Twins'

Twins'
36



Pagi harinya Aurel mengerjap-ngerjapkan matanya, dia melihat sekeliling kamar.


Ah ternyata aku sudah menikah, pikirnya.


Saat berbalik dia melihat suaminya yang masih tertidur dengan sangat pulas bahkan terdengar sesekali dnegkuran kecilnya, mungkin kecapekan karena aktivitas semalam. Aurel tersenyum malu saat mengingat hal yang dilakukannya semalaman bersama Bagas.


Dengan perlahan dia mulai bangkit dari posisinya.


" Ashhh ini sungguh menyakitkan " rintih Aurel dengan pelan.


Aurel berusaha agar bisa berjalan dan langsung memasuki kamar mandi. Dia langsung memasuki bathub dan merendam tubuhnya disana.


Hemm perihnya agak mendingan, batinnya.


Setelah 30 menit menyelesaikan ritual mandinya akhirnya Aurel keluar dari kamar mandi dan melihat Bagas yang masih tertidur dengan pulas.


" Dasar kebo " ucap Aurel dengan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Aurel memutuskan untuk memakai baju terlebih dahulu. Setelah selesai dia langsung menghampiri Bagas dan duduk di sisi ranjang tepat di hadapan Bagas.


Aurel mengecup singkat bibir Bagas dan langsung mengelus pipinya dengan menggunakan ibu jarinya.


" Hubby sayang, bangun. Udah pagi ini " ucap Aurel dengan lembut.


Merasa sesuatu menyentuhnya akhirnya Bagas pun membuka matanya dan tersenyum lebar saat melihat wajah Aurel yang pertama ia lihat di pagi hari.


" Emhhhh " Bagas bangkit dari posisinya dan meregangkan otot-otot nya tanpa ia sadari bahwa ia tidak memakai sehelai benangpun ditubuhnya.


Aurel sontak menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


" Hubby yaampun mataku ternodai sudah " ucap Aurel.


Bagas yang menyadari dirinya tidak memakai pakaian pun tersenyum karena mengingat adegan bersama istrinya semalam.


" Kamu sudah melihatnya sayang, untuk apa kamu menutupi wajahmu " goda Bagas.


" Ishhh menyebalkan " gerutu Aurel.


Akhirnya Aurel menurunkan tangannya dan memilih menatap wajah Bagas.


" Hubby sayang ku. Cepet mandi katanya mau bawa Lia ke rumah kita " ucap Aurel.


Alih-alih menjawab pertanyaan sang istri, justru Bagas malah mendekatkan wajahnya dan menunjuk bibirnya.


" Apalagi? Tadi udah Hubby " ucap Aurel yang mengerti keinginan Bagas.


" Tadi aku belum sadar sayang, sekarang lagi " ucap Bagas yang semakin menyondongkan wajahnya.


" Ga. Cepet mandi atau Lia turun sendiri! " ucap Aurel.


Bagas yang mendengar itupun langsung merebahkan tubuhnya lagi dan menggulungnya dengan selimut.


" Aku tidak akan mandi kalau kamu ga kasih " ketus Bagas.


" Hahhh.. Dasar bayi gorila jelek " gumam Aurel.


Bagas menyembulkan kepalanya dan menatap tajam Aurel.


" Kamu bilang apa? " sinis Bagas.


Aurel tersenyum " Ga, suamiku ini memang sangat tampan sejalan raya. Sini " ucap Aurel dengan mengisyaratkan agar Bagas mendekatinya.


Walaupun bingung dengan maksud Aurel akhirnya Bagas pun mendekatkan dirinya ke hadapan Aurel. Ternyata Aurel mencium bibirnya bahkan bukan hanya ciuman tetapi ia mel*matnya. Lalu melepaskan begitu saja.


" Udah cukup kan? Cepet mandi " titah Aurel yang langsung bangkit dari posisinya dan menuju ke meja rias.


Bagas tersenyum licik dan bangkit dari tidurnya, dia menghampiri Aurel dengan tubuh polosnya dan berdiri di belakang Aurel.


Aurel melihat pantulan Bagas di cerminpun langsung menghembuskan nafasnya.


" Kenapa lagi hem? " ucap Aurel tanpa berbalik.


Bagas meraih tangan Aurel dan langsung menuntunnya untuk memegang miliknya.


" Dia perlu di tenangkan sayang " ucap Bagas.


" Satu kali saja " ucap Aurel dengan nada malasnya.


Bagas mengangguk senang dengan mata yang berbinar-binar. Sungguh ini benar-benar suamiku bukan Kak Bagas yang dulu ku kenal,dia berubah dalam satu malam. Entah apa yang merasukimu Kak pikir Aurel.


Dengan terpaksa akhirnya mereka mengulang kegiatan semalam dan dilanjutkan dengan mandi bersama.


Setelah menyelesaikan mandinya Aurel keluar lebih dulu dengan gerutuannya dan diikuti Bagas di belakangnya yang sesekali mengeluarkan tawanya.


" Pagi-pagi nii badan udah di bikin ambyar aja " gerutunya yang membuat Bagas terkekeh.


" Sayang, menuruti kata suami itu dapet pahala loh " ucap Bagas.


" Apa kita harus mengulangnya di kasur? " ucap Bagas yang sedang memakai pakaian dihadapan sang istri begitu juga dengan Aurel.


Aurel menatap Bagas dengan tatapan kesal.


" Kamu aja sono sama kambing! " ketus Aurel.


" Liat itu! Sekarang udah jam berapa?, Apa kata semua orang pas liat kita baru turun jam segini. Bisa-bisa mereka mikir yang aneh-aneh! " ucap Aurel dengan menunjuk jam dinding yang sudah pukul 09.30 Wib.


" Gapapa sayang namanya juga pengantin baru, ya wajar aja kalo telat. Udah ayok turun " ucap Bagas dengan menggandeng tangan Aurel yang sudah menyelesaikan riasannya.


Benar saja apa yang di ucapkan Aurel. Saat menuruni tangga dia melihat semua keluarga sudah stay di meja makan kecuali kelurga Farhan karena memang semalam mereka ada urusan yang mengharuskannya untuk segera pulang.


" Aduh malu aku. Mau simpan dimana ini muka " gumam Aurel yang masih menuruni tangga.


" Mau di kantongin dulu? " ucap Bagas.


" Dikira permen apa di kantongin " dengus Aurel.


" Kakak kemana saja, daritadi kami menunggu kalian berdua. Berhubung kami lapar jadi kami menghabiskan makanannya duluan " ucap Amel saat melihat Aurel sudah di dekat meja makan.


" Tadi ada singa di kamar kakak jadi kakak mengusirnya dulu " ucap Aurel yang langsung duduk di kursinya.


" Mana ada singa disini. Hellow kakak, ini bukan di tengah hutan " ketus Amel.


" Terserah kalau tidak percaya " ucap Aurel dengan menuangkan makanan ke piring Bagas.


" Makasih " ucap Bagas dengan senyumannya dan dianggukki oleh Aurel.


" Kalian makan dulu, kami mau beres-beres buat pulang. Kalian langsung ke rumah baru kan? " ucap Raka.


" Iya Dad, Lia udah bawa semua barang-barang Lia jadi kita mau langsung berangkat ke rumah itu " ucap Aurel.


" Baiklah kalau begitu. Kami permisi, habiskan makanan kalian karena kalian harus memberikanku cucu secepatnya " ucap Raka yang membuat wajah Aurel menjadi merah merona.


" Auwww sakit sayang " ucap Raka yang lengannya di cubit kecil oleh sang istri.


" Lagian kamu itu ada-ada aja. Anak baru nikah belum ada sebulan juga udah disuru buat anak aja " ucap Zahra.


" Ya kan proses sayang " ucap Raka.


" Sudahlah capek aku ngomong sama Mas. Sayang kami ke kamar dulu ya " ucap Zahra pada Aurel.


" Ya Mom Dad " ucap Aurel.


Semua orang meninggalkan meja makan terkecuali Vyan yang masih duduk dengan tegak di hadapan Aurel.


" Sayang ada apa? " ucap Aurel.


" Bunda, bolehkah Vyan tinggal bersama Grandma dan Grandpa? " ucap Vyan.


Aurel menatap Vyan dengan mata yang berkaca-kaca..


_______________________


_______________________


Mana nih like÷comment nya😫


-


-


-


-


-


-


-


-


Oiya besok author mau bikin cerita baru lagi nih. Pantengin terus ya cerita yang author bikin♥️


.


.


.


.


AiLopYuuuuuuuuhuuu🇮🇩