Twins'

Twins'
42



Pagi harinya Aurel membuka matanya perlahan dan menyesuaikan cahaya sang fajar yang masuk melalui celah jendela kamarnya. Dia berbalik dan menatap suaminya yang masih tertidur dengan pulas tanpa pelukkan seperti kemarin tentunya.


Aurel bangkit dari tidurnya dan langsung membersihkan tubuh. Tak berapa lama dia keluar dengan menggunakan handuk. Saat akan membuka almari, dia melihat Bagas sudah membuka matanya dan langsung bangkit di posisinya.


Bagas menghampiri Aurel dan langsung mengecup singkat keningnya.


" Selamatt pagi sayang " kata-katanya begitu romantis namun tetap saja dia masih menggunakan nada yang dingin dan tatapan datarnya.


Aurel menghela nafas sekejap lalu dia berjinjit dan mengecup singkat bibir Bagas.


" Morning too Hubby, cepet mandi dan ambil air wudhu. kita sholat bareng "


Bagas mengangguk dan langsung memasuki kamar mandi. Selama Bagas di kamar mandi, Aurel menyiapkan baju koko Bagas dan menyimpannya di ruang ganti.


Terlihat Bagas sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di pinggangnya. Setelah memakai baju yang sudah di sediakan Aurel, mereka langsung melaksanakan kewajibannya.


Salam di tahiyat akhir sudah di ucapkan Bagas dengan diikuti oleh Aurel. Mereka berdoa, memanjatkan syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan padanya sampai hari ini. Selesai membaca doa, Aurel mencium tangan Bagas dan tersenyum.


" Kamu mau sarapan apa? Biar aku yang masakkin "


" Aku sarapan di kantor sayang. Pagi ini ada pekerjaan yang harus aku selesaikan sendiri, kamu sarapan sendiri aja ya "


" Baiklah, aku mau turun sebentar "


Aurel tak menyerah, dia langsung turun membuatkan sarapan untuk suaminya.


Saat memasuki dapur dia melihat seorang wanita yang sudah berumur sedang memasak makanan untuk sarapan nanti.


" Bi Ira ya? "


" Astaghfirullah kaget " Ucapnya dengan mengelus dadanya.


Pelayan itu sangat terkejut saat melihat betapa cantiknya wanita di hadapannya.


Ah, itu pasti Non Lia, batinnya.


" Maaf Non, bibi ga liat ada Non. Perkenalkan saya Bi Ira, yang jadi juru masak di rumah ini Non " pelayan itu membungkukkan badannya.


Aurel mendekati dan langsung menegakkan kembali basan wanita paruh baya itu.


" Itu tidak baik Bi. Aku lebih muda dari bibi. Bersikaplah seperti biasa padaku, anggaplah aku adalah anak bibi "


" Oh iya Bi, ini buat sarapan kita? " Sambung Aurel.


" Iya Non, bibi udah siapin sarapan buat Non Lia dan Den Bagas sesuai jadwal yang ada di dinding itu " Bi Ira menunjukkan jadwal makanan setiap harinya yang dibuat oleh Bagas.


Niat banget bikin gituan, batin Aurel.


" Bi, Lia minta maaf benget ya, Lia mau memasak pagi ini buat suami Lia. Makanan ini buat Bibi sama yang lainnya aja "


" Eh enggak Non, biarin bibi simpan aja makanannya. Ini bisa di angetin lagi buat sore "


" Enggak bi, buat kalian aja "


" Tapi— "


" Biii,,, "


" Baik kalau begitu Non. Bibi permisi mau bawa makanan ini ke belakang "


" Iya Bi "


Setelah kepergian Bi Ira, Aurel memakai apron dan segera memasak makanan kesukaan suaminya itu. Setelah beberapa menit bergulat dengan alat-alat dapur, akhirnya Aurel menyelesaikan masakannya. Dia segera menata makanannya ke dalam tupperware berwarna biru langit, dan langsung menyimpannya di dalam mobil Bagas.


Saat memasuki kamar dia melihat Bagas yang sedang memakai kemejanya. Dia mendekati Bagas dan meraih dasi di gantungan almari dan langsung memakaikannya. Tidak ada penolakkan dari Bagas, Bagas hanya bisa memandang Aurel tanpa ekspresi.


" Gapapa, aku tau kamu masih marah sama aku. Aku gaakan maksa kamu buat maafin aku " Ucap Aurel.


" Aku mau izin ke kamu buat ikut kerja bakti sama warga disini, bolehkan? "


Bagas mengangguk dan tersenyum.


" Iya sayang "


" Udah selesai. Mau langsung berangkat? " Tanya Aurel.


" Iya. Hati-hati dirumah, jangan pergi kemanapun tanpa aku atau Cesa. Selesai kerja bakti langsung pulang. Cesa nanti siang akan datang kesini. Aku pergi dulu. Assalamulaikum " Bagas mengecup singkat kening Aurel sebelum melajukan langkahnya.


Aurel menahan tangan kanan Bagas dan langsung mencium punggung tangannya.


" Waalaikumsallam sayang.. Semangat kerjanya, kalau mau pulang jangan lupa kabarin aku dulu "


Bagas tersenyum dan langsung meninggalkan Aurel di kamarnya. Saat memasuki mobil dia mengernyit melihat kotak makan yang sudah ada di jok samping kemudi. Dia tersenyum karena dia yakin bahwa istrinya lah yang sudah menyiapkan makanan itu.


" Terimakasih sayang " lirihnya. Bagas segera menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor.


30 menit di perjalanan, akhirnya Bagas sampai di area kantor dan langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus orang-orang penting di perusahaan. Dia segera turun dan tak lupa membawa bekal yang sudah di siapkan oleh istrinya.


" Dorrrrr " teriakkan seseorang membuat Bagas kaget dan langsung membalikkan badannya.


" Astaghfirullah Ajii.. Ngapain sih lo ngagetin gue " geram Bagas dengan mengelus dadanya berulang kali.


" Lagian gue kaget aja liat lo disini. Lo bilang ga bakal masuk semingguan ini, kenapa tiba-tiba disini? "


Bagas melangkahkan kakinya dan diekori dengan Aji asisten pribadinya.


" Ayah minta bantuan gue buat ngasih file perusahaan x "


" Yaelah Gas. Lo kan bisa minta tolong sama gue, lagian gue juga punya nomor Ayah lo "


" Gapapalah terserah gue "


" Alesan lo ga masuk akal deminya ge " Aji menghadang Bagas di depannya dan langsung memandangi wajah Bagas seperti sedang mencari sebuah kebohongan.


" Apaan sih lo " Bagas menyingkirkan Aji dan kembali melangkahkan kakinya.


" Ada masalah apa lo sama istri lo? "


" Sotau lo "


" Bukan so tau, tapi emang gue tau. Gue liat di dalem mata lo itu ada.. "


" Apa? "


" *** mata hahaha "


" Bangke! " Bagas menepuk kening Aji dengan lumayan keras.


Aji mengusap-usap keningnya berulang kali " Auwww gila. Masih sama aja pukulan lo Ah! "


Saat memasuki kantor, Bagas dan Aji mendapatkan banyak sapaan dari para karyawannya.


" Selamat pagi Pak Bagas, Pak Aji " sapa Anes, sekertaris Bagas di kantor.


" Hem. Apa jadwal saya hari ini? " Ucap Bagas.


" Tidak ada jadwal pak, saya sudah mengkonfirmasi pada client jika Pak Aji yang akan menggantikan Bapak dalam beberapa pertemuan sesuai arahan dari Pak Aji kemarin "


" Biar saya yang akan menemui client hari ini. Apa jadwalnya? "


" Hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Moley Crop di hotel x sesudah jam makan siang pak "


Bagas dan Aji langsung masuk ke ruangannya masing-masing. Setelah duduk di kursinya, Bagas menghabiskan makanan yang di buat istrinya.


" Dia sudah pandai masak " gumam Bagas dengan senyuman bangganya.


Setelah menyelesaikan makannya Bagas segera memberikan file perusahaan x pada Ayahnya. Selesai itu dia langsung mengerjakan beberapa dokumen yang ditinggalkannya selama 3 hari ini.


Banyaknya dokumen membuat Bagas lupa akan waktu. Dia sampai tidak menyadari bahwa saat ini sudah memasuki jam istirahat kantor.


\=\=\=\=\=


Tunggu up selanjutnya ya♥️