Twins'

Twins'
66



Setelah menyelesaikan mandinya, Aisyah menghampiri Bu Sari yang sedang menonton tv di kamarnya.


"Bu" Ucap Ais.


"Kenapa neng?" Ucap Bu Sari.


"Teteh yang cantik tadi siapa Bu?" Ucap Ais.


"Namanya Aurel, aa kamu ga sengaja ketemu dia di taman.." Bu Sari menceritakan kejadian awal saat Bara tidak sengaja bertemu dengan Aurel, dan cerita yang Aurel ceritakan tentang suaminya itu.


"Yaallah Bu kasian banget. Apa gitu resikonya nikah Bu?" Ucap Ais.


"Namanya sebuah pernikahan pasti ada aja masalahnya. Boro-boro pernikahan, pacaran juga kan pasti ada masalahnya kan neng" Ucap Bu Sari.


"Iya juga Bu. Jadi si Teteh teh bakal ikut kita ke kampung?" Ucap Ais.


"Iya neng, yah anggap weh kita lagi bersedekah" Ucap Bu Sari.


"Ibu juga seneng kalo ada neng Aurel teh, apalagi dia lagi ngandung neng. Ibu teh udah lama mau gendong cucu, aa kamu nya ga nikah-nikah padahal udah kolot dia teh" Sambung Bu Sari.


"Apa jangan-jangan si aa teh gasuka perempuan Bu?" Kekeh Ais.


"Sembarangan kamu neng. Kitu-kitu juga kalo di liat-liat mah aa kamu teh normal, cuma emang belum nemu yang pas weh" Ucap Bu Sari.


"Tapi kalo Ais nikah duluan gimana Bu?" Ucap Ais.


"Nihh ku Ibu bogem neng!!" Ucap Bu Sari seraya menunjukkan kepalan tangannya.


"Hahaha ya engga atuh Bu. Lagian Ais kan mau selesain cita-cita Ais dulu" Ucap Ais.


*****


Bagas yang sedang merenung seketika mengingat bahwa dirinya memasang cctv tepat di depan masing-masing kamar yang ada dirumah itu. Dengan cepat Bagas meraih laptopnya dan mengecek sambungan cctv. Dia melihat awal pertengkaran antara Aurel dan Dea, rahangnya mengeras saat melihat Dea mendorong Aurel di bagian perutnya hingga membuat Aurel terjatuh.


"Ahhhh!!!! Aku tidak bisa mempercayakan cctv!!" Pekik Bagas dia langsung keluar kamarnya dan mencari Bi Ira.


Setelah bertemu dengan Bi Ira di dapur, ia mengajak Bi Ira duduk di kursi meja makan.


"Bi, sebenernya gimana kejadian awal pas Lia bertengkar dengan Dea?" Tanya Bagas.


"I--itu anu Den,, emm Non Lia bilang jangan pernah nyeritain semuanya" Ucap Bi Ira dengan gugup.


"Gapapa Bi ceritain aja. Bagas ga bakal tau kalau bibi ga cerita" Ucap Bagas.


Bi Ira yang sempat berpikir sejenak akhirnya membuka suara, toh ini demi kebaikkan Bagas dan Aurel juga kan.


"Sebenernya,,,,,


Flashback On


Ketika Aurel sedang melahap makan siangnya sendiri, Dea tiba-tiba menghampiri Aurel dan duduk di hadapannya dengan wajah yang tanpa dosa. Aurel melirik Dea sejenak lalu kembali melanjutkan makannya.


"Kak Aurel mau denger ga cerita awal mula aku ketemu sama Kak Bagas?" Ucap Dea.


Aurel melirik Dea dan menunjukkan smirk nya.


"Dulu waktu aku masih kelas 2 sd, aku hampir di culik sama musuhnya Bapak. Aku diikat di rumah kosong belakang sekolah, mulutku di perban. Entah dari mana Kak Bagas dateng dengan dua temannya, dia membuka ikatan di tanganku dan membawaku pergi tanpa ketahuan penculiknya. Sejak saat itu Bapak mempercayakan Kak Bagas untuk menjagaku. Kak Bagas menjagaku hampir 3 tahun. Aku dengan Ayah Erik juga udah akrab banget" Ucap Dea.


Aurel meneguk habis minuman di hadapannya setelah menyelesaikan makannya.


"Terus gue harus bilang apa?" Ucap Aurel.


"Kak Bagas berenti jaga aku saat aku kelas 6 dan dia masuk SMA, karena dia harus melanjutkan sekolahnya disini. Aku sendirian lagi, gaada temen. Sampai saat itu, saat Bapak masuk ke rumah sakit aku ga sengaja bertemu kak Bagas di restoran. Ku kira dia sudah lupa, tapi nyatanya engga. Dia masih mengingatku. Sesaat sebelum Bapak meninggal Bapak pesen kalo kak Bagas harus menjagaku seperti dulu, bahkan Bapak bilang jika bisa kak Bagas menikahiku" Ucap Dea yang benar-benar membuat hati Aurel panas.


"Tapi saat kembali kesini nyatanya Kak Bagas sudah beristri heuh" Sambung Dea.


"Kalau begitu bukannya seharusnya lo bisa ngertiin perasaan istrinya?" Tanya Aurel.


"Sebenernya bisa, cuma ya gimana kalo namanya cinta" Ucap Dea dengan polosnya.


BRAKKKK


Aurel menggebrak meja makan membuat semua orang terkejut.


"Dasar gatau diri!!" Cecar Aurel.


"Siapa yang ga tau diri? Bukannya lo? Lo kan yang rebut dia dari gue" Jawab Dea.


"Merebutnya dari Lo? Apa Lo pernah milikin dia?" Sinis Aurel.


Aurel menghampiri Dea dan menarik kerah baju Dea.


"Lo gatau apa-apa tentang gue dan cowok yang lo liat itu. Seharusnya Lo tau diri, Lo di terima disini atas izin gue" Ucap Aurel.


Dea mendorong perut Aurel dengan keras hingga membuatnya tersungkur dan memegangi perutnya. Aurel menatap Dea dengan tajam, ia berdiri dan langsung menjambak Dea.


"Seharusnya lo yang di cap sebagai cewek murahan, lo kira gue ga liat waktu lo dengan gampangnya ciuman di depan rumah gue sama cowok hah!!!" Pekik Aurel.


"Wajar kalo gue gitu karena gue ga bersuami kayak lo. Bukannya lo lebih rendah daripada j****g??" Pekik Dea.


Aurel melepaskan tangannya di rambut Dea dan langsung menamparnya dengan keras hingga membuatnya tersungkur, namun naas nya saat itu Bagas datang dan melihat Aurel menampar Dea.


Flashback Off.


"Jadi Lia hanya membela dirinya?" Tanya Bagas.


"Iya den, non Lia hanya membela diri" Ucap Bi Ira.


"Jadi apa Ayah sudah mengerti apa yang pernah aku katakan dulu?" Ucap Vyan yang tiba-tiba datang.


"Abang" Ucap Bagas.


Vyan duduk di kursi yang berhadapan dengan. Ia mengusap-usap wajahnya seraya mendongakkan kepalanya.


"Apa yang akan Ayah lakukan?" Tanya Vyan tanpa menoleh ke arah Bagas.


"Ayah butuh bantuanmu Bang" Ucap Bagas.


Vyan membenarkan posisinya dan menatap Bagas.


"Apa?" Ucap Vyan.


"Bantu Ayah menjalankan perusahaan. Ayah akan fokus mencari Bunda" Ucap Bagas.


"Abang juga harus mencari Bunda" Ucap Vyan.


"Abang,, dengan cara itu Abang juga sudah berusaha. Ayah mohon Bang, Ayah percaya pada Abang" Ucap Bagas.


"Emmmm" Vyan mengangguk.


Rahangnya mengeras saat melihat Dea yang baru datang dan akan memasuki kamarnya. Vyan mendekat ke arah Dea. Saat Dea akan membuka kamarnya dengan cepat Vyan menutupnya kembali.


"Tempatmu bukan disini lagi. Pergi!!" Ketus Vyan.


"Apa maksudmu?" Ucap Dea.


"Pergi dari rumah ini!" Ucap Vyan.


Vyan masuk ke dalam kamar Dea dan mengeluarkan semua barang-barang Dea di dalam kamarnya.


"Kau tidak berhak mengusirku dari sini!!!" Teriak Dea.


"Kau bahkan tidak berhak ada dirumah ini!!" Ucap Vyan.


"Kau bukan anak kandung kak Bagas mengapa kau bersikap seolah Tuan rumah ini!!" Ucap Dea.


"Kau juga bukan siapa-siapa disini!!" Teriak Vyan.


"Vyan!!!!!" Teriak Dea.


"Jangan berteriak pada anakku Dea!!!!" Teriak Bagas yang membuay Dea tersentak.


_________________


Sesuai janji tadi, tapi cuma bisa up 2 part doang hari ini:(


Mianhae😟


______


Judulnya?:v


______________


ig: @lizazkh_02