Twins'

Twins'
33



Zahra menggenggam tangan Aurel dan menatapnya dengan dalam.


" Kak berjanjilah pada Mom jika kau akan menjadi istri yang berbakti pada Tian kelak " ucapnya.


Aurel mengernyitkan dahinya karena merasa aneh pada Mommy nya.


" Mommy, Lia akan mencoba menjadi istri yang baik untuknya. Mommy ssering membicarakan hal ini, ada apa dengan Mom? " ucap Aurel.


" Mommy hanya ingin melihat anak-anak Mom bahagia begitupun Tian. Walaupun Tian tidak sedarah dengan Mom tapi Mom menganggapnya sama seperti kalian. Jadi Mom ingin yang terbaik untuk kalian semua termasuk Tian " ucap Zahra.


" Tentu saja Mom " ucap Aurel.


Zahra langsung memeluknya dan menitikan air mata yang membuat punggung Aurel sedikit basah.


" Mommy kenapa menangis? " ucap Aurel.


" Rasanya baru saja Mom menjemputmu setelah selesai kuliah, tapi beberapa hari lagi bahkan Mommy yang akan melepaskanmu " ucap Zahra.


" Mommy, Lia akan selalu berada di dekat Mom " ucap Aurel.


" Tidak sayang. Setelah kau menikah kau akan pergi bersama Tian, dan tidak tinggal dirumah ini lagi " ucap Zahra setelah melepaskan pelukkannya.


" Apa yang Mom maksud? Mommy tidak ingin Lia lebih lama lagi tinggal dengan Mommy? " ucap Aurel.


" Apa yang kamu katakan sayang, tentu saja Mommy ingin bersamamu. Bahkan sampai Mommy menghembuskan nafas terakhir. Tapi kamu juga harus mengikuti perintah suamimu karena setelah menikah surgamu ada pada suamimu nak " ucap Zahra dengan lembut.


----------


----------


Waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa sekarang adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Aurel dan Bagas.


Hari dimana mereka akan melangsungkan pernikahannya, memulai kehidupan bersama dengan orang yang dicintainya.


Acara tersebut berlangsung di gedung yang tidak terlalu besar karena tidak mengadakan resepsi.


Yang hadirpun hanya keluarga besar Arsenio, Rere sahabat Aurel yang sengaja diundang 3 hari yang lalu dan juga Neli dan keluarnganya yang tak lupa hadir.


Di salah satu kamar terlihat Aurel sedang memperhatikan dirinya sendiri di hadapan cermin dan di temani oleh Rere.


" Kau sangat cantik Rel " ucap Rere.


" Sebenarnya aku ingin berbicara itu juga, namun aku takut dicap sebagai perempuan yang punya rasa percaya diri yang sangat tinggi " jawab Aurel yang mengundang gelak tawa yang lain.


" Tidak apa, karena perempuan sepertimu memang pantas memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena memang kau terlihat sempurna dari segi manapun. Aku yakin lelaki ******** itu akan menyesal karena telah menduakanmu " geram Rere yang mengingat saat Aurel menceritakan bagaimana kejadian saat itu.


" Haihh sudahlah. Justru aku harus berterimakasih padanya. Jika dia tidak meninggalkanku pasti saat ini aku tidak akan menjadi pengantinnya kak Tian " ucap Aurel.


Dia memang belum sepenuhnya melupakan Maheer tapi dia sudah berusaha keras untuk menghilangkan ingatan tentang kenangannya itu.


" Kau sama seperti bidadari bahkan malaikat Rel " ucap Rere.


" Aku sempurna karena memiliki keluarga yang harmonis dan sahabat yang baik sepertimu " ucap Aurel.


Tok


Tok


Tok


" Kau sudah selesai? Semuanya sudah menunggumu di bawah " ucap Aydan dengan berjalan menghampiri Aurel.


" Oh benarkah? Huhh rasanya aku sangat gugup " ucap Aurel.


" Baru kali ini aku melihatmu segugup ini " canda Aydan.


" Ayolah kak, ini bukan untuk main-main. Ini pernikahan, satu kali seumur hidupku " ucap Aurel.


" Sudahlah, mari turun " ucap Aydan dengan menyodorkan tangannya di hadapan Aurel.


Aurel menyambut uluran tangan itu dan langsung berdiri dengan tegap.


" Rileks, Tian tidak akan memakanmu saat ini juga " ledek Aydan yang melihat wajah Aurel yang terlihat gugup.


" Pikiranmu kak! " ucap Aurel.


Sedangkan di lantai bawah terlihat seluruh keluarga sedang menunggu kedatangan Aurel. Penghulu pun sudah bersiap di hadapan Bagas.


Tak lama terlihat Aurel yang tengah menuruni tangga dengan di bantu oleh Rere dan Aydan. Gaun putih tertutup yang menjulai panjang ke bawah dan riasannya membuat wajah cantik Aurel semakin terlihat.


Semua orang menatapnya dengan tatapan takjub, dan terlihat Vyan yang diam-diam memotret sang bunda.


Bunda sangat cantik dan mempesona tidak hanya paras saja, hatinya pun begitu baik. Tuhan, jika boleh meminta aku tidak ingin berpisah dengan Bunda sampai kapanpun, batin Vyan yang tak terasa ia meneteskan air matanya namun dengan segerap ia menepisnya.


Bagas terus saja memandangi Aurel yang perlahan-lahan menuruni anak tangga. Raka yang melihat itupun tersenyum dengan menggelengkan kepalanya. Dia menyenggol lengan Bagas dan membuat Bagas menoleh kearah Raka dan tersenyum kikuk.


" Tidak usah dipandangi terus. Setelah ini dia milikmu dan tidak ada yang bisa merebutnya darimu " bisik Raka pada Bagas yang membuat Bagas tersenyum.


Setelah Aurel sampai di dekat Bagas dengan cepat Bagas membantunya untuk duduk dengan perlahan.


" Apa anda sudah siap? " tanya sang penghulu lalu dianggukki oleh Bagas.


Raka mengulurkan tangannya dan langsung dibalas dengan uluran tangan Bagas.


" Saudara Bagas Septian Nugraha binti Erik Saputra Nugraha saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Aurellia Zhafira Putri Arsenio binti Raka Putra Arsenio dengan mas kawin seperangangkat alat sholat dan satu set berlian dibayar tunai " ucap Raka.


" Saya terima nikah dan kawinnya Aurellia Zhafira Putri Arsenio binti Raka Putra Arsenio dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " ucap Bagas dengan satu kali tarikan nafasnya.


" Bagaimana para saksi? Sah? " ucap penghulu.


" Sahhh " jawab semua orang.


Zahra menatap putrinya yang saat ini sudah resmi menjadi istri orang lain dengan tatapan harunya.


Berbahagialah sayang, batin Zahra dengan tetesan air matanya.


Setelah ijab qobul selesai, sang penghulu memimpin doa agar rumah tangganya menjadi sakinah mawadah dan warahmah. Saat selesai berdoa, Aurel menarik tangan Bagas dan mencium punggung tangannya. Dan Bagas membalasnya dengan kecupan lembut di kening Aurel.


________________


Vote nya guys:(


Maaf Typho masih bertebaran dimana-mana.


Aku usahai buat up setiap harinya:')