Twins'

Twins'
40



" Selamat sore Tuan Nyonya " Satpam memberikan sapaan saat melihat Bagas dan Aurel sudah mendekati rumahnya.


" Selamat sore mang. Ada yang kesini tadi? " Ucap Bagas.


" Tadi cuma ada tetangga Tuan, dia mengundang Tuan dan Nyonya untuk ikut kerja bakti besok di taman "


" Benarkah? Wahhh pasti seru. Aku mau ikut Hubby, bolehkan? " Aurel mengedip-ngedipkan matanya agar terlihat imut di hadapan Bagas.


" Tentu saja. Kita juga harus ikut melestarikan alam sekitar " jawab Bagas.


" Yaudah mang kalau begitu kami pamit masuk ya. Kalau lelah bilang mang, biar gantian sama yang lain buat jaga "


" Siap Tuan "


Bagas dan Aurel melenggang masuk ke dalam rumah.


" Hubby, kenapa tadi kamu kayak akrab banget sama satpam di depan? "


" Oh itu, temennya ayah di kampung. Aku sengaja mempekerjakan orang-orang di kampungku. Kasihan mereka belum memiliki pekerjaan "


" Tadi namanya Mang Tanu, dia kerja disini sama istrinya namanya Bi Ira dan anaknya. Bi Ira yang jadi koki di rumah ini karena masakaannya enak. Dan nanti ada anaknya namanya Cesa, dia lebih muda dari kamu. Aku mempekerjakan dia untuk jaga kamu selagi aku di kantor " sambungnya.


" Hubby aku bukan anak kecil lagi, aku bisa jaga diri kok " Aurel merengek dengan memegang lengan suaminya.


" Tetep aja sayang aku gabakal tenang kalau kamu gaada yang jagain. Ikutin kata aku ya, pliss "


" Hahhh baiklah "


Setelah berada di dalam kamarnya, Aurel langsung membuka bakso bakar dan melahapnya.


" Wahhh ini enak banget. Sayangnya cuma beli 10, kenapa ga beli lebih banyak aja sih "


" Kamu ga takut badan kamu melar? "


" Seharusnya aku yang tanya sama kamu. Apa kamu ga masalah kalau badan aku melar? "


" Ga masalah lah, kenapa harus di permasalahkan "


" Karena kalau badaku melar pasti aku akan jelek, dan kamu pasti akan pergi. Tapi aku ga peduli, aku yakin kamu gaakan ninggalin aku, karena amu adalah wanita satu-satunya yang berlabuh dan akan menetap selamanya di hati kamu "


" Percaya diri sekali anda Nyonya "


" Hahaha tentu saja harus percaya diri Tuan "


" Sudah-sudah, berenti makan baksonya. Sekarang makan bubur dulu " Bagas meraih kresek Bakso dan langsung menjauhkannya dari Aurel.


" Ahhh hubby, tanggung itu tinggal 8 tusuk lagi " rengek Aurel.


" Di tunda dulu apa kamu mau aku ga kasih izin buat makan ini lagi! " Tegas Bagas.


" Baiklah, tapi kalau udah selesai makan, boleh makan bakso lagi kan? "


" Hemm cepet makan, kita akan sholat berjamaah di masjid "


" Serius? " Aurel sangat antusias saat mendengarnya karena sudah lama dia tidak bergabung dengan orang-orang yang sering ke masjid.


" Iya, mangkannya ayok jangan ngobrol bae "


Mereka menghabiskan makannya dengan tenang dan tanpa suara. Setelah selesai mereka langsung menuju masjid yang tak jauh dari kediamannya. Bagas memakai baju koko berwarna abu dengan dipadukan peci dan sarung berwarna hitam, sedangkan Aurel menggunakan baju panjang berwarna biru donker, rok hitam dan kerudung hitam.


Terlihat banyak warga yang juga menuju masjid. Anak-anak yang sudah memakai baju koko dan gamis dengan menenteng mukena di tangannya. Suasanya sangat mirip dengan suasana kampung, rumah-rumah berjejer dengan rapi. Dan para warga yang ramah pada yang lainnya.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah masjid yang tidak terlalu besar namun cukup untuk menampung sekitar 100 orang di dalamnya.


" Nanti kalau udah selesai, tunggunya di warung sana aja. Jangan pulang duluan sebelum aku datang " ucap Bagas sambil menunjuk warung kecil yang berada di pinggir masjid.


" Iya Hubby "


Aurel dan Bagas memasuki masjid setelah mereka berwudhu.


" Kakak warga baru disini ya? " Ucap anak perempuan yang lebih muda dari Aurel.


" Iya dek, kakak baru saja pindah "


" Alhamdulillah semoga betah ya kak. Kakak nya cantik ya "


" Kamu juga cantik dek. Rumah kamu dimana? "


" Itu kak di samping rumah yang paling besar di deket taman "


" Wah berarti kita bertetangga "


" Ouh jadi kakak yang punya rumah itu?. Wah hebat sekali kak, rumahnya bak istana tuan putri di cerita dongeng hihi "


" Siap kak "


Mereka berhenti berbincang saat mendengar suara imam masjid yang akan melakukan sholat berjamaahnya.


Setelah selesai sholat Aurel langsung keluar dari masjid dan menunggu suaminya di warung dekat masjid.


" Loh kak? Kakak kenapa disini? Belum pulang? " Ucap perempuan yang tadi berbincang di dalam masjid.


" Kakak lagi nunggu suami dek "


" Owalah udah nikah toh. Keliatan masih muda banget kak. Mau minum dulu kak? Biar aku ambilin "


" Em? Gausah dek, itu suami kakak datang " Aurel menunjuk Bagas yang sudah menuju kearahnya.


" Sayang " ucap Bagas.


Aurel langsung mencium tangan Bagas.


" Wahhh sosweet nya kakak. Istrinya cantik suaminya ganteng, pasti anaknya perfect "


" Haha bisa aja kamu. Kalau gitu kita pamit ya, Assalamualaikum "


" Waalaikumsallam kak "


Bagas mengerutkan keningnya saat melihat Aurel menenteng kresek kecil yang berwarna hitam.


" Kamu bawa apa? "


" Ouh ini, katanya si bapak yang jual mah ini namanya cilor. Keliatannya enak, jadi aku beli "


" Sayang, udah di bilang kan jangan sering makan jajanan kayak gini. Kamu ga dengerin ucapan aku?gabaik buat kesehatan kamu! " Bagas memperingati Aurel dengan tegas.


Jujur Aurel takut jika Bagas sudah berbicara dengan nada yang tegas dan dingin. Bahkan tanpa menatap pun auranya masih terasa.


" Ini yang terkakhir di minggu ini Hubby. Maafin aku ya "


" Hahhh.. Janji ini yang terakhir? "


Aurel mengengguk dan menyodorkan jari kelingkingnya.


" Janji "


***


Di tempat lain tepatnya di sebuah restoran, Aydan sedang berdebat dengan Neli mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan.


Setelah mendapat nasehat dari ibunya, Neli memutuskan untuk menikah dengan Aydan dalam waktu dekat ini.


Mereka merencanakan pernikahan sekitar 2 bulan dari hari ini, yang tepatnya berpapasan dengan ulang tahun Neli. Dan saat ini Aydan sedang mengotot karena meminta agar pernikahannya tidak di sembunyikan namun berbeda dengan Neli yang ingin pernikahannya dibuat seperti pernikahan Aurel yang sungguh sederhana namun berkesan.


" Ayolah sayang, menikah itu hanya 1kali seumur hidup. Kita harus merayakannya " ucap Aydan.


" Ay kita bisa merayakannya dengan keluarga, tidak harus diumbar. Dan lagi, aku takut jika pernikahan ini terlalu mewah. Kau adalah pebisnis, pasti kau memiliki banyak saingan, aku tidak ingin membahayakan nyawa orangtua ku kelak "


" Tidak akan terjadi sayang, aku yang akan menjamin keselamatan orangtua mu "


Neli mendekatkan dirinya pada Aydan dan langsung bersandar di pundaknya.


" Sayang pliss.. Kita bisa mengundang kerabat terdekat kita saja, mereka pasti akan membuat keramaian "


" Hahh baiklah. Jika Tuan putri sudah berkehendak, siapapun tidak bisa melawannya "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Dad akhir-akhir ini, perasaan mom sering gelisah. Entah kenapa, mom sering bermimpi buruk " ucap Zahra yang sedang menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


" Mommy, mimpi adalah bunga tidur. Jangan terlalu di pikirin. Daddy takut nanti malah mempengaruhi kesehatan Mom "


" Mommy takut kalian ninggali Mom sendiri hiks.. "


Zahra terisak karena merasakan setiap mimpinya seperti benar-benar akan terjadi padanya suatu saat nanti..


_____________________________


Likenya?🤧


_______


🍅♥️