki ruangannya karena rasanya dia sangat mengantuk. Saat berada di ruangannya dia langsung masuk kedalam kamar yang memang dia siapkan disana. Raka membuka pintunya dengan lemas lalu
GREPP
Seseorang memeluknya dan membuat Raka terkejut apalagi saat melihat siapa orang itu. Raka menatap wanita yang ada di depannya lalu meninggalkan wanita itu begitu saja. Raka langsung membaringkan tubuhnya dan menutupinya dengan selimut.
" Daddyy " ucap Zahra sambil memegang pundak Raka. Ya wanita itu adalah Zahra.
Raka tidak menjawabnya malah menyamankan posisi tidurnya itu. Merasa dicueki akhirnya Zahra memulai rencananya untuk membuat Raka tidak merajuk lagi.
Zahra ikut merebahkan tubuhnya dan masuk ke dalam selimut, ia memeluk Raka dari belakang dan mengelus dada, perut dan bawahnya lagi 😂. Raka dengan segala tenaganya menahan nafsunya saat ini, dia langsung melepaskan pelukan Zahra namun Zahra nyatanya tidak menyerah sama sekali akan hal ini.
Dengan cepat dia membalikkan badan Raka dan langsung ******* bibirnya, tangan Zahra sudah bergerilya tak tentu arah bahkan memegang junior suaminya, dan hal itu membuat Raka bergairah. Raka membalikkan tubuhnya dan saat ini dia berada tepat di atas Zahra.
" Cihh ternyata kau masih membutuhkanku bukan? " ucap Zahra. Namun Raka tidak menghiraukannya dia masih saja menikmati bibir ranum istrinya itu. Namun saat Raka akan melancarkan aksinya, Zahra menghentikannya.
" Kenapa lagi? cepatlah aku sudah tidak tahan " ucap Raka dengan suara beratnya.
" Aku akan memberikannya dengan satu syarat " ucap Zahra.
" Apapun itu, cepatlah katakan " jawab Raka yang sudah mulai kesal pada Zahra.
" Kau harus meminta maaf padaku " ucap Zahra.
Raka mengernyitkan dahinya " Untuk apa? " jawabnya.
" Untuk sikap-sikap mu yang selama ini selalu membuatku pusing, sikap-sikap mu yang manja padaku dan sik_ " ucapan Zahra di sela oleh Raka.
" Baiklah maafkan aku karena selama ini aku menyebalkan, akupun tidak tau mengapa aku bisa begini. Yang terpenting sekarang aku harus menangkan juniorku " dengan cepat Raka memulai aksinya.
" Cih kau memang pintar mencari alasan Tuan! " cetus Zahra.
Siang hari diruangan itu terdengar suara-suara yang dihasilkan Raka dan Zahra. Setelah menuntaskan hasratnya, Raka membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaianmya. Dia melihat Zahra yang sudah tertidur pulas dengan tidak memakai sehelai benangpun.
" Terimakasih sayang " bisik Raka lalu kemudian mengecup kening dan perut Zahra.
Saat jam makan siang Zahra tetap belum membuka matanya, hal itu membuat Raka terpaksa harus membangunkan Zahra karena istrinya itu harus makan siang.
" Sayang " bisik Raka.
" Emhhhh " lenguh Zahra.
" Bangun yuk, kita makan siang kamu sudah terlalu lama tidur sayang " ucap Raka sambil membantu Zahra duduk di kasur.
Zahra mengangguk dan langsung memasuki kamar mandi tanpa menutupi tubuhnya yang polos, karena itu sudah biasa ia lakukan di hadapan suami yang menemaninya selama 20 tahun ini.
Setelah beberapa menit akhirnya Zahra keluar dari kamar mandi dan memakai baju yang berbeda, mereka langsung menuju restoran di depan kantor ArsenWorld Group.
Saat sedang menyantap makanan mereka dikejutkan dengan suara seorang wanita
" Raka? " ucap wanita itu.
Zahra menoleh ke sumber suara dan melihat siapa wanita yang memanggil suaminya itu, dia terkejut saat melihatnya " Kau!!! "