Twins'

Twins'
9.



" Cih ayah " Aurel berdecih saat mendengar ucapan Vyan memanggil Ayah pada Bagas, namun di hatinya ia merasa nyaman dan senang dengan panggilan itu entah apa yang terjadi.


" Sirik aja kamu dek " ketus Bagas " Sayang apa kamu mau jalan-jalan bersama ayah? " ucap Bagas pada Vyan.


" Vyan ingin ayah, tapi itu kalau bunda mengizinkan " ucap Vyan dengan antusias karena pasalnya sudah 1 tahun ke belakang dia tidak pernah berjalan-jalan.


" Bunda mu pasti akan mengizinkan sayang selama itu dengan ayah, ya kan bun? " ucap Bagas pada Aurel yang membuat Aurel bergidig geli mendengar Bagas memanggilnya bunda.


" Kak Tiann apaan sihh kenapa ngikutin Vyan manggil bunda ishhhh gaenak tauu " ucap Aurel yang membuat semuanya tertawa.


" Kalian emang pantesnya nikah dek " ucap Aydan yang baru saja selesai berolahraga.


" Ishhh punya kakak gaada adab emang, dateng-dateng tuh ya assalamualaikum kek ini mah malah ngomong gitu. Lagian nih ya kak sekalipun harus nikah juga pastinya kakak dulu lah kakak kan lebih tua dari aku " ucap Aurel.


" Kita cuma beda 5menit dek, inget itu!! " kesal Aydan yang selalu dibilang tua oleh Aurel.


" Udah-udah sekarang mendingan kalian cepat pergi , kasian Vyan kayaknya dia mau jalan-jalan " ucap Zahra.


" Hufttt baiklah " ucap Aurel pasrah.


" Bunda mengizinkan?? " tanya Vyan dengan wajah bahagianya.


" Tentu saja sayang, selama itu membuatmu senang. Mari kita berganti pakaian " ucap Aurel yang langsung dianggukki Vyan. Aurel dan Vyan memasuki kamar dan berganti pakaian, Aurel berganti pakaian di ruang ganti yang ada dikamar itu sedangkan Vyan mengganti pakaian di kamar mandi.


" Bundaa you're so beautiful " ucap Vyan yang takjub akan kecantikkan Aurel walaupun tidak di polesi make up.


" Sudah pintar menggoda ya hemmm " ucap Aurel sambil mencubit hidung Vyan " Are you ready boy? " sambungnya yang sedang merapikan baju Vyan.


" Yess bun, gooooo " jawab Vyan yang langsung berlari keluar kamar dan langsung menuruni tangga dia bertemu dengan Bagas di ruang tv.


" Sayang jangan lari gitu kamu bisa jatuh nanti " ucap Bagas dengan wajah paniknya saat melihat Vyan berlari dengan cepat menuruni tangga.


" Hehehe sorry ayah, Vyan udah ga sabar mau jalan-jalan sama ayah dan bunda " jawabnya yang langsung memeluk Bagas. " Ayah kau sangat tampan " sambungnya sambil menatap Bagas.


" Tentu saja karena ayah adalah ayah kamu, lihatlah kamupun tampan " jawab Bagas.


" Vyan beruntung banget punya Bunda cantik dan ayah Tampan, kalian memang pasangan yang serasi " ucap Vyan sambil mengacungkan 2 jempol di kedua tangannya.


" Semoga saja " bisik Bagas pada Vyan.


" Apa yang kalian bicarakan? " ucap Aurel yang baru turun dari kamarnya. Hari ini dia menggunakan dress selutut berwarna peach dengan flatshoes yang berwarna senada.


" Tidak ada bunda, bunda sudah selesai? " ucap Vyan yang diangguki oleh Aurel.


Mereka pergi ke Mall untuk membeli beberapa peralatan sekolah Vyan karena Vyan sudah menyetujui untuk sekolah.


" Ini udah selesai bun kita mau kemana lagi " ucap Bagas pada Aurel.


" Kakakkk pliss ya aku itu bukan bunda nya kakak " jawab Aurel dengan kesal.


" Tapi Vyan senang jika ayah memanggil seperti itu bun " ucap Vyan dengan polosnya dan membuat Aurel mebelalakkan matanya.


" Sudahlah tidak usah bertengkar, Vyan apa kau mau pergi ke tempat bermain? " ucap Bagas pada Vyan.


" Tidak ayah, aku bukan anak kecil lagi. Aku ingin pergi ke taman dan memakan gulali " jawab Vyan.


" Baiklah let's go boyy " ucap Bagas yang langsung menarik tangan Vyan meninggalkan Aurel di belakangnya.


Dengan cepat Aurel mencekal tangan Vyan dan itu membuat langkah keduanya terhenti.


" Ada apa sihh? " ucap Bagas.


" Ini anakku, kenapa kakak membawanya " ketus Aurel.


" Heiii dia juga anakku, aku ayahnya tau " jawab Bagas yang sama tak mau kalah.


" Aku bunda nya!!! " ucap Aurel.


" Bunda Ayah udah dong jangan berantem terus nanti diliatin orang-orang kan malu " ucap Vyan yang bingung mengapa setiap pertemuan keduanya selalu saja berdebat. Akhirnya Vyan memegang tangan kanan Bagas dan tangan kiri Aurel di kedua tangannya " Yuk berangkat " sambungnya.


Aurel hanya bisa pasrah saat Vyan menarik tangannya. Saat akan keluar dari Mall tanpa sengaja Bagas melihat Maheer dengan seorang wanita yang ia merasa bahwa ia sangat mengenalnya, namun sayangnya wanita itu memakai masker.


Saat Aurel akan melihat ke arah Maheer, dengan cepat Bagas memeluknya dan langsung membalikkan tubuh Aurel membelakangi Maheer. Bagas melihat Maheer dengan mata penuh amarahnya.


" Ishhhhhh kakakk apaan sihhh " ucap Aurel sambil melepaskan pelukkan Bagas. " Ada apa sih kak, kenapa tiba-tiba meluk. Malu aku tuh ini banyak orang yaampun kakkkk " sambungnya sambil menggerutu.


* Kak Tian kenapa jadi berubah drastis gini sih, ada apa sebenarnya * batin Aurel yang celingukkan mencari alasan berubahnya mood Bagas namun dia tak menemukan apapun.


" Bundaaa ayooo " teriak Vyan yang ternyata sudah meninggalkan Aurel.


Di dalam mobil Bagas sama sekali tidak berbicara bahkan saat ditanyapun dia hanya menjawab seperlunya. Sampai mereka tiba di taman tepatnya berada tak jauh dari kota tempat tinggal mereka.


Aurel dan Bagas duduk di kursi taman sedangkan Vyan bermain sepeda yang sudah Bagas sewa.


" Kak " ucap Aurel.


" Hemm " jawab Bagas yang tak melepaskan pandangannya dari ponsel yang ia genggam, itu membuat Aurel merasa dirinya sangat tidak penting untuk Bagas. Aurel mengambil paksa ponsel Bagas dan langsung membuangnya layaknya seorang kekasih yang cemburu pada ponsel prianya. " Kenapa sih dek " ucap Bagas yang masih dengan wajah dinginnya.


" Kak Tiann kenapa sih nyuekin mulu adek, adek salah apa ama kak Tian? " kesal Aurel.


" Tidak ada, oiya kamu masih sama Maheer dek? " tanya Bagas.


* Kenapa tiba-tiba kak Tian nanya gitu, ini baru pertama kalinya dia mau tau hubungan aku sama Maheer * batin Aurel yang terus menatap Bagas.


" Dekkk?? sehat kan? " ucap Bagas sambil melambaikan tangannya di hadapan Aurel.


" Sehat lah, emang kenapa sih kak tiba-tiba nanyain tentang Maheer? " ucap Aurel.


" Ya pengen nanya aja emang gaboleh?. Lagian tinggal jawab juga susah banget dek " ucap Bagas sambil memalingkan wajahnya.


" Hihh, iya aku masih sama Maheer kak. Aku mah setia orang nya ga ganti-ganti pasangan " ucap Aurel.


Bagas hanya mengangguk lalu diam lagi, tadi saat Bagas memainkan ponselnya ternyata dia memerintahkan salah satu pengawal yang di berikan Raka untuk mencari informasi Maheer.


" Ayahh " ucap Vyan yang tiba-tiba saja ada di hadapan Bagas sambil membawa ponsel Bagas yang sudah mati.


" Vyan nemu ponsel ayah disana, tapi ini sudah mati Ayah " Vyan menunjuk ke arah ia menemukan ponselnya.


" Gapapa sayang lagian kalau udah mati mau di apain lagi " jawab Bagas sambil memangku Vyan layaknya seorang Ayah sungguhan.


" Terus kalau ayah ada keperluan gimana? " tanya Vyan.


" Ayah tinggal minta bunda buat beliin lagi " canda Bagas.


" Kok bunda sih yah, kan harusnya yang ngasih uang itu ayah ke bunda " ucap Vyan yang membuat Aurel tertawa.


" Kan ponsel ayah mati gara-gara bunda " ucap Bagas.


" Iyakah bun? " tanya Vyan pada Aurel.


" Bunda ga sengaja sayang, nanti bunda ganti " ucap Aurel.


" Tidak bisa seperti itu bunda. Laki-laki itu tidak boleh meminta apapun pada seorang wanita kecuali cintanya " ucap Vyan yang membuat Aurel dan Bagas membelalakkan matanya.


" Vyannn kamu tau dari siapa tentang itu? " tanya Aurel.


" Kak Ay yang ngasih tau bun " jawabnya.


* Benar-benar kakak gaada akhlak * batin Aurel.


" Berhubung bunda mu gaakan ngasih cinta ke ayah, jadi ayah minta ponsel aja " ucap Bagas yang membuat Aurel semakin pusing.


" Kenapa bunda gamau ngasih cinta bunda buat ayah? " ucap Vyan.


" Karena masih ada ha_ " ucapan Bagas terpotong saat Aurel langsung menyelanya.


" Karena belum waktunya sayang " ucap Aurel dengan cepat yang membuat Bagas tersenyum.


Saat menyadari ucapannya Aurel langsung merutuki kebodohannya itu * Aduhh gila kali ya gue, ngapain ngomong gitu coba. Ini lagi ngapa sih mulut lemes banget dah!! * batin Aurel sambil memukul pelan kepalanya.


Bagas menghentikan tangan Aurel yang sedang memukul kepalanya " Jangan menyakiti bagian yang sering ku sentuh, itu milikku. Selamanya " bisik Bagas pada Aurel dan dia langsung mengajak Vyan untuk pulang.


Aurel masih mencerna kata-kata Bagas * Miliknya? Hah apa yang dia maksud?? Ishhhh lama-lama bisa gila kalo deket kak Tian * batin Aurel.


Lamunannya terhenti saat suara teriakkan Bagas sampai di telinganya " Dekk kau mau jadi hantu taman??? " teriak Bagas yang membuat Aurel langsung berlari ke arahnya.


---------------------------------------------------------------------------------


Bantu like and comments guys:(.....