Twins'

Twins'
2.



" Kakkk kita berangkat bulan agustus awal berarti kalo nunggu Mom 8bulan kita balik ke Indonya bulan Januari dong " ucap Aurel


" Ngapain pulang dek? " ucap Aydan dengan wajah tanpa dosanya


" Emang kakak gamau liat dede bayinya?. Aku sih mau ya kak, aku mau pulang sebulan sebelum Mom lahiran jadi aku bisa belanja kebutuhan buat baby juniorku "


Aydan hanya manggut-manggut saja.


" Kak kamu ikut Aydan aja ya ke LN " ucap Raka pada Bagas.


" Ngga dad gausah, ayah juga nawarin kakak buat lanjutin di LN cuma kakak gamau. Kakak mau kuliah pake uang kakak sendiri disini aja jangan jauh-jauh biar bisa nemenin ayah juga " jelas Bagas


" Ngapain nemenin ayahmu, dia udah ga muda lagi kak gabakal ada yang nyulik hahahah " canda Zahra


" Yehhh mom, kakak mah takut si ayahnya nyangkut ama janda kembang di sebelah rumah hahah.." jawab Bagas.


" Kembang apa tah kak? " ucap Aurel


" Kembang kambojaa "


" Yehh kek mis key aja kamboja mah hahaha " ucap Aurel dengan tawanya


" Dekkk nanti dateng loh ke kamar kamu. Soalnya kemaren kakak denger baru ada janda yang meninggal di komplek perumahan kita " ucap Aydan menakut-nakuti Aurel.


Aurel bergidig ngeri mendengat ucapan kakaknya dan langsung memeluk Zahra dengan erat. " Mommm ihhhh gamau ah " rengek Aurel


" Gamau apanya ai kamu " jawab Zahra sambil menahan tawanya.


" Gamauu momm.. Adek cuma becanda aja kok ga serius suer dah " ucap Aurel dengan wajah yang sudah memelas itu.


" Kamu gamau di datengin dek? " sambung Raka. Aurel menghadap Raka dan mengangguk cepat, lalu raka memberi isyarat agar Aurel mendekat padanya dan membisikkan sesuatu. Mereka hanya tersenyum membuat yang lainnya kebingungan, rencana apalagi yang mereka buat? pikir Aydan.


Tak lama pesanan mereka datang dan mereka memakannya dengan lahap tanpa ada suara sedikit pun karena Raka memang mengajarkan keluarganya untuk tidak berbicara ketika sedang makan. Setelah selesai menghabiskan itu semua mereka akhirnya pulang dan kembali berkumpul di rumah besar Raka.


" Oiya rencananya kami mau buat pesta buat kelulusan kalian malam ini. Apa kalian keberatan? " ucap Raka


" Adek mah terserah Mom and Dad aja asal adek bisa ngundang Rere ke rumah ini " ucao Aurel dengan mata terpejamnya karena dia sedang di posisi tertidur di pangkuan sang mommy dan merasakan sentuhan lembut pada rambutnya.


" Tentu saja boleh. Kalo kalian gimana kak? " ucap Raka pada 2 orang laki-laki yang sedang fokus memainkan game onlinenya. Tidak ada jawaban dari mereka hingga Raka merampas hp nya dan tentu saja itu membuat kedua laki-laki itu mendengus kesal.


" Daddy ihhhh sini ahh itu bentar lagi menang yaampunn " ucap Aydan.


" Daddd plisss balikin yaaa haduhh itu mah kalah lagi ama Aydan jadinya dad ah " keluh Bagas


" Kalian ini ya! Kalo orangtua lagi ngomong itu perhatiin dulu napa jangan maen gamee aja kerjaannya.. Daddy nanya daritadi ama kalian tapi kalian ga ada yang jawab sama sekali. Ga sopan itu namanya!! " ucap Raka dengan disertai nada sedikit tegasnya yang membuat Aydan dan Bagas menyesali perbuatannya.


" Sorry Dad.. I promise I will not repeat it again " ucap keduanya sambil menundukkan kepalanya.


" Pftttt " Aurel mencoba menahan tawanya dan membuat kedua kakaknya itu menatap dirinya dengan tatapan mengintimidasi namun dengan cepat Aurel membalikkan padannya kehadapan perut sang Mommy.


" Promise? " tanya Raka


" Yes Dad " jawab keduanya


" Baiklah Daddy kembalikan ponselnya tapi kalo kalian mengulanginya daddy tidak akan segan-segan mengambilnya lagi bahkan akan daddy pastikan kalian tidak akan bisa membeli ponsel baru lagi " ancam Raka sambil memberikan kedua ponsel itu pada pemiliknya.


" Baik Dad "


" Jadi gimana kalian setuju ga sama saran Daddy dengan pestanya "


" Ay setuju tapi gausah banyak-banyak lah dad yang datengnya "


" Baiklah tidak masalah, lagian dad hanya akan mengundang keluarga saja "


°°°°°°


Malam harinya sesuai perkataan Raka, mereka sedang mengadakan pesta malam untuk merayakan kelulusan ketiga anak itu. Aurel hanya menggunakan pakaian casualnya saja, baju pendek berwarna putih dipadukan dengan celana di atas lutut yang berwarna wardah, dia tidak memakai make up sedikitpun karena memang dia sudah cantik natural. Bulu matanya sudah lentik, halisnya sudah terbentuk dan bibirnya yang sudah berwarna merah ranum itu. Sedangkan Aydan ia memakai baju panjangnya dan celana selututnya dengan warna senada yaitu warna hitam yang membuat kulitnya nampak bersinar.


Maheer dan Rere datang bersamaan karena Aurel meminta Maheer untuk menjemput Rere. Berbeda dengan Aurel, justru Rere memakai dress tanpa lengan dan diatas lutus yang membuat dirinya terkesan sangat sexy malam ini. Aurel menyambut kedatangan mereka dengan ceria karena memang mereka lah yang ditunggu-tunggu olehnya.


" Hayyyyy " ucap Aurel pada Maheer dan Rere yang baru turun dari mobil.


Maheer mendekati Aurel dan langsung memeluknya namun Aurel dengan cepat melepaskan pelukkan itu karena dia takut jika orangtuanya melihat pasti dia akan di sidang 7 hari 7 malam hahaha...


" Why? " tanya Maheer


" Disini rumah orangtua ku.. aku takut mereka akan marah sama aku " jawab Aurel


" Baiklah-baiklah aku mengerti itu, oh iya bagaimana penampilan Rere malam ini? " tanya Maheer


" Sangat cantik " ucap Aurek dengan senyum termanisnya.


" Tentu harus cantik karena aku yang memilihkan style nya hahaha " ucao Maheer dengan tawa garingnya.


* Apa-apaan Maheer memilihkan baju yang kayak gitu?. Terlalu terbuka yaampunnn * batin Aurel


" Hayyy Ree " ucap Aurel pada Rere


" Hayy Rell, gimana kita ga telat kan? "


" Enggak sama sekali kok, yuk langsung ke belakang aja " ajak Aurel pada Rere. Kemudian mereka melangkahkan kakinya menuju taman belakang, tempat pestanya di lakukan.


" Malam om tante " ucap Rere dan Maheer pada orangtua Aurel


" Malam Rere Maheer " jawab Zahra dan Raka.


" Malam kak " sapa Rere pada Aydan dan Bagas yang sedang memanggang daging.


" Hemm " jawab keduanya membuat Zahra dan Raka menggelengkan kepalanya.


" Ga ngeleleh gitu dinginnya kak, kan depannya panas " canda Aurel dan mendapat tatapan tajam dari kedua kakaknya itu. Karena Aydan dan Bagas memang tidak suka jika Aurel mengatakannha dingin walau memang kenyataannya gitu.


Pestanya malam ini dimulai dengan makan malam bersama dihalaman belakang rumah Raka. Hingga tiba saat Bagas menyanyikan sebuah lagu dengan petikan gitarnya yang membuat semua orang memperhatikannya.


Dia menyanyikan lagu Dewa berjudul Pupus yang menurutnya sangat mewakili perasaannya saat ini ketika dia melihat Aurel sedang berdua dengan Maheer.


Aku tak mengerti apa yang kurasa


Rindu yang tak pernah begitu hebatnya


Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu


Meski kau takkan pernah tahu


Aku persembahkan hidupku untukmu


Telah kurelakan hatiku padamu


Namun kau masih bisu diam seribu bahasa


Dan hati kecilku bicara


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Kau buat remuk seluruh hatiku


Semoga waktu akan mengilhami


Semoga akan datang keajaiban


Hingga akhirnya kau pun mau


Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu


Meski kau takkan pernah tahu


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Kau buat remuk seluruh hatiku


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Kau buat remuk seluruh hatiku


Baru kusadari (uuh baru ku sadari)


Cintaku bertepuk sebelah tangan (bertepuk sebelah tangan)


Kau buat remuk seluruh hatiku


Seluruh hatiku


Bagas menyanyikan lagu itu dengan sesekali menatap Aurel yang sedang memperhatikannya.


" Sabarr kakk... Sebelum janur kuning melengkung tikung menikung masih di dukung hahaha " teriak Raka pada Bagas yang membuat semua orang tertawa tapi tidak dengan Aurel yang merasakan sesak di dadanya entah mengapa dia pun tak mengetahuinya.


* Siapa wanita yang diinginkan kak Bagas? Kenapa rasanya sakit banget waktu dia nyanyi lagu tadi.. Ishh apaan sih Aurell sadar dong lu kan udah ada Maheer * batin Aurel


" Dek Kak kalian duet dong, sumbangin suara merdu kalian jangan di kerem mulu napa " ucap Zahra pada Aydan dan Aurell.


" Males Mom " ucap keduanya.


" Ini perintah dari adek kalian lohh " bisik Zahra yang langsung membuat Aydan dan Aurel mengangguk pasrah. Mereka sejenak berdiskusi lagu apa yang akan dinyanyikannya, lalu satu lagu muncul di benak Aurel dan lansung di setujui oleh Aydan karena dia pun mengetahui lagu itu. Mereka menyanyikan lagu


Fiersa Besari ~ Waktu Yang Salah


Jangan tanyakan perasaanku


Jika kau pun tak bisa beralih


Dari masa lalu yang menghantuimu


Karena sungguh ini tidak adil


Bukan maksudku menyakitimu


Namun tak mudah 'tuk melupakan


Cerita panjang yang pernah aku lalui


Tolong yakinkan saja raguku


Pergi saja, engkau pergi dariku


Biar kubunuh perasaan untukmu


Meski berat melangkah


Hatiku hanya tak siap terluka


Beri kisah kita sedikit waktu


Semesta mengirim dirimu untukku


Kita adalah rasa yang tepat


Di waktu yang salah


Hidup memang sebuah pilihan


Tapi hati bukan 'tuk dipilih


Bila hanya setengah dirimu hadir


Dan setengah lagi untuk dia


Pergi saja, engkau pergi dariku


Biar kubunuh perasaan untukmu


Meski berat melangkah


Hatiku hanya tak siap terluka


Beri kisah kita sedikit waktu


Semesta mengirim dirimu untukku


Kita adalah rasa yang tepat


Di waktu yang salah


Bukan ini yang kumau


Lalu untuk apa kau datang?


Rindu tak bisa diatur


Kita tak pernah mengerti


Kau dan aku menyakitkan


Pergi saja, engkau pergi dariku


Biar kubunuh perasaan untukmu


Meski berat melangkah


Hatiku hanya tak siap terluka


Beri kisah kita sedikit waktu


Semesta mengirim dirimu untukku


Kita adalah rasa yang tepat


Di waktu yang salah


Di waktu yang salah


* Ada apa dengan Aurel? Jangan sampe dia tau kalo aku menyukainya.. hihhh bagaimana ini *batin Bagas.