Twins'

Twins'
35



" Farhan? Ada apa? " ucap Neli.


" Udah mau pulang Nel? " tanya Farhan.


" Ya, kenapa? " jawab Neli.


" Ada yang mau gue bicarain sama lo. Bisa luangin sedikit waktu lo? " ucap Farhan.


" Boleh, disana aja " ucap Neli dengan menunjuk kursi di pinggir jalan.


" Kenapa? " tanya Neli saat sudah duduk di samping Farhan.


" Nel maafin gue " ucap Farhan.


" Maafin buat apa? " Neli mengerutkan keningnya.


" Mungkin ini terlalu cepet buat gue nyatain semuanya. Tapi gue yakin sama perasaan gue ke lo. Gue cinta sama lo Nel, gue sayang sama lo. Gue tau lo pasti kaget denger penuturan gue karena kita baru sekali bertemu. Tapi lo percayakan sama kata cinta pandangan pertama? Mungkin gue salah satu orang yang ngalamin kejadian itu " ucap Farhan.


Farhan menggenggam tangan Neli dan menatapnya dengan tatapan tulus.


" Nel gue mau lo jadi pendamping gue. Bukan hanya sekarang tapi selamanya. Tapi lo tenang aja gue gabakal maksa, apapun keputusan lo saat ini gue bakal nerima " ucap Farhan.


Neli benar-benar terkejut dengan penuturan Farhan, dia menarik tangannya lalu memalingkan pandangannya.


" Farhan, gue percaya sama kata itu. Gue percaya sama cinta pandangan pertama, gue pun ngalamin hal yang sama kayak lo " ucap Neli.


" Lo terlalu baik buat gue Han, gue bahkan bukan siapa-siapa kalau dibandingin sama wanita-wanita yang deket sama lo " ucap Neli dengan memejamkan matanya.


" Dan lagi, gue udah mencintai seseorang " lirihnya.


" Ya walaupun gue gayakin buat dapetin dia tapi gue juga gamau jadiin lo pelarian gue. Gue gabisa yang namanya pura-pura sayang sama seseorang. Maafin gue Han. Lo orang baik, gue yakin lo bakal nemuin perempuan yang jauh lebih baik daripada gue " sambungnya.


Farhan menarik nafas lalu menghembuskannya dengan sedikit kasar.


" Hahh.. Baiklah, seperti apa yang gue ucapin tadi. Gue terima keputusan lo Nel. Tapi bisakah gue deket sama lo? Sekedar jadi sahabat lo mungkin? " ucap Farhan.


" Ga masalah " ucap Neli dengan senyumannya.


Gue jadi penasaran. Lelaki mana yang beruntung banget bisa dapet cinta dari lo, batin Farhan.


Setelah menyatakan perasaannya yang tidak terbalaskan itu Farhan menjadi lebih banyak diam selama beberapa bulan ini. Dan dia lebih memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Dan setelah hari itu pun Farhan tidak dekat dengan perempuan manapun. Tentang pacar yang ditanyakan oleh Bagas itu hanya sebuah kebohongan dan Farhan hanya berniat bercanda dengan hal itu.


Flashback Off..


" Kak woyy!!! " ucap Aurel dengan melambai-lambaikan tangannya di hadapan Farhan karena sedari tadi Farhan melamun dan tidak ikut bergabung.


" Hem? " ucap Farhan dengan nada dinginnya dan membuat Aurel mengernyitkan dahinya.


Sejak kapan si bobrok ini jadi dingin? Apa ada masalah kah?, batin Aurel.


" Semuanya maaf kayaknya Farhan udah ngantuk. Farhan duluan ke kamar ya " ucap Farhan yang langsung memasuki kamar yang ia pilih sendiri.


Tak berapa lama setelah Farhan memutuskan untuk istirahat akhirnya semua keluarga pun memasuki kamarnya masing-masing terkecuali Aurel yang akan menghampiri Farhan di kamarnya.


" Kak " ucap Aurel pada Bagas.


" Iya? " jawab Bagas.


" Lia izin ke kamar kak Farhan dulu ya. Ada yang mau Lia bahas sama dia " ucap Aurel dengan ragu-ragu, walau bagaimanapun ini adalah malam pertamanya jadi ia tak mau membuat Bagas kecewa tapi kondisi Farhan membuat Aurel sangat penasaran.


" Baiklah, kakak juga mau nemuin Ayah di kamar. Jangan pulang terlalu larut sayang " ucap Bagas dengan mencium kening Aurel.


Aurel berdiri dengan tegak dan menghormat pada Bagas.


" Siap Tuan hati " ucapnya yang membuat Bagas tersenyum dan mengelus puncak kepalanya.


Setelah mendapat izin dari Bagas akhirnya Aurel melenggang menuju kamar Farhan.


" Kak, Lia boleh masuk? " ucap Aurel saat sudah di depan pintu kamar.


" Masuk dek. Ga dikuci " teriak Farhan dari dalam.


Aurel membuka pintunya dan melihat Farhan yang sedang duduk di sofa dengan memangku laptopnya.


" Kak Farhan " ucap Aurel dengan mendudukkan dirinya di samping Farhan.


Farhan menutup laptopnya dan menyimpannya di atas meja " Kenapa? " ucap Farhan.


" Kakak kenapa? " ucap Aurel.


" Kenapa apanya? Kakak baik-baik aja. Sehat wal'afiat gini " ucap Farhan.


" Kak Lia serius " ucap Aurel.


" Yaampun dek, Kakak juga serius. Kakak ada disini, didepan kamu. Keadaan kakak baik-baik aja. Ga panas, ga meriang " ucap Farhan dengan menyentuh keningnya menggunakan punggung tangannya.


" Kakak lagi ada masalah kah? " ucap Aurel.


" Masalah? Enggak kok " jawab Farhan yang masih belum mengerti arah pembicaraan Aurel.


" Ga ah biasa aja " ucap Farhan yang kemudian bangkit dari posisinya.


" Baiklah kalau kakak belum siap cerita sekarang. Kakak tenang aja, Lia bakal jadi pendengar yang baik buat kakak. Lia pergi dulu kak " ucap Aurel lalu kemudian dia meninggalkan kamar Farhan.


Aurel langsung melenggang ke kamarnya. Saat sudah membuka pintu dia belum melihat suaminya di kamar itu. Aurel mengingat bahwa ini adalah malam pertamanya sebagai pengantin, dengan cepat dia berjalan ke kasur dan pura-pura memejamkan matanya karena gugup. Dia berfikir suaminya itu pasti akan meminta hak nya malam ini juga. Saat tengah berfikir panjang terdengar suara pintu terbuka dan muncullah Bagas dengan kaos pendek berwarna putih.


Bagas menggelengkan kepalanya saat melihat Aurel dengan cepat menyembunyikan dirinya di balik selimut. Dia mengunci pintunya dan langsung ikut merebahkan dirinya di samping Aurel.


Aurel yang merasa tidak ada pergerakkan sama sekali dari Bagas pun dengan seribu keberaniannya membalikkan tubuhnya dan menghadap Bagas. Dia tersenyum saat melihat Bagas sudah tertidur dengan wajah damainya itu. Jari-jari nya sudah bermain di wajah Bagas dan sesekali tertawa kecil melihat kelucuan Bagas saat tertidur.


" Kenapa ga tidur? Mau memulainya sekarang kah? " ucap Bagas dengan masih memejamkan matanya.


Aurel terkejut saat tau jika suaminya belum tertidur.


" Ka-kau belum tidur? " ucap Aurel dengan gugup.


Bagas membuka matanya dan berbalik menghadap Aurel.


" Heyy siapa yang mengizinkanmu untuk memanggilku dengan sebutan Kau? Aku suami mu bukan? " ucap Bagas.


Aurel mengangguk " Lalu harus ku panggil apa " tanya Aurel.


" Terserah. Panggilan sayang untuk suami kan banyak " jawab Bagas.


" Contohnya? " canda Aurel.


" Ya banyak. Suamiku, sayangku, hubby, honey ku pokoknya masih banyak " ucap Bagas.


" Baiklah kalau begitu, aku akan memanggilmu Hubby " ucap Aurel dengan senyumnya dan mengecup singkat pipi Bagas.


" Tentu saja Darl " ucap Bagas.


" Kau mau memulainya sekarang? " ucap Bagas.


" Emhh? " ucap Aurel dengan jantung yang berdegup kencang.


Bagas tersenyum dan langsung menarik Aurel ke dekapannya.


" Tidurlah Darl. Aku tidak akan meminta hak ku saat kau belum siap " ucap Bagas.


Aurel merasa bersalah karena bagaimanapun dia tau jika Bagas sangat menginginkannya. Aurel mendongak dan menatap wajah Bagas yang sudah memejamkan matanya kembali.


" Apa kau ingin melakukannya sekarang Hubby? " ucap Aurel.


Bagas membuka matanya dan menatap Aurel.


" Pertanyaan yang konyol. Aku pria normal sayang, sudah pasti menginginkannya. Tapi aku taakan memaksamu " jawab Bagas.


" Lakukanlah. Aku sudah siap " ucap Aurel.


Ya Tuhan lindungilah hambamu yang cantik ini, batin Aurel.


" Benarkah? " ucap Bagas dengan wajah berbinar.


Aurel hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum padahal hatinya sedang tidak karuan sekarang.


Bagas mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir Aurel dengan lembut hingga ciuman itu berbubah menjadi panas. Tangannya sudah bergerilya kemana-mana. Hingga entah kapan tubuh mereka sudah sama-sama polos.


" Kau benar-benar ingin aku melakukannya sekarang? " ucap Bagas yang meyakinkan Aurel.


" Hemm " jawab Aurel.


" Aku akan melakukannya perlahan. Katakan jika aku menyakitimu sayang " ucap Bagas yang dianggukki Aurel.


Benar saja, Bagas melakukannya dengan lembut. Namun walau bagaimanapun ini adalah yang pertama kalinya untuk Aurel dan tentu saja itu sangat menyakitkan.


" Ahh.. Hubby sakit hiks hiks " ucap Aurel dengan tangisnya.


Bagas yang melihat Aurel menangis pun ingin menghentikan aktifitasnya namun tangannya di cekal oleh Aurel.


" Tidak lanjutkan saja Hubby " lirihnya.


" Sabar Darl sebentar saja " ucap Bagas yang kembali melancarkan aksinya.


Sebentarnya maksud Bagas yaitu sampai beberapa jam. Aurel tidak mengeluh sama sekali karena dia juga menikmatinya walaupun merasakan perih. Mereka selesai sekitar pukul 2 dini hari. Bagas menghentikan aksinya pun karena melihat Aurel yang sudah menguap.


Setelah menyelesaikan aksinya, Bagas membaringkan tubuhnya di samping Aurel dan memeluknya.


" Terimakasih Darl " ucap Bagas dengan mencium kening Aurel yang sedikit berkeringat.


_________________________


Hayhay im comeback:').


Jangan lupa vote nya hehe😄