Twins'

Twins'
45



" Mang tolong bawain sisa belanjaan di mobil ya, nanti bawa ke kamar aja " Ucap Bagas pada Mang Tanu saat sudah sampai di depan rumahnya.


" Okee Tuan "


Bagas segera masuk ke dalam rumahnya dan merangkul sang istri.


" Assalamualaikum Bi Ira "


" Waalaikumsallam Non Lia Den Bagas. Udah pulang toh? Mau di bikinin minum Non Den? "


" Gausah Bi, biar Lia aja yang bikin. Kamu mau minum apa Bay? "


" Aku mau es jeruk aja sayang "


" Oke. Kamu tunggu di kamar ya, nanti aku nyusul "


Bagas mengangguk dan langsung berjalan menuju kamarnya. Setelah berada di kamarnya dia langsung membersihkan tubuh. Mandi setelah bepergian adalah kebiasaan Bagas sejak dulu. Dia tidak pernah lupa untuk membersihkan tubuhnya itu.


" Bayy???! " Aurel masuk ke dalam kamar tetapi tidak melihat Bagas.


" Aku di kamar mandi sayang, sebentar " teriak Bagas dari dalam kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


Aurel menghentikan tangannya yang sudah siap membuka hijab saat mendengar suara ketukkan di pintu kamarnya.


" Siapa? "


" Mang Tanu Non "


Aurel membukakan pintunya dan melihat Mang Tanu membawa beberapa belanjaannya.


" Makasih Mang Tanu "


" Sama-sama Non. Oiya, di depan ada laki-laki Non, katanya mau ketemu sama Non "


" Hah? Siapa Mang? "


" Mamang ga nanyain namanya Non "


" Yaudah Mang Tanu ke pos lagi aja, nanti Lia telfon kalo Lia bisa nemuin dia "


" Baik Non "


Setelah Mang Tanu pergi Aurel segera menyimpan belanjaannya di sofa kamar dan langsung melangkahkan kakinya ke balkon. Dari sana terlihat siapa yang datang dan ingin menemui Aurel.


Deg


Lelaki yang ingin bertemunya ialah mantan kekasihnya, Maheer.


" Maheer?, Ngapain dia kesini? " gumam Aurel.


" Sayang? "


Suara Bagas membuat Aurel terperanjat dan reflek menutup tirai balkon.


" E..mm kenapa Bay? "


Bagas mengerutkan dahinya saat melihat Aurel yang sedang gugup " Kamu kenapa gugup gitu? Apa yang kamu sembunyiin dari aku? "


Aurel sejenak berpikir bagaimana cara mengatasi ini semua, dia tidak mungkin berbohong pada suaminya karena cepat atau lambat itu semua akan diketahuinya. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka tirai dan menunjuk ke arah Maheer yang berdiri di depan gerbang utama.


" Ngapain dia kesini! " Bagas mengepalkan tangannya dan rahangnya mulai mengeras. Dia mengingat sepingkal pesan yang semalam Maheer kirimkan pada istrinya itu.


Melihat Bagas yang sedang emosi, Aurel memilih memeluknya dan mengusap dadanya dengan lembut.


" Sabar Bay, kita temui dia dulu. Kita tanya apa urusannya "


" Kita? Gaada! Kamu diem disini, dan jangan turun "


" Bay.. "


" Kamu sengaja mau ketemu sama mantanmu! "


" Bukan gitu, aku takut kamu ga bisa nahan emosi kamu Bay "


" Pokoknya kamu disini! Jangan keluar kamar. Tidak ada bantahan apapun!! "


" Tapi janji padaku, jangan emosi! "


" Insyaallah sayang. Tunggu disini oke "


Bagas langsung memakai bajunya dan keluar dari kamar menghampiri Maheer. Walaupun dengan cemas, Aurel tetap menunggu di kamarnya dan tentunya sambil memantau suaminya yang sedang bertemu dengan mantan kekasihnya itu.


" Ada apa? " Ketus Bagas saat berhadapan dengan Aurel.


" Izinin gue ketemu Aurel "


" Istri gue sibuk! "


" Ga mungkin dia sibuk jam segini. Selama gue pacaran sama dia, jam segini dia pasti lagi nyantai-nyantainya "


" Itu dulu! Sekarang dia udah berumahtangga! "


" Lo gatau apa-apa tentang dia! Mending lo pergi sekarang! "


" Lo yang gatau apa-apa tentang dia! gue lebih lama kenal dia!! "


" Itu dulu!! Sekarang gue lelaki hang bakal selamanya bareng dia!! "


" Lo pikir lo siapa! lo cuma orang miskin yang tanpa tau diri masuk ke keluarga terpandang dan ngambil Aurel dari gue!!. Lo ga pantes buat dia! kalian beda kasta! "


" Lo amnesia?! Lo ga inget kalo lo sendiri yang ngebuang Lia demi perempuan lain. Bahkan dengan mudahnya lo hamilin perempuan itu! "


" Lo gatau apa-apa tentang gue Bagas!! "


" Lo juga gatau apa-apa tentang kehidupan gue!! "


Bugh


Maheer memukul wajah Bagas dengan sangat kencang hingga membuatnya tersungkur.


" Gue peringatin sama lo! cepet tinggalin Aurel atau lo akan nyesel! "


Bagas bangkit dan langsung membalas pukulan Maheer.


" Sampe kapanpun dia tetep istri gue! gaada yang bisa misahin kita termasuk lelaki ******** kayak lo! "


" Gue minta sekali lagi lepasin dia Bagas!! "


" Dan gue peringatin sekali lagi kalo gue gabakal lepasin istri gue Maheer!! "


" Bagass brengsek!!! " Maheer sudah mengangkat tangannya bersiap untuk melabuhkan lagi pukulannya,


" Hentikan Maheer!!! " Suara Aurel membuat Maheer dan Bagas menoleh ke arahnya.


Aurel berlari kecil dan langsung memeluk Bagas dengan erat.


" Aku udah bilang tunggu di kamar Lia! " Bagas mulai meninggikan suaranya saat melihat Aurel keluar tanpa mengenakan sandal dan terlihat ada beberapa luka kecil di kakinya.


" Jangan bentak dia brengsek!! " Teriakkan Maheer membuat Aurel terperanjat.


" Dia istri gue! "


" Lo gatau apa-apa tentang dia!! "


" Maheer Stopp!!! " Aurel berteriak namun masih menenggelamkan wajahnya di dada Bagas.


" Gue mohon sama lo sekarang juga lo pergi dari sini! "


Maheer mendekatkan dirinya pada Aurel namun dengan cepat Aurel berlindung di balik tubuh suaminga " Aurel gue moh— "


" Pergi Maheer!!! "


" Aurel pliss gue cinta sama lo Rel "


" Tapi gue udah ga cinta sama lo Maheer! Gue udah jadi istri orang dan gue sangat-sangat mencintai suami gue! " Aurel menekan kata-kata 'sangat' nya


" Dia bukan apa-apa di banding aku Rel! Dia orang miskin, dia gabakal bisa bahagiain kamu nantinya "


Mendengar nama Bagas di rendahkan, Aurel memberanikan diri menatap Maheer dan berdiri di samping Bagas.


" Ya, gue akui kalo suami gue memang bukan berasal dari keluarga yang serba berkecukupan kayak lo. Tapi dari situ gue tau kalo suami gue selalu berjuang dengan keras buat kehidupannya. Dengan keadaannya dia bisa lebih menghargai orang-orang disampingnya. Dan inget ini! gue bakal buktiin ke lo bahkan ke dunia sekalipun bahwa suami gue jauh lebih baik daripada lo "


" Jadi sekarang mending lo pergi dari rumah gue sebelum gue panggil keamanan buat ngusir lo disini! "


" Aku gabakal pergi, aku mau kita kayak dulu lagi Rel "


" Lo sakit Maheer!! Lo gila! "


" Ya aku emang gila! itu semua gara-gara kamu Aurel! aku gila karena perasaan aku ke kamu! "


" Dan seharusnya lo ga disini! Harusnya lo ada di rumah sakit jiwa!! "


" Gue harap ini terakhir kalinya lo dateng nemuin gue! Mau seberapa kerasnya perjuangan lo, gabakal bikin gue balik lagi ke lo. Lo harus inget ini! Gue gabakal lepasin suami gue apapun alesannya!! "


Aurel melambaikan tangannya pada pengawal yang berada di luar rumahnya, mengisyaratkan agar mereka menghampirinya.


" Bawa dia pergi dari sini! " Titah Aurel.


Aurel langsung menarik tangan Bagas untuk memasuki rumahnya lagi.


" Aku bakal berjuang buat kamu Rel! Buat cinta kita!!!Aku tau kamu masih cinta sama aku, kamu gamungkin lupain kisah kita begitu cepat " Teriakkan Maheer membuat Bagas menghentikannya dan berbalik ke arah Maheer.


Saat akan melangkahkan kakinya ke arah Maheer, tangannya di cekal oleh Aurel.


" Dia sakit, gausah di ladenin Bay "


Dengan terpaksa Bagas mengikuti kemauan istrinya. Melihat Aurel yang tidak memakai sandal, Bagas langsung menggendongnya.


" Aaaaa!!! Kamu ngapain!!! "


" Liat kaki kamu! Lecet semua! Biar aku gendong kamu ke dalemnya "


___________________


Ku udah up 3 episode nih.. Like nya jangan lupa guys♥️🍅