Twins'

Twins'
38



Di dalam mobil terlihat Aurel selalu memandangi keluar jendela dengan tatapan sendunya. Bagas yang melihat tatapan sedih kamu pun menghentikan mobilnya di tepi jalan.


" Sayang " Bagas mengelus rambut Aurel.


" Kita masih bisa mengunjungi Mom kalau kamu rindu, apa kamu mau kita tetap tinggal bareng Mom? "


Aurel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Ga usah Hubby, ini baru awal Lia ninggalin Mom lagi. Nanti juga terbiasa "


" Aku gak mau kamu sedih gini, lebih baik kita pulang ke rumah Mom ya "


" Nggak Hubby, udah ayok lanjut. Aku lapar "


" Hah.. Baiklah " pasrah Bagas.


Bagas kembali melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah restoran. Bagas dan Aurel memesan makanannya dan langsung melahapnya hingga habis.


" Mau langsung pulang, atau jalan-jalan dulu " tanya Bagas.


" Kayaknya langsung pulang Hubby,biar nanti sore aja kita jalan-jalannya "


" Oke baiklah, ayok "


***


" Ini rumahnya? " Aurel menatap sebuah rumah dengan desain yang berbeda dari tetangga-tetangga nya.


" Iya ini "


" Ini terlalu besar buat kita berdua Hubby "


" Kata siapa berdua? "


" Terus? Jangan bilang kamu mau poligami!! "


" Haihh sembarangan kamu. Tapi emang boleh kalau aku berpoligami hem? " Bagas mendekati Aurel dan langsung memeluknya dari belakang.


Aurel memukul tangan Bagas yang ada di perutnya.


" Ngelantur kamu! Awas aja kalau kamu berani poligami urusanmu bukan sama aku saja. Tapi sama Daddy dan Ayah, aku pastikan pulang-pulang kamu udah ga berbentuk lagi! "


" Tapi kata agama poligami jaminannya syurga loh sayang "


" Yaiya kalau istrinya ikhlas, lah aku mah mana ikhlas kamu nikah sama yang lain. Kamu deket sama mbak konter aja hatiku udah kebakar " dengus Aurel.


" Tenang nanti kalau aku menikah lagi, aku akan mengundang pemadam kebakaran "


Aurel menoleh ke arah Bagas sambil mengernyitkan dahinya.


" Buat apa "


" Takut kamu kebakaran jenglot! "


" Jenggot!! "


" Nah iya "


" Mana ada begituan. Gaada pokoknya selain kerja kamu kalau keluar harus bareng aku! Aku gamau ya nanti kamu keluyuran sendiri sambil tebar pesona ke cabe-cabe yang ada diluaran sana "


" Jika aku melakukan itu apa kau akan menghukumku sayang? "


" Ya pasti akan ku hukum! "


" Apa? "


" Gaada jatah selama satu tahun! "


" Hahaha kalau ga dapet jatah dari kamu, kan aku bisa cari cewek lain. Banyak kok cewek yang mau main sama aku di ranjang "


" Kamu ini bener-bener ya!!! " Aurel melepaskan tangan Bagas dan langsung berjalan cepat dengan menghentak-hentakkan kakinya.


Bagas tersenyum sambil berjalan menghampiri Aurel dan kembali memeluknya.


" Mendapatkanmu saja sudah membuat hidupku sempurna, bagaimana mungkin aku membagi cinta pada orang lain. Lagi pula aku selalu puas jika bermain denganmu di ranjang " bisiknya.


Aurel kembali melepaskan pelukkannya dan mengadahkan tangan yang membuat Bagas mengernyitkan dahinya.


" Apa? "


" Kamu mau disini sampe kapan? Mana kuncinya cepet buka pintu! "


" Ohhh bilang dong, jangan diem sambil menyunin bibirmu itu " Bagas merogoh sakunya mengambil kunci rumah dan langsung membukanya.


" Dimana kamarku? "


" Kamar kita sayang "


" Iya dimana?! "


" Terserah, kamu pilih yang mana "


Aurel mengamati satu persatu kamar di rumah itu. Terlihat ada banyak kamar di lantai dasar, 4 kamar di lantai 2 dan 3 kamar di lantai 3.


" Aha!! Aku mau yang atas " ucap Aurel yang langsung menaiki tangganya dan diikuti oleh Bagas.


Saat di pertengahan tangga Aurel tiba-tiba berhenti dan membalikkan badannya.


" Tapi kalau di atas capek turun naik tangganya, mana tangganya ada beribu-ribu gini lagi. Di bawah aja deh "


Aurel kembali menuruni tangga dan Bagas masih setia mengikutinya.


" Eh bentar, tapi kalau di bawah gabisa liat pemandangan dari balkon. Di atas aja kali ya, sekalian olahraga tiap hari ya kan naik turun tangga " Aurel kembali lagi menaiki tangga.


Dia terhenti lagi saat di pertengahan dan seperti orang sedang bimbang. Bagas yang dari tadi sudah lelah mengikuti sang istri akhirnya mendekati Aurel dan menarik tangannya menuruni beberapa anak tangga.


" Udah ikut aja " Bagas menarik tangan Aurel dan berhenti di depan pintu lift.


" Disini juga ada lift?? Wah kenapa kamu ga bilang daritadi, ga liat apa istrinya capek naik turun tangga kayak tadi " gerutu Aurel yang langsung memasuki lift.


*T*adikan dirimu yang bolak balik, kenapa jadi saya disini yang salah nyonya?, Batin Bagas


Setelah sampai lantai paling atas, Aurel langsung memasuki kamar yang berada di tengah dekat tangga.


" Ahhh lelahnya!! " Aurel merebahkan tubuhnya di kasur.


" Mandi dulu "


" Tadikan udah Hubby, belum 5 jam masa mandi lagi "


" Jangan jorok sayang, kita kan habis dari luar. Kita gatau apa yang menempel di baju kita "


" Hahhh baiklah, kamu duluan saja. Nanti gantian "


" Kenapa ga bareng aja sayang? " Rengek Bagas.


" Gaada aku masih capek ini "


" Sayang plisss "


" Oke kalau kamu mau mandi bareng, tapi dengan satu syarat kamu ga boleh nyentuh aku. Kalau kamu nyentuh aku berati 2 hari ke depan kamu bakal libur gaada lemburan. Gimana? "


" Gajadi " Bagas langsung berjalan memasuki kamar mandi.


" Tenang Boy ini namanya bukan rezeki. Mending kita kocok arisan siapa tau namamu yang keluar " Gumam Bagas.


Aurel terkekeh saat melihat wajah cemberut suaminya yang memasuki kamar mandi. Karena tidak mau membuat Bagas menahan haratnya akhirnya Aurel memutuskan untuk memasuki kamar mandi dengan mengenakan handuk di atas lutut.


Aurel melihat Bagas yang sedang berendam dengan memainkan miliknya dan memejamkan matanya.


Dengan sigap Aurel membuka handuknya dan langsung ikut berendam di dalam bathub.


" Sayang? " Bagas langsung menghentikan kegiatannya dan menatap Aurel dengan tatapan malunya.


Aurel tertawa dengan kencang saat melihat wajah suaminya memerah karena malu.


" Hubby apa yang kau lakukan tadi? " Ejek Aurel.


" Tidak ada " ketus Bagas yang langsung membelakangi Aurel.


Duh malunya sampe ubun-ubun ini mah, batin Bagas.


Saat sedang merutuki kebodohannya, Bagas dikejutkan dengan tangan Aurel yang memegang si boy yang masih berdiri dengan tegak. Bagas dengan sekuat tenaga menahan agar erangannya tidak lolor dari mulutnya.


Bagaimana bisa Bagas menahannya sedangkan gerakan tangan Aurel semakin memanas.


" Shhhhh.. shitt " akhirnya erangan itu keluar dari mulut Bagas dan membuat Aurel semakin terkekeh.


" Jangan ditahan sayang " bisik Aurel.


Bagas sudah tidak bisa menahannya, dia langsung membalikkan badannya dan menindih tubuh Aurel.


" Kamu harus tanggung jawab sayang, lihat ini dia sudah minta di kandangin " ucap Bagas sambil menunjuk miliknya.


Saat akan melancarkan aksinya, Aurel memberhentikan dan menyuruh Bagas untuk kembali berendam.


" Kamu tidak ingat syartku tadi hemm?? " Goda Aurel.


" Tapi ini? " Wajah Bagas sudah memelas.


" Hahahaha lucunya suamiku " Aurel mengecup hidung Bagas dan langsung menindih tubuhnya.


" Biar aku yang jadi pemandu untuk saat ini " Aurel mulai mengecupi seluruh inci wajah Bagas dan langsung melancarkan aksinya.


Sudah 2 setengah jam melakukan aktivitasnya, akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahinya dan langsung keluar dari kamar mandi.


" Duhh kakiku bergetar ini " ucap Aurel.


" Hahaha, aku baru tau kalau istriku bisa jadi pemandu yang handal "


" Aku juga baru tau jika suamiku sering melakukan arisan di kamar mandi "


Bagas yang malu pun akhirnya langsung menggendong Aurel dan meletakkannya di kasur.


" Hubby, aku lelah " rengek Aurel yang menyangka jika Bagas akan melakukannya lagi.


" Tenang sayang, aku tidak akan memakanmu. Tidurlah " Bagas menarik Aurel ke dekapannya. Padahal mereka berdua sama-sama belum memakai sehelai benangpun. Namun Aurel merasakan kehangatan saat berada di dalam pelukkan suaminya.


***


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay hayy🍅♥️