
Untuk yang kedua kali matanya terbelalak saat melihat penampilan Bagas di dalam ruangan itu.
"SURPRISE!!!!" teriak semua orang yang berada di dalam ruangan.
"Apa-apaan ini!" geram Aurel.
Bagas mendekati Aurel dengan membawa buket bunga di tangannya "Happy birthday Bundanya Vyan dan Vano" ucap Bagas.
Aurel masih mengerutkan keningnya, ia menatap sekeliling ruangan dengan wajah bingung. Tiba-tiba Vyan yang membawa Vano di gendongannya menghampiri Aurel dengan senyum manisnya.
"Happy birthday Bunda" ucap Vyan.
"Abang, Vano" lirih Aurel.
Aurel kembali menatap Bagas. Sekarang ia tahu apa alasan Bagas berubah akhir-akhir ini. Aurel mendekati Bagas dan langsung memeluknya erat "Terimakasih karena telah membuatku hampir gila" bisik Aurel.
"Hahaha terimakasih juga telah menyebutku gila" jawab Bagas dengan tawa renyahnya.
Aurel melepaskan pelukkannya dan menatap Bagas dengan tajam "Aku benci Mas!" tegas Aurel yang langsung berlari dari ruangan itu. Bagas kalang kabut mendengar ucapan Aurel begitupun semua orang yang berada didalam sana. Dengan kecepatan tinggi Bagas menyusul Aurel. Ia berhasil menangkap Aurel di depan rumah yang gelap gulita.
"Sayang maafin Mas. Ini semua ide Aydan" ucap Bagas dengan nada sendu.
Aurel menatap tajam Bagas, mendekatkan wajahnya ke wajah Bagas. Diluar dugaan, ternyata Aurel berjinjit dan mendekatkan bibirnya dengan bibir Bagas "Terimakasih atas semua ini. Dan terimakasih karena sudah membuktikan jika Mas tidak benar-benar selingkuh" ucap Aurel lalu kembali mengatupkan bibirnya.
Bagas tersenyum kecil lalu memeluk pinggang Aurel agar lebih mendekat kearahnya. Alhasil mereka saling menautkan bibirnya agak lama. Sampai pada suara seseorang yang menghentikan aksi mereka.
"Ehhhh enak ya berduaan disini. Gak tau apa disana orang-orang lagi pada khawatir" siapa lagi yang menganggu jika bukan Aydan.
Aurel menatap Aydan dengan tajam "Siapa yang membuat ide segila ini!" ketus Aurel.
"Kakak lah, kenapa? gasuka? yaudah sana pulang" usir Aydan.
Aurel mendekati Aydan lalu bersiap untuk memukulnya namun dengan cepat Aydan memegang tangan Aurel dan memeluknya.
"Happy birthday Aurellia Zhahira Putri" bisik Aydan.
Aurel membalas pelukan Aydan dengan erat "Happy birthday juga Aydan Zayyan Putra Arsenio" bisik Aurel.
Setelah drama yang panjang akhirnya Bagas, Aurel dan Aydan kembali ke ruangan dimana telah banyak orang yang menunggu kehadirannya. Semua orang bertepuk tangan dengan senyum mengembang saat melihat Aurel yang menggandeng tangan Bagas. Aurel melihat Bi Ira, Mang Tanu dan Cesa yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
"Mang Tanu?" kening Aurel kembali berkerut.
"Hehe Aden yang nyuruh Non. Amang ngikutin aja" kekeh Mang Tanu.
"Abang juga?" kali ini Aurel menatap Vyan yang berada disisinya.
"Kak Ay yang maksa Bund" ucap Vyan sambil menunjuk Aydan yang membuat Aydan berdecak kesal.
"Kalian itu benar-benar ya" geram Aurel.
Terlihat seseorang mendorong meja berbentuk persegi yang diatasnya terdapat kue ulang tahun bertuliskan 'Selamat bertambah umur sayang❤️'. Aurel tidak memfokuskan matanya pada kue ulang tahun melainkan pada orang yang membawanya.
"Ini semua ide Bapak Bu, jadi mohon jangan marahi saya. Jika tidak dituruti bisa-bisa saya dipecat" ucap Aji seraya menampilkan deretan giginya.
"Terimakasih karena sudah berhasil membuatku panik. Aktingmu benar-benar totalitas" ucap Aurel.
"Hehehe sama-sama Bu" jawab Aji seraya mengusap tengkuk lehernya.
Bagas menyuruh Aurel untuk meniup lilinnya. Acaranya berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan apapun. Sampai pada acara yang ditunggu-tunggu. Bagas mendekati panggung dan meraih mic.
Aydan dan Aurel saling pandang. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Bagas. Aydan bergelut dengan pikirannya. Setau dia didalam list susunan acara tidak ada hal semacam ini yang tertulis disana. Walaupun terlihat masih bingung mereka berdua tetap mengikuti perintah Bagas.
"Di depan kursi kalian ada tisu, jika kalian tidak sanggup kalian bisa mengangkat kedua tangan kalian" ucap Bagas yang mengundang tawa para hadirin.
Bagas turun dari panggung dan berdiri di belakang Aurel. Begitupun dengan Neli yang sudah stay di belakang Aydan. Tak lama lampu ruangan mati dan layar dihadapannya menampilkan cahaya yang terang. Ternyata Bagas menyiapkan beberapa video untuk dipertontonkan Aurel dan Aydan di hari ulangtahunnya ini.
Video pertama yang dipertontonkan ialah video Oma dan Opanya yang berada jauh disana.
'Hallo cucuk Oma dan Opa yang kami sayangi. Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you.. Selamat ulang tahun untuk kalian berdua, selamat bertambah umur. Semoga kalian menjadi keluarga yang saling menyayangi. Semoga rumah tangga kalian tetap tentram dan tidak ada halangan apapun untuk menuju surga bersama. Hanya ini yang bisa kami sampaikan, maaf karena kami tidak bisa hadir diacara ulang tahun kalian. Tapi hati kami akan tetap sampai disana. Tiada yang lebih baik dari doa kami untuk kalian, dengan ini kami akhiri ucapan yang singkat dan padat ini. Sekali lagi selamat ulang tahun sayang'
Aurel dan Aydan tersenyum senang saat melihat video yang dikirim Oma dan Opanya. Video kedua dikirim oleh Farhan dan kedua orangtuanya.
Yang pertama Farhan yang menguasai videonya.
'Yeeee!!! selamat ulangtahun sikembar beda sifat.. Semoga panjang umur dan dapat menua bersama.. Maaf karena sepupu kalian yang tampan ini tidak bisa hadir disana, tapi tetap hatiku untuk kalian. Saranghae' Farhan mengakhiri videonya dengan memberikan finger heart.
Dilanjutkan dengan Riko dan Vita yang memberikan selamat padanya.
'Haiii duoA. Selamat ulang tahun dan selamat bertambah umur. Seiring berjalannya waktu kalian semakin dewasa. Semoga kalian tetap menjadi anak yang berbakti untuk Daddy kalian. Jangan lupa untuk terus berdoa agar Mommy Zahra tenang dialam sana. Kami mencintai kalian' singkat padat jelas tetapi membuat air mata Aurel meleleh.
Layar berubah menjadi hitam sejenak lalu kembali menyala dan menunjukkan beberapa foto dan video pertumbuhan Aydan dan Aurel. Diatasnya bertuliskan 'For My Dear Children' seketika itu juga air mata keduanya terjatuh. Apalagi saat melihat wajah bahagia Zahra saat melihat mereka bisa bersepeda dengan lancar. Hingga muncullah wajah Raka di layar.
'Hallo sayang, ini Daddy. Selamat ulang tahun untuk kalian. Terimakasih karena telah hadir di kehidupan kami, dan terlahir sebagai anak kami. Daddy akan menyertakan doa disetiap langkah kalian. Yang paling penting sekarang adalah kesehatan kalian. Daddy ingin kalian tetap sehat. Dan kalian bisa menjaga diri kalian baik-baik. Sekali lagi selamat ulang tahun sayang. Daddy mencintai kalian. Semangat'
Kemudian layar memunculkan wajah Amel yang sedang menggunakan seragam sekolahnya.
'Hallo kak Ay, hallo kak Lia. Happy birthday. Terimakasih karena sudah menjadi kakak-kakak yang baik untuk Amel. Semoga seterusnya kakak selalu seperti itu. Jangan pernah melupakan Amel disini. Amel mencintai kalian. Kak Ay dan Kak Lia tidak usah khawatir lagi, sekarang aku sudah besar. Aku sudah mengerti tentang kepergian Mommy. Aku tidak akan meminta Momny untuk kembali seperti terakhir kali saat aku sakit. Disini Daddy merawatku dengan sangat baik. Daddy memberikanku kasih sayang yang sama seperti Mommy. Jadi Amel harap kalian tidak lagi mengkhawatirkan Amel. I Love You.. Muachhh'
Aydan dan Aurel bangkit dari kursinya karena berpikir video ulang tahunnya sudah selesai. Dan memang hanya mereka orang terdekat Aydan dan Aurel. Namun Neli dan Bagas menghentikan keduanya dan menyuruh mereka untuk tetap duduk.
Sampai pada layar yang kembali menyala menampilkan wajah pucat Zahra yang mengenakan pakaian rumah sakit. Ini tidak bisa ditahan lagi! air mata keduanya sudah kembali membasahi pipi. Diawal video Zahra tidak berbicara, hanya menampilkan senyum manisnya. Sampai pada menit ke 3 Zahra mulai membuka suaranya.
'Haii kakak, ini Mommy....
.... lanjutannya di chapter selanjutnya hehe:).
.
.
.
.
.
.
.
Bts thx yang udah mengkritik novel ini. Aku terima kritikan kalian, dan aku anggap itu penyemangat agar lebih baik lagi dalam menulis.. Untuk yang kecewa pada Author, Author benar-benar minta maaf ya.. So, jalan hidup seseorang itu beda-beda. Dan takdir orang di novel ini sudah ditentukan oleh....
AUTHOR hhe:v
Mohon kerjasama untuk kedepannya ❤️