Twins'

Twins'
59



Di kediaman Raka..


Aydan baru sampai rumah ketika malam sudah larut, dia frustasi karena tidak menemukan istrinya dimanapun. Berhubung Raka, Zahra dan Amel sedang berlibur, jadi mansion itu hanya ada Aydan, Neli dan beberapa pelayan.


Ceklek


Aydan membuka handle pintu, dan menutup lagi pintunya setelah ia masuk ke dalam kamar.


"Dari mana?" Tanya seseorang yang sedang bersandar di sandaran kasur.


Aydan terkejut dan langsung mencari sumber suara. Dan lebih terkejut saat mengetahui Neli lah yang bertanya padanya. Dengan cepat Aydan menghampiri Neli dan menyalakan lampu tidur di sisi kasur.


"Sayang" Aydan langsung memeluk Neli dengan erat.


"Maafin aku sayang" Lirihnya.


"Kenapa sih Ay?" Ucap Neli sambil melepaskan pelukkannya.


"Maafin aku" Ucap Aydan.


"Maaf kenapa?!" Neli mengernyitkan dahinya. Mungkin sedang berpura-pura tidak mengingat kejadian siang tadi.


"Sayang, kamu dari mana aja? Aku nyari kamu ke rumah Ibu tapi gaada" Tanya Aydan.


"Apaan sih Ay, daritadi aku dirumah kali" Jawab Neli.


"Kenapa kamu pulang duluan sayang, aku khawatir" Ucap Aydan.


"Menurut kamu?" Neli beranjak dari kasur dan menyalakan lampu utama kamar itu. Ia beralih ke lemari dan menyiapkan pakaian suaminya.


"Mandi dulu" Ucap Neli.


"Sayang, ak__" Ucapan Aydan terhenti saat melihat gerakkan jari telunjuk Neli di arahkan ke mulutnya sendiri, seolah mengatakan jangan berisik.


"Aku siapin makan malam kamu" Neli langsung keluar dari kamarnya.


Sabar Nel, dia cuma masa lalunya dan kamu adalah masa depannya, batin Neli.


Setelah cukup lama menyiapkan makanan akhirnya ia selesai, tepat saat Aydan menuruni tangga dan menuju meja makan. Setelah Aydan duduk, Neli segera mengambilkan nasi untuknya Aydan tanpa sepatah katapun. Aydan terlihat serba salah saat ini, dia ingin berbicara pada istrinya namun ia juga tidak mau menganggu selera makan Neli.


Seperti biasa, mereka makan tanpa bicara sepatah katapun. Setelah menghabiskan makanannya, Neli segera mengumpulkan piring-piring kotor dan mencucinya di wastafle.


"Sayang" Aydan memeluk Neli dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Neli.


Huhhh, santai Nel santai, batin Neli.


"Apa Ay" Ucap Neli.


"Kamu kenapa?" Tanya Aydan.


"Aku gapapa, kamu yang kenapa?" Ucap Neli.


"Aku sakit" Ucap Aydan.


"Kalo sakit ke dokter, bukannya meluk aku kayak gini" Ucap Neli.


Aydan membalikkan tubuh Neli dan menarik pinggangnya hingga menempel ke tubuhnya dengab sempurna.


Cup!!


Aydan mengecup singkat bibir Neli.


"AYYY!!!!!" Pekik Neli.


"Ay__"


Cup!!


Saat ini bukan hanya kecupan melainkan ciuman yang lebih dalam. Aydan menahan tengkuk leher Neli untuk memperdalam ciuman itu.


Neli melirik kearah tangannya yang sedang terbalut dengan sarung tangan pencuci piring, ia menyentuh wajah Aydan yang membuat empunya kaget dan langsung melepaskan ciuamannya karena sebagian wajahnya saat ini di penuhi dengan busa.


"Hahahaha mangkannya jangan jail jadi suami itu!!!" Ucap Neli dengan tawanya.


Aydan menyeringai dan langsung memeluk Neli lagi. Ia menenggelamkan wajahnya tepat di dada Neli dan menggesek-gesekkan wajahnya disana, tentunya untuk menghilangkan busa.


"AYDANNNN!!!!!!!" Teriakan Neli begitu menggema hingga membuat para pelayan berlari tergopoh-gopoh menghampiri keduanya.


"AYDANN LEPASINNN!!!!!!" Teriaknya lagi.


"Gamau, kamu udah bikin wajahku kusut gini" Ucap Aydan yang semakin jahil.


"KAMU MAU TIDUR DILUAR HAH!!!" Teriak Neli yang ini membuat Aydan menjauhkan kepalanya dan menatap Neli dengan wajah tanpa dosa.


"Watadosss!!!!" Ketus Neli. Ia langsung membuka sarung tangannya dan melemparkan ke wastafle. Ia melihat para pelayan sedang melihat kearahnya.


"Kalian sejak kapan ada disini?" Tanya Neli.


"Emm anu Non, sejak Non teriak. Kami kira terjadi apa-apa pada Nona" Ucap salah satu pelayan.


"Kamu sih berisik, jadi pada bangun kan bibi-bibinya" Ucap Aydan yang menghampiri Neli.


Neli menatap Aydan dengan tatapan sinisnya. Lalu beralih pada para pelayan lagi.


"Kalian bisa istirahat lagi sekarang. Maafin Neli karena menganggu waktu istirahat kalian karena seekor macan gila!!" Ucap Neli.


"Baik Non, kami permisi. Selamat malam"


"Iya" Jawab Neli.


"Malam ini tidur diluar!!!" Ketus Neli pada Aydan.


"Jangan banyak gerak sayang, kamu gatakut jatuh?" Tanya Aydan dengan senyum jahilnya.


"Berhenti senyum suami gaada akhlakk!!!!, Turunin aku sekarang!!" Ketus Neli.


"Kagok sayang, nih udah nyampe kamar" Aydan menendang pintu kamarnya hingga langsung terbuka karena memang Aydan tidak menguncinya.


"Duhhh pintu kamar gueee" Ucap Neli.


"Kamar kita!!!" Ucap Aydan dengan penuh penekanan.


Jangan tanya apa yang mereka lakukan setelahnya ya:v


______________


"Mass, bangun" Bisik Aurel pada Bagas.


"Kenapa sayang?" Ucap Bagas dengan suara khas bangun tidurnya.


"Udha subuh, ayok sholat" Ucap Aurel.


Bagas mengangkat kedua tangannya mengisyaratkan agar Aurel segera memeluknya. Karena sudah jadi tradisi mereka di pagi hari, Aurel pun memeluk Bagas yang masih terbarin di tempat tidur.


"Selamat pagi bidadari syurgaku" Bisik Bagas.


"Selamat pagi Imamku" Bisik Aurel.


Setelah bertegur sapa, melaksanakan kewajiban, kemudian mereka mulai menghabiskan makanannya, tentunya ada Dea diantara mereka.


"Jadi pergi sekarang Mas?" Tanya Aurel setelah menghabiskan makannya, namun masih tetap duduk di tempatnya.


"Jadi sayang, kamu hati-hati dirumah ya. Dea, kakak titip istri kakak ya" Ucap Bagas.


Dikira masih bocah apa pake dititipin segala, batin Aurel.


"Kak Bagas mau kemana emang?" Tanya Dea.


"Kakak ada urusan bisnis di luar kota. Agak lama karena masalahnya cukup sulit" Ucap Bagas.


"Kamu bisa bantu jaga istri kakak kan?" Sambung Bagas.


"Iya kak, aku usahain buat jaga kak Aurel" Ucap Dea.


Nak, jangan jadi seperti dia ya, Batin Aurel seraya mengelus perutnya.


Terdengar suara mobil Aji di halaman rumah Bagas. Aurel dan Bagas bangkit dari kursinya. Aurel membawa tas kerja suaminya sedangkan Bagas membawa kopernya menuju teras rumah.


"Udah disiapin semua Ji?" Tanya Bagas.


"Udah dong, gue mah sat sit set kerjanya. Gapake lama" Sombong Aji.


"Yayaya"


"Selamat pagi cantikkk" Ucap Aji pada Aurel yang baru saja sampai di hadapannya.


Bugg!!!


Bagas memukul bahu Aji dengan lumayan keras.


"Cantik-catik!!! Inget disini ada suaminya!!!" Ketus Bagas.


"Sakit gila. Rel ga takut apa nikah sama macan gini?" Keluh Aji.


"Udah jinak dong sama aku mah, iya ga Mas" Ucap Aurel.


"Mas????" Aji bergidig ngeri mendengar Bagas di panggil dengan sebuttan Mas oleh Aurel.


"Kenapa lo?" Ketus Bagas.


"Geli aja dengernya" Ucap Bagas.


"Udah-udah, nanti ketinggalan jam penerbangannya. Nih Mas" Aurel memberikan tas kerja suaminya.


Bagas menarik Aurel kedalam pelukkannya dan menciumi kepalanya.


"Jaga diri kamu sayang, Mas janji setiap malam mas bakal kabarin kamu" Ucap Bagas.


Bagas berjongkok menghadap perut Aurel dan menciumnya.


"Sayangnya Ayah. Titip Bunda ya, jangan nakal di sana, bantu Ayah jaga Bunda ya sayang" Ucap Bagas.


"Oke Ayah" Aurel menirukan suara anak kecil.


"Udah belum drama nya? Ga liat disini ada jomblo tampan?" Ucap Aji memecahkan suasana romantis milik pasangan itu.


"Sayang aku berangkat, inget jangan lupa sholat, makan, minum susu juga" Ucap Bagas.


"Iya Mas. Aku gabakal lupa kok" Aurel menarik tangan Bagas dan menciumnya.


"Hati-hati Mas. Tetep jaga apapun disana, jangan sampe tergoda sama cewek-cewek yang lebih cantik dariku" Ucap Aurel.


"Gaada yang lebih cantik dari istriku ini" Bagas mengecup kening Aurel.


"Mas berangkat. Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Setelah kepergian Bagas, Aurel langsung menuju taman dan menyiram tanaman-tanaman yang ia rawat dengan sangat baik. Ketika sedang menyiram tanaman, Aurel melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya dan tak lama terlihat Dea menghampiri mobil itu. Bahkan saat lelaki keluar dari dalamnya ia langsung mengecup bibir Dea tanpa rasa malu.


Aushiittt?!! Menjijikan, Batin Aurel.