Twins'

Twins'
88



"Hai,, gimana kabarnya?" Tanya Neli saat Bagas sudah pergi.


"Baik dong. Kamu gimana?" Tanya Aurel.


"Sehat selalu" Jawab Neli.


"Oiya gimana udah ngisi?" Ucap Aurel.


Neli menggeleng dengan wajah yang sedih "Sampai sekarang belum, padahal kita udah cek ke dokter dan gak ada masalah sama sekali" Jawab Neli.


"Sabar Nel, mungkin belum saatnya" Aurel mengelus tangan Neli.


"Ya. Tapi Aydan sering nanyain tentang ini. Keliatan banget kalo dia mau cepet punya anak" lirih Neli.


"Tapi bikinnya sering kan?" Goda Aurel yang mencoba untuk memecahkan suasana.


"Hahahah tau aja" Neli mencoba menjawab walaupun wajahnya sudah merona.


"Oh iya, udah denger kalo Daddy sama Amel mau pindah ke negara K?" Lanjut Neli.


"Hahh.." Aurel menghela nafas panjang "Iya, aku udah denger dari Daddynya. Sempet kaget karena Amel yang minta pindah. Setauku Amel tipe orang yang gak mau di ajak ke luar negeri kalo bukan Mom yang minta" Lanjut Aurel.


"Aydan juga bilang gitu. Tapi mungkin Amel ingin benar-benar mandiri disana. Ya walaupun ada Daddy, kalo disini kan ada Aydan sama kamu yang selalu manjain dia" Ucap Neli.


"Iya juga. Pas pemakaman Mommy, aku liat Amel benar-benar dewasa. Sikapnya bahkan tidak seperti anak seusianya" Ucap Aurel.


"Kita doakan saja yang terbaik" Ucap Neli yang dianggukki Aurel.


***


Sementara di kantor Nugraha Grouph, Bagas sedang mengamati beberapa berkas kerjasama di ruangannya. Ia berulang kali menghembuskan nafas kasar saat beberapa perusahaan tidak merespon ajuan kerjasamanya.


Bagas membuka ponselnya dan mengerutkan kening saat melihat satu pesan yang belum pernah ia baca namun sudah terbuka. Bagas membukanya kemudian melemparkan ponselnya ke atas meja. Ia bersandar di kursi seraya menutup matanya.


"Pasti Aurel sudah membacanya" Gumam Bagas.


Bagas masih dalam posisinya. Sampai ketukan pintu diiringi suara Aji membuyarkan lamunannya.


"Masuk" Ucap Bagas.


"Pak di depan ada kepala Tuan Lee Seung dan seorang wanita. Ia berkata ingin menemui anda" Ucap Aji. Aji adalah orang yang profesional, ia bisa membedakan gaya bicara saat jam kerja dan diluar jam kerja.


"Biarkan dia masuk" Jawab Bagas.


"Baik Tuan. Permisi" Ucap Aji.


Tak lama setelah kepergian Aji, masuklah 2orang yang berpenampilan rapi. Tuan Lee Seung, pemimpin perusahaan elektrik di Korea dan seorang wanita berpakaian seksi dengan memakai kacamata hitam dan membawa tas bermerek dengan gaya jalannya yang elegan.


Bagas menghampiri keduanya dan membungkukkan sedikit badannya tanda menghormati dua orang itu.


"Selamat pagi Tuan Lee, suatu kehormatan bisa bertemu anda secara pribadi" Ucap Bagas.


"Selamat Pagi juga Tuan Nugraha. Maafkan saya karena tidak membuat janji terlebih dahulu" Ucao Tuan Lee.


"Ah tidak apa-apa, mari duduk Tuan, Nyonya" Bagas menunjuk sofa dengan sopan.


"Ah baik" Tuan Lee dan wanita disampingnya langsung duduk di tempat yang sudah ditujukan oleh Bagas. Sedangkan Bagas menelfon petugas dapur untuk membawakan kopi dan teh. Setelah itu Bagas ikut duduk di sofa yang berhadapan dengan 2tamu itu.


"Langsung pada intinya saja. Saya ingin membicarakan tentang kerjasama yang saya ajukan pada anda. Apa anda sudah membuat keputusan Tuan Nugraha?" Tanya Tuan Lee.


"Sebenarnya saya ingin menerima kerjasama yang anda ajukan. Namun jika membicarakan tentang syaratnya, saya sampaikan dengan beribu-ribu maaf saya tidak bisa menerimanya. Karena saya sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak" Jawab Bagas dengan senyuman membuat mata wanita di hadapannya terbelalak.


"Jangan mencoba membodohi saya Tuan Nugraha. Saya tau jika istri anda sudah pergi dari anda dan mana mungkin anda sudah mempunyai keturunan secepat ini, kecuali anda menikah lagi dengan wanita yang sudah bercerai dengan suaminya" Ucap Tuan Lee membuat Bagas mengerutkan keningnya.


Bagas menatap wanita di hadapannya. Ia menelisik wajahnya lalu menampilkan smirk di bibirnya.


Jadi dia belum berhenti menjadi penggemar seorang lelaki yang sudah beristri?, Batin Bagas.


"Saya beri anda kesempatan kedua Tuan Nugraha. Saya harap anda menggunakan kesempatan ini dengan baik" Ucap Tuan Lee.


"Saya sama sekali tidak menginginkan kesempatan anda Tuan Lee. Saya ucapkan maaf sekali lagi karena tidak bisa menerima ajakan kerjasama anda dan wanita yang pernah merusak kebahagiaan saya dulu" Ucap Bagas yang menatap wanita di hadapannya dengan tajam.


"Tunggu!! apa yang kau bicarakan Tuan!! Saya meminta anda dengan baik-baik bukan berarti anda bebas menghina putri saya!!" Bentak Tuan Lee.


"Begitu juga dengan saya. Saya sudah menolak ajakan kerjasama anda dengan kata-kata sopan. Dan lagi, saya tidak menghina putri anda. Itu memang kenyataannya, anda bisa tanyakan pada putri kesayangan anda setelah kalian pergi dari tempat ini" Jawab Bagas dengan santainya.


"Saya benar-benar menyesal telah mengajukan kerjasama dengan perusahaan anda. Dengan ini saya juga tidak akan memberikan putri saya pada anda Tuan!" Ucap Tuan Lee.


"Appa!!" Bentak wanita dihadapannya dengan menatap wajah Tuan Lee.


"Aku menginginkan dia!!" Lanjutnya.


"Tapi aku ingin dia Appa!! Appa mengatakan jika Appa akan memberikan apapun untukku! aku tidak menginginkan apapun selain dia!! Aku sudah lama menginginkannya Appa!! mengapa Appa tidak mengerti perasaanku!! Hikss,," Ucap wanita itu.


"Mii Ran apa yang kau katakan apa kau sudah mengenalnya?" Ucap Tuan Lee.


"Aku lebih dari mengenalnya Appa!! Aku menginginkannya hikss,," Ucap Mii Ran.


"Ck Mii Ran" Gumam Bagas.


"Menyerah saja. Saya tidak akan menikahimu Mii Ran" Ucap Bagas dengan senyum sinisnya.


"Kau harus menerimaku!! Aku akan membantu perusahaanmu!!" Bentak Mii Ran.


"Apa kau tidak lelah mengagumi pria beristri sepertiku?" Tanya Bagas.


"Aku tidak akan menyerah!" Ucap Mii Ran.


"Appa!! aku ingin dia!!" Mii Ran berdiri dan menunjuk Bagas.


"Tapi saya tidak menginginkan anda Nyonya Mii Ran" Ucap Bagas.


"Appa!!!" Bentak Mii Ran. Mii Ran berbalik menatap Bagas "Jika kau tidak menerimaku maka aku akan.."


"Akan apa?" Aurel tiba-tiba masuk dan menghampiri Bagas. Aurel duduk di samping Bagas dan melingkarkan tangannya ke tangan Bagas yang masih terlihat terkejut karena kehadiran Aurel.


"Apa kau ingin menghancurkan suamiku Nona? Anda salah besar! sebelum suami saya hancur, kalian yang akan merasakannya terlebih dahulu" Ucap Aurel.


"Kauu!!!" Geram Mii Ran. Aurel menatap wajah Mii Ran lalu membulatkan matanya dan menghadap Bagas. Bagas hanya mengangguk tanda mengerti apa yang ada di pikiran Aurel.


Aurel berdiri dan menatap Mii Ran "Selamat siang Nona. Senang bertemu dengan anda lagi" Aurel mengulurkan tangannya namun segera diturunkan lagi oleh Bagas.


"Tidak usah" Ucap Bagas yang di anggukki Aurel.


"Oh selamat siang Tuan??.." Ucap Aurel menatap Tuan Lee.


"Tuan Lee Seung" Tuan Lee mengulurkan tangannya dan disambut oleh Aurel.


"Tuan Lee Seung. Perkenalkan nama saya Aurellia Zhafira Putri Arsenio, istri sah dari Tuan Bagas Putra Nugraha" Ucap Aurel membuat mata Tuan Lee terbelalak. Siapa yang tidak mengenal keluarga Arsenio?.


"Aaaaaa!!!! Si*laann kamu ja*ang!!" Teriak Mii Ran seraya mendekati Aurel namun dengan cepat Bagas menghalangi tubuh Aurel.


"Jaga ucapanmu!!!!!!" Bentak Bagas.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayoo tebak Mii Ran siapa ya???